QUALITATIVE RESEARCH-UNISSULA

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

I would like to thank to UNISSULA for organising this excelent workshop

Comments

Presentation Transcript

QUALITATIVE RESEARCH : 

QUALITATIVE RESEARCH By SUDARYANTO, SE.MBA.Ph.D. UNIVERSITY OF JEMBER

FILOSOFI PENELITIAN SOSIAL : 

FILOSOFI PENELITIAN SOSIAL Babbie (2008: 1) mengawali “school of social research” dengan statemen “We’ll examine how people learn about their world and look at the mistakes they make along the way. We’ll also begin to see what makes science different from other ways of knowing” Neuman (2007:2) menekankan bahwa tujuan dari penelitian sosial adalah “...to learn something new about the social world; or to carefully document guesses; hounches,or beliefs about it; or to refine their understanding of how the social world works”. Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011 2

Anda tahu bahwa bumi itu bulat Anda juga mungkin tahu bahwa bagian gelap dari bulan sangatlah dingin How do you know? What is in the reality? 3 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

WIFE-HUSBAND POINT OF VIEW : 

WIFE-HUSBAND POINT OF VIEW 4 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Then...What the reality is? : 

Then...What the reality is? W. Anderson (1990) cited in Babbie (2008:8) The Premodern View Pandangan tentang realitas mengarahkan pada sebagian besar sejarah manusia. Para filosofer berasumsi bahwa mereka telah melihat sesuatu seperti apa yang mereka benar-benar dilihatnya. The Modern View Aliran ini menerima berbagai ragam pendapat sebagai legitimasi, dengan filosofi“different strokes for different folks.” Spirit bisa merupakan tree of evil maupun good things The Postmodern View - tidak spirit maupun pendapat-pendapat yang menarik eksis. Semua realitas adalah imajinasi yang kita peroleh menurut pendapat kita. Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011 5

The two pillars of science; logic and observation : 

Kedua elemen sangat penting bagi keilmuan dan berkaitan dengan tiga aspek pokok dari scientific enterprise: theory, data collection, and data analysis. theory berkenaan dengan logic, data collection dengan observation, data analysis sangat berkaitan dengan pola-pola: . apa yang diamati dan kapan hal tersebut memungkinkan, . perbandingan antara ekspektasi logis dengan kenyataan yang diamatinya. Oleh karena itu ilmu sosial perlu adanya asumsi-asumsi subyektive and objective Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011 6 The two pillars of science; logic and observation

7 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011 DIMENSI SUBYEKTIF VS OBYEKTIF DARI PENELITIAN SOSIALA Asumsi-asumsi Ilmu Sosial-1.pptx

Asumsi-asumsi Paradigmatik dalam penelitian Ilmu Sosial-1 : 

Burel dan Morgan (1979:1) dalam Chariri (2009:1) Ontology-inti dari fenomena dalam penelitian-apakah realita obyektif ataukah produk kognitif individu? S: nominalism-menganggap bahwa dunia sosial yang berada di luar kognitif individu berasal dari sekedar nama, konsep dan label yang digunakan untuk menyusun realita O: realism-menganggap bahwa dunia sosial ada secara independen dari apresiasi individu Epistemology-asumsi tentang landasan ilmupengetahuan (ground of knowledge) yi tentang bagaimana seseorang memahami dunia dan mengkomunikasikannya kepada orang lain S: antipositivism-menentang pencarian hukum atau kebiasaan pokok dan berpendapat bahwa dunia sosial hanya dapat dipahami dari sudut pandang individu yanag terlibat dalam aktivitas yang diteliti O: positivism- berusaha menjelaskan dan memprediksi apa yang akan terjadi pada dunia sosial dengan mencari kebiasaan dan hubungan kausal antara elemen-elemen pokoknya Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011 8 Asumsi-asumsi Paradigmatik dalam penelitian Ilmu Sosial-1

Asumsi-asumsi Paradigmatik dalam penelitian Ilmu Sosial-1 : 

Human nature-asumsi-asumsi tentang hubungan antar manusia dan lingkungannya S: voluntarism-manusia adalah autonomous dan free willed O: determinism-manusia dan aktivitas mereka ditentukan oleh situasi atau lingkungan dimana mereka menetap Methodology-bagaimana seseorang berusaha untuk menyelidiki dan mendapat pengetahuan tentang dunia sosial S: ideographic-mendasarkan penelitian pada pandangan bahwa seseorang hanya dapat memahami dunia sosial dengan mendapat pengetahuan langsung dari subyek yang diteliti, dan membiarkan subyektifitas seseorang berkembang selama proses penelitian O: nomothetic-mendasarkan penelitian pada teknik, prosedur, yang sistematis, menggunakan metode dan pendekatan yang terdapat dalam ilmu pengetahuan alam dan terfokus pada pengujian hipothesis Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011 9 Asumsi-asumsi Paradigmatik dalam penelitian Ilmu Sosial-1

10 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011 PARADIGMA PENELITIAN KUALITATIF Paradigma subyektif nominalism, anti positivism, voluntarism dan ideographic (Neuman, 2007) serta premodern, moderen dan post modernisme seperti dikembangkan oleh Anderson (1990) dalam Babbie (2008:8). Konteks penelitian kualitatif berusaha mengkonstruksi realitas dan memahami maknanya. Sehingga, penelitian kualitatif biasanya sangat memperhatikan proses, peristiwa dan otentisitas.

Subjectivity : 

Secara filosofi, penelitian kualitatif bertujuan mencari kembali (research) dari suatu fenomena sosial yang terjadi dalam lingkunganya dengan mendasarkan pada paradigma subyekti yang dimiliki peneliti tanpa menggunakan analisis statistik dan uji hypothesis Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011 11 Subjectivity

QUAL VS QUANT? : 

Metode Quantitative and Qualitative berbeda dalam hal: Tujuan dari analisis Tipe pertanyaan yang diajukan Tipe-tipe instrumen yang digunakan dalam data collection Bentuk data yang dihasilkan Tingkat fleksibilitas yang dibangun dalam menyusun disain study QUAL VS QUANT? 12 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Workshop Methodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif , Konsentrasi Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Jember 23 Nopember 2011

13 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Qualitative research : 

“...penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk melakukan pengamatan kehidupan sosial dalam lingkungan alamnya...yang dapat menghasilkan pemahaman yang lebih kaya dari fenomena-fenomena sosial yang dapat dicapai deripada melalui metode-metode observasi lainnya, asalkan peneliti melakukannya dengan keyakinan tinggi, terencana , dan aktif” (Babbie, 2008:418) The strength of qualitative.pptx Qualitative research 14 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Sifat-Sifat Penelitian Kualitatif : 

Induktif – dari informasi yang bersifat khusus digunakan untuk mengembangkan konsep yang bersifat umum dan menghasilkan teori substantif. Naturalistik - mengkaji realitas yang alami, tidak ada manipulasi realitas melalui pembatasan jumlah prediktor dan penggunaan asumsi-asumsi. Subyektif - menjalin hubungan akrab dengan obyek penelitian, membangun empati dan keterlibatan peneliti dari sudut pandangnya sendiri. Holistik-Manusia dipahami secara utuh sebagai realita individu dalam memahami keseluruhan lingkungan sosialnya. Fleksibel- perlu kreatifitas peneliti atas metodenya karena dimungkinkan dapat berubah sepanjang proses penelitian. Validitas.-kesahihan informasi ditekankan pada kesesuaian antara fakta dengan informasi yang disampaikan orang dalam kenyataan. Asas Mikro. meliput sejumlah kecil orang, peristiwa dan gejala lokal, sehingga tidak memerlukan generalisasi. Informasi diurai secara mendalam, terperinci, dan relatif bebas dari pandangan teoretis seseorang. Sifat-Sifat Penelitian Kualitatif 15 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

JENIS PENDEKATAN RISET : 

Babbie, (2008) dan Berg (2001) mengkategorikan pendekatan penelitian kualitatif sbb: Grounded theory - mengungkapkan atau menemukan fenomena Etnografi -memahami suatu gejala Case Study, - menitik beratkan penelitiannya pada identifikasi bagaimana proses yang terjadi dalam suatu lembaga/individu/kelompok Fenomenologi - untuk mendeskripsikan atau memaparkan pengalaman Naturalism etnomethodology JENIS PENDEKATAN RISET 16 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

DESIGNING QUALITATIVE RESEARCH : 

DESIGNING QUALITATIVE RESEARCH 17 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011 Source: Berg (2001:19)

Topic (idea) : 

Topik dapat berasal dari permasalahan atau situasi yang dialami seseorang. Contoh: seorang mahasiswa ekonomi melakukan pengamatan teman yang datang ke kampus dengan BBMan. Pada saat itu dia mulai berpikir tentang pengaruh BBM terhadap prestasi study Dua implikasi penting dari ide. Menekankan pentingnya ide menjadi potensi untuk pentingnya dilakukan riset. Merupakan perilaku bahwa dunia adalah search laboratory, yang mau tidak mau anda harus membuka mata dan telinga anda terhadap sensor realitas di sekitar kita untuk mencari sebanyak mungkin ide-ide untuk penelitian Exp: Contoh-contoh lain riset qual bidang ekonomi/manajamenE:\international journal of Marketing\Qualitative Marketing research.pdf Topic (idea) 18 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Contoh Topik : 

Smoking Cessation and the Internet: A Qualitative Method Examining Online Consumer Behavior. By Genevieve Frisby, Tracey L. Bessell, Ron Borland, Jeremy N. Anderson Me, My’self and I: Personal and Professional Re-Constructions in Ethnographic Research. By Eileen Day Negotiation and Navigation-an Exploration of The Space/Place of Working Class Lesbians. By Yventte Taylor Reactions to and Perceptions Held About the Existence of Microcomputers in an Intermediate Scholl: A Qualitative Research in Education Report. By John A. Love Quality of Working Life for Nurses: Report on Qualitative Research. By Dr. Niki Ellis &Aurelia Pompili Consumer-driven innovation networks and e-business management systems Howard Cox and Simon Mowatt Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011 19 Contoh Topik

THEORY-1 : 

Is about creating, examining and testing, and refining theory. Teory secara umum merupakan sekumpulan pernyataan atau proposisi yang menggambarkan fenomena dari berbagai aspek (Babbie, 1998; Hagan, 1993; Senese,1997) dalam Babbie (2003) Merupakan keterkaitan ide-ide tentang berbagai bentuk, konsep, proses, hubungan atau kejadian-kejadian. Social scientists biasanya mendifinisikan teori sebagai sebuah sistem dari pernyataan logis atau proposisi yang menjelalskan hubungan antara dua atau lebih obyek, konsep, fenomena, atau karakteristik dari manusia-yang terkadang diistilahkan sebagai valiabel-variabel (Denzin, 1978; Polit & Hungler, 1993) Teori juga mungkin mencerminkan kemauan untuk membangun penjelasan tentang realita atau cara-cara untuk mengklasifikasikan dan mengorganisasikan kejadian-kejadian, menggambarkan kejadian atau bahkan meprediksikan kejadian di masa depan (Hagan, 1993) THEORY-1 20 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

THEORY - 2 : 

Mengevaluasi bagaimana peneliti lain telah memikirkan hal yang sama dan melakukan penelitian pada topik tersebut The Two-Card Method (Berg, 2001) author card –menyusun referensi berdasarkan alfabetikal penulis topic card – menyusun referensi berdasarkan topiknya topic card.pptx THEORY - 2 21 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

RESEARCH DESIGN-exp : 

Problem Statement This research proposes to examine alcohol drinking behaviors in social settings among college-age American men. Research Questions. A number of questions are addressed in this research including (although not limited to) the following: 1. What are some normative drinking behaviors of young adult American men during social gatherings where alcohol is present? 2. How do some young adult American men manage to abstain from drinking (e.g., avoidance rituals) while in social situations where alcohol is present? 3. How do young adult American men define appropriate drinking practices? 4. How do young adult American men define alcoholism? RESEARCH DESIGN-exp 22 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Ethics : 

Physical-keterlibatan langsung secara transparan (overt) atau rahasia (covert) konsentrasi memberikan informasi secara transparan ataukah secara tidak langsung Kerahasiaan (confidentially and anonimity) Mengamankan data Obyektifitas dan kehati-hatian dalam mendisain riset Ethics 23 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Sampling and Data Collection : 

Non Probabilistik, karena tidak memerlukan generalisasi: Snowball Purposive convinience Quota Data Collection In-depth interview FGD Observation-participation Sampling and Data Collection 24 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

In-depth Interview : 

In-depth Interview Beberapa tips mulai dengan pertanyaan yang mudah, mulai dengan informasi fakta, hindari pertanyaan multiple, hindari pertanyaan pribadi ulang kembali jawaban untuk klarifikasi, berikan kesan positif, dan kontrol emosi negatif. Kunci sukses; intonasi suara, kecepatan berbicara, sensitifitas pertanyaan, kontak mata, dan kepekaan nonverbal. dua jenis wawancara, yaitu autoanamnesa (wawancara yang dilakukan dengan subjek atau responden) dan aloanamnesa (wawancara dengan keluarga responden). 25 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

FGD : 

FGD contoh FGD 6-15 orang Homogen dan tak saling mengenal Fokus pada tema Data kualitatif 60-90 menit Dapat menghindari pemahaman yang salah dari peneliti tentang suatu fenomena MODERATOR 26 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Observation-Participation : 

Observation-Participation contoh penelitian observatif Bungin (2007: 115) mengemukakan beberapa bentuk observasi: Observasi partisipasi (participant observation) -metode pengumpulan data melalui pengamatan dan pengindraan dengan melibatkan langsung observer atau peneliti dalam keseharian responden. Observasi tidak berstruktur (unstructurred observation) - observasi yang dilakukan tanpa menggunakan guide observasi tetapi lebih mengandalkan daya imajinasinya dalam mengamati suatu objek. Observasi kelompok(group observation) - observasi yang dilakukan secara berkelompok terhadap suatu atau beberapa objek sekaligus. 27 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

FGD atau In-depth Interview? : 

FGD atau In-depth Interview? FGD Interaksi dapat memperkaya Jawaban Subyek tidak sensitif Topik umum Materi fokus pada tujuan penelitian Informan dapat disatukan Hasil cepat Dana terbatas In-depth interview Interaksi tidak produktif Subyek sensitif Topik kompleks Materi luas dan banyak Informan tdk dapat disatukan Hasil lama Dana cukup 28 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

ANALYSIS AND DISCUSSION : 

Linking Theory and Analysis Discovering Patterns Grounded Theory Method Semiotics (a philosophical theory of the functions of signs and symbols) Conversation Analysis Qualitative Data Processing Coding- Memoing- Concept Mapping- ANALYSIS AND DISCUSSION 29 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Discovering the patterns : 

John Lofland and colleagues (2006:149–65) dalam Babbie (2003:420) memberikan 6 kriteria dalam mencari pola topik penelitian 1. Frequencies: How often does child abuse occur among families in the neighborhood under study? (Realize that there may be a difference between the frequency and what people are willing to tell you.) 2. Magnitudes: What are the levels of abuse? How brutal are they? 3. Structures: What are the different types of abuse: physical, mental, sexual? Are they related in any particular manner? 4. Processes: Is there any order among the elements of structure? Do abusers begin with mental abuse and move on to physical and sexual abuse, or does order of elements vary? 5 Causes: What are the causes of child abuse? Is it more common in particular social classes or among different religious or ethnic groups Does it occur more often during good times or bad? 6. Consequences: How does child abuse affect the victims, in both the short and the long term? What changes does it cause in the abusers? Discovering the patterns 30 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Grounded Theory : 

A. Michael Huberman and Matthew Miles (1994) dua strategi untuk cross-case analysis: variable-oriented and case oriented analysis. Variable-oriented analysis –Fokus dari analysis adalah mengkaitakan antar variabel dan orang-orang yang diobservasi memungkinkan menjadi penghantar variabel Jika kita ingin memprediksi keputusan untuk kuliah kita mungkin mempertimbangkan beberapa variabel seperti “gender, socioeconomic status, parental expectations, school performance, peer support, and decision to attend college” Tujuannya adalah untuk mendapatkan sebagian, dengan penjelasan yang menyeluruh dengan menggunakan sedikit variabel Grounded Theory 31 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

case-oriented analysis, kita akan melihat lebih dalam tentang kasus tertentu, contohnya Case 005, (female, middle-class, has parents with high expectations) dsb. 32 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Contoh Semiotics Semiotics merupakan“science of signs” yang berkaitan dengan simbol dan makna Conversation analysis (CA) seeks to pursue that aim through an extremely close scrutiny of the way we converse with one another. 33 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Coding : 

open coding -permulaan yang logis untuk GTM coding. Dimulai dengan beberapa catatan (part of an interview, for example), anda baca dan baca per kata, mencari dan mengidentifikasi konsep kunci yang terkandung di dalamnya axial coding –analysis dari hasil open coding dalam GTM, bertujuan mengidentifikasi hal penting dari konsep umum. selective coding- Membangun hasil dari open coding dan axial coding untuk mengidentifikasi konsep sentral yang mengorganisir konsep yang lain yang telah diidentifikasi dalam body textual materials Coding 34 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Memoing : 

memoing—menulis memo atau catatan untuk diri anda sendiri dan yang lainya yang terlibat dalam proyek. Beberapa yang anda tulis selama analisis mungkin akan berguna dalam laporan akhir ; setidaknya sebagian besar akan menstimulasi apa yang anda tulis Memos dapat menggambarkan dan mendifinisikan konsep-konsep, berkaitan dengan metodologi, atau memunculkan formulasi-formulasi awal dari teori. Ada dua macam darimemoing: Theoretical notes- mencakup berbagai topik: refleksi dari dimensi-dimensi dan makna yang mendalam dari konsep-konsep, hubungan atar konsep-konsep, proposisi teori dsb. Operational notes-berkaitan erat dengan isu metodologi. Beberapa akan menggambarkan perhatian pada gejala-gejala data collection yang mungkin relevan dengan pemahaman tentang data pada akhirnya. Catatan lain: tentang arah selanjutnya dari data collection Memoing 35 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Concept mapping : 

Concept mapping The graphical display of concepts and their interrelations, bermanfaat dalam merumuskan teori 36 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Validity and Riliability : 

Validity and Riliability Validity Triangulation Resource triangulation Three partied sources: government, public and the object (from informan) Contrast and compare the data Methodological triangulation Use more then one method examples : FGD + observation Observation + In-depth Interview Analytical triangulation Using more then one analyst Asking feedback from informant 37 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011 Reliability Re-play the videotape and watch it for many times Re-play audio tape Re-check the transcrip of audio tape

MENYIAPKAN LAPORAN : 

Yin (2003) menjelaskan alasan bahwa menulis laporan kualitatif kelihatan lebih sulit disebabkan: Berupa kata2, simbol, gambar, kalimat, narasi dan kutipan Perlunya diskripsi detail atas setting dan kejadian yang menggiring subyektifitas pembaca tentang social setting Teknik pengumpulan dan analisis sifatnya fleksibel Style dan tone tulisan lebih bervariasi MENYIAPKAN LAPORAN 38 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Metode Kualitatif: Beberapa Tips : 

Metode Kualitatif: Beberapa Tips Penelitian kualitatif memiliki bahasa yang khas (specific and unique). Kuasai “bahasa” itu dengan membiasakan diri menggunakan terminologi dan jargon serta ekspresi yang biasa dipakai peneliti kualitatif. Tips #1: baca sebanyak mungkin jurnal penelitian kualitatif. Penguasaan paradigma adalah esensial dalam penelitian kualitatif. Adalah mustahil melakukan penelitian kualitatif tanpa didasarkan pada penguasaan yang memadai tentang asumsi, teori, metode, . . . yang relevan dengan masalah yang sedang dikaji. Tips #2: Kuasai peta paradigma kualitatif dalam ilmu sosial. Kemampuan melakukan rekonstruksi realitas melalui proses abstraksi dan menemukan esensi dari realitas sosial adalah dua keahlian yang sangat pokok dalam membangun konsep dan teori dalam penelitian kualitatif. Tips #3: Jadilah pengamat yang perseptif dan miliki imajinasi yang kuat: rajinlah melakukan observasi dan melakukan rekonstruksi atas hasil observasi itu. Metode kualitatif menuntut ketrampilan menulis dengan kalimat-kalimat yang berkondisi kompleks. Tips #4: kuasai ekspresi yang rumit dalam bahasa yang ketat, padat, dan kokoh. Gunakan konsep. Sumber : Sparringa (1997)

KESIMPULAN : 

Penelitian kualitatif sangat cocok untuk ilmu-ilmu sosial seperti ilmu ekonomi, manajemen dan akuntansi: karena dalam bidang ilmu tersebut mengkaji fenomena sosial yang berdasarkan fakta yang dihasilkan oleh interaksi individu Bahwa setiap entities di dalam aktivitas sosial adalah sarat dengan nilai sehingga memungkinkan perbedaan pendapat yang patut diapresiasi di dalam mengungkapkan realita Proses penelitian yang fleksibel memungkinkan dihasilkannya teori-teori baru berdasarkan fenomena kekinian dan realita di lapang KESIMPULAN 40 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

THANKS : 

THANKS 41 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Sistematika Penelitian Kualitatif : 

JudulAbstrakKata PengantarDaftar IsiDaftar GambarBab I PendahuluanKonteks PenelitianFokus Kajian PenelitianTujuan PenelitianManfaat PenelitianBab II Perspektif Teoritis dan Kajian PustakaBab III Metode PenelitianPendekatanBatasan IstilahUnit AnalisisDeskripsi Setting PenelitianPengumpulan DataAnalisis DataKeabsahan dataBab IV Hasil dan pembahasanBab VI Kesimpulan dan saranDaftar pustakaLampiran Sistematika Penelitian Kualitatif 42 Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011

Penjelasan : 

Penjelasan secara ringkas keseluruhan unsur yang ada dalam penelitian kualitatif, yaitu:Judul, singkat dan jelas serta mengisyaratkan fenomena dan fokus kajian penelitian. Penulisan judul sedapat mungkin menghindari berbagai tafsiran yang bermacam-macam dan tidak bias makna. Abstrak, ditulis sesingkat mungkin tetapi mencakup keseluruhan apa yang tertulis di dalam laporan penelitian. Abstrak penelitian selain sangat berguna untuk membantu pembaca memahami dengancepat hasil penelitian, juga dapat merangsang minat dan selera orang lain untuk membacanya. Perspektif teoritis dan kajian pustaka, perspektif teori menyajikan tentang teori yang digunakan sebagai perpektif baik dalam membantumerumuskan fokus kajian penelitian maupun dalam melakukan analisis data atau membahas temuan-temuan penelitian. Sementara kajian pustaka menyajikan tentang studi-studi terdahulu dalam konteks fenomena dan masalah yang sama atau serupa. Metode yang digunakan, menyajikan secara rinci metode yang digunakan dalam proses penelitian. Temuan–temauan penelitian, menyajikan seluruh temuan penelitian yang diorganisasikan secara rinci dan sistematis sesuai urutan pokok masalah atau fokus kajian penelitian. Temuan-temuan penelitian yang disajikan dalam laporan penelitian merupakan serangkaian fakta yang sudah direduksi secara cermat dan sistematis, dan bukan kesan selintas peneliti apalagi hasil karangan atau manipulasi peneliti itu sendiri. Analisis temuan– temuan penelitian. Hasil temuanmemrlukan pembahasan lebih lanjut dan penafsiran lebih dalam untuk menemukan makna di balik fakta. Dalam melakukan pembahasan terhadap temuan-temuan penelitian, peneliti harus kembali mencermati secara kritis dan hati-hati terhadap perspektif teoritis yang digunakan. Sudaryanto, SE.,MBA.,Ph.D. Lokakarya Membedah Lebih Dalam Riset Kualitatif dan Kuantitatif :Peta Jalan Artikel Internasional, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 23 Desember 2011 43 Penjelasan