BENIGN PROSTAT HIPERPLASI

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

BENIGN PROSTAT HIPERPLASI:

BENIGN PROSTAT HIPERPLASI NUGROHO WIRASTANTO 20060310067

IDENTITAS PASIEN:

Nama : Tn. Jalal Usia : 66 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Alamat : Kalmanggis , Kaloran , Temanggung Bangsal : Cempaka Tanggal masuk RS : 19-11-2010 No. RM : 23225 IDENTITAS PASIEN

PowerPoint Presentation:

ANAMNESIS Pasien sulit BAK selam 2 tahun . Pernah di obati , jk minum obat bisa BAK. Ketika akan BAK terasa sakit sekali dan panas , hanya menetes sedikit , lalu macet total . Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : Baik Kesadaran : Compos mentis Vital sign : TD : 130/70 mmHg Nadi : 78 x/ menit Respirasi : 24 x/ menit Suhu : 36,8 o C Kepala : CA(-/-) , SI (-/-)

PowerPoint Presentation:

Pulmo : I : tidak ada ketinggalan gerak P : vocal fremitus kanan = kiri P : sonor (+/+) A : suara dasar vesikuler (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-) Cor : Auskultasi : S1-S2 reguler Abdomen : I : supel A : peristaltik (+) P : timpani (+) P : nyeri tekan (+) di supra pubis Ekstrimitas : Akral dingin : superior (-/-), inferior (-/-) Edema : superior (-/-), inferior (-/-)

HASIL LAB:

Hemoglobin : 12,1 g/dl (↓) Hematokrit : 37% (↓) Jml Leukosit : 8,2 . 10 3 / ul Jml Eritrosit : 4,25 . 10 6 / ul (↓) Jml Trombosit : 309 . 10 3 / ul Limfosit : 16,2 % (↓) Netrofil : 70,2% (↑) LED 1 jam : 57 m (↑) LED 2jam : 77 m (↑) HASIL LAB

PX. USG:

Hepar : Ukuran dan echostruktur parenchym normal, homogen , sudut lancip , tepi licin , tak tampak pelebaran sistema vasculer & bilier intra hepatal . Tak tampak nodul /cyst. VF : Ukuran normal, lumen anechoic, dinding tak menebal , tak tampak batu / nodul . Lien : ukuran dan echostruktur parenchym normal, homogen , dinding licin , tak tampak massa / nodul . Ren dextra et sinistra : Ukuran dan echostruktur normal, batas cortex medulla tegas , SPC tak melebar , tak tampak massa / batu . Pancreas : Ukuran&echostruktur normal, tak tampak nodul /cyst. VU : terisi cairan , terpasang balon cateter , dinding licin , tak tampak batu / ndul /sludge. Prostat : ukuran 5,6 x 4,3 x 4,85 cm, tak tampak nodul /cyst/ kalsifikasi . Kesan : pembesaran prostat ( berat sekitar 61 gr ) PX. USG

PEMBAHASAN:

DEFINISI Benign Prostat Hipertrofi adalah pembesaran progresif dari kelenjar prostat ( secara umum pada pria lebih tua dari 50 tahun ) menyebabkan berbagai derajat obstruksi uretral dan pembatasan aliran urinarius ANATOMI Prostat terdiri dari 4 zona , yaitu : Zona peripheral  zona terbesar , terletak di posterolateral dan menduduki daerah apeks . Zona sentral  berada di antara kedua duktus ejakulatorius , terletak di lobus tengah Zona transitional  bersama dg kelenjar periuretra disebut juga sebagai kelenjar preprostatik , bagian terkecil dari prostat . Zona anterior terletak di lobus anterior, tidak punya kelenjar , terdiri atas stroma fibromuskular,meliputi sepertiga kelenjar prostat . PEMBAHASAN

ETIOLOGI:

Teori DHT ( dihidrotestosteron )  Testosteron dengan bantuan enzim 5- reduktase dikonversi menjadi DHT  pertumbuhan kelenjar prostat . Teori growth factors .  pe ngaruh androgen  ekspresi berlebihan EGF dan FGF serta penurunan TGF-   s ebabkan ketidakseimbangan pertumbuhan prostat  pembesaran prostat . Unknown / tidak diketahui secara pasti  keadaan testis dan usia lanjut >50 tahun . ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI:

Bagian dalam prostat membesar  menekan jaringan prostat normal  tumbuh kedalam  penekanan uretra daerah prostat  butuhkan ↑ tekanan untuk miksi  leher vesika ( muskulus detrusor ) kontraksi lebih kuat  serat detrusor hipertrofi  penonjolan ke mukosa buli-buli ( trabekulasi )  d ekompensasi dan tidak mampu kontraksi  retensi urin total  hidronefrosis dan disfungsi saluran kemih atas . PATOFISIOLOGI

MANIFESTASI KLINIK:

Keluhan pada saluran kemih bagian bawah : a . Obstruksi : Hesistensi ( waktu lama memulai miksi ) Pancaran lemah Intermitten ( miksi terputus ) Miksi tidak puas Distensi abdomen Hematuria b . Iritasi : frekuensi sering,nokturia , terasa panas , disuria . Gejala pada saluran kemih bagian atas Nyeri pinggang , demam ( infeksi ), hidronefrosis . Gejala di luar saluran kemih : Kolik renal, anemia, gejala generalisata , dan rasa tidak nyaman pada epigastrik . MANIFESTASI KLINIK

DERAJAT BPH:

Derajat 1 : prostastimus , pd DRE ( colok dubur ) ada penonjolan prostat dan sisa urine kurang dari 50 ml. Derajat 2 : derajat 1+prostat lebih menonjol , batas atas masih teraba dan sisa urine lebih dari 50 ml tetapi kurang dari 100 ml. Derajat 3 : derajat 2+batas atas prostat tdk teraba dan sisa urin lebih dari 100 ml. Derajat 4 : Apabila sudah terjadi retensi total DERAJAT BPH

DIAGNOSIS:

Anamnesis Px.fisik colok dubur Px . Radiologi Foto polos dasar kandung kemih tampak terangkat atau ujung distal ureter membengkok ke atas berbentuk seperti mata kail . Intravenous Pyelogram (IVP). a.Indentasi caudal buli-buli b . Elevasi intraureter  J- ureter ( fish- hook ) c . trabekulasi vesika urinaria . DIAGNOSIS

PowerPoint Presentation:

Gambar IVP tampak ureter bentuk J

PowerPoint Presentation:

USG Pembesaran kelenjar pada zona sentral Nodul hipoechoid atau campuran echogenic Kalsifikasi antara zona sentral Volume prostat membesar . Gambar USG dengan pembesaran prostat dan volume prostat sebesar 49 cc.

PowerPoint Presentation:

Pembesaran protat dengan volume sesesar 54 cc.

PowerPoint Presentation:

CT Scan  ditemukan gambaran prostat meluas di atas ramus superior simfisis pubis Gambaran CT coronal menunjukkan pembesaran prostat

Penatalaksanaan:

Modalitas terapi BPH adalah : 1 . Observasi  pengawasan berkala tiap 3-6 bulan . 2 . Medikamentosa  Obat phitoterapi ( misalnya : Hipoxis rosperi , serenoa repens , dll ), gelombang alfa blocker dan supresor androgen. 3 . Indikasi pembedahan pada BPH adalah : a . retensi urin akut (100 ml). b . residual urin > 100 Ml. c . penyulit yaitu retensi urine atau oliguria . d . Terapi medikamentosa tidak berhasil . Penatalaksanaan

CONT…:

Pembedahan dapat dilakukan dengan : 1. TURP (Trans Uretral Reseksi Prostat ). 2. Prostatektomi Suprapubis Penyayatan perut bagian bawah dibuat melalui leher kandung kemih . 3. Prostatektomi Neuropubis Penyayatan dibuat pada perut bagian bawah . 4. Prostatektomi Perineal Penyayatan dilakukan diantara skrotum dan anus. CONT…

KOMPLIKASI:

1.Retensi kronik menyebabkan refluks vesiko-ureter , hidroureter , hidronefrosis , gagal ginjal . 2. Proses kerusakan ginjal dipercepat bila terjadi infeksi pada waktu miksi . 3. Karena selalu terdapat sisa urin sehingga menyebabkan terbentuknya batu . 4. Hematuria . 5. Disfungsi seksual . KOMPLIKASI

authorStream Live Help