Irritable Bowel Syndrom

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

IRRITABLE BOWEL SYNDROME:

IRRITABLE BOWEL SYNDROME Nugroho Wirastanto 20060310067

DEFINISI IBS:

DEFINISI IBS Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah kelainan kompleks dari saluran pencernaan bagian bawah, ditandai dengan: Nyeri perut Distensi abdomen atau kembung Gangguan pola defekasi (diare atau konstipasi) Tanpa adanya gangguan organik. IBS dapat dicetuskan maupun diperburuk oleh strees emosional maupun makanan tertentu.

KLASIFIKASI:

KLASIFIKASI IBS dapat dikelompokkan jadi 4 subtipe , yaitu : 1. IBS Diare BAB >3x/ hari dengan bentuk tinja lembek atau cair . Diare sering pada pagi hari dan sering dengan urgensi Biasanya disertai rasa sakit dan hilang setelah defekasi . 2. IBS Konstipasi BAB <3x/ seminggu dan bentuk tinja menjadi lebih keras Terutama pada wanita , defekasi tidak lampias , dan biasanya feces disertai lendir tanpa darah .

CONT….:

CONT…. 3. IBS Alternating atau berganti-ganti Pola defekasi berubah - ubah . Sering BAB keras di pagi hari diikuti dengan beberapa kali defekasi dan BAB menjadi cair pada sore hari 4. IBS predominan nyeri perut : Nyeri di fosa iliaka , tidak dapat dengan tegas menunjukkan lokasi sakitnya Nyeri dirasakan lebih dari 6 bulan Nyeri hilang setelah defekasi Nyeri meningkat jika stress dan selama menstruasi

EPIDEMILOGI:

EPIDEMILOGI Prevalensi rata-rata secara keseluruhan di negara maju sebesar 10% atau berkisar antara 9-24%. Di Asia Tenggara lebih jarang yaitu sekitar kurang dari 5% Kejadian IBS pada wanita dibandingkan pria (2:1) 50% IBS timbul pada usia <35 tahun dan 40% dimulai pada usia 35-50 tahun. Tipe konstipasi lebih banyak pada wanita, sedang tipe diare lebih banyak pada pria.

ETIOLOGI:

ETIOLOGI Etiologi dari IBS, antara lain: 1.Gangguan fungsi motoris Kolon Adanya peningkatan aktifitas gelombang pendek di kolon distal pada penderita IBS sedangkan pada orang normal tidak terjadi peningkatan Adanya perubahan motilitas kolon terhadap rangsangan seperti makanan, marah, dan stress psikologis pada penderita IBS.

CONT…:

CONT… 2. Gangguan Fungsi Motoris pada Usus Halus Pada IBS peningkatan aktifitas kontraksi migrating motor complek , dengan gambaran meningkatnya jumlah kontraksi pada duodenum dan jejunum. Perasaan sakit perut berhubungan dengan aktifitas kontraksi yang tiba-tiba di usus halus, sedangkan pada saat tidur aktifitas ini tidak tampak

CONT…:

CONT… 3. Sensoris viseral yang tidak normal Pada IBS terdapat penurunan nilai ambang sensitifitas di ileum, rektosigmoid, dan anorektal Nyeri timbul akibat adanya respon terhadap distensi usus maupun kontraksi usus. 4. Gangguan psikologis Penderita IBS lebih banyak mempunyai gangguan psikologis seperti kecemasan dan obsesif Merupakan faktor pencetus dan predisposisi pada IBS

CONT…:

CONT… 5. Pasca infeksi usus . Biasanya disebabkan infeksi giardia atau amoeba 6. Faktor makanan Faktor predisposisi maupun pencetus IBS beberapa makanan yang dapat menyebabkan menyebabkan diare serta kekurangan serat akan menyebabkan konstipasi Makanan kalori-tinggi atau makanan tinggi-lemak , gandum , produk susu , kopi, teh , atau buah jeruk kemungkinan bisa memicu terjadinya IBS.

MANIFESTASI KLINIS:

MANIFESTASI KLINIS Manifestasi IBS meliputi: Gangguan pola defekasi (diare, konstipasi maupun alternating) Distensi abdomen (kembung) Nyeri abdomen, nyeri biasanya berkurang dengan flatus Penderita IBS memilik satu atau lebih gejala yang dominan, namun dapat juga gejala timbul bersamaan Keadaan umum pasien yang selalu baik dan penyakit berlangsung pelan.

PENEGAKAN DIAGNOSIS:

PENEGAKAN DIAGNOSIS

PEMERIKSAAN PENUNJANG:

PEMERIKSAAN PENUNJANG Tidak ada pemeriksaan spesifik untuk menentukan diagnosis IBS. Diperlukan untuk menyingkirkan gangguan organik . Px . laboratorium antara lain px . Darah lengkap , biokimia darah , px . fungsi hati . Px . endoskopi , foto kontras , maupun CT Scan disarankan untuk melihat ada / tidak inflamasi pada kolon . Px . tinja dan sigmoidoskopi , untuk membedakan dg penyakit peradangan pada usus dan berbagai kondisi yang menyebabkan nyeri perut dan gangguan pola defekasi .

PENATALAKSANAAN :

PENATALAKSANAAN Terapi Non Farmakologis Diet Pasien IBS tipe konstipasi disarankan diet tinggi serat , konsumsi air dan aktifitas olahraga rutin . Pasien IBS tipe diare disarankan mengurangi konsumsi serat . Beberapa makanan dan minuman yang disarankan dihindari antara lain gandum , susu , kafein , bawang , coklat , beberapa sayur-sayuran , dan makanan yang mengandung lactose. Setelah keluhan menghilang,makanan dapat dicoba dikonsumsi lagi setelah 3 bulan dengan jumlah yang diberikan secara bertahap .

PowerPoint Presentation:

Psikoterapi Psikoterapi diantaranya cognitive-behavioral therapy (CBT), interpersonal psychotherapy, dan manajemen relaksasi atau stress. Psikoterapi dapat mengurangi kecemasan dan gejala-gejala IBS, terutama nyeri dan diare. Dilakukan dengan menjelaskan penyakit IBS dan meyakinkan bahwa IBS dapat diobati serta tidak membahayakan kehidupan Px laboratorium dan px penunjang untuk menyingkirkan penyakit organik harus disampaikan untuk meyakinkan pasien akan kesembuhan penyakitnya.

PowerPoint Presentation:

Terapi Farmakologis Konstipasi ( sembelit ) Sembelit disebabkan lambatnya kontraksi usus Pemberian tegaserod dapat meningkatkan kontraksi usus halus , sehingga mempercepat waktu transit makanan di usus halus dan waktu transit feces di kolon Tegaserod menghalangi reseptor 5-HT4, mencegah serotonin mengikat padanya , sehingga meningkatkan kontraksi dari otot-otot usus . Tegaserod diberikan dengan dosis 2x6 mg selama 10-12 minggu .

PowerPoint Presentation:

Diare Obat yang paling sering digunakan adalah loperamid Loperamide 30% lebih efektif daripada suatu placebo dalam memperbaiki gejala pada pasien IBS tipe diare Loperamide bekerja dengan menghalangi (memperlambat) kontraksi-kontraksi dari otot-otot usus kecil dan usus besar Dosis loperamid adalah 2x 16 mg sehari.

PowerPoint Presentation:

Nyeri Perut Obat yang sering digunakan untuk menghilangkan nyeri perut pada pasien IBS adalah suatu kelompok dari obat-obat yang disebut smooth-muscle relaxants Obat-obat smooth muscle relaxant mengurangi kekuatan kontraksi dari smooth muscles namun tidak mempengaruhi kontraksi otot-otot dari tipe lain. Smooth muscle relaxants yang umum digunakan dan sudah beredar di Indonesia antara lain, mebeverine 3 x 135 mg, hiosin N- butilbromida 3 x 10 mg, alverine 3 x 30 mg, Chlordiazepoksid 5 mg/ klidnium 2,5 mg 3 x1 tablet.

PROGNOSIS :

PROGNOSIS Penyakit IBS tidak akan menigkatkan mortalitas Gejala IBS biasanya akan membaik dan hilang setelah 12 bulan pada 50% kasus, dan hanya kurang dari 5% yang akan memburuk atau dengan gejala menetap.

PowerPoint Presentation:

TERIMA KASIH

authorStream Live Help