kel. 11. Kebijakan Lingkungan Hidup Regional &Global

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PowerPoint Presentation:

KEBIJAKAN LINGKUNGAN HIDUP REGIONAL dan GLOBAL Nama Kelompok 11 : Lusika Nur Megawati Melda Sari Patopang Nelsi Destiaristi Rizki Amelia SUMBER DAYA ALAM dan KEBERLANJUTAN Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta 2012 - 20113

PowerPoint Presentation:

11.1 Komitmen Global Komitmen global indonesia terjerumus dalam partisipasi aktif di berbagai forum kerja sama global dan regional antara lain ASEAN, PBB, dan APEC serta kelompok seperti like minded megadiversity countries. Indonesia juga telah menunjukan komitmennya pada implementasi dari agenda-21 maupun hasil kesepakatan dari KTT Pembangunan Berkelanjutan atau World Summit on Dustainable Development (WSSD) (Johannesburg, September 2002) melalui pelaksanaan Konferensi Nasional tentang Pembangunan Berkelanjutan atau Indonesian Summit on Sustainable Development (ISSD) yang bertujuan untuk menyusun kesepakatan untuk menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam pembangunan nasional. Berbagai permasalahan lingkungan hidup tidak mengenal batas suatu negara sehingga penanganannya pun membutuhkan upaya bersama lintas batas melalui kerja sama regional dan global. Indonesia telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan hidup baik di lingkup global maupun regional.

PowerPoint Presentation:

11.2.1 Protokol Kyoto Protokol Kyoto yang dicanangkan pada tahun 1997 adalah kaitan dengan pembatasan dan pengurangan gas rumah kaca (GRK) dengan menyerukan kepada 40 negara industri untuk membatasi atau mengurangi gas CO2 dari industri dan mobil yang dianggap merupakan penyebab naiknya suhu bumi. Targetnya adalah menargetkan pengurangan emisi dari tingkat tahun 1990 yang harus dilaksanakan sebelum tahun 2012. Hal ini telah diratifikasi 55 negara yang menghasilkan 55% emisi gas pada beberapa tahun terakhir. Manfaat Protokol Kyoto bagi Indonesia adalah sebagai berikut: membatasi dan mengurangi emisi gas rumah kacanya Clean Development Mechanism (CDM) adalah mekanisme penurunan emisi gas rumah kaca/GRK yang dapat melibatkan negara berkembang membantu indonesia mencapai pembangunan nasional dengan memperhatikan tiga aspek yaitu ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan.

PowerPoint Presentation:

c. Untuk memenuhi kewajiban penurunan emisi GRK, negara industri melalui projek-projek CDM mencari mitra di negara-negara berkembang termasuk Indonesia di sektor energi d. Partisipasi dalam projek CDM bersifat sukarela e. CDM bukan merupakan bagian bantuan pembangunan dari negara maju melainkan investasi negara maju di negara berkembang pada berbagai sektor untuk mencapai terget penurunan emisinya f. Community Development Carbon Fund (CDCF) yang bertujuan mendukung pengembangan masyarakat desa dan usaha kecil dan menengah g. Mendapatkan bantuan teknis dan non-teknis

11.2.2 Protokol Cartagena:

11.2.2 Protokol Cartagena Presiden mengizinkan prakarsa pengesahan Protokol Kyoto kepada Menteri Luar Negeri dengan tembusan Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Tanggal 28 Januari 2003 yang akan ditindak lanjuti dengan pembuatan rancangan U U Pengesahan Protokol Cartagena. Manfaat Protokol Cartagena untuk Indonesia : P emanfaatan secara berkelanjutan keanekaragaman hayati Indonesia membuktikan keaktifannya dalam melaksanakan perlindungan lingkungan global melalui kerja sama global dan regional . I ndonesia meratifikasi Konvensi Keanekaragaman Hayati melalui UU No. 5/1994, sedangkan Protokol Cartagena merupakan pelaksanaan dari Pasal 19 Ayat 3 dan 4 mengenai mengenai kajian risiko; dan pasal 17 mengenai Balai Kliring Keanekaragaman Hayati tercapai

PowerPoint Presentation:

d. P erkembangan ekonomi global mengakibatkan Indonesia tidak lepas dari perdagangan global termasuk perdagangan produk-produk OHM. Perlunya kerja sama multilateral ini makin mendesak dengan dibukanya tiga jalur darat atau terminal antar negara yaitu: wilayah Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste. e. Selain kerja sama multilateral dalam bidang pengawasan lalu-lintas ilegal tersebut diatas, perlu juga dilakukan kerja sama di bidang tanggap darurat antar negara jika terjadi perpindahan OHM yang tidak disengaja, terutama bila terjadi dinegara tujuan. f. Dengan meratifikasi Protokol maka pemerintah daerah akan dipacu untuk mempersiapkan diri melakukan tindakan administrasi dan g. Protokol Cartagena memberi jaminan tingkat keamanan perpindahan lintas batas OHM dan memberi peluang untuk akses informasi mengenai pengalaman pemanfaatan OHM di negara lain.

PowerPoint Presentation:

Protokol Montreal adalah sebuah traktat internasional yang dirancang untuk melindungi lapisan ozon dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang diyakini bertanggung jawab atas berkurangnya lapisan ozon. Traktat ini difokuskan pada beberapa kelompok senyawa hidrokarbon h alogen yang diyakini memainkan peranan penting dalam pengikisan lapisan ozon. Semua zat tersebut memiliki klorin atau bromin (zat yang hanya memiliki fluorin saja tidak berbahaya bagi lapisan ozon). 11.2.3 Protokol Montreal

PowerPoint Presentation:

11.3 Perkembangan Pelaksanaan Perjanjian Internasional 11.3.1. Konvensi Basel Konvensi basel adalah konvensi tentang perpindahan lintas batas limbah B3 perjanjian internasional untuk mengurangi perpindahan limbah berbahaya antarnegara. Konvensi Basel lahir karena adanya kekhawatiran makin meningkatnya perdagangan limbah berbahaya ke negara berkembang. Konvensi ini bertujuan mengawasi perpindahan lintas batas B3 dan limbah lainnya serta pembuangannya terutama di negara-negara yang ikut meratifikasinnya. Sejak tahun 1980 Indonesia menjadi Negara tujuan pengiriman limbah atau dijadikan tempat pembuangan limbah B3 dari negara lain. Untuk ,mengawasi dan memperketat perpindahan limbah B3 lintas batas, pada tanggal 12 juli 1993 indonesia meratifikasi Konversi Basel dengan dikeluarkanya Keppres No. 61 tahun 1993 yang ditindaklanjuti dengan peraturan nasional.

PowerPoint Presentation:

11.3.2. Konvensi Perlindungan Warisan Budaya dan Warisan Alam Dunia Warisan Dunia (Wardun) yang di dalamnya meliputi warisan budaya dan warisan alam, merupakan milik umat manusia seluruh dunia yang tidak ternilai harganya. Karena pengaruh lingkungan, baik yang bersifat hayati maupun non hayati, kondisi kelestariannya dapat terancam, mengalami proses degradasi, dan bahkan dapat mengalami kehancuran yang bersifat fatal. Oleh karena itu, perawatan dan perlindungan warisan dunia merupakan kewajiban kita semua. Konvensi tentang Perlindungan Warisan Budaya dan Warisan Alam Dunia ditandatangani pada Sidang Umum UNESCO ke-17 yang diselenggarakan di Paris, Perancis, pada tanggal 16 Nopember 1972.

PowerPoint Presentation:

Lanjutan ….. Indonesia merupakan salah satu negara yang menandatangani konvensi tentang perlindugnan warisan budaya dan alam Convention Concerning the Protection of the World Cultural and Natiural Heritage atau World Heritage Convention (WHC) sejak tahun 1989 yang direatifikasi melalui Keputusan Presiden No. 26 Tahun 1989. Sampai dengan tahun 2008, Indonesia telah memiliki 9 (sembilan) situs Warisan Dunia, yaitu: Candi Borobudur (1991), Candi Prambanan (1991), Taman Nasional Komodo (1991), Taman Nasional Ujung Kulon (1991), Situs Pra Sejarah Sangiran (1996), Taman Nasional Lorentz (1999), Wayang (2003), Hutan Tropis Sumatera (2004), Keris (2005).

PowerPoint Presentation:

11.3.4.Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Indonesia menjadi negara pihak dari Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) melalui Keppres RI No. 43 Tahun 1978 yang membawa konsekuensi perdagangan jenis-jenis satwa dan tumbuhan alam yang dilakukan Indonesia harus sesuai dengan ketentuan yang ada pada CITES. Berdasarkan PP No. 8 Tahun 1999, maka departemen Kehutanan ditetapkan sebagai Otoritas pengelolaan dari konservasi tumbuhan dan satwa alami. Keputusaan Menteri Kehutanan No. 104/Kpts-II/2003 menetapkan DirjenPerlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) menjadi Pelaksana Otoritas Pengelola CITES di Indonesia, sedangkan LIPI sebagai otoritas Ilmiah memberikan rekomendasi jumlah dan jenis satwa dan tumbuhan liar yang diperdagangkan sebagai penetapan kuota. Setiap tahun Indonesia menerbitkan sekitar 12.000 izin dan sertifikasi untuk perdagangan jenis satwa dan tumbuhan liar.

PowerPoint Presentation:

11.4 Melennium Development Goals Para pemimpin dunia telah mengikuti United Nation Millennium Summit yang diselenggarakan di New York bulan September 2000. Pertemuan ini bertujuan untuk menuntaskan upaya guna memperkuat perdamaian global, demokrasi, pemerintahan yang baik, dna pengatasan kemiskinan serta melanjutkan peningkatan dari prinsip hal asasi dan martabat manusia. Deklarasi Millennium menetapkan komitmen yang kuat bagi hal untuk membangun, mengembangkan kesamaan gender, dan pemberdaya perempuan, untuk mengatsi berbagai dimensi dari kemiskinan dan mendukung pengembangan martabat manusia.

PowerPoint Presentation:

Deklarasi ini menghasilkan sasaran pembangunan milenium harus tercapai pada tahun 2015 : mencapai separuh dari tingkat kemiskinan dan kelaparan mencapai pendidikan dasar universal pemberdaya perempuan dan mendukung kesetaraan antara perempuan dan laki-laki menurunkan kematian balita sampai dua per tiga penurunan kematian ibu yang melahirkan sampai tiga per empatnya menguranngi penyebaran penyebab, khususnya HIV/AIDS dan malaria memastikan sustainabilitas lingkungan menciptakan kemitraan global dalam pembangunan dengan sasaran pembangunan pasar dan sistem finansial berdasarkan pengaturan yang tidak diskriminatif, penetapan terpadu tentang masalah utang melalui kesepakatan internasional, serta membangun koperasi dengan sektor swasta dalam penggunaan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi. Lanjutan

PowerPoint Presentation:

Pemerintah Indonesia telah ikut menyepakati guna menggukur kemampuan yang dicapai . Secara ringkas apa yang telah dicapai Indonesia sampai tahun 2004 adalah sebagai berikut : Dalam melaksanakan pembangunan Indonesia telah berusaha menyempurnakan keterpaduan perencanaan pembangunan , dengan pengawawasan pelaksanaan dan akuntabilitas hasilnya Pengetasan kemiskinan telah diupayakan menurun pada tahun 2002 ( dari 23,4% sampai 18,2 %) pada tahun 2003 menurun sampai 17,4 %. Dan pada tahun 2004 menurun 16,66%. Terget MDGs untuk pendidikan telah dilaksanakan melalui kebijakan belajar dari SD sampai SMP ( usia 13-15 tahun ) Dari tahun 1998 sampai 2002 kematian balita telah menurun sampai 3,5 dari 1000 kelahiran ,

PowerPoint Presentation:

4. Kematian ibu melahirkan telah mencapai angka 301 setiap 100.000 kelahiran 5. Kasus penyakit HIV/AIDS pada tahun 2005 masih tinggi, mencapai 103.971 pada tahun 2005. Prevalensi malaria adalan 850 setiap 100.000 penduduk. 6. Kepastian environmental sustainability masih jauh dari yang diharapkan dan dicita-citakan. Hutan sebagai sumber utama pendukung kehidupan mengalami penurunan luas dari 67,7% di tahaun 1993 menjadi tinggal 63% pada tahun 2004. 7. Jumlah hutang Indonesia merupakan beban nasional yang menghantui pelaksanaan pembangunan untuk dapat dilaksanankan dengan kemandirian yang didambakan. Oleh karena itu perlu diupayakan mobilitas dana pembangunan dari yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri.

PowerPoint Presentation:

11. 5 Komitmen Regional Indonesia berpartisipasi aktif pada berbagai perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup di lingkup regional. Sebagai anggota ASEAN, Indonesia berperan aktif pada berbagai kegiatan, diantaranya : ASEAN Ministerial Meeting on Environment (AMME) ASEAN Official on Environment (ASOEN). kelompok kerja konservasi alam dan keanekaragaman hayati atau AWGNCB (ASEAN Working Group on Nature Conservation and Biodiversity).

PowerPoint Presentation:

11.5.1 Komitmen penanganan dampak lingkungan lintas batas negara Untuk mengatasi dampak perencanaan lintas batas asap akibat kebakaran hutan telah disusun rancangan ASEAN Agreement Transboundry Haze Pollution. Kesepakatan ini tersususun karena adanya bencana kebakaran hutan yang luar biasa tahun 1996 – 1998 (dengan puncaknya tahun 1997). Negara – negara ASEAN termasuk Indonesia mempunyai komitmen untuk meratifikasi kesempatan tersebut.

PowerPoint Presentation:

Manfaat, kewajiban dan konsekuensi yang di peroleh Indonesia setelah meratifikasi ASEAN Agreement Tnsboundary Haze Pollution ini adalah : Memperkuat manajemen kebakakaran local dan kemampuan memadamkan. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menegah, menanggulangi, mamantau dan mengendalikan kebakaran hutan / lahan. Persetujuan ASEAN mendorong pentingnya pengetahuan dan praktik tradisioanal atau kearifan tradisional dalam pencegahan dan pengelolaan kebakaran meningkatnya pemantauan, penilaian, pencegahan, dan tanggap darurat Pemanfaatan sumber daya manusia dan peralatan yang ada di ASEAN

PowerPoint Presentation:

11.5.2 Penerapan ekolabeling Kelestarian SDA di dalam sertifikasi ekologi mengandung tiga kriteria utama , yaitu : Kelestarian produksi Ekologi Social budaya Ecolabeling adalah pemberian label pada sebuah produk dan label itu menunjukan produk tersebut di produksi dengan mengindahkan kaidah – kaidah kelestarian lingkungan hidup . Dengan demikian , sertifikasi ekolabel dapat membantuk konsumen memilih produk – produk yang ramah lingkungan .

PowerPoint Presentation:

Meskipun sampai saat ini prinsip penerapan ekolabel adalah sukarela, pada kenyataanya saat ini sudah menjadi kebutuhan dalam persyaratan dagang di dunia internasional. Pada awalnya sertifikat ekolabel ini hanya di berikan setiap produk yang berbasis pada kayu, baik domestic maupun impor harus dilengkapi dokumen asal usul kayu dan untuk saat ini pengecekan dilakukan pada 5 jenis barang yang bahan dasarnya menggunakan kayu yaitu kertas, alat tulis, bahan interior dan furniture. Tetapi sekarang pemerintah harus menjadi contoh dalam menggunakan produk-praduk bertanda ekolabel dan akan direalisasikan dalam bentuk konsep kebijakan untuk pengadaan barang-barang kantor yang ramah lingkungan.

PowerPoint Presentation:

11.5.3 Pengembangan APEC Virtual Center for Environmental Technology Exchange APEC Virtual Center for Environmental Technology Exchange dimulai pada tahun 1995 sebagai hasil kesepakatan negara-negara APEC untuk mengadakan sebuah projek bersama dibidang pertukaran teknologi lingkungan. Sejak tahun 1997, telah terbentuk 12 Virtual Center, yaitu VC : Australia Thailand Taiwan Chile Selandia Baru Indonesia Cina Malaysia Filipina Korea Vietnam Jepang Sedangkan Peru dan Meksiko dalam tahap persiapan.

PowerPoint Presentation:

Beberapa VC telah mengalami kemajuan sangat pesat dalam kemampuan memberikan informasi referensi teknologi lingkungan kepada publik, dan memiliki tingkat popularitas cukup baik. Namun demikian beberapa VC lain cenderung lambat berkembang dan bahkan ada yang kemudian mengalami kemunduran. Perbedaan mencolok ini umumnya terjadi antara negara maju : Jepang Australia Taiwan dan Cina Atas dasar itu, pertemuan APEC-VC tahun 2002 di Tokyo mengusulkan untuk meningkatkan misi projek ini dari sekadar mendiseminasikan informasi teknologi lingkungan menjadi promotor program transfer teknologi.

PowerPoint Presentation:

Pada pertemuan bertema “ Roles of the Network for Promoting Environmental Technology Transfer ”, di Kyoto pada tanggal 11-12 November 2003 disimpulkan : Setiap VC harus aktif menghilangkan keterbatasan persoalan bahasa dalam menyampaikan informasi-informasinya kepada masyarakat di negara masing-masing. b. Setiap VC harus aktif berpartisipasi, baik bersama maupun masing-masing, dalam mempromosikan VC ini secara internasional. Setiap VC perlu mengembangkan program untuk meningkatkan awareness masyarakat masing-masing. Setiap VC perlu meningkatkan kualitas informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat (terutama dari sudut makna dan ketepatannya). Perlu didorong kerja sama multilateral maupun bilateral diantara VC untuk mempromosikan kegiatan transfer teknologi secara nyata/ VC Jepang dan Australia mengajak para partisipan (walau tidak diwajibkan) untuk ikut menggunakan common search engine (metanode) yang telah beroperasi saat ini. Disepakati untuk mengusahakan perpanjangan mandat pelaksanaan APEC-VC sampa i dengan tahun 2007, dan setiap VC harus dapat memastikan keberlangsungan keberadaannya dinegara masing-masing.

PowerPoint Presentation:

Tindak lanjut yang harus dilakukan Indonesia adalah : Menciptakan “ permintaan” nyata dikalangan publik (termasuk juga kalangan bisnis dan pemerintah daerah) untuk menerapkan teknologi lingkungan guna meredam dampak yang terjadi. Menciptakan atmosfer sehat dikalangan publik untuk dapat memilih teknologi lingkungan yang paling tepat dan efektif demi kepentingannya. Menjalin hubungan dan jaringan dengan sebanyak mungkin sumber informasi teknologi lingkungan di Indonesia. Melaksanakan program promosi teknologi Indonesia ke negara tetangga.

PowerPoint Presentation:

PERTANYAAN Ahmad maulana (kelompok 9) Apakah manfaat protokol kyoto sudah berjalan atau belum di Indonesia ? Rosmayana yuni astuti (kelompok 3) Apa saja komitmen dari pemerintah terhadap seluruh warisan di dunia ? La Fiqri perdana (kelompok 1) Tindak lanjut yang harus dilakukan Indonesia sudah di laksanakan atau belum ? Jika sudah sebutkan contohnya ? Jika belum upaya apa yang harus di lakukan ?

authorStream Live Help