POLA-POLA HEREDITAS

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

Pola pola hereditas kelas 12 smester 1

Comments

Presentation Transcript

POLA-POLA HEREDITAS WIDYA SAFITRI 1201145104:

POLA-POLA HEREDITAS WIDYA SAFITRI 1201145104 www.themegallery.com

PowerPoint Presentation:

Pada tahun 1902, Theodor Boveri ( Jerman ) dan Walter S. Sutton ( Amerika ), secara terpisah , meneliti tingkah laku gen dan kromosom . Kemudia mereka mengusulkan teori-teori sebagai berikut . Kromosom dan faktor-faktor yang diturunkan terdapat secara berpasangan di dalam sel diploid. Kromosom dan alel dari setiap pasangan memisah pada waktu meiosis sehingga sel gamet memiliki setengah dari jumlah total kromosom dan alel . Kromosom homolog dan alel-alel dari setiap pasangan memisah secara bebas sehingga sel-sel gamet mengandung semua kombinasi yang mungkin terjadi . Fertilisasi mengembalikan jumlah kromosom menjadi diploid pada zigot .

A. HUKUM MENDEL:

A. HUKUM MENDEL Penyilangan dapat dikontrol karena bunga kacang polong memiliki struktur khusus Helaian mahkota bunga melindungi tangkai sari sehingga penyerbukan silang dapat dihindari Benang sari yang beluim matang dapat segera dibuang untuk mengindari penyerbukan sendiri 4 1 2 3 Mendel memulai penelitiannya dengan menanam dan menyilangkan kacang polong ( Pisum Sativum ). Mendel, yang telah memahami prinsip-prinsip penyilangan tanaman , memilih kacang polong karena memiliki beberapa karakter yang menguntungkan , antara lain, sebagai berikut : Kacang polong terdapat dalam beberapa varietas yang mudah dibedakan

PowerPoint Presentation:

Generasi induk disebut tetua atau parental (P), sedangkan generasi keturunan pertama yang dihasilkan disebut generasi F11 (filial pertama ). Karakter yang mendominasi disebut karakter dominan , sedangkan yang tertutupi disebut karakter resesif . Mendel menyimpulkan bahwa sifat herediter diatur oleh faktor-faktor partikel (gen) yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya .

1. Hukum Mendel I : Segregasi:

1. Hukum Mendel I : Segregasi Mendel menyimpulkan bahwa tiap-tiap sel kelamin ( gamet ) hanya membawa satu alel untuk setiap sifat . Pada waktu pembentukan gamet , setiap alel berpisah ( bersegregasi ) dari pasangannya dan menuju gamet yang berbeda . Fenomena ini disebut sebagai hokum Mendel I atau hokum segregasi .

PowerPoint Presentation:

Segregasi dalam penyilangan kacang polong berbiji bulat dengan kacang polong berbiji keriput : Tetua BB X bb F1 B X b Gamet Bb X Bb F2 BB, Bb, Bb, bb Rasio genotype 1BB : 2Bb : 1bb Rasio fenotipe 3 bulat : I keriput

Hokum Mendel II : Pemisahan dan Pengelompokan secara bebas :

Hokum Mendel II : Pemisahan dan Pengelompokan secara bebas P BBKK X bbkk ( bulat kuning ) ( keriput hijau ) Gamet B, K b, k F1 BbKk BbKk ( bulat kuning ) ( bulat kuning ) Gamet BK, bk BK,Bk Bk , BK Bk , bk

PowerPoint Presentation:

gamet BK Bk bK Bk BK BBKK BBKk BbKk BbKk Bk BBKk BBkk BbKk Bbkk bK BbKK BbKk BbKK bbKk Bk BbKk Bbkk BbKk Bbkk F2 Rasio fenotipe : 9 bulat kuning , 3 bulat hijau , 3 keriput kuning , 1 keriput hijau

PowerPoint Presentation:

Dari percobaan tersebut , Mendel menyimpulkan bahwa segregasi dari pasangan alel yang menentukan suatu sifat tidak berpengaruh terhadap segregasi pasangan alel yang menentukan sifat lain. Dengan kata lain, alel-alel untuk karakter yang berbeda bersegregasi secara bebas . Kesimpulan ini melahirkan hokum Mendel yang kedua , yaitu pemisahan dan pengelompokan secara bebas ( indeoendent assortment)

B. Jenis Persilangan:

B. Jenis Persilangan Text in here 1. Persilangan Uji (test cross) 2. kodominan , semidominan , dan gen letal 3. Persilangan polihibrida

C. PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL:

C. PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL Epistasis dominan ( rasio 12 : 3 : 1) Epistasis resesif atau kriptomeri ( rasio 9 : 3 : 3) Epistasis dominan-duplikatif atau polimeri ( rasio 15 : 1) Epistasis resesif-duplikatif ( rasio 9 : 7) Epistasis dominan-resesif ( rasio 13 : 3)

D. Pertautan dan Pindah Silang:

D. Pertautan dan Pindah Silang Pertautan (linkage) Pertautan seks Pola pewarisan gen terpaut seks 2. Pindah Silang

E. Gagal Berpisah:

E. Gagal Berpisah Gagal berpisah , umumnya terjadi pada pembelahan meiosis I, namun juga terjadi pada pembelahan meiosis II. Selain pada meiosis, gagal berpisah juga dapat terjadi pada pembelahan mitosis. Gagal berpisah pada mitosis menyebabkan terjadinya jaringan mosaic, artinya jaringan memiliki jumlah kromosom yang noermal serta tidak normal atau aneuploidi .

F. Penentuan Jenis Kelamin:

F. Penentuan Jenis Kelamin Sebagian besar organisme memiliki dua fenotipe seksual , yaitu jantan dan betina . Pada spesies-spesies organisme tersebut , betina menghasilkan gamet betina ( sel telur ) dan jantan menghasilkan gamet jantan ( sel sperma ). Mekanisme pengendalian genetika Mekanisme pengendalian lingkungan

G. Herediter pada Manusia:

G. Herediter pada Manusia Pola-pola herediter juga berlaku pada manusia , tetapi para ahli genetika menemui banyak hambatan dalam mempelajari pola-pola pewarisan sifat pada manusia . Antara lain: Waktu generasi manusia relative lama, yaitu sekitar 20 tahun Manusia menghasilkan keturunan dalam jumlah yang relative kecil atau sedikit Percobaan yang melibatkan persilangan atau perkawinan yang diatur tidak mungkin dilakukan

Pola pewarisan penyakit terpaut kromosom tubuh (autosom):

Pola pewarisan penyakit terpaut kromosom tubuh ( autosom ) Autosomal dominance Contoh sifat autosomal dominance pada manusia adalah polidaktili ( kelebihan jumlah jari tangan atau kaki), akondroplasia ( kerdil atau cebol )neurofibromatosis ( penyakit manusia gajah ), dan penyakit Huntington. Autosomal recessive Kelainan yang bersifat autosomal pada manusia , diantaranya , adalah albino ( ketiadaan pigmen melanin), anemia sel sabit (sickle-cell anemia), sistik fibrosis, feniketonuria (PKU).

Pola pewarisan penyakit terpaut kromosom seks (gonosom) :

Pola pewarisan penyakit terpaut kromosom seks ( gonosom ) Sifat atau penyakit tersebut lebih banyak diderita oleh pria daripada wanita . Wanita hanya akan memperlihatkan sifat tersebut dalam kondisi homozigot resesif , sedangkan pria dapat memperlihatkan kelainan tersebut 2. Umumnya , anak-anak dari penderita pria tidak ada yang menunjukkan sifat tersebut , tetapi semua anak perempuannya akan bertindak sebagai pembawa Umumnya , istilah sifat terpaut seks mengacu pada sifat yang trpaut pada kromosom X. contoh penyakit terpaut X yang bersifat resesif adalah hemophilia, buta warna , dan distrofi otot Duchenne . Gen terpaut X yang bersifat resesif dapat diketahui dari silsilah keluarga dengan memerhatikan hal-hal sebagai berikut : 3. Tidak satu pun anak laki-laki dari penderita pria akan mewarisi gen tersebut sehingga mereka dan keturunannya dapat terbebas dari sifat tersebut

Pola pewarisan golongan darah :

Pola pewarisan golongan darah System golongan darah ABO System golonfan darah MN System rhesus

H. Mekanisme Perbaikan Mutu Genetika:

H. Mekanisme Perbaikan Mutu Genetika Seleksi Hibridisasi Mutasi buatan

Thank You!:

Thank You! www.themegallery.com

authorStream Live Help