04. Pengantar Biostatistika: Metoda dan Alat Pengumpulan Data

Views:
 
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

slide 1:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum 4 METODE DAN ALAT PENGUMPUL DATA PENDAHULUAN Jika kita memperhatikan kembali definisi statistika maka fungsi pertamanya atau langkah pertama kerja statistika adalah mengumpulkan data. Dalam hal ini data yang baru diperoleh disebut data mentah yaitu data yang belum mengalami pengolahan apapun. Sebelum pekerjaan statistik dilakukan data harus dikumpulkan. Tergantung pada jenis variabel dan tujuan penelitian Metode pengumpulan data yang dapat diguna berbeda Data diperoleh melalui suatu proses kegiatan yang disebut sebagai pengumpulan data data collection. Didalam pelaksanaan pengumpulan data ini ada beberapa hal perlu diperhatikan yaitu siapa pengumpul data bagaimana cara mengumpulkannya menggunakan alat apa dan apa nilai hasil pengukuran variable tersebut. Semua ini dicakup dengan suatu batasan operasional variable defisi operasional variable. Definisi operasional variable ini dibuat sedemikian rupa sehingga siapapun dapat mengulangi kembali pengumpulan datanya dengan cara operasi atau pelaksanaan yang sama. PENGUMPUL DATA Orang yang mengumpulkan data mesti dikenali karena akurasi data juga tergantung dari siapa yang mengumpulkan data. Misalnya untuk pengukuran tekanan darah sistolik apabila dilakukan oleh perawat yang sudah lama bekerja di rumah sakit tentu hasilnya akan lebih akurat dari pada oleh seorang mahasiswa yang baru melakukan praktek klinik keperawatan. Apabila pengumpulan data dilakukan oleh satu orang saja misalnya pada penelitian hanya peneliti saja yang mengumpulkan data maka akurasi data akan lebih terjaga. Berbeda bila pengumpul data dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh beberapa orang. Dalam hal ini penting dilakukan upaya penyetaraan kemampuan mengumpulkan data dan guna memperkecil bias dan

slide 2:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum meningkatkan akurasi. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk penyetaraan kemampuan tersebut misalnya melalui pelatihan dan uji coba lapangan. CARA PENGUMPULAN DATA Terdapat beberapa macam metode pengumpulan data yaitu antara lain pengamatan observasi wawancara dengan panduan daftar pertanyaan questionnaire meminta subjek mengisi suatu formulir atau angket self- administered questionnaire atau dengan melakukan pengukuran langsung. Pemilihan cara pengumpulan data sangat tergantung dari siapa yang menjadi subjek. Bila subjek berpendidikan cukup tinggi maka mereka untuk mengisi formulir yang disediakan tentu akan lebih baik. Namun cara ini tidak dapat diterapkan untuk subjek yang berpendidikan rendahapa lagi buta huruf karena adanya kesulitan dalam mengartikan pertanyaan. Variable berat badan bayi waktu lahir dapat diukur melalui pengukuran langsung pada bayi pasca kelahiran. Perlu diingat bahwa waktu pasca kelahiran pun akan menghasilkan berat badan bayi yang berbeda beda karena proses fisiologis misalnya 5 menit 30 menit atau 1 hari pasca kelahiran. Kadang kala dalam suatu survey cepat diperlukan informasi tentang berat bayi baru lahir ini dan cara yang yang praktis yaitu dengan wawancara. Cara ini jelas berisiko untuk bias recall bias namun masih dapat dipertimbangkan dengan justifikasi tertentu yang merupakan keterbatasan penelitian. 1. Metode observasi Observasi adalah teknik yang melibatkan penyeleksian penglihatan dan perekaman secara sistematis perilaku orang atau fenomena lain dan aspek tatanan di mana perilaku terjadi dengan tujuan mendapatkan mengumpulkan informasi yang spedifik. Observasi meliputi semua metode mulai dari pengamatan visual yang sederhana sampai penggunaan mesin dan pengukuran tingkat tinggi peralatan canggih atau fasilitas seperti radiografi biokimia mesin X-ray mikroskop pemeriksaan klinis dan pemeriksaan mikrobiologi. Metode ovserasi ini menggunakan alat pedoman observasi. Keunggulan: Memberikan data yang relatif lebih akurat tentang perilaku dan kegiatan

slide 3:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum Kelemahan: Penyidik atau pengamat memiliki bias sendiri prasangka keinginan dan lain-lain dan membutuhkan lebih banyak sumber daya dan keterampilan khusus pada waktu penggunaan mesin tingkat tinggi. 2. Wawancara dan Angket self-administered questionnaire Wawancara dan Angket self-administered questionnaire adalah teknik pengumpulan data yang paling umum digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu "questioning tools" harus dirancang pada tahap dan waktu pembuatan proposal penelitian. Begitu keputusan telah dibuat untuk menggunakan teknik ini pertanyaan berikut dibawah ini harus dipertimbangkan sebelum merancang alat ukur ini: ▪ Apa sebenarnya yang hendak kita diketahu sesuai dengan tujuan dan variabel yang kita identifikasi sebelumnya Apakah mempertanyakan teknik yang benar untuk mendapatkan semua jawaban atau kita teknik tambahan seperti pengamatan atau analisis rekaman studi dokumentasi ▪ Kepada siapa kita akan mengajukan pertanyaan dan teknik apa yang akan kita gunakan Apakah kita cukup memahami topik untuk merancang kuesioner atau apakah kitamembutuhkan beberapa wawancara dengan informan kunci key informants atau FGD focus group discussion terlebih dahulu untuk mengorientasikan diri kita sendiri ▪ Apakah informan kita melek huruf atau buta huruf Jika buta huruf penggunaan self-administered questionnaire bukanlah pilihan. ▪ Berapa besar sampel yang akan diwawancarai studi dengan banyak responden sering menggunakan lkuesioner yang lebih pendek sangat terstruktur sedangkan studi lebih kecil memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dandapat menggunakan kuesioner dengan sejumlah pertanyaan terbuka open-ended question. Begitu keputusan telah dibuat bahwa Wawancara dapat berupa kurang atau lebih terstruktur. Wawancara tidak terstruktur fleksibel isi kata-kata dan urutan pertanyaan bervariasi dari wawancara ke wawancara. Peneliti hanya memiliki gagasan tentang apa yang mereka ingin mereka pelajari tetapi tidak memutuskan terlebih dahulu pertanyaan apa yang akan diajukan atau bagaimana urutannya.

slide 4:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum Dalam situasi lain teknik yang lebih standar dapat digunakan kata-kata dan urutan pertanyaan diputuskan di muka. Ini mengambil bentuk wawancara yang sangat terstruktur yang mana pertanyaan diajukan secara berurutan atau self- administerd questionnaire dalam hal ini responden membaca pertanyaan- pertanyaan dan mengisi jawaban sendiri kadang-kadang di hadapan pewawancara yang stands by untuk memberikan bantuan jika diperlukan. Metode mengajukan pertanyaan yang sudah baku biasanya disukai dalam Penelitian kedokteran komunitas dan keperawatan komunitas karena lebih memberikan jaminan dimana data akan direproduksi. wawancara kurang terstruktur dapat digunakan dalam survei awal studi pendahuluan di mana tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi untuk membantu dalam perencanaan studi berikutnya daripada faktor untuk analisis dan dalam studi intensif tentang persepsi sikap motivasi dan reaksi afektif. Wawancara tidak terstruktur adalah ciri penelitian kualitatif non-kuantitatif. Penggunaan self-administered questionnaires lebih sederhana dan lebih murah kuesioner tersebut dapat diberikan kepada banyak orang secara bersamaan misalnya untuk satu kelas mahasiswa dan tidak seperti wawancara bisa dikirim melalui pos. Di sisi lain menuntut tingkat pendidikan dan keterampilan tertentu pada sebahagian responden orang yang status sosial-ekonominya rendah cenderung kurang sukauntuk menanggapi kuusioner yang dikirimkan. Dalam wawancara menggunakan kuesioner penyidik menunjuk agen dikenal sebagai enumerator yang pergi ke responden secara pribadi dengan kuesioner mengumpulkan data dengan menggunakan kuesioner ini dan merekam /mencatat jawaban responden. pelaksanaannya dapat berupa tatap muka face-to-faceatau wawancara melalui telepon telephon interview WawancraTatap Muka dan Wawancara Face-to-face and telephone interviews memiliki banyak keuntungan. Pewawancara yang baik dapat merangsang dan mempertahankan minat responden dan dapat menciptakan hubungan pemahaman kerukunan dan suasana kondusif untuk menjawab pertanyaan. Jika kecemasan terangsang pewawancara bisa menghilangkan itu. Jika pertanyaan tidak dipahami pewawancara bisa mengulanginya dan jika perlu dan sesuai

slide 5:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum dengan pedoman memutuskan di muka memberikan penjelasan atau alternatif susunan kata. Opsional tindak lanjut atau pertanyaan menyelidik yang ditanyakan hanya jika tanggapan sebelumnya tidakdapat disimpulkan atau tidak konsisten yang tidak bisa dengan mudah dikembangkan menjadi self-administered questionnaire. Dalam wawancara tatap muka observasi dapat juda dilakukan. Secara umum terlepas dari kemahalannya wawancara lebih baik/lebih disukai dari self-administered questionnaire dengan persyaratan penting ini dilakukan oleh pewawancara interviewer yang terampil. Metode Kuesioner yang Dikirimkan Mailed Questionnaire: Dengan metode ini penyidik mempersiapkan kuesioner yang berisi sejumlah pertanyaan yang berkaitan bidang penyelidikan. Kuesioner yang dikirim melalui pos ke informan bersama-sama dengan surat pengantar dengan sopan menjelaskan detail maksud dan tujuan dari pengumpulan informasi dan meminta responden untuk bekerja sama dengan memebrikan jawaban yang benar dan mengembalikan kuesioner yang sepatutnya diisi. Untuk menjamin respon cepat biaya ongkos kirim kembali biasanya ditanggung oleh peneliti. Metode Kuesioner yang Dikirimkan Mailed Questionnaire: Dengan metode ini penyidik mempersiapkan kuesioner yang berisi sejumlah pertanyaan yang berkaitan bidang penyelidikan. Kuesioner yang dikirim melalui pos ke informan bersama-sama dengan surat pengantar dengan sopan menjelaskan detail maksud dan tujuan dari pengumpulan informasi dan meminta responden untuk bekerja sama dengan memebrikan jawaban yang benar dan mengembalikan kuesioner yang sepatutnya diisi. Untuk menjamin respon cepat biaya ongkos kirim kembali biasanya ditanggung oleh peneliti. Masalah utama dengan kuesioner yang diposkan adalah tingkat respons cenderung relatif rendah dan representasi dari subyek yang kurang melek. 3. Studi Dokumentasi Penggunaan sumber dokumenter: rekaman rumah sakit atau institusi kesehatan lainnya Catatan/rekaman Klinis rekaman medis rekaman keperawatan dan catatan pribadi lainnya sertifikat kematian sensus dll dimana data yang terdapat di dalamnya dapat dianalisis.

slide 6:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum Pada waktu penggunaan data dari dokumen meskipun data ini diperoleh tidak memerlukan banyak waktu dan relatif biaya lebih rendah perawatan yang diberikan harus dilakukan berdasarkan kualitas dan kelengkapan data. Mungkin ada perbedaan tujuan antara perekam data dan pengguna atau peneliti. 4. Pengukuran Langsung Pengukuran langsung adalah ketika suatu objek atau sesuatu dapat diukur secara langsung yang berarti bahwa kita benar-benar bisa mengambilnya dan mengukurnya. Dalam keperawatan misalnya bila kita melakukan pengukuran antropometri yang meliputi berat badan tinggi badan lingkar lengan lingkar kepala lingkar dada lingkar perut dll. ALAT UKUR/INSTRUMEN PENGUKUR Alat atau Instrumen yang digunakan untuk mengukur variable patut diperhatikan karena sering kali harus dipilih sedemikian pula sehingga menghasilkan hasil ukur yang akurat namun cukup praktis digunakan. Misalnya bila akan mengukur hemoglobin darah dapat dipertimbangkan antara menggunakan cara Sahli atau Elektrofometer. Bila pengukuran dilakukan di rumah sakit dimana pasien dirawat di bangsal maka pengukurannya dengan dipertimbangkan menggunakan alat yang tingkat akurasi-nya tinggi karena alat tidak perlu dibawa kesana kemari yaitu dengan elektrofometer. Sebaliknya bila akan dilakukan studi di lapangan guna mengetahui kadar hemoglobin darah pada ibu hamil di masyarakat melalui kunjungan ke rumah tangga maka membawa alat elektrofometer menjadi tidak praktis. Di sini patut dipertimbangkan penggunaan alat cara Sahli yang walaupun kurang akurat namun cukup praktis di lapangan. Merek alat juga berkemungkinan memberikan akurasi hasil berbeda-beda. Jenis alat untuk mengkur variable yang sama juga harus diperhatikan. Alat pengukur juga tergantung pada metode pengumpulan data yang dipilih. Bila ditentukan cara wawancara maka pengembangan kuesioner dapat dilakukan dan kuesioner sebagai pedoman daftar pertatanyaan. Pengembangan kuesioner memerlukan perhatian sendiri berkaitan dengan variable-variabel yang ingin diukur. Pada bidang kesehatan dan atau keperawatan bila pengukuran berkaitan dengan hal

slide 7:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum yang abstrak maka pengukuran harus dilakukan dengan cermat dengan segala keterbatasan misalnya pengukuran pengetahuan dan sikap serta perilaku. Hal ini berarti akurasi alat ukur sebaiknya diketahui terlebih dahulu. Data yang akan dicatat berdasarkan hasil pengamatan atau pengukuran selanjutnya ditulis dalam satu borang atau formulir. MASALAH DALAM PENGUMPULAN DATA Penting untuk mengenali beberapa masalah utama yang mungkin dihadapi saat mengumpulkan data sehingga masalah tersebut dapat ditangani dalam pemilihan metode pengumpulan yang tepat dan dalam pelatihan pengumpul data surveyor enumerator yang terlibat dalam penelitian. Common problems might include: Language barriers Lack of adequate time Expense Inadequately trained and experienced staff surveyor enumerator Invasion of privacy Suspicion Bias spatial project person season professional Cultural norms e.g. which may preclude men interviewing women STRATEGI PENGUKURAN DALAM KEPERAWATAN Beberapa pendekatan pengukuran yang paling umum digunakan dalam penelitian keperawatan menakup pengukuran fisiologis pengukuran observasional wawancara kuesioner dan skala. 1. Pengukuran Fisiologis Ada berbagai pendekatan untuk mendapatkan ukuran fisiologis. Sebahagian relatif mudah dan merupakan pengembangan dari metode pengukuran yang telah digunakan dalam praktek keperawatan seperti mendapatkan berat badan dan tekanan darah. Pengukuran lain tidak sulit tetapi membutuhkan pendekatan imajinatif untuk mengukur fenomena yang secara tradisional diamati dalam

slide 8:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum praktek klinis tetapi tidak diukur. Beberapa ukuran fisiologis yang diperoleh dengan menggunakan self-report dan pencil scales. Pengukuran variabel fisiologis dapat langsung atau tidak langsung. Pengukuran langsung yang lebih valid. Pengukuran gelombang tekanan arteri melalui kateter arteri memberikan ukuran langsung dari tekanan darah sedangkan penggunaan stetoskop dan sphygmomanometer memberikan ukuran tidak langsung 2. Pengukuran Observasional Meskipun pengukuran observasional ini paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif digunakan untuk beberapa pengembangan dalam semua jenis penelitian. Observasi tidak terstruktur meliputi secara spontan mengamati dan merekam apa yang dilihat dengan perencanaan minimum. Meskipun pengamatan tidak terstruktur memberikan kebebasan pengamat ada risiko kehilangan objektivitas dan kemungkinan pengamat tidak dapat mengingat semua detail dari peristiwa yang diamati. Dalam pengukuran observasi terstruktur peneliti dengan hati-hati mendefinisikan apa diamati dan bagaimana pengamatan dilakukan dicatat dan diberi kode. Dalam kebanyakan kasus sistem dikembangkan untuk mengatur dan memperpendek perilaku atau peristiwa yang diamati. Daftar periksa Checklists sering digunakan untuk menandai apakah perilaku terjadi atau tidak terjadi. Skala nilai memungkinkan pengamat untuk menilai perilaku atau peristiwa. Skala nilai lebih memberikan informasi untuk analisis daripada data dikotomi yang hanya menunjukkan bahwa perilaku terjadi atau tidak terjadi. Observasi cenderung lebih subjektif dibandingkan jenis pengukuran lain dan dengan demikian sering merupakan cara untuk mendapatkan data penting untu ilmu pengetahuan keperawatan. 3. Skala Skala bentuk laporan diri self-report merupakan cara yang lebih tepat untuk mengukur fenomena daripada kuesioner. Kebanyakan skala mengukur variabel psikososial. Namun teknik skala dapat digunakan untuk memperoleh laporan diri pada variabel fisiologis seperti nyeri mual atau kapasitas fungsional. Berbagai

slide 9:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum item pada kebanyakan skala dijumlahkan untuk mendapatkan skor tunggal. Ini disebut sebagai "skala dijumlahkan." summed scales. Mengurangi keselahan acak dan sistematis yang ada ketika skor total skala digunakan. Berbagai item dalam skala meningkatkan dimensi konsep yang tercermin dalam instrumen. Jenis skala dijelaskan di bawah mencakup skala penilaian rating scale skala Likert likert Scale skala diferensial semantik semantic differential scale dan skala analog visual visual analogue scale Skala Nilai adalah bentuk pengukuran paling kasar yang digunakan teknik skala. Skala Nilai berisi serangkaian urutan kategori variabel dan diasumsikan berdasarkan pada kontinum dasar. Nilai numerik ditetapkan untuk setiap kategori. Kehalusan perbedaan antara kategori bervariasi dengan skala. Masyarakat umum biasanya menggunakan skala penilaian. Dalam percakapan kita dapat mendengar pernyataan seperti pada skala satu sampai sepuluh saya peringkat atau dengan nilai ... Jenis skala ini sering digunakan dalam pengukuran observasional untuk memandu pengumpulan data. Skala Likert yang dirancang untuk menentukan opini atau sikap terhadap subjek berisi sejumlah pernyataan deklaratif dengan skala setelah setiap pernyataan. Skala Likert adalah teknik skala yang paling umum digunakan. Versi asli dari skala terdiri dari lima kategori. Namun terkadang tujuh pilihan diberikan kadang-kadang hanya empat. Nilai ditempatkan pada setiap respon dengan nilai 1 pada respon paling negatif dan nilai 5 pada yang paling sering ditujukan pada persetujuan evaluasi atau frekuensi. Respon persetujuan meliputi pilihan seperti sangat setuju setuju tidak pasti Ragu-ragu tidak setuju dan sangat tidak setuju. Respon evaluasi meminta responden untuk menilai rating sepanjang dimensi baikatau jelek seperti positif ke negatif atau sangat baik ke mengerikan. Tanggapan frekuensi dapat mencakup pilihan seperti jarang sekali jarang kadang- kadang biasanya dan selalu. Nilai-nilai dari setiap item dijumlahkan untuk memberikan skor total. Skala Diferensial Semantik mengukur sikap atau keyakinan. Skala diferensial semantik terdiri dari dua kata sifat yang berlawanan dengan 7 skala titik antara dua kata sifat tersebut. Subjek adalah untuk memilih salah satu titik pada

slide 10:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum skala yang paling menggambarkan pandangannya dari konsep menjadi respon paling negatif dan 7 yang paling positif. Penempatan tanggapan negatif ke kiri atau kanan skala sebaiknya acak bervariasi untuk menghindari respon global. Nilai untuk skala dijumlahkan untuk mendapatkan satu skor setiap subjek. Skala analog visual adalah skala respon psikometri yang dapat digunakan dalam kuesioner. Ini adalah instrumen pengukuran untuk karakteristik subjektif atau sikap yang tidak dapat diukur secara langsung. Ketika menanggapi item VAS responden menentukan tingkat persetujuannya terhadap pernyataan yang menunjukkan posisi di sepanjang garis kontinu antara dua titik akhir. Panjang garis tersebut adalah 100 mm. Karakteristik subjektif atau sikap tidak dapat dengan mudah diukur secara lansung. Misalnya Jumlah rasa nyerit yang mana pasien merasakan berkisar di sebuah kontinum dari tidak measakan neyri sampai ke Jumlah rasa nyeri yang ekstrim. Berdasarkan pada distribusi nilai VAS pada nyeri sudah direkomendasikan sebagai berikut: • Tidak Nyeri 0 – 4 mm • Nyeri ringan 5 – 44 mm • Nyeri Sedang 45 – 74 mm • Nyeri berat 75 – 100 mm Signifikansi Skala Analog Visual adalah sangat mudah digunakan oleh responden dan penilai. Sedangkannya adalah bila digunakan untuk pasien yang lebih tua mungkin memiliki kesulitan menyelesaikan nyeri VAS karena gangguan kognitif atau masalah keterampilan motorik. 4. Wawancara Wawancara meliputi komunikasi verbal antara peneliti dan subjek pada waktu informasi diberikan pada peneliti. Meskipun strategi pengukuran ini paling sering digunakan dalam studi kualitatif dan deskriptif juga dapat digunakan pada jenis- jenis penelitian lain. Berbagai pendekatan dapat digunakan untuk melakukan wawancara mulai dari wawancara tidak terstruktur yang mana konten mirip dengan kuesioner dengan kemungkinan respon terhadap pertanyaan telah dirancang dengan hati-hati oleh peneliti.

slide 11:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum Wawancara tidak terstruktur dapat dimulai dengan mengajukan pertanyaan terbuka seperti "Jelaskan pada saya pengalaman Anda dengan" Setelah wawancara telah dimulai peran pewawancara adalah untuk mendorong subjek untuk terus berbicara menggunakan teknik seperti menganggukkan kepala atau bersuara yang menunjukkan ketertarikan. Dalam beberapa kasus subjek dapat didorong untuk menjelaskan lebih lanjut tentang dimensi khusus dari topik diskusi. Wawancara terstruktur meliputi strategi yang memberikan penambah jumlah kontrol oleh peneliti atas isi wawancara. Peneliti sebelum memulai pengumpulan data merancang pertanyaan yang akan ditanyakan pewawancara dan urutan pertanyaan dispesifikan. Dalam beberapa kasus pewawancara diperbolehkan untuk menjelaskan lebih lanjut arti dari pertanyaan atau mengubah cara pertanyaan diajukan sehingga subjek dapat memahami dengan lebih baik. Dalam wawancara yang lebih terstruktur pewawancara diminta untuk mengajukan pertanyaan dengan tepat seperti yang telah dirancang. Wawancara adalah teknik yang fleksibel yang memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi makna yang lebih dalam yang dapat diperoleh dengan teknik lain. Keterampilan interpersonal dapat digunakan untuk memfasilitasi kerja sama dan memperoleh banyak informasi. Kecepatan respons lebih tinggi terhadap wawancara daripada kuesioner menyebab sampel lebih representatif. Pewawancara interviewer memungkinkan pengumpulan data dari subyek yang tidak mampu atau tidak suka menyelesaikan kuesioner seperti orang-orang yang sangat sakit atau kurang memiliki kemampuan untuk membaca menulis dan menjelaskan. Wawancara adalah bentuk laporan diri dan dapat diasumsikan bahwa informasi yang diberikan akurat. Karena waktu dan biaya ukuran sampel biasanya terbatas. Bias subjek selalu ancaman bagi validitas temuan seperti inkonsistensi dalam pengumpulan data dari satu subjek ke subjek lain. 5. Kuesioner Kuesioner adalah bentuk laporan diri tercetak printed self-report yang dirancang untuk memperoleh informasi yang dapat diperoleh melalui tanggapan tertulis atau

slide 12:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum lisan dari subjek. Informasi yang diperoleh dari kuesioner adalah serupa dengan yang diperoleh melalui wawancara namun pertanyaan cenderung kurang mendalam. Subjek tidak mampu untuk menguraikan tanggapan atau meminta klarifikasi atau mengajukan pertanyaan dan pengumpul data tidak dapat menggunakan strategi penyelidikan probing strategi. Namun pertanyaan yang disajikan dengan cara yang konsisten dan sedikit kesempatan bias dalam wawancara. Kuesioner cenderung digunakan dalam studi deskriptif yang dirancang untuk mengumpulkan spektrum informasi yang luas dari subjek seperti fakta tentang subjek atau tentang orang yang dikenal oleh subjek pendapat tingkat pengetahuan atau niat dari subjek. Seperti wawancara kuesioner dapat memiliki berbagai tingkat struktur. Beberapa kuesioner mengajukan pertanyaan terbuka open-ended question yang memerlukan tanggapan tertulis dari subjek. Lainnya mengajukan pertanyaan-tertutup closed-ended question yang memiliki opsi yang dipilih oleh peneliti. Meskipun kuesioner dapat didistribusikan pada sampel yang sangat besar baik secara langsung atau melalui surat melalui pos tingkat respon terhadap kuesioner umumnya lebih rendah dari self-report lain terutama jika kuesioner yang dikirimkan melaui pos. Jika tingkat respon lebih rendah dari 50 keterwakilan dari sampel yang serius dalam pertanyaan. Tingkat respon dari kuesioner yang dikirimkan biasanya kecil 25 sampai 30 sehingga peneliti sering tidak dapat memperoleh sampel yang representatif walaupun dengan metode random sampling. Responden umumnya gagal untuk menandai tanggapan untuk semua pertanyaan terutama pada kuesioner yang panjang. Hal ini dapat mengancam validitas instrumen. Berikut ini contoh dari Kuesioner: 1. Apakah Anda merokok a Tidak b Ya 2. Berapa umur Anda ketika Anda mulai merokok a Di bawah 15 tahun b 15 tahun

slide 13:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum c 16 tahun d 17 tahun e 18 tahun f 19 tahun 3. Sebelum memasuki Program Studi Keperawatan Solok berapa batang sehari Anda merokok a Tidak merokok sama sekali b Tidak merokok setiap hari c Kurang dari 15 batang / hari d 15-24 batang / hari e 25-39 batang / hari f 40 atau lebih batang / hari 4. Selama Anda Kuliah di Program Studi Keperawatan Solok berapa batang Anda merokok a Tidak merokok sama sekali b Tidak merokok setiap hari c Kurang dari 15 batang / hari d 15-24 batang / hari e 25-39 batang / hari f 40 batang atau lebih / hari Dalam kebanyakan kuesioner peneliti menganalisis item-item individu daripada menjumlah item dan memperoleh skor total untuk digunakan dalam analisis data. Tanggapan terhadap item-item biasanya diukur pada tingkat nominal atau ordinal. Karena masing-masing item dapat berbicara berbagai topik yang terkait dengan area penelitian mencoba untuk menentukan reliabilitas-menggunakan tes homogenitas tidaklah logis. LANGKAH-LANGKAH MERANCANG KUESIONER Kuesioner merupakan alat ukur yang paling umum digunakan dalam penelitian survey. Penelitian survey adalah suatu penelitian kuantitatif dengan

slide 14:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum menggunakan pertanyaan terstruktur/sistematis yang kepada banyak orang untuk lemudian seluruh jawaban yang diperoleh peneliti dicatat diolah dan dianalisis. Pertatanyaan terstruktur/sistematis tersebut dikenal dengan istilah kuesioner. Neuman 2003 menyebutkan bahwa kuesioner adalah “an instrument ….. that he/she uses to measures variables” sedangkan Sekaran 1992 mendefinisikan kuesioner sbagai “preformulated written set of questions to which respondents record their answer usually within rather closely alternatives”. Kuesioner berisikan daftar pertanyaan yang mengukur variable-variabel hubungan diantara variable yang ada atau juga pengalaman atau opini dari responden. Pertanyaan apasajakah yang dapat ditanyakan melalui kuesioner yaitu karakteristik/personal identity pengetahuan sikap opini harapan. Merancang kuesioner yang baik selalu membuat beberapa draft. Dalam draft pertama kita harus berkonsentrasi pada konten/isi. Dalam daraft kedua kita harus melihat secara kritis pada rumusan dan sekuen dari pertanyaan. Draft pertama dan kedua berdasarkan pada batasan operasional variabel dan yang telah digambarkan dalam kisi-kisi kuesioner. Kemudian kita meneliti format kuesioner. Akhirnya kita sebaiknya melakukan tes-run atau uji coba untuk memeriksa apakah kuesioner dapat menjaring data kita butuhkan dan apakah baik responden maupun kita kami merasa nyaman dengan kuesioner itu. Biasanya kuesioner akan membutuhkan beberapa adaptasi atau revisi sebelum kita menggunakannya untuk pengumpulan data yang aktual. 1. Isi Kuesioner Menggunakan tujuan dan variabel sebagai titik permulaan. Putuskan pertanyaan apa yang akan diperlukan untuk mengukur atau menentukan variabel dan mencapai tujuan. Ketika mengembangkan kuesioner kita harus mempertimbangkan variabel yang telah dipilih dan jika perlu menambah membuang atau mengubah beberapa. Bahkan kita dapat dapat mengubah beberapa tujuan pada tahap ini. 2. Merumuskan Pertatanyaan

slide 15:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum Merumuskan satu atau lebih pertanyaan yang akan memberikan informasi yang diperlukan untuk setiap variabel. Berhati-hati bahwa pertanyaan adalah spesifik dan tepat dimana responden yang berbeda tidak menafsirkannya secara berbeda. Sebagai contoh pertanyaan seperti: "Kemanakah anggota masyarakat biasanya mencari pengobatan bila mereka sakit" tidak dapat ditanyakan secara umum ini karena setiap responden mungkin memiliki sesuatu yang berbeda dalam pikirannya ketika menjawab pertanyaan ini: • Seorang informan mungkin memikirkan campak dengan komplikasi dan mengatakan dia pergi ke rumah sakit informan lain memikirkan batuk- batuk dan mengatakan membeli obat ke toko obat. • Bahkan jika keduanya memikirkan penyakit yang sama mereka mungkin memiliki derajat keseirusan penyakit yang berbeda dengan demikian jawabannya berbeda. Oleh karena itu pertanyaannya dapat dipecah menjadi bagian-bagian yg berbeda dan membuat membat pertanyaan begitu spesifik yang mana semua informan fokus pada hal yang sama. Misalnya salah satu bisa: ✓ Berkonsentrasi pada penyakit yang telah terjadi dalam keluarga selama 14 hari terakhir dan tanyakan apa yang telah dilakukan untuk mengobati jika penyakit tersebut atau ✓ Berkonsentrasi pada sejumlah penyakit tanyakan penyakitpenyakit kronis atau perjalanan penyakit lama apa saja yang mereka alami 10 bulan terakhir dan apa yang telah dilakukan untuk mengobati setiap penyakit yang muncul. Periksa apakah setiap pertanyaan mengukur satu hal pada satu kali. Misalnya pertanyaan Berapa besar interval akan yag akan Anda dan Suami Anda pilih antara dua kelahiran berturut-turut akan lebih baik dibagi menjadi dua pertanyaan karena suami dan istri mungkin memiliki pendapat yang berbeda tentantng interval yang akan dipilih/lebih disukai. Hindari pertanyaan yang mengarahkan jawaban. Sebuah pertanyaan mengarahkan jika menunjukkan jawaban tertentu. Sebagai contoh pertanyaannya Apakah Anda setuju bila tim dinas kesehatan kabupaten mengunjungi setiap pusat kesehatan masyarakat setaip bulan kemungkinan besar hampir semua

slide 16:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum responden akan menjawab "setuju".Lebih baik pertanyaan dirubah menjadi: "Apakah Anda kira tim dinas kesehatan kabupaten harus mengunjungi setiap pusat kesehatanmasyarakat Jika ya seberapa sering " Kadang-kadang pertanyaan yang mengarahkan jawaban karena mengandaikan kondisi tertentu. Misalnya: "Tindakan apa yang Anda ambil bila anak Anda memiliki diare yang terakhir kali "mengandaikan anak mengalami diare. Serangkaian yang lebih baik pertanyaan berupa: "Apakah anak Anda memiliki diare Jika ya kapan terakhir kali "" Apakah Anda melakukan sesuatu untuk mengobatinya Jika ya apa " Untuk lebih memberikan penjelasan tentang pedoman pembuatan-pertanyaan dalam kuesioner ada juga beberapa hal penting yang harus diperhatikan yaitu sebagai berikut: 1. Hindari penggunaan jargon singkatan bahasa gaul Misalnya : Berapa BBL anak ibu yang terakhir Tukar : Berapa berat badan lahir anak ibu yang terakhir 2. Hindari pertatanyaan yang ambiguitas Misalnya : Apakah Ibu merasa sejahtera Tukar : Apakah ibu makan tiga kali sehari 3. Hindari bahasa yang emosional dan bias prestise keahlian tertentu misalnya ulama dokter guru dsb atau leading question Misalnya : Menurut dokter dapat menimbul kanker paru-paru Apakah Bapak setuju Tukar : Apakah Bapak setuju jika merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru 4. Hindari double-barreled questions Misalnya : Apakah makanan yang Anda makan mengandung protein hewani dan protein nabati Tukar : Apakah makanan yang Anda makan mengandung protein hewani Apakah makanan yang anda makan mengandung protein nabati 5. Hindari pertanyaan di luar kemampuan responden

slide 17:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum Misalnya : Waktu kehamilan Ibu yang lalu berapa kali memeriksakan diri ke Puskesmas Tukar : Dalam satu bulan terakhir ini berapa kali ibu memeriksakan kehamilan Ibu 6. Hindari pertanyaan yang dimulai dengan premis salah Misalnya :Terlalu banyak mengkonsumsi jeroan akan meningkatkan kolesterol apakah Bapak suka jeroan Tukar : Apa pendapat Bapak kalau kita mengkonsumsi Jeroan 7. Hindari future questions Misalnya : Sekarang kehamilan Ibu sudah selelesai karena Ibu sudah melahirkan kalau nanti Ibu hamil lagi berapa kali Ibu akan memeriksakan kehamilan Ibu 8. Hindari double negative questions Misalnya : Apakah Anda tidak mengangggap bahwa merokok tidak akan mengganggu orang lain 9. Hindari kategori jawaban yang non mutually exclusive Misalnya: Berapa penghasilan Bapak saat ini tiap bulan a. Rp 500.00000 b. Rp 500.00000 – Rp 2.00.00000 c. Rp 2.00.000000 – Rp 5.000.00000 3. Mengurutkan Pertanyaan Desainlah jadwal wawancara atau kuesioner menjadi "Ramah konsumen." ✓ Urutan pertanyaan harus logis untuk responden dan memungkinkan sebanyak mungkin untuk diskusi "secara alami" walaupun dalam wawancara yang lebih terstruktur. ✓ Pada awal wawancara pertahankan pertanyaan tentang "latar belakang Variabel" minimal misalnya usia agama pendidikan status perkawinan atau pekerjaan untuk diminimalkan. Jika memungkinkan ditunda sebagian besar atau semua pertanyaan-pertanyaa sampai diakhir wawancara. Responden mungkin enggan untuk memberikan informasi "pribadi" di pada awal wawancara

slide 18:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum ✓ Mulailah dengan pertanyaan yang menarik tetapi non-kontroversial Sebaiknya terbuka yang secara langsung berkaitan dengan subjek penelitian. Jenis permulaa ini akan membantu meningkatkan minat informan dan mengurangi kecurigaan terhadap Tujuan wawancara misalnya Pertanyaan yangaan digunakan untuk memberikan informasi dalam pemungutan pajak. ✓ Tunda pertanyaan yang lebih sensitif selambat mungkindalam wawancara misalnya pertanyaan yang berkaitan dengan pendapatan perilaku seksual atau penyakit dengan stigma yang melekat pada responden dll ✓ Gunakan bahasa sehari-hari yang sederhana. 4. Membuat Format Kuesioner Ketika kita menyelesaikan kuesioner pastikan bahwa: Kita dapat mengemas sebuat kuesioner menjadi suatu instrument yang tidak membosankan tetapi juga menarik. Sebuat kuesioner yang baik meliputi: ✓ Memberikan informasi awal siapa yang melakukan penelitian apa tujuan penelitian dilakukan mengapa responden terpilih dan jaminan kerahasiaan bagi jawaban yang diberikan oleh responden. ✓ Terdapat petunjuk pengisian terutama jika pengumpulan data dilakukan degan “Self-Administreted Questionnaire”pengisian sendiri oleh responden atau “Mail-Administreted Questionnaire” kuesioner dikirim lewat pos ✓ Setiap kuesioner memiliki judul dan ruang untuk memasukkan nomor data dan lokasi wawancara dan jika diperlukan nama informan. kita dapat juga menambahkan nama pewawancara interviewer untuk memudahkan pengontrolan kualitas. ✓ Tata letak seperti pertanyaan yang tergabung bersama muncul bersama- sama secara visual. Jika kuesioner panjang kita dapat menggunakan sub judul untuk kelompok pertanyaan tersebut. ✓ Sediakan Ruangan yang cukup untuk jawaban terbuka.

slide 19:

Diktat Pengantar Biostatistika untuk Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Disususn Oleh Syahrum ✓ Sediakan kotak jawaban coding yang dibuat harus konsisten dan sinkron pada setiap variabel untuk pra-jawaban yang dikategorikan yang ditempatkan secara konsisten pada bagian halaman kuesioner. Kuesioner yang dibuat tidak hanya ramah konsumen tetapi juga ramah pengguna 5. Terjemahan Jika wawancara akan dilakukan dalam satu atau lebih edaan dbahasa setempat kuesioner diterjemahkan ke bahasa setempat bertanya dengan menggunakan bahasa stemepat. Setelah itu jawaban yang diberikan diterjemahkan ke dalam bahasa aslinya. Kemudian kita dapat membandingkan dua versi karena perbedaan- perbedaan dan membuat keputusan mengenai unkapan akhir dari konsep-konsep yang sulit.

authorStream Live Help