pleno DM

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

tugas

Comments

Presentation Transcript

Penatalaksanaan DM:

Penatalaksanaan DM

Non Farmakologis:

Non Farmakologis 1. Edukasi Diabetes tipe 2 umumnya terjadi pada saat pola gaya hidup dan perilaku telah terbentuk dengan mapan . Pemberdayaa penyandang diabetes memerlukan partisipasi aktif pasien , keluarga dan masyarakat . Tim kesehatan mendampingi pasien dalam menuju perubahan perilaku sehat. Untuk mencapai keberhasilan perubahan perilaku, dibutuhkan edukasi yang komprehensif dan upaya peningkatan motivasi. Pengetahuan tentang pemantauan glukosa darah mandiri, tanda dan gejala hipoglikemia serta cara mengatasinya harus diberikan kepada pasien. Pemantauan kadar glukosa darah dapat dilakukan secara mandiri, setelah mendapat pelatihan khusus.

PowerPoint Presentation:

2. Terapi Nutrisi medis Karbohidrat yang dianjurkan sebesar 45­65% total asupan energi. eg : Beras, ubi, singkong, roti, kentang, terigu, sagu Asupan lemak dianjurkan sekitar 20­25% kebutuhan kalori eg : daging sapi Protein Dibutuhkan sebesar 10 – 20% total asupan energi . eg : ayam, ikan, telur Anjuran asupan natrium untuk penyandang diabetes sama dengan anjuran untuk masyarakat umum yaitu tidak lebih dari 3000 mg atau sama dengan 6-7 gram (1 sendok teh) garam dapur Anjuran konsumsi serat adalah ± 25 g/hari.

PowerPoint Presentation:

3. Kebutuhan kalori Jenis Kelamin Kebutuhan kalori pada wanita lebih kecil daripada pria. Kebutuhan kalori wanita sebesar 25 kal/kg BB dan untuk pria sebesar 30 kal/ kg BB. Umur Untuk pasien usia di atas 40 tahun, kebutuhan kalori dikurangi 5% untuk dekade antara 40 dan 59 tahun, di­ kurangi 10% untuk dekade antara 60 dan 69 tahun dan dikurangi 20%, di atas usia 70 tahun. Aktivitas Fisik atau Pekerjaan Kebutuhan kalori dapat ditambah sesuai dengan intensictas aktivitas fisik. Penambahan sejumlah 10% dari kebutuhan basal diberi kan pada kedaaan istirahat, 20% pada pasien dengan aktivitas ringan, 30% dengan aktivitas sedang, dan 50% dengan aktivitas sangat berat.

PowerPoint Presentation:

Berat Badan Bila kegemukan dikurangi sekitar 20­30% tergantung ke pada tingkat kegemukan Bila kurus ditambah sekitar 20­30% sesuai dengan kebu tuhan untuk meningkatkan BB. Untuk tujuan penurunan berat badan jumlah kalori yang diberikan paling sedikit 1000­1200 kkal perhari untuk wanita dan 1200­1600 kkal perhari untuk pria. Makanan sejumlah kalori terhitung dengan komposisi tersebut di atas dibagi dalam 3 porsi besar untuk makan pagi (20%), siang (30%), dan sore (25%), serta 2­3 porsi makanan ringan

PowerPoint Presentation:

4. Latihan jasmani Kegiatan jasmani sehari­hari dan latihan jasmani secara teratur (3­4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit), meru pakan salah satu pilar dalam pengelolaan DM tipe 2.

FARMAKOLOGI:

FARMAKOLOGI OBAT-OBAT ANTIDIABETIK ORAL INSULIN SECRETAGOGUE SULFONILUREA menghambat efluks ion K menurunkan kadar glukagon serum berikatan dengan reseptor di kanal kalium di jaringan selain pankreas Generasi 1. Tolbutamid , Klorpropamid , Tolazamid 2. Gliburid , Glizipid , Glimepirid MEGLITINID Repaglinid ( 0,25 – 4 mg ), sesaat sebelum makan memodulasi pelepasan insulin dari sel B pankreas dengan mengatur efluks Kalium DERIVAT D-FENILALANIN Meteglinid penutupan kanal Kalium yang sensitif ATP

PowerPoint Presentation:

2. BIGUANIDA Metformin menurunkan glukosa , tidak bergantung pada sel B pankreas yang berfungsi 3. TIAZOLIDINEDION Pioglitazon ( 15-30 mg ) Rosiglitazon ( 1 atau 2 x / hari , 4-8 mg ) menurunkan resistensi insulin 4. INHIBITOR ALFA-GLUKOSIDASE Akarbosa , Miglitol menurunkan absorbsi glukosa dari saluran pencernaan

PowerPoint Presentation:

TERAPI INSULIN INSULIN MASA KERJA SINGKAT Lispro , aspart , glulisin , human insulin dikonsumsi segera sebelum makan pengganti insulin pada waktu makan lama kerja 3-5 jam INSULIN MASA KERJA SEDANG lama kerja 5-8 jam dikonsumsi 30-45 menit sebelum makan pengontrolan insulin harian INSULIN MASA KERJA LAMA mencapai kadar insulin pada keadaan basal secara berkesinambungan lama kerja 4-12 jam

Prinsip Penatalaksanaan DM “Five Level Prevention”:

Prinsip Penatalaksanaan DM “Five Level Prevention” Health promotion Specific protection Early diagnostic and prompt treatment Disability limitation Rehabilitation

PowerPoint Presentation:

Health promotion (prepatogenesis) Merupakan promosi atau penyuluhan kesehatan kepada masyarakat agar dapat terhindar dari penyakit DM Specific protection (inkubasi) Diberikan kepada orang-orang yang memiliki resiko penyakit DM

PowerPoint Presentation:

Early diagnostic and prompt treatment (masa penyakit dini) Untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin dan memberi pengobaan setepat mungkin Disability limitation (masa penyakit lanjut) Untuk mencegah terjadinya kecacatan Rehabilitation (masa akhir penyakit) Untuk meningkatkan kualitas hidup pasien meliputi fungsi sosial, ekonomi, dan psikologi

Dalam pengelolaan diabetes dikenal 4 pilar utama pengelolaan yaitu: :

Dalam pengelolaan diabetes dikenal 4 pilar utama pengelolaan yaitu: 1. Penyuluhan (edukasi) Edukasi merupakan bagian integral asuhan perawatan diabetes. Edukasi diabetes adalah pendidikan dan latihan mengenai pengetahuan dan ketrampilan dalam pengelolaan diabetes yang diberikan kepada setiap pasien diabetes.

PowerPoint Presentation:

2. Perencanaan Makanan Karena penting bagi pasien untuk pemeliharaan pola makan yang teratur, maka penatalaksanaan dapat dilakukan dengan perencanaan makanan. 3. Latihan Jasmani Dalam pengelolaan diabetes, latihan jasmani yang teratur memegang peran penting terutama pada DM tipe 2. Manfaat latihan jasmani yang teratur pada diabetes adalah memperbaiki metabolisme atau menormalkan kadar glukosa darah dan lipid darah, meningkatkan kerja insulin, membantu menurunkan berat badan,

PowerPoint Presentation:

4. Obat Hipoglikemik Jika pasien telah melaksanakan program makan dan latihan jasmani teratur, namun pengendalian kadar glukosa darah belum tercapai, perlu ditambahkan obat hipoglikemik baik oral maupun insulin. Obat hipoglikemik oral (OHO) dapat dijumpai dalam bentuk golongan sulfonilurea, golongan biguanida dan inhibitor glukosidase alfa