referat-tetanus

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

TETANUS:

TETANUS Mia Marella Rachman 2006.031.0143

PowerPoint Presentation:

Tetanus atau Lockjaw merupakan penyakit akut yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh racun tetanospasmin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani. Penyakit ini timbul jika kuman tetanus masuk ke dalam tubuh melalui luka, gigitan serangga, infeksi gigi, infeksi telinga, bekas suntikan dan pemotongan tali pusat. Di dalam tubuh, kuman ini akan berkembang biak dan menghasilkan eksotoksin antara lain tetanospasmin yang secara umum menyebabkan kekakuan, spasme dari otot bergaris.

EPIDEMIOLOGI:

EPIDEMIOLOGI Penyakit ini umum terjadi di daerah pertanian, di daerah pedesaan, pada daerah dengan iklim hangat. Tetanus merupakan penyakit yang membebani di seluruh dunia terutama di negara beriklim tropis dan negara-negara sedang berkembang. Hal ini disebabkan karena tingkat kebersihan masih sangat kurang, mudah terjadi kontaminasi, perawatan luka kurang diperhatikan, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kekebalan terhadap tetanus.

ETIOLOGI:

ETIOLOGI Tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Berbentuk batang yang langsing dengan ukuran panjang 2–5 um dan lebar 0,3–0,5 um, termasuk gram positif dan bersifat anaerob. Kuman tetanus ini membentuk spora yang berbentuk lonjong dengan ujung yang bulat, khas seperti batang korek api ( drumstick ). Spora ini sangat resisten terhadap panas dan antiseptik. Dapat tahan walaupun telah diautoklaf (121 0 C, 10-15 menit) dan juga resisten terhadap fenol dan agen kimia lainnya.

PowerPoint Presentation:

Kuman tetanus tidak invasif. Tetapi kuman ini memproduksi 2 macam eksotoksin yaitu tetanospasmin dan tetanolisin. Tetanospasmin merupakan protein dengan berat molekul 150.000 Dalton, larut dalam air, labil pada panas dan cahaya, rusak dengan enzim proteolitik. Tetanospasmin disebut juga neurotoksin karena toksin ini melalui beberapa jalan dapat mencapai susunan saraf pusat dan menimbulkan gejala berupa kekakuan (rigiditas), spasme otot dan kejang–kejang. Tetanolisin menyebabkan lisis dari sel–sel darah merah.

PATOGENESIS:

PATOGENESIS

MANIFESTASI KLINIS:

MANIFESTASI KLINIS Gejala tetanus dapat dibagi dalam 3 tahap: Tahap awal Tahap kedua Tahap ketiga

PowerPoint Presentation:

Secara klinis, tetanus dibedakan atas : Tetanus lokal Ditandai dengan adanya kontraksi otot yang persisten pada daerah tempat dimana luka terjadi. Kontraksi otot biasanya ringan, dan biasanya menghilang secara bertahap.

PowerPoint Presentation:

2 . Cephalic tetanus Merupakan salah satu varian tetanus lokal. Berasal dari otitis media kronik, luka pada daerah wajah dan kepala, dan adanya benda asing pada rongga hidung. Gejala berupa disfungsi saraf cranial antara lain: n. III, IV, VII, IX, X, XI, dapat berupa gangguan sendiri–sendiri maupun kombinasi dan menetap dalam beberapa hari bahkan berbulan–bulan.

PowerPoint Presentation:

3. Tetanus umum Tetanus yang paling banyak dijumpai, dapat timbul mendadak, trismus merupakan gejala awal yang paling sering dijumpai. Spasmus otot masseter dapat terjadi bersamaan dengan kekakuan otot leher dan kesukaran menelan, biasanya disertai kegelisahan dan iritabilitas. Trismus yang menetap menyebabkan ekspresi wajah yang karakteristik berupa risus sardonicus.

Risus Sardonicus:

Risus Sardonicus

PowerPoint Presentation:

4. Tetanus neonatal Biasanya disebabkan infeksi C. tetani yang masuk melalui tali pusat sewaktu proses persalinan.

PowerPoint Presentation:

Klasifikasi Ablett untuk derajat manifestasi klinis tetanus : Derajat I (tetanus ringan): trismus lebih dari 3 cm, tidak disertai kejang, disfagia & gangguan respirasi. Derajat II (tetanus sedang): trismus kurang dari 3 cm dan disertai kejang umum bila dirangsang, takipneu & disfagia ringan. Derajat III (tetanus berat): trismus kurang dari 1 cm, kejang umum spontan, disfagia berat & aktivitas sistem autonom meningkat. Derajat IV (stadium terminal): derajat III + gangguan autonom berat.

PENEGAKAN DIAGNOSIS:

PENEGAKAN DIAGNOSIS ANAMNESIS Apakah dijumpai luka tusuk, luka kecelakaan/patah tulang terbuka, luka dengan nanah atau gigitan binatang? Apakah pernah keluar nanah dari telinga? Apakah pernah menderita gigi berlubang? Apakah sudah pernah mendapat imunisasi DT atau TT, kapan imunisasi yang terakhir? Selang waktu antara timbulnya gejala klinis pertama dengan spase yang pertama (period of onset)?

PowerPoint Presentation:

PEMERIKSAAN FISIK Trismus : kekakuan otot masseter Risus sardonikus : kekakuan otot mimik Opistotonus : kekakuan otot yang menunjang tubuh seperti otot punggung, otot leher, otot badan & trunk muscle Otot dinding perut kaku sehingga dinding perut seperti papan Pada tetanus yang berat akan terjadi gangguan pernapasan

PowerPoint Presentation:

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan biakan luka Nilai hitung leukosit dapat meningkat Pemeriksaan LCS menunjukkan hasil yang normal Kadar enzim otot (kreatin kinase, aldolase) di dalam darah dapat meningkat EMG menunjukkan pelepasan subunit motorik yang terus menerus

PENATALAKSANAAN:

PENATALAKSANAAN TERAPI UMUM Merawat & membersihkan luka sebaik-baiknya Diet cukup kalori & protein Isolasi untuk menghindari rangsang luar Oksigen, pernafasan buatan & trakeostomi bila perlu. Mengatur keseimbangan cairan & elektrolit

PowerPoint Presentation:

B. MEDIKAMENTOSA Antibiotika Penisilin Prokain Digunakan untuk membasmi bentuk vegetatif C. tetani. Dosis: 50.000 u/kg.bb/hari i.m selama 10 hari atau 3 hari setelah panas turun. Dosis optimal 600.000 u/hari. Tetrasiklin dan Eritromisin Diberikan jika penderita alergi terhadap penisilin. Tetrasiklin : 30–50 mg/kg.bb/hari dalam 4 dosis. Eritromisin : 50 mg/kg.bb/hari dalam 4 dosis, selama 10 hari. Metronidazole Dosis : 500 mg IV setiap 6 jam

PowerPoint Presentation:

Anti tetanus toksin Selama infeksi, toksin tetanus beredar dalam 2 bentuk : Toksin bebas dalam darah Toksin bergabung dengan jaringan saraf Menurut Berhrmann & Grossman (1987) dosis 50.000-100.000 U yang diberikan setengah lewat IV dan setengahnya IM. FK UI, ATS diberikan dengan dosis 20.000 U selama 2 hari.

PowerPoint Presentation:

Human Tetanus Immunoglobulin (HTIG) Dosis 3000-6000U, 1x pemberian, IM. Antikonvulsan Diazepam : 0,5-1,0 mg/kgBB/4jam (IM) Fenobarbital : 50-100 mg/4jam (IM) Chlorpromazine : 25-75 mg/4jam (IM) Meprobamat : 300-400 mg/4jam (IM)

PENCEGAHAN:

PENCEGAHAN Imunisasi aktif Imunisasi dasar DPT Imunisasi TT pada ibu hamil, wanita usia subur, minimal 5x suntikan toksoid  mencapai tingkat TT lifelong-card 2. Pencegahan pada luka Luka dibersihkan, jaringan nekrotik & benda asing dibuang Luka ringan & bersih Luka sedang/berat & kotor

KOMPLIKASI:

KOMPLIKASI Pada saluran pernapasan spasme otot pernapasan & otot laring  asfiksia akumulasi seksresi saliva  pneumonia aspirasi Pada kardiovaskular aktivitas simpatis meningkat  takikardia, hipertensi, vasokontriksi perifer & rangsangan miokardium Pada tulang & otot spasme yg berkepanjangan  perdarahan dalam otot kejang terus menerus  fraktur columna vertebralis

PowerPoint Presentation:

Komplikasi yang lain : Laserasi lidah akibat kejang Dekubitus Panas yang tinggi Penyebab kematian pada tetanus akibat komplikasi yaitu : bronkopneumonia, cardiac arrest, septicemia & pneumothorax.

PROGNOSIS:

PROGNOSIS Dipengaruhi oleh beberapa faktor : Masa inkubasi Umur Period of onset Panas Pengobatan Ada tidaknya komplikasi Frekuensi kejang

Sistem Skoring Bleck:

Sistem Skoring Bleck

TERIMA KASIH:

TERIMA KASIH

authorStream Live Help