ORKHITIS

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

REFERAT BEDAH ORKHITIS:

REFERAT BEDAH ORKHITIS Nugroho Wirastanto 20060310067

PowerPoint Presentation:

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang:

Latar Belakang Keluhan Utama (KU) Nyeri pada daerah kelamin (testis) sejak 1 hari yang lalu RPS Penderita merasa bengkak dan panas pada buah zakar sebelah kiri, disertai kencing yang kadang-kadang terasa panas dan nyeri. Penderita tidak demam, nyeri kepala (-), mual(-), muntah(-), batuk(-), pilek(-), nyeri perut(-), dan kencing kemerahan(-).

PowerPoint Presentation:

RPD Riwayat keluhan serupa sebelumnya, disangkal oleh penderita. Riwayat hipertensi, diabetes mellitus, dan riwayat trauma pada daerah genitalia juga disangkal oleh penderita. Penderita mengaku memiliki riwayat operasi hernia inguinalis sebelah kiri 1 tahun yang lalu. RPK Riwayat keluhan serupa pada keluarga disangkal .

Pemeriksaan Fisik :

Pemeriksaan Fisik KU : cukup , compos mentis VS: TD: 130/80 mmHg, nadi 76 kali/ menit , suhu 36,6˚ C dan laju pernapasan 24 kali/ menit . Kepala : Mata : CA -/- SI -/-, pupil isokor Hidung : Nafas cuping -/-, sekret -/- Mulut : Mukosa lembab , sianosis (-), lidah kotor (-) Telinga : Simetris , sekret -/- Leher : Pembesaran limfonodi (-) Thorak : Simetri , retraksi (-), ketertinggal gerak (-), perkusi sonor (+/+), Auskultasi Cor /S1S2 reguler , Pulmo / vesikuler (+/+) Abdomen : Datar , sikatrik (-), peristaltik (+), perkusi terdengar timpani, dan abdomen teraba supel, tidak didap a tkan nyeri tekan Ekstremitas : Akral hangat , edem (-)

PowerPoint Presentation:

Status Lokalis (Regio Genitalia) Tampak skrotum kiri lebih besar dari kanan, kemerahan, bengkak, teraba lunak, panas, dan nyeri tekan. Pada pemeriksaan transluminasi menunjukkan hasil yang negatif. Pemeriksaan Penunjang L aboratorium darah rutin didapatkan peningkatan angka leukosit (11,8x10 3 U/L), penurunan limfosit (1 0,7 %), kenaikan netrofil ( 81,5 %). Pemeriksaan kimia klinik menunjukkan terdapat kenaikan SGPT ( 53,5 U/L)

PowerPoint Presentation:

Pemeriksaan urin rutin, secara makroskopis berwarna kuning, keruh, terdapat protein (positif 3+), dan leukosit (positif 3+). Secara mikroskopis peningkatan leukosit (positif, penuh), silinder leukosit (positif 1+), bakteri (positif 1+), dan kristal kalsium oksalat (positif 1+). Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, penderita didiagnosis orkhitis.

Tujuan Penulisan:

Tujuan Penulisan Referat ini dibuat bertujuan untuk mengetahui, mengenali, dan memahami lebih lanjut tentang definisi, etiologi , diagnosis, penatalaksanaan , komplikasi dan prognosis dari penyakit orkhitis .

PowerPoint Presentation:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi Skrotum:

Anatomi Skrotum

PowerPoint Presentation:

Testis organ kelamin pria, terletak dalam skrotum. Testis kiri biasanya terletak lebih rendah daripada testis kanan. T estis dikelilingi kapsula fibrosa yang kuat, disebut tunika albuginea. Testis terbagi menjadi lobulus-lobulus testis. Dalam setiap lobulus terdapat 1-3 tubuli seminiferi yang berkelok-kelok. Tubuli seminiferi bermuara ke rete testis, duktus eferen, dan epididimis ( Seisyuhada, 2010 )

PowerPoint Presentation:

Fungsi testis menurut Purnomo (2009): Spermatogenesis terjadi dalam tubulus seminiferus, diatur oleh follikel stimulating hormone (FSH). Sekresi testosteron oleh sel leydig, yang diatur oleh hormon lutein (LH).

Definisi:

Definisi Orkhitis adalah reaksi inflamasi akut akibat infeksi sekunder pada testis. Dapat disebabkan virus maupun bakteri (Schwartz, 2000). Umumnya sumber infeksi tidak jelas, dapat disebabkan penyebaran lokal dari uretra (infeksi menular seksual) atau vesika urinaria (infeksi saluran kemih) (Schwartz, 2000).

Etiologi:

Etiologi Virus: orkhitis gondong ( mumps ) paling sering. Infeksi bakteri, misalnya e cherchia coli, klebsiella, pseudomonas, staphylococcus, dan streptococcus. Bakteri penyebab biasanya menyebar dari epididimitis terkait dalam seksual pria aktif atau laki-laki dengan BPH . Trauma sekitar testis Beberapa laporan kasus telah dijelaskan imunisasi gondong, campak, dan rubella (MMR) dapat menyebabkan orkhitis Idiopatik

Epidemiologi:

Epidemiologi Epidemiologi orkhitis diperkirakan 1 diantara 1.000 laki-laki. Pada orkhitis gondong, 4 dari 5 kasus terjadi pada laki-laki prepubertal (lebih muda dari 10 tahun) Pada orkhitis bakteri, berhubungan dengan epididimitis ( epididymo-orchitis ), dan terjadi pada laki-laki yang aktif secara seksual atau >50 tahun dengan hipertrofi prostat jinak (BPH) (Kass, 1997).

Faktor Risiko:

Faktor Risiko Tidak berhubungan dg penyakit menular seksual (Widjaja, 2004): Immunisasi gondongan yang tidak adekuat Usia >45 tahun Infeksi saluran kemih berulang Instrumentasi dan pemasangan kateter Refluks urin Berhubungan dengan penyakit menular seksual (Widjaja, 2004): Berganti-ganti pasangan Riwayat penyakit menular seksual pada pasangan Riwayat gonore atau penyakit menular seksual lainnya.

Patofisiologi:

Patofisiologi Paling umum disebabkan infeksi bateri, virus, maupun trauma. Infeksi Virus (mumps) menyebar sec hematogenOrkhitis Infeksi Bakteri (ISK atau Inf. Menular seksual)menyebar per kontinuatum dan hematogengejala dan tanda Orkhitis

Manifestasi Klinis:

Manifestasi Klinis Gejala (Widjaja, 2004): Nyeri dan bengkak pd skrotum unilateral maupun bilateral secara akut. Pada orkhitis karena infeksi menular seksual, didapatkan gejala-gejala uretritis atau adanya discharge uretra . Namun biasanya uretritis asimptomatik. Pada orkhitis karena uropatogen terdapat gejala ISK (infeksi saluran kemih) atau riwayat bakteriuria. Demam, menggigil, nyeri kepala, dan nyeri otot.

PowerPoint Presentation:

Tanda Pada inspeksi dapat tampak: Discharge uretra (pada orkhitis yang disebabkan penyakit menular seksual) Eritema dan edema skrotum yang sakit Pada palpasi skrotum dan testis teraba lunak, nyeri tekan pada sisi yang sakit. Pada pemeriksaan rectal toucher dapat ditemukan pembesaran dari prostat (prostatitis) yang berkaitan dengan orkhitis.

Pemeriksaan Penunjang:

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang untuk orkhitis antara lain (Tubridy dan Sinert, 2009): Pemeriksaan darah rutin (Kurang spesifik) Didapatkan peningkatan angka leukosit yang menunjukkan adanya infeksi akut. Utrasonografi (USG) Untuk menyingkirkan kemungkinan torsio testis. Pemeriksaan colour doppler ultrasound dapat digunakan untuk memeriksa aliran darah arteri. Pada torsio testis, aliran darah tidak mengalir ke dalam testis, sedangkan pada orkhitis aliran darah meningkat.

PowerPoint Presentation:

Analisa air kemih (urin) Untuk mengetahui adanya infeksi saluran kencing (ISK), karena ISK merupakan salah satu risiko terjadinya orkhitis. Apusan gram dari uretra Apabila pada penderita terdapat sekret uretra, pemeriksaan sekret uretra dianjurkan dilakukan meskipun gejala uretritis tidak ada.

Diagnosis Banding:

Diagnosis Banding Orkhitis memiliki beberapa diagnosis banding yang perlu diperhatikan, yaitu: 1. Torsio testis Torsio testis adalah terpeluntirnya funiculus spermaticus yang berakibat terjadi gangguan aliran darah pada testis. Gejala yang dikeluhkan : nyeri hebat di daerah skrotum, mendadak, dan diikuti pembengkakan testis. Nyeri dapat menjalar ke inguinal atau perut bagian bawah. Pada pemeriksaan fisik: testis bengkak, letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal dari testis sisi kontralateral. Jarang ada demam (Street dan Wilson, 2010).

Perbedaan torsio testis dan orkhitis (Puspo,2010):

Perbedaan torsio testis dan orkhitis (Puspo,2010)

PowerPoint Presentation:

Epididimitis Epididimitis adalah peradangan pada epididimis. Epididimitis akut dapat dibedakan dengan mudah dari orkhitis akut karena hanya epididimis yang terlibat dalam reaksi peradangan. Pada epididimitis kronik terjadi kongesti pasif testis, perbedaan antara epididimitis dan orkhitis menjadi sulit. Pada palpasi akan didapat pembesaran dari epididimis dan kaku seperti kawat. (Puspo, 2010).

Penatalaksanaan :

Penatalaksanaan Pengobatan suportif : Tirah baring, elevasi skrotum, penghangatan lokal, penopang terhadap testis dapat meningkatkan kenyamanan. Pengobatan untuk menghilangkan rasa sakit (analgesik) dan demam (antipiretik) (Puspo, 2010). Pengobatan Spesifik (Puspo, 2010). Tidak ada obat yang diindikasikan untuk pengobatan orkhitis yang disebabkan oleh virus Orkhitis karena bakteri harus diobati dengan obat antibiotik.

PowerPoint Presentation:

Contoh antibiotik yang dapat diberikan pada orkhitis diantaranya (Puspo, 2010): 1. Seftriakson Sefalosporin generasi ketiga dengan spektrum luas, aktifitas gram-negatif, efikasi lebih rendah terhadap organisme gram-positif. Dosis pada penderita dewasa, intra muscular (IM) 125-250 mg sekali dalam sehari, dosis pada anak : 25-50 mg / kg / hari intra vena (IV), tidak melebihi 125 mg / hari.

PowerPoint Presentation:

2.Doksisiklin Menghambat sintesis protein dan pertumbuhan bakteri dengan cara mengikat protein 30S dan 50S subunit ribosom bakteri. Digunakan dalam kombinasi dengan seftiakson untuk pengobatan gonore. Dosis pada dewasa 100 mg (tablet) selama 7 hari, anak-anak 2-5 mg / kg / hari terbagi dalam 1-2 dosis, tidak melebihi 200 mg / hari

PowerPoint Presentation:

3 . Ciprofloksasin. Florokuinolon  aktivitas terhadap pseudomonas, streptococci , dan sebagian besar organisme bakteri gram negatif, Tidak ada aktivitas terhadap anaerob. Dosis pada dewasa yaitu 2x500 mg tablet, selama 7-14 hari. Pada anak-anak tidak dianjurkan.

Komplikasi (Tubridy dan Sinert, 2009):

Komplikasi ( Tubridy dan Sinert , 2009) Hampir 60% terjadi atrofi testis. Gangguan kesuburan (7-13% kasus) Abses skrotalis Infark testis Rekurensi Epididimitis kronis Impotensi jarang terjadi setelah orkhitis akut, selain itu gangguan dalam kualitas sperma biasanya hanya sementara.

Prognosis :

Prognosis Prognosis pada penderita orkhitis secara umum adalah baik, sebagian besar kasus orkhitis karena mumps menghilang secara spontan dalam 3-10 hari. Pada penyakit orkhitis dengan pemberian antibiotik yang tepat, sebagian besar kasus orkhitis bakteri dapat sembuh tanpa komplikasi (Puspo, 2010).

PowerPoint Presentation:

BAB III KESIMPULAN

PowerPoint Presentation:

Orkhitis merupakan reaksi inflamasi akut dari testis terhadap infeksi Etiologi orkhitis virus ialah orkhitis gondong ( mumps ). Pada orkhitis bakteri penyebabnya diantaranya infeksi echercia coli, klebsiella, pseudomonas, staphylococcus aureus, streptococcus aureus, triponema pallidum, trauma, virus lain meliputi coxsackievirus, varicella virus , dan echovirus .

PowerPoint Presentation:

Insidensi orkhitis karena gondong, 4 dari 5 kasus terjadi pada laki-laki prepubertal (kurang dari 10 tahun). Pada orkhitis bakteri, berhubungan dengan epididimitis ( epididymo-orchitis ), dan terjadi pada laki-laki yang aktif secara seksual atau berusia lebih dari 50 tahun. Gejala klinis pada orkhitis diantaranya, nyeri dan pembengkakan testis, malaise , demam menggigil, nyeri kepala dan mual. Pada pemeriksaan fisik tampak pembesaran testis dan skrotum, teraba hangat, kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening inguinal.

PowerPoint Presentation:

Pada kasus ini, terdapat tanda peradangan pada skrotum dan testis kiri penderita yaitu bengkak, kemerahan, nyeri, dan panas, sehingga didiagnosis orkhitis. Sumber infeksi pada penderita kemungkinan dari penyebaran lokal dari vesika urinaria (infeksi saluran kemih), karena sebelumnya penderita mengeluh kencing terasa panas dan nyeri,serta tidak ada riwayat trauma pada daerah genitalia penderita.

PowerPoint Presentation:

Penatalaksanaan pada kasus berupa: Terapi suportif (analgesik, antipiretik, tirah baring, dan kompres air hangat). Terapi spesifik dengan pemberian antibiotik. Pada penderita belum terdapat komplikasi karena pengobatan yang cepat dan tepat serta penderita kooperatif. Prognosis pada penderita ini adalah dubia ad bonam .

Kepustakaan:

Kepustakaan Purnomo, B. 2007 Dasar-dasar Urologi . 2 nd . Sagung Seto. Jakarta Puspo, E. 2010 Epididimoorkhitis . Diakses tanggal 19 maret 2012 dari http://www.sribd.com Schwartz, S. 2000 Intisari Prinsip-Prinsip Ilmu Bedah . 6 th ed. EGC. Jakarta. Seisyuhada. 2010 Anatomi Internal Genitalia Pria . Diakses tanggal 18 Maret 2012 dari http://seisyuhada.wordpress.com/2010/03/18/anatomi-internal-genital-pria . Street, E. dan Wilson, J. 2010 United Kingdom National Guideline for the Management of Epididymo-Orchitis . Diakses tanggal 17 Maret 2012 dari http://emedicine.medscape.com/article/8824-overview Tubridy, C. dan Sinert, R.H. 2009 Epydidimoorchitis . Diakses tanggal 18 Maret 2012 dari http://emedicine.medscape.com/article/777181-overview . Widjaja, A.R. 2004 Kelainan Urogenital Pada Laki-Laki . Cetakan ke-3. Balai Penerbit FK Trisakti. Jakarta.

authorStream Live Help