Analisis Financial Usaha Ternak Ayam Ras Petelur

Views:
 
     
 

Presentation Description

Analisis Financial Usaha Ternak Ayam Ras Petelur by Ikang Ridwasyah at Cintaraja Singaparna Tasikmalaya

Comments

Presentation Transcript

ANALISIS FINANSIAL USAHATERNAK AYAM RAS PETELUR (Studi Kasus pada Seorang Peternak Ayam Ras Petelur di Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupatan Tasikmalaya) :

KOLOKIUM Ikang Ridwansyah 075009008 By Hosenanzug Damen at http://hosenanzug-damen.org/ Copyright 2011 ANALISIS FINANSIAL USAHATERNAK AYAM RAS PETELUR ( Studi Kasus pada Seorang Peternak Ayam Ras Petelur di Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupatan Tasikmalaya )

I PENDAHULUAN :

I PENDAHULUAN Latar Belakang Peternakan sebagai salah satu subsektor didalam sektor pertanian menyimpan potensi bisnis dan prospek yang menjanjikan di masa mendatang . Fakta menunjukkan bahwa bisnis berbasis peternakan merupakan salah satu fenomena yang tumbuh pesat ketika basis lahan menjadi terbatas . Demikian pula, ketika subsektor pertanian tanaman pangan tumbuh dibawah 2 persen pada periode 1986-1997, subsektor peternakan justru mencapai hampir 6 persen pada periode yang sama ( Bustanul Arifin , 2003). Salah satu jenis usaha pada subsektor peternakan yang telah menjadi perhatian para pengambil kebijakan adalah usahaternak ayam ras petelur . Pada triwulan pertama tahun 2008 produksi bibit ayam ras ( DOC FS ) petelur terjadi penurunan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2007 dari produksi DOC FS 0,73 juta ekor per minggu menjadi 0,70 juta ekor per minggu atau terjadi penurunan sebesar 4,1 persen . Penurunan ini disebabkan karena penundaan masyarakat untuk mengganti ternak ayam petelur , hal ini disebabkan karena melonjaknya harga penunjang seperti pakan yang tidak sebanding dengan harga jual telur

PowerPoint Presentation:

Populasi dan Jumlah Peternak Ayam Ras Petelur di Tasikmalaya

PowerPoint Presentation:

Bagaimana kelayakan usahaternak ayam ras petelur dilihat dari aspek finansial ? Pada tahun keberapa seluruh modal yang diinvestasikan pada usahaternak ayam ras petelur dapat dikembalikan ? Sejauh mana tingkat kelayakan usahaternak ayam ras petelur apabila terjadi perubahan biaya dan perubahan penerimaan ? Untuk mengetahui kelayakan finansial dari usahaternak ayam ras petelur . Untuk mengetahui jangka waktu pengembalian seluruh modal yang diinvestasikan pada usahaternak ayam ras petelur . Untuk mengetahui sensitivitas kelayakan usahaternak ayam ras petelur apabila terjadi perubahan biaya dan perubahan penerimaan . Identifikasi Masalah Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian :

Kegunaan Penelitian Untuk penulis yaitu menambah wawasan ilmu pengetahuan dalam bidang peternakan . Untuk petani yaitu menambah wawasan khususnya dalam usahaternak ayam ras petelur . Untuk dinas terkait yaitu bahan masukan untuk dijadikan kebijakan khususnya pada lokasi tertentu yang cocok untuk usahaternak ayam ras petelur .

Pendekatan Masalah :

Pendekatan Masalah Menurut Sudardjat dan Pambudy (2003), bahwa pembangunan sub sektor peternakan merupakan bagian integral dari pembangunan sektor pertanian . Peternakan harus dipandang sebagai indusrti biologis yang dikendalikan manusia . Komponen peternakan meliputi peternak sebagai subjek pembangunan yang harus ditingkatkan pendapatan dan kesejahteraannya . Ternak sebagai objek yang harus ditingkatkan produksi dan produktivitasnya . Ibrahim dan Gufroni (2005), menerangkan bahwa tujuan pembangunan peternakan adalah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak , terpenuhinya konsumsi pangan asal ternak , tersedianya bahan baku industri dan ekspor , seta menciptakan peluang kerja Menurut Clive Gray (2002), bahwa suatu perhitungan dikatakan perhitungan privat atau analisis finansial , bila yang berkepentingan langsung dalam benefit dan biaya proyek adalah individu atau pengusaha . Menurut Bachrawi Sanusi (2000), bahwa tujuan diadakan analisis proyek adalah untuk memperbaiki penilaian investasi . Karena adanya sumber-sumber yang tersedia yang sangat penting bagi pembangunan umumnya sangat terbatas sekali , untuk itulah perlu dilakukan pemilihan antara berbagai macam proyek .

II METODOLOGI PENELITIAN :

II METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus pada seorang peternak ayam ras petelur di Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya . Teknik Pengumpulan Data Data yang diperoleh sehubungan dengan penelitian ini meliputi : Data primer, data diperoleh dari wawancara dengan responden , menggunakan daftar pertanyaan atau kuisioner yang telah dipersiapkan . Data sekunder , , data yang diperoleh dari referensi pendukung penelitian dan dinas terkait . Teknik Penentuan Responden Teknik penentuan responden dilakukan secara sengaja ( purposive ) terhadap seorang peternak ayam ras petelur di Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya . Responden terpilih atas dasar pertimbangan bahwa peternak tersebut masih bertahan dalam menjalankan usahaternak ayam ras petelurnya , serta memiliki pengalaman yang cukup lama yaitu selama 32 tahun .

PowerPoint Presentation:

Operasionalisasi Variabel Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan dari mulai usaha tersebut dilaksanakan sampai usaha tersebut berjalan , yang dinilai dalam satuan rupiah ( Rp ) terdiri dari : Biaya sewa lahan . Biaya pembuatan kandang ayam . Biaya pembelian peralatan peternakan . Biaya operasional adalah seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses produksi itu berlangsung , yang dinilai dalam satuan rupiah ( Rp ) terdiri dari : Pakan dihitung dalam kilogram. Obat dihitung dalam satuan unit. Vitamin dhitung dalam satuan unit. Vaksin dihitung dalam satuan unit. Pemeliharaan induk ayam dihitung dalam satuan HOK. Biaya pembelian anak ayam (DOC). Biaya pemeliharaan anak ayam (DOC) sampai dengan ayam siap bertelur (24 minggu ).

PowerPoint Presentation:

Penerimaan adalah hasil perkalian antara hasil produksi dengan harga jual , dimana : Hasil produksi dihitung dalam satuan kilogram (kg) dan karung . Harga jual telur dihitung dalam satuan rupiah per kilogram ( Rp /kg). Harga jual ayam dihitung dalam satuan rupiah per kilogram ( Rp /kg). Harga jual pupuk kandang dihitung dalam satuan rupiah per karung ( Rp / karung ). Pendapatan merupakan selisih penerimaan dengan biaya total yang dikeluarkan , yang terdiri dari : Pendapatan sebelum kena pajak Pendapatan sesudah kena pajak Depresiasi atau penyusutan alat , dihitung dengan menggunakan metode garis lurus ( Straight Line Method ) Nilai sisa merupakan nilai pada waktu alat tersebut tidak dapat dipergunakan lagi atau dianggap nol.

PowerPoint Presentation:

Kerangka Analisis Net present value (NPV) Net Benefit-Cost Ratio (net B/C ratio) Internal Rate of Return ( IRR) NPV dari suatu proyek merupakan nilai sekarang ( Present value ) dari selisih antaraa manfaat dengan biaya pada tingkat suku bunga tertentu . NPV menunjukan kelebihan manfaat dibandingkan dengan biaya Net Benefit of Cost Ratio adalah perbandingan antara jumlah NPV positif dengan jumlah NPV negatif . Net B/C menunjukan berapa kali lipat manfaat akan diperoleh dari setiap unit biaya yang dikeluarkan Internal rate of return (IRR) adalah untuk mengetahui persentase keuntungan dari suatu proyek tiap tahun dan IRR juga merupakan alat ukur kemampuan proyek dalam mengembalikan bunga pinjaman Payback Periods merupakan jangka waktu periode yang diperlukan untuk membayar kembali semua biaya yang telah dikeluarkan di dalam investasi suatu proyek

Tempat dan Waktu Penelitian :

Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian ini mengambil lokasi di Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya , pada seorang peternak ayam ras petelur Adapun waktu penelitian dibagi dalam beberapa tahap , yaitu : Tahap persiapan ( penyusunan rencana penelitian , survei pendahuluan ) dilaksanakan pada bulan maret 2011. Tahap lapangan ( pengumpulan data) dilaksanakan pada bulan Mei 2011. Tahap pengolahan data dan penyususnan skripsi dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2011.

III KEADAAN UMUM DAERAH:

III KEADAAN UMUM DAERAH Secara geografis letak Desa Cintaraja : Sebelah utara berbatasan dengan Desa Rancapaku Sebelah timur berbatasan dengan Desa Cikunir Sebelah barat berbatasan dengan Desa Cipakat Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Sukarame Keadaan Fisik Daerah Penelitian Desa Cintaraja merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian tempat 500 meter di atas permukaan laut dan luas areal keseluruhan yaitu seluas 387,42 ha. Keadaan Iklim Temperatur rata-rata di Desa Cintaraja adalah berkisar 30-32 derajat C. sedangkan curah hujan rata-rata per tahun adalah 443 mm per tahun . Keadaan Penduduk Keadaan penduduk Desa Cintaraja sampai dengan Desember 2010 Sebanyak 9.126 jiwa terdiri dari laki-laki sebanyak 5.140 orang dan perempuan sebanyak 3.986 orang dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) mencapai 3.012 KK Mata Pencaharian Penduduk Mata pencaharian penduduk Desa Cintaraja kebanyakan pada sektor pertanian . Selain sektor pertanian ada juga yang berusaha di bidang wiraswasta , PNS, POLRI, dan lain-lain.

PowerPoint Presentation:

Keadaan Umum Usahaternak Ayam Ras Petelur Di Desa Cintaraja Usahaternak ayam ras petelur dari tahun ke tahun mengalamai penurunan , baik dari populasi ayam ras petelurnya maupun dari jumlah peternak ayam ras petelurnya sendiri . Penurunan ini disebabkan karena penundaan masyarakat untuk mengganti ternak ayam ras petelur , hal ini disebabkan karena tingginya biaya pakan dan cenderung terus naik setiap waktunya . Sejarah Berdirinya Usahaternak Ayam Ras Petelur Tahun 1979 kebutuhan masyarakat akan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi terutama protein hewani , maka sumber protein hewani tersebut salah satunya dapat diperoleh dari protein telur . skala kecil yaitu dengan kapasitas ayam 40 ekor 30.000 ekor dengan mempekerjakan 40 orang tenaga kerja yaitu pada tahun 1990 an setelah krisris moneter pada tahun 1997

Teknis Pemeliharaan Ayam Ras Petelur:

Teknis Pemeliharaan Ayam Ras Petelur Kandang di tempat terbuka bahan dari kayu dan bambu Temperatur 30-32 º C Peralatan Batre adalah kandang ayam yang terbuat dari bambu Tempat makan Tempat minum Ember, Kendi , Drum Oven Semawar Pemeliharaan Sanitasi dan tindakan preventif Pemberian pakan Pemberian minum Pemberian vaksinasi dan vitamin Pemeliharaan Kandang

PowerPoint Presentation:

Panen Pemasaran Telur Sore Telur

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN:

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Identitas Responden Usahaternak ayam ras petelur tersebut dimulai sejak tahun 1979 sampai dengan sekarang . Responden cukup berpengalaman dalam bidang peternakan , semakin lama pengalaman yang dimiliki , maka responden akan semakin ahli dalam mengelola usahaternaknya . No Uraian 1 Nama responden Ujang Sujana 2 Umur 55 tahun 3 Pendidikan formal SD 4 Jumlah tanggungan keluarga 4 orang 5 Luas lahan yang diusahakan 137,7 m 2 6 Penguasaan lahan Milik Sendiri

PowerPoint Presentation:

Analisis Kelayakan Biaya Investasi No Uraian Jumlah (Rp) * Persentase (%) 1 Sewa lahan 4.419.000 7,51 2 Pembuatan kandang ayam 35.000.000 59,46 3 Pembelian peralatan peternakan 19.440.000 33,03 Jumlah 58.859.900 100

PowerPoint Presentation:

Biaya Operasional Biaya Tahun Produksi Ganjil (I –IX) Genap (II-X) Jumlah Persentase (%) Pakan 87.213.000 149.508.000 236.721.000 75,27 Vitamin 105.000 180.000 285.000 0,09 Vaksin 840.000 420.000 1.260.000 0,40 Obat-obatan 450.000 450.000 900.000 0,29 Biaya tenaga kerja 3.500.000 6.000.000 9.500.000 3,02 Pembelian anak ayam (DOC) 5.000.000 - 5.000.000 1,59 Pemeliharaan anak ayam (DOC) 60.830.000 - 60.830.000 19,34 Total 157.938.000 156.558.000 314.496.000 100

Penerimaan Telur Per Bulan Pada Usahaternak Ayam Ras Petelur:

Penerimaan Telur Per Bulan Pada Usahaternak Ayam Ras Petelur Bulan Volume Produksi (kg) Harga Jual ( Rp ) Jumlah ( Rp ) 0 0 14.000 0 1 0 14.000 0 2 0 14.000 0 3 0 14.000 0 4 0 14.000 0 5 0 14.000 0 6 549,5 14.000 7.693.000 7 1.341,41 14.000 18.779.740 8 1.396,64 14.000 19.552.960 9 1.629,67 14.000 22.815.380 10 1.652,00 14.000 23.128.000 11 1.643,46 14.000 23.008.440 12 1.628,13 14.000 22.793.820 13 1.605,10 14.000 22.471.400 14 1.574,02 14.000 22.036.280 15 1.536,29 14.000 21.508.060 16 1.495,13 14.000 20.931.820 17 1.447,88 14.000 20.270.320 18 1.396,50 14.000 19.551.000 19 1.338,12 14.000 18.733.680 20 1.278,13 14.000 17.893.820 21 1.213,45 14.000 16.988.300 22 1.151,92 14.000 16.126.880 23 1.074,50 14.000 15.043.000 24 1.021,86 14.000 14.306.040 Total 25.973,71 14.000 363.631.940

PowerPoint Presentation:

Penerimaan Penerimaan Telur Per Tahun Pada Usahaternak Ayam Ras Petelur Tahun Volume Produksi (kg) Harga Jual ( Rp ) Penerimaan (Rp) Tahun Ganjil Tahun Genap 1 9.840,81 14.000 137.771.340 2 16.132,90 14.000 225.860.600 3 9.840,81 14.000 137.771.340 4 16.132,90 14.000 225.860.600 5 9.840,81 14.000 137.771.340 6 16.132,90 14.000 225.860.600 7 9.840,81 14.000 137.771.340 8 16.132,90 14.000 225.860.600 9 9.840,81 14.000 137.771.340 10 16.132,90 14.000 225.860.600 Total 49.204,05 80.664,50 14.000 1.818.159.700

PowerPoint Presentation:

Penerimaan Pada Usahaternak Ayam Ras Petelur Per Periode Produksi ( dua Tahun ) Komoditi Satuan Jumlah produksi Harga jual per satuan Penerimaan (Rp) (Rp) Telur kg 25.973,71 14.000 363.631.940 Ayam afkir kg 2.000 14.000 28.000.000 Pupuk kandang Perkiraan Jumlah Kotoran yang Dihasilkan (kg) 43.200 166,67 7.200.144 Jumlah Total Penerimaan 398.832.084

PowerPoint Presentation:

Penerimaan Usahaternak Ayam Ras Petelur Untuk sepuluh Tahun Komoditi Satuan Jumlah produksi Harga jual per satuan Penerimaan (kg) (Rp) (Rp) Telur kg 129.868,55 14.000 1.818.159.700 Ayam kg 10.000 14.000 140.000.000 Pupuk kandang Perkiraan Jumlah Kotoran yang Dihasilkan (kg) 216.000 166,67 36.000.720 Jumlah Total Penerimaan 1.994.160.420

PowerPoint Presentation:

NPV, Net B/C, dan IRR Tahun Benefit Cost Net Benefit DF 18% NPV 18 % DF 50 % NPV 50 % 0 0 58.859.000 (58.859.000) 1,000 (58.859.000) 1,000 (58.859.900) 1 137.774.000 157.938.000 (20.164.000) 0,847 (17.088.136) 0,667 (13.442.667) 2 261.062.144 156.558.000 104.504.144 0,718 75.053.249 0,444 46.446.286 3 137.774.000 157.938.000 (20.164.000) 0,609 (12.272.433) 0,296 (5.974.519) 4 261.062.144 156.558.000 104.504.144 0,516 53.902.075 0,198 20.642.794 5 137.774.000 157.938.000 (20.164.000) 0,437 (8.813.870) 0,132 (2.655.342) 6 261.062.144 156.558.000 104.504.144 0,370 38.711.631 0,088 9.174.575 7 137.774.000 157.938.000 (20.164.000) 0,314 (6.329.984) 0,059 (1.180.152) 8 261.062.144 156.558.000 104.504.144 0,266 27.802.091 0,039 4.077.589 9 137.774.000 157.938.000 (20.164.000) 0,225 (4.546.096) 0,026 (524.512) 10 261.062.144 156.558.000 104.504.144 0,191 19.967.029 0,017 1.812.262 362.841.720 5,494 107.526.555 2,965 (483.585)

PowerPoint Presentation:

NPV ( 18% ) = Rp 107.526.555 Net B/C (18%) = Rp 215.436.074 Rp 107.909.519 = 1.99 NPV 50 % ) = Rp (517.402 ) IRR = 18% + 107.526.555 (50%-18%) 107.526.555 - (483.585) IRR = 18 % + 31,68% = 49,68%

PowerPoint Presentation:

Payback Periods Tahun Benefit Cost Net Benefit Net Benefit Kumulatif 0 0 0 (58859900) (58859900) 1 137.771.340 157.938.000 (20.166.660) (79.026.560) 2 261.060.744 156.558.000 104.502.744 25.476.184 3 137.771.340 157.938.000 (20.166.660) 5.309.524 4 261.060.744 156.558.000 104.502.744 109.812.268 5 137.771.340 157.938.000 (20.166.660) 89.645.608 6 261.060.744 156.558.000 104.502.744 194.148.352 7 137.771.340 157.938.000 (20.166.660) 173.981.692 8 261.060.744 156.558.000 104.502.744 278.484.436 9 137.771.340 157.938.000 (20.166.660) 258.317.776 10 261.060.744 156.558.000 104.502.744 362.820.520 Payback periods = 1 Tahun + Rp 79.026.560(12 bulan ) Rp 104.502.744 = 1 Tahun 9 bulan

PowerPoint Presentation:

Analisis Sensitivitas Analisis sensitivitas bertujuan untuk melihat apa yang akan terjadi dengan hasil proyek jika ada suatu kekeliruan dan ketidaktepatan perkiraan biaya dan benefit yang telah diproyeksikan , seperti terjadi kenaikan biaya operasional Menurut Abdul Choliq dkk , (1999) menyatakan , bahwa guna menambah kepercayaan atas proyek yang akan diusahakannya itu , dilakukan simulasi dengan kenaikan biaya operasional dan penurunan benefit Kenaikan Biaya Operasional Indikator Kelayakan NPV Net B/C IRR Aktual Rp . 107.526.555 1.99 49,68% 110 % Rp 86.311.305 1,67 43,09% 115 % Rp 75.703.680 1,54 39,70% 120 % Rp 65.096.055 1,43 36,50% 152% Rp (2.792.743) 0,98 17,25%

PowerPoint Presentation:

Penurunan Harga Telur Aktual Rp 107.526.555 1,99 49,68% 12% Rp 11.407.906 1,07 24,40% 13% Rp 3.402.318 1,02 20,24% 14% Rp (4.603.266) 0,97 13,80% Tingkat usaha masih menguntungkan , jika kenaikan biaya pakan dibawah 52 persen , apabila kenaikan melebihi 52 persen usahaternak ayam ras petelur tidak layak . Sebaliknya penurunan harga jual telur dapat menyebabkan penurunan tingkat kelayakan usahaternak ayam ras petelur , jika penurunan harga jual telur di bawah 14 persen usahaternak ayam ras petelur masih memberikan keuntungan , sedangkan apabila penurunan harga jual diatas 14 persen menyebabkan kerugian

KESIMPULAN DAN SARAN:

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Usahatenak ayam ras petelur tidak layak untuk diusahakan berdasarkan hasil analisis finansial diperoleh nilai NPV : sebesar Rp . 107.526.555; Net B/C : sebesar 1.99; dan IRR : sebesar 49,68 persen . Modal yang diinvestasikan dalam kegiatan usahaternak ayam ras petelur dapat dikembalikan setelah proyek berjalan selama 1 tahun 9 bulan Berdasarkan perhitungan analisis sensitivitas bila kenaikan biaya operasional melebihi 52 persen , maka usahaternak ayam ras petelur akan mengalami kerugian . Saran usaha ternak ayam ras petelur untuk jangka kedepanya harus dapat dikembangkan dalam skala besar dengan cara penambahan modal melalui pengajuan kredit ke bank, karena kapasitas yang tersedia saat ini belum mencukupi telur khususnya untuk wilayah Tasikmalaya .

Terima kasih:

Terima kasih

authorStream Live Help