SISTEM EKSKRESI 2 (Bio ICT)

Views:
 
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

By: amelalfir (24 month(s) ago)

izin download ya kakaknya :)

By: rhianz (27 month(s) ago)

kak... izin download dong... coz buat tugas nie... pliss...

By: ahmedyuhandi (29 month(s) ago)

izin download ya untuk tugas :)

By: sarindra (30 month(s) ago)

izin download ntk tgs yc :)

By: ritawp (30 month(s) ago)

izin download ya :)

See all

Presentation Transcript

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA DAN HEWANOLEH :WIDIA MIZA AYU RIZKIBIOLOGI, II DUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR HAMKA : 

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA DAN HEWANOLEH :WIDIA MIZA AYU RIZKIBIOLOGI, II DUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR HAMKA

SISTEM EKSKRESI : 

SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA 1 2 SISTEM EKSKRESI

Sistem Ekskresi pada Hewan Invertebrata : 

Sistem Ekskresi pada Hewan Invertebrata Title in here

EKSKRESI PADA CACING PIPIH : 

EKSKRESI PADA CACING PIPIH Platyhelminthes Cacing pipih memiliki alat pengeluaran zat-zat sisa berupa protonefridium yang mengandung sel api berflagel (flame cell). Flagel pada sel api berperan untuk menggerakan air agar masuk ke dalam sel api. Air akan dikeluarkan kembali melalui lubang nefridiofor. Title in here Title in here Title in here Title in here Title in here BACK

EKSKRESI PADA CACING TANAH : 

EKSKRESI PADA CACING TANAH Alat ekskresi pada cacing tanah berupa sepasang metanefridium yang terdapat pada setiap segmen tubuhnya, kecuali pada segmen tiga terakhir. Metanefridium memiliki dua lubang, nefrostom merupakan ujung yang terdapat dalam segmn, terbuka, dan berbentuk corong bersilia, sedangkan ujung lainnya yang bermuara keluar tubuh disebut nefridiofor. BACK

EKSKRESI PADA BELALANG (Insekta) : 

EKSKRESI PADA BELALANG (Insekta) Pada belalang, terdapat organ ekskresi yang disebut pembuluh malpighi. Pembuluh malpighi merupakan penjuluran usus. Pembuluh tersebut menimbun buangan nitrogen, garam-garam, dan air yang berasal dari cairan soelom. Garam-garam dan air diserap kembali melalui epitel rektum, sedangkan buangan nitrogen kering dikeluarkan bersama feses. next

SISTEM EKSKRESI HEWAN VERTEBRATA : 

SISTEM EKSKRESI IKAN SISTEM EKSKRESI AMFIBI SISTEM EKSKRESI REPTIL SISTEM EKSKRESI BURUNG (AVES) SISTEM EKSKRESI HEWAN VERTEBRATA

EKSKRESI PADA IKAN : 

EKSKRESI PADA IKAN Ikan merupakan hewan vertebrata yang kedudukannya paling rendah dibandingkan dengan hewan vertebrata lainnya. Alat pengeluaran utama pada ikan yaitu ginjal dan suatu lubang pengeluaran yang disebut urogenital. back

EKSKRESI PADA AMFIBI : 

EKSKRESI PADA AMFIBI Salah satu hewan yang sering digunakan untuk mempelajari sistem ekskresi pada Amfibi adalah katak. Alat ekskresi pada katak terdiri atas ginjal, paru-paru, dan kulit. Saluran zat-zat sisa hasil metabolisme akan dikeluarkan melalui kloaka. back

EKSKRESI PADA REPTIL : 

EKSKRESI PADA REPTIL Sistem ekskresi pada Reptil (kadal) memiliki alat-alat pengeluaran berupa ginjal, paru-paru, kulit dan kloaka. Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme dari dalam tubuh hewan reptil. back

EKSKRESI PADA BURUNG (AVES) : 

EKSKRESI PADA BURUNG (AVES) Burung memiliki alat pengeluaran berupa ginjal, usus, dan saluran pembuangan yang bermuara pada kloaka. Zat-zat sisa hasil metabolisme nitrogen berupa asam urat yang berasal dari ginjal dikeluarkan melalui kloaka. back

Sistem ekskresi pada manusia : 

Sistem ekskresi pada manusia 4.ginjal 2.Paru-paru 3.hati 1.kulit

Ginjal : 

Ginjal Manusia memiliki dua buah ginjal yang terletak dibelakang rongga perut sebelah kiri dan kanan dari tulang belakang. Ginjal berperan dalam proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dalam bentuk urine. Unit fungsional dari ginjal adalah nefron. Setiap ginjal terdiri dari sekitar satu juta nefron yang sebagian besar terdapat di daerah korteks. Nefron terdiri atas tubulus renailis dan pembuluh-pembuluh darah. Bagian ujung tubulus renalis yang menerima filtrat dari darah membentuk cawan yang dinamakan kapsul Bowman. Di dalam kapsul Bowman terdapat kapiler-kapiler halus yang disebut glomerulus. Ukurannya kira-kira 11x 6x 3 cm. Beratnya antara 120-170 gram. Struktur ginjal terdiri dari: kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula) dan rongga ginjal (pelvis). Intip kesebelah yukz!!

Struktur Ginjal : 

Struktur Ginjal Ginjal Ureter Kantung kemih Nefron Korteks Medula Pelvis Piala ginjal Lengkung Henle Saluran penampung Tubulus kontortus Saluran naik Tubulus distal Glomerulus Kapsula Bowman Korteks Medula next

Proses pembentukan urin : 

Proses pembentukan urin Penyaringan (Filtrasi) Penyerapan kembali (Reabsorbsi) Augmentasi

Penyaringan (filtrasi) : 

Penyaringan (filtrasi) Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan. Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer, mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya back

Penyerapan kembali (reabsorbsi) : 

Penyerapan kembali (reabsorbsi) Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya urea. back

augmentasi : 

augmentasi Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal.Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra. Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin. Nyebrang nyok!!

Gangguan dan kelainan ginjal : 

Gangguan dan kelainan ginjal Gagal ginjal dan uremia Nefritis Diabetes insipidus Diabetes melitus Albuminaria Kencing batu Keadaan ginjal penderita uremia Lokasi dapat ditemukannya batu ginjal next

Paru - paru : 

Paru - paru Selain sebagai organ respirasi, paru-paru juga berfungsi sebagai organ ekskresi. Paru-paru mengeluarkan karbondioksida dan uap air sebagai sisa metabolisme. Karbondioksida dan uap air sisa metabolisme dibawa oleh darah dan dikeluarkan secara difusi di aveolus. next

Paru-paru dan bagiannya : 

Paru-paru dan bagiannya Kembali lg yukz!!

hati : 

hati Hati dan bagian - bagiannya back

hati : 

hati Hati termasuk ke dalam organ ekskresi karena fungsinya mendukung kerja ginjal. Hati berfungsi mengubah amonia yang bersifat racun bagi tubuh menjadi urea. Urea kemudian dialirkan melalui pembuluh darah menuju ginjal untuk diekskresi. Hati menghasilkan empedu yang kemudian disimpan di dalam kantong empedu. Zat warna empedu memberikan warna kekuningan pada urin. next

kulit : 

kulit Kulit mengeluarkan keringat karena mempunyai kelenjar keringat (glandula sudorifera). Keringat mengandung air, garam, dan sedikit larutan urea. Keringat kemudian dikeluarkan melalui pori-pori yang ada di permukaan kulit. Kulit terdiri atas lapisan luar (epidermis) dan lapisan dalam (dermis). next

Kulit dan bagian-bagiannya : 

Kulit dan bagian-bagiannya back

Thanks for your attention : 

Created by : Widia Miza Ayu Rizki Dya_ruL@yahoo.com Thanks for your attention