pemeriksaan neurologi

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

By: mboeloe (23 month(s) ago)

ijin download y... hehe

By: allivstone (25 month(s) ago)

ijin download dunk

Presentation Transcript

Pemeriksaan Neurologi: 

Pemeriksaan Neurologi Yeanita (2009-061-052) Fakultas Kedokteran Atmajaya Rumah Sakit Carolus Jakarta 2010

Slide3: 

Urutan tindakan p’x motorik : 1. Observasi 2. Ketangkasan gerakan Volunter 3. Status otot skeletal 4. Tonus otot 5. Kekuatan otot 6. Gerakan involuntar 7. Fungsi koordinasi

Observasi : 

Observasi

Slide5: 

Normal Trendelenburg

Slide6: 

Waddle gait

Slide7: 

Gaya berjalan Little’s ds Gaya berjalan antalgik

Slide8: 

Parkinson

Slide9: 

Hemiparetik Serebelar

Slide10: 

Steppage gait

Slide11: 

Gerakan Voluntar

Status otot skeletal: 

Status otot skeletal

Slide14: 

Reaksi miotonik  tempat yg diperkusi cekung beberapa detik krn kontraksi otot yg bersangkutan lebih lama

Tonus otot: 

Tonus otot

Slide18: 

Nilai tahanan saat tekuk & luruskan

Slide19: 

Tonus Otot

Slide21: 

Hipotonia  tungkai bawah bergoyang – goyang kian kemari (=bandul) Hipertonia  gerakan hanya 2-3 x,lalu berhenti bergoyang.

Kekuatan otot: 

Kekuatan otot

Slide24: 

Penilaian kekuatan otot : 0 : Tidak ada kontraksi otot 1 : Kontraksi otot (+), gerakan (-) 2 : Gerakan (+), tdk bisa lawan gravitasi 3 : Gerakan (+), bisa lawan gravitasi 4 : Lawan gravitasi, lawan sedikit tahanan 5 : Lawan tahanan maksimum (normal)

Slide27: 

Gerakan Involuntar

Slide28: 

Fungsi Koordinasi

Refleks: 

Refleks Refleks dalam / tendon/ periosteum  jawaban atas perangsangan otot

Refleks Superficial: 

Refleks Superficial

Refleks Superficial: 

Refleks Superficial Refleks superficial lain  refleks kornea, refleks bersin, refleks uvula, refleks gluteal, refleks anal eksterna, refleks plantar

Refleks Dalam: 

Refleks Dalam

Slide36: 

Refleks patella (KPR / Kniepeesrefleks) Stimulus : ketukan pada tendon patella Respons : ekstensi tungkai bawah krn kontraksi m. quadriceps femoris Afferent : n. femoralis (L2-3-4) Efferent : idem Refleks achilles (APR/Achillespeesrefleks) Stimulus : ketukan pada tendon achilles Respons : plantar fleksi kaki krn kontraksi m. gastrocnemius Afferent : n. tibialis ( L5, S1-2) Efferent : idem

Slide37: 

BRACHIORADIALIS BICEPS TRICEPS PATELLAR ACHILLES/PLANTAR DEEP TENDON REFLEXES

Slide38: 

Klonus lutut Stimulus : pegang & dorong os patella ke arah distal Respons : kontraksi reflektorik m.quadriceps femoris selama stimulus berlangsung Klonus kaki Stimulus : dorsofleksi kaki scr maksimal, posisi tungkai fleksi di sendi lutut Respons : kontraksi reflektorik otot betis selama stimulus berlangsung

Refleks Patologis: 

Refleks Patologis (-) pada orang sehat kecuali bayi & anak kecil Tanda lesi UMN Babinski Stimulus : gores telapak kaki bgn lateral Respons : ekstensi ibu jari & pengembangan jari-jari kaki Chaddock Stimulus : gores kulit dorsum pedis bgn lateral / kulit sktr malleolus lateralis Respons : = babinski

Slide40: 

Oppenheim Stimulus : urut crista anterior os tibia dr proksimal ke distal Repons : = babinski Gordon Stimulus : pencet betis scr keras Respons : = babinski Schaffer Stimulus : pencet tendon achilles scr keras Respons : = babinski

Slide41: 

Gonda Stimulus : tekuk (plantarfleksi) maksimal jari kaki keempat Respons : = babinski Stransky Stimulus : tekuk (lateral) maksimal jari kaki kelima Respons : = babinski Rossolimo Stimulus : ketuk pd telapak kaki Respons : fleksi jari2 kaki pada sendi interphalangealnya

Slide42: 

Mendel – Bechterew Stimulus : ketuk dorsum pedis pada daerah os cuboid Respons : = rossolimo Hoffman Stimulus : goresan pada kuku jari tengah Respons : fleksi ibu jari & jari lainnya Trommer Stimulus : colekan pada ujung jari tengah Respons : = hoffman

Slide43: 

Refleks patologis lain : Mayer Leri Wartenberg Grewel pronasi-abduksi

Refleks Primitif: 

Refleks Primitif Sucking refleks Stimulus : sentuhan pada bibir Respons : gerakan bibir, lidah, dan rahang bawah seolah menyusu Snout refleks Stimulus : ketukan pada bibir atas Respons : kontraksi otot sekitar bibir/ bawah hidung

Slide45: 

Graps refleks Stimulus : penekanan / penempatan jari pemeriksa pd tangan pasien Respons : tangan pasien mengepal Palmo mental refleks Stimulus : goresan ujung pena thdp kulit telapak tangan bgn tenar Respons : kontraksi otot mentalis & orbicularis oris ipsilateral

Slide47: 

Jenis p’x sensorik yg sering digunakan : Sensibilitas eksteroseptif / protopatik  nyeri, suhu, raba Sensibilitas propioseptif  perasaan gerak, getar, tekan, sikap Sensibilitas diskriminatif  daya utk memberikan pengenalan scr banding, cth utk mengenal bentuk/ukuran, mengetahui berat benda dsb Sensorik lain  sensibilitas khusus / pancaindra & sensibilitas interoseptif / visceroestesia

Slide48: 

Tujuan p’x sensorik : Menetapkan adanya gangguan sensorik Mengetahui modalitasnya Menetapkan polanya Menyimpulkan jenis & lokais lesi yg mendasari gangguan sensorik

Slide49: 

Perasaan abnormal di permukaan tubuh : Disestesia  perasaan yg berlainan dr rangsang yg diberikan co/ diraba – seolah kesemutan / dibakar Parestesia  peraan abnormal timbul spontan co/ gatal, ditusuk, dingin

Slide50: 

Sensibilitas propioseptif Rasa gerak : kinestesia Rasa sikap : statestesia Rasa getar : palestesia Rasa tekan : barestesia Sensibilitas diskriminatif Stereognosis  kenal bentuk & ukuran (raba) Barognosis  kenal/tahu berat sesuatu Topognosis  kenal tempat yg diraba Gramestesia  kenal angka, aksara & bentuk yg digoreskan di atas kulit Diskriminasi spasial  diskriminasi 2 titik Autotopognosis  kenal setiap titik & daerah tubuh sendiri

Tes untuk raba halus: 

Tes untuk raba halus Alat p’x : kapas Cara p’x : raba permukaan dgn ujung kapas, bandingkan kanan & kiri Daerah lateral < peka dr medial Daerah erotogenik( >peka)  leher, sekitar mammae, genitalia

Tes untuk perasaan termik: 

Tes untuk perasaan termik Alat p’x : - botol/tabung isi air panas : 40-45° C - botol/tabung isi air dingin : 10-15° C Bagian tubuh yg tertutup pakaian > peka Pada orang tua – termohipestesia fisiologis pada tangan & kakinya

Tes untuk nyeri superficial: 

Tes untuk nyeri superficial Alat p’x : jarum bundel / rader Cara p’x : jarum – tusuk pd kulit ps (tajam/tumpul?) rader – gelindingkan ke 2 arah : normal ke defisit sensorik & sebaliknya

Tes untuk rasa sikap: 

Tes untuk rasa sikap Alat p’x : bagian tubuh pasien sendiri Cara p’x : Mata pasien tertutup tempatkan salah satu lengan/tungkai pasien pd posisi tertentu, suruh pasien untuk menempatkan lengan/tungkai lainnya dlm posisis yg sama Perintahkan sentuh ujung jari telunjuk kanan, ujung jari kelingking kiri dsb

Tes untuk rasa gerak: 

Tes untuk rasa gerak Gerak pasif Alat p’x : bagian tubuh pasien sendiri Cara p’x : Pegang ujung jari jempol kaki pasien, gerakkan ke atas-bawah/kanan-kiri Minta pasien memberitahukan apakah jari digerakkan ke atas-bawah/kanan-kiri

Tes untuk rasa getar: 

Tes untuk rasa getar Alat p’x : garpu tala (128 Hz) Cara p’x : Letakkan ‘kaki’ garpu tala yg telah digetarkan pada anggota gerak , tanyakan perasaan yg dialami pasien Gangguan getar di tungkai dulu, perlahan menjalar ke ke2 lengan – khas pd tabes dorsalis Gangguan getar lbh jelas di perifer drpd bgn proksimal – lesi di perifer Gangguan getar tidak banyak menunjukkan beda pd bgn distal & proksimal – lesi medula spinalis

Tes untuk diskriminatif: 

Tes untuk diskriminatif Perasaan stereognosis identifikasi benda dgn mata tertutup Perasaan diskriminasi 2 titik  alat : Gordon Holmes (2jarum bundel)  tusuk 2 tempat pd saat yg sama, apakah pasien sadar akan 2 tusukan tsbt Jarak stimulasi : lidah : 1mm ujung jari tangan : 2-7mm jari kaki : 3-8mm telapak tangan : 8-12mm dorsum manus : 20-30mm dada, lengan/tungkai bawah : 40mm punggung, lengan atas, paha : 70mm

Tes untuk diskriminatif: 

Tes untuk diskriminatif Perasaan gramestesia mengenal angka yg digoreskan di atas kulitnya Perasaan barognosia mengenal berat suatu benda Perasaan topognosis mengenal tempat pda tubuhnya yg dientuh pemeriksa