Cedera Kepala

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

REFLEKSI KASUS:

REFLEKSI KASUS TRAUMA KEPALA Nugroho W 20060310067

PENGALAMAN:

PENGALAMAN Os laki-laki, usia 46 th, datang dengan: KU : Pusing berputar-putar sejak 14 hari yll. RPS : Pasien mengeluh pusing berputar-putar sejak 14 hr yll, disertai mual (+), muntah (+), badan mudah lelah. Riwayat KLL 2 minggu yll, pasien sempat pingsan 1,5 jam. Setelah sadar pasien muntah 3x, sering pusing berputar-putar dan jadi mudah marah, gelisah, serta mengamuk.

PowerPoint Presentation:

RPD = Riw. Trauma kepala (+), riw. DM (+), Riw.HTN (+)

PEMERIKSAAN:

PEMERIKSAAN KU : Cukup Kesadaran : Somnolen GCS : E3V4M6 Vital Sign: Tek.Darah: 100/60 mmHg Nadi: 72 x/menit RR: 20x/menit Suhu: 36,4 0 C GDS: 308 mg/dl

PowerPoint Presentation:

G: B B K: 5 5 Ref. F: + +Ref.P: - - B B 5 5 + + - - Tonus: N N Klonus: -/- Sensibilitas:N N N N N N Fungsi Vegetatif: Miksi : Normal Defekasi : Normal

PowerPoint Presentation:

Hasil CT-Scan Kepala: Terdapat Fractur Calvaria Os parietotemporalis Dextra.

MASALAH YANG DIKAJI:

MASALAH YANG DIKAJI Klasifikasi Cedera Kepala? Penatalaksanaan pada Cedera Kepala?

ANALISA KRITIS:

ANALISA KRITIS Cedera Kepala: Trauma mekanik pada kepala baik secara langsung (cedera primer) maupun tidak langsung (cedera sekunder), yang berakibat pada gangguan fungsi neurologis, fungsi fisik, kognitif, psikososial. Cedera Kepala Primer: Akibat langsung dari suatu cedera kepala. Akselerasi dan deselerasi Coup dan Countercoup

PowerPoint Presentation:

Cedera Kepala Sekunder: Cedera yang terjadi akibat proses patologis karena tahap lanjutan dari cedera kepala primer, mis : ↑ TIK, perdarahan, edema otak, iskemik, kerusakan neuron berkelanjutan.

Coup dan contracoup:

Coup dan contracoup

Perubahan Fisiologi pada Cedera kepala:

Perubahan Fisiologi pada Cedera kepala Tek. Intra Kranial (TIK) Cedera Kepala  ↑TIK  gangguan fungsi otak Hukum Monroe-Kellie Vol.Intra Kranial (konstan)= vol.otak + vol. LCS + vol.darah otak Tek.Perfusi Otak (TPO) Cedera Kepala  ↓TPO  gangguan fungsi otak Aliran Darah Otak (ADO) ↓ ADO  kematian sel-sel otak

Klasifikasi Cedera Kepala:

Klasifikasi Cedera Kepala Berdasarkan Mekanisme Trauma Tumpul Trauma Tembus Berat/Ringannya Cedera Minimal GCS=15 Kesadaran Baik Tidak ada amnesia

PowerPoint Presentation:

b) Cedera Otak Ringan (COR) GCS=14 atau GCS=15, disertai amnesia <24jam, atau hilangnya kesadaran <10menit c)Cedera Otak Sedang GCS 9-13 Hilang kesadaran >10 menit, tapi < 6jam Dapat/tidak ditemukan defisit neurologi d)Cedera Otak Berat GCS 3-8 Hilang kesadaran >6jam Ditemukan defisit neurologi

PowerPoint Presentation:

3. Berdasarkan Morfologi Fractur tengkorak Intracranium: Linear/stelatum, depresi, terbuka/tertutup. Basis b. Lesi Intrakranial Fokal: hematom epidural, hematom subdural, intreserebral hematom Difus: Komosio ringan, komosio serebri klasik, cedera aksonal difus

Lapisan Meningens Otak:

Lapisan Meningens Otak

Hematom Epidural (EDH):

Hematom Epidural (EDH) Perdarahan diruang antara durameter dan tulang tengkorak. Sering di regio temporal, temporoparietal, akibat robeknya arteri meningeal media. Bisa terjadi gejala “Lucid Interval”, dimana terdapat penurunan kesadaran yang progresiv EDH  TIK↑  Kompresi serebral traumatik akut  penurunan kesadaran Jika TIK semakin ↑  herniasi gangguan respirasi

Subdural Hematom (SDH):

Subdural Hematom (SDH) Perdarahan yang terjadi antara durameter dan arachnoid. Sering di permukaan atas lateral hemisferium serebri dan daerah temporal. Terjadi akibat robeknya “bridging Vein”, vena penghubung antara kortek serebral dan sinus sagital. Lama-lama bisa timbulkan higroma. Keluhan bisa timbul langsung atau jauh setelah trauma kepala.

PowerPoint Presentation:

Masa tanpa keluhan disebut “latent Interval”, biasanya hanya terdapat keluhan nyeri kepala Bila proses desak ruang makin meningkat, timbul menifestasi hematom subdural, berupa: Penurunan kesadaran Hemiparese Hemiparestesia Kadang-kadang timbul epilepsi fokal

Perdarahan Intarcerebral:

Perdarahan Intarcerebral Perdarahan yang terjadi pada jaringan otak Terjadi akibat laserasi atau kontusio pada jaringan otak, yang menyebabkan pembuluh darah robek. Defisit neurologis bervariasi, tergantung lokasi dan luas perdarahan.

Cedera Difus:

Cedera Difus Merupakan kelanjutan dari cedera akselerasi dan deselerasi Bentuk paling sering terjadi dari cedera kepala Macam Cedera Difus Komosio serebri Komosio serebri klasik Cedera aksonal difus

Komosio Serebri:

Komosio Serebri Cedera kepala yang disertai pingsan <10 menit dan tidak disertai kerusakan jaringan otak. Manifestasi berupa nyeri kepala, vertigo (cedera pada labirin atau rangsanagn pada pusat dalam batang otak), muntah, pucat. Dapat disertai amnesia retrograd, yaitu hilang ingatan tentang kejadian trauma.

Komosio Serebri Klasik:

Komosio Serebri Klasik Cedera kepala yang mengakibatkan hilangnya atau menurunnya kesadran > 10 menit Selalu disertai amnesiapasca trauma Sering terdapat defisit neurologis, mis: kesulitan mengingat, anosmia. Dapat disertai gejala depresi, mual, muntah, nyeri kepala. Bisa timbul Sindrom pasca Comosio(Post concusive syndrom)

Cedera Aksonal Difus:

Cedera Aksonal Difus Penderita mengalami koma pasca trauma dan tidak diakibatkan massa ataupun iskemik pada otak. Penderita sering menunjukkan disfungsi otonom, mis: hipotensi, hiperhidrasi, hiperpreksia. Apabila pulih sering menyebabkan cacat berat.

Penatalaksanaan cedera Kepala:

Penatalaksanaan cedera Kepala Penatalaksanaan Berdasarkan derajat Cedera kepala. 1.Minimal Tirah baring, kepala elevasi 30 0 Istirahat 2.Cedera Kepala Ringan Istirahat, tirah baring Elevasi kepala 30 Hasil px.neurologis dalam batas normal, pasien dapat dipulangkan. Obat simtomatis: antiemetik, analgesik

PowerPoint Presentation:

Cedera Kepala Sedang dan Berat Bebaskan jalan nafas Stabilisasi vital sign, hindari hipotensi (<70 mmHg) Penatalaksanaan Cairan infus cairan isotonis Medikametosa: Obat ↓ TIK : infus manitol 20 % Obat anti kejang(bila kejang): fenitoin 25-20 mg/kgBB IV Profilaksis Ulkus peptikus: Ranitidin 50 mg IV/8 jam Antibiotik: cedera kepala terbuka Analgesik, antiemetik, antipiretik

Pembahasan Kasus:

Pembahasan Kasus Pada pasien ini berdasarkan gejala, dan riayat trauma 2 minggu yll, maka diagnosisnya adalah post concusive syndrom (PCS) PCS ialah kumpulan gejala yang muncul setelah cedera kepala yang berakibat defisit pada 3 area SSP, berupa: Gangguan somatis: nyeri kepala, cepat lelah

PowerPoint Presentation:

Gangguan psikologis: anxietas, perubahan afek, emosi yang labil Gannguan kognitif: kelemahan dalam mengingat,konsentrasi, dan perhatian.

authorStream Live Help