Administrasi Psikotes 3

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Be an excellence administrator in psychological Te

Comments

Presentation Transcript

Tes Kepribadian:

Tes Kepribadian www.humanikaconsulting.com

Mari Mengingat Sejenak…:

Mari Mengingat Sejenak … Apa itu kepribadian ? Apa saja teori kepribadian yang anda tahu ? Psikodinamika ? Behavioris ? Humanis ? Tes Kepribadian apa saja yang anda tahu ?

Kraeplin Test:

Kraeplin Test Emil Kraepelin

Profil Tes:

Profil Tes Speed test Individual dan Group test Paper-and-pencil test Personality test

Latar Belakang:

Latar Belakang Disusun oleh Emil Kraeplin pada tahun 1930-an. Awalnya digunakan untuk mendiagnosis gelombang otak ( epilepsi ). Banyak digunakan untuk mendiagnosis sikap kerja , seperti kecepatan , ketelitian , stabilitas emosi , motivasi , dan daya tahan terhadap stres .

Peralatan:

Peralatan Lembar Kraeplin Pensil (HB / 2B tidak masalah ) Penggarisan Stopwatch

Instruksi:

Instruksi Anda akan menemukan deretan bilangan dalam terbagi dalam lajur-lajur . Tugas anda adalah menjumlahkan antara SATU bilangan dengan SATU bilangan lain yang tepat berada di atasnya . Mulailah dari bilangan paling bawah , dan dari lajur paling sebelah kiri . Setiap saya katakan PINDAH, maka anda harus menghentikan kerja anda di satu lajur . Segera pindahlah ke lajur di sebelah kanannya . Dan begitu seterusnya sampai saya katakan selesai .

Instruksi:

Instruksi Katakan pada peserta untuk MENCORET jawaban bila melakukan kesalahan . Hindari menghapus jawaban karena memakan waktu . Jangan lupa : BERI CONTOH DI PAPAN TULIS. Waktu perlajur adalah 30 detik ( peserta tidak diberi tahu ). Setelah 30 detik , katakan PINDAH ( atau beri ketukan keras ). Selalu kerjakan sebanyak 41 lajur . Lajur terakhir adalah cadangan seandainya terdapat parit .

Perhatian !!!:

Perhatian !!! Pada menit-menit awal , observasi seluruh peserta karena mereka sering salah dalam memahami instruksi Kraeplin . Bila peserta salah mengerjakan , segera ambil lembar Kraeplin miliknya . Berikan ia kesempatan untuk Kraeplin lagi setelah semuanya selesai .

Skoring – 1 (Kualitatif):

Skoring – 1 ( Kualitatif ) Buka lembar Kraeplin dan perhatikan dengan seksama , apakah semua dikerjakan dengan sempurna . Periksa juga seberapa banyak terdapat koreksi , lubang ( tidak dijumlahkan ), atau adanya “ kudeta ” ( tidak ada puncak , dll .) Bila ada parit , berikan tanda . Lalu , anggap parit tersebut tidak ada dan kerjakan skoring dengan memanfaatkan sisa lajur yang ada .

Skoring – 2 (Kecepatan):

Skoring – 2 ( Kecepatan ) Carilah puncak tertinggi dan puncak terendah . Lalu , cari titik setimbang dari dua puncak tersebut . Hitung ada berapa hitungan yang berhasil dikerjakan melampaui garis timbang . Lalu , hitung ada berapa hitungan yang berada di bawah garis timbang .

Skoring – 2 (Kecepatan):

Skoring – 2 ( Kecepatan ) Lalu , hitung kecepatan dengan rumus : Dengan demikian , dapat diketahui berapa banyak hitungan yang bisa dikerjakan dalam waktu 1 menit . V = 2 X { Garis Timbang + ( Atas – Bawah )/40}

Skoring 3 – Ketelitian :

Skoring 3 – Ketelitian Ada 15 lajur yang harus diperiksa untuk memastikan ketelitian . 15 lajur tersebut terbagi atas 5 lajur di kiri , 5 lajur di tengah , dan 5 lajur di kanan ( lihat tanda garis di bagian atas lembaran ). Periksa setiap penjumlahan yang mereka lakukan . Semakin banyak kesalahan / lubang , berarti semakin tidak teliti dan kurang toleran terhadap stres .

Edward’s Personal Preference Schedule:

Edward’s Personal Preference Schedule Allen R. Edwards (1959)

Profil Tes:

Profil Tes Individual dan group test Paper-and-pencil test Power test Personality test

Latar Belakang:

Latar Belakang Dibuat berdasarkan teori needs yang dikemukakan Henry Murray. Tinggi / rendahnya suatu need menyebabkan seseorang memiliki kepribadian tertentu . Terdapat 15 needs yang diukur dalam EPPS. Terdiri atas 210 soal yang berbentuk forced-choice items . Terdapat 15 pertanyaan konsistensi yang berfungsi sebagai skala validitas .

Daftar Needs:

Daftar Needs Need for Achievement Kebutuhan untuk mencapai prestasi . Need for Deference Mendengarkan masukan dari orang lain. Untuk mengikuti orang lain. Need for Order Berada dalam kondisi teratur . Need for Exhibition Menjadi pusat perhatian orang lain. Need for Autonomy Memegang kendali . Mengerjakan sesuatu secara mandiri .

Daftar Needs:

Daftar Needs Need for Affiliation Menjalin relasi sosial dengan orang lain. Need for Intraception Berintrospeksi . Need for Succorance Mendapat dukungan emosional dari orang lain. Need for Dominance Mempengaruhi orang lain. Need for Abasement Terlibat dalam perasaan orang lain.

Daftar Needs:

Daftar Needs Need for Nurturance Memberi simpati / perhatian kepada orang lain. Need for Change Berada dalam situasi yang berubah-ubah / dinamis Need for Endurance Mengerjakan hal-hal rutin / bekerja keras Need for Heterosexuality Terlibat secara aktif dengan lawan jenis Need for Aggression Melakukan tindakan .

Instruksi:

Instruksi Di dalam buku ini , terdapat 225 soal . Pada setiap soal , anda akan menemukan sepasang pernyataan , yaitu A dan B. Pilihlah salah satu dari dua pilihan tersebut , YANG bunyinya PALING SESUAI dengan kondisi diri anda , dengan memberikan tanda silang pada lembar jawaban . Anda HARUS memilih salah satu . Tidak boleh ada yang dikosongkan atau dipilih keduanya .

Perhatian !!!:

Perhatian !!! Biasanya bisa diselesaikan dalam waktu 30 – 45 menit . Kadang , ada peserta yang sangat lambat dalam mengerjakannya . Antisipasi hal tersebut dengan mengatakan DI AWAL TES bahwa jawaban tidak perlu dipikirkan terlalu dalam . Berikan jawaban pada pikiran pertama yang muncul .

Skoring 1 – Skala Validitas:

Skoring 1 – Skala Validitas Skala validitas adalah 15 pasang pertanyaan yang memiliki bunyi yang sama . Periksa apakah peserta memberikan jawaban yang sama pada setiap pasangnya . Bila pernyataan yang dijawab konsisten berjumlah KURANG DARI 10, maka lembar sebaiknya tidak diinterpretasi karena ada kemungkinan peserta asal mengerjakan .

Skoring 2:

Skoring 2 PERTAMA, hitung jawaban secara horisontal . Untuk langkah pertama , hitung berapa banyak jawaban A yang disilang . Tuliskan jumlahnya di bawah kolom “r” (row). KEDUA, hitung jawaban secara vertikal . Hitung berapa banyak jawaban B yang disilang . Tulis jumlahnya di bawah kolom “c” (column). Kolom tersusun secara urut . Kolom paling kiri adalah untuk ACH, sebelah kanannya adalah DEF, hingga yang paling kanan adalah AGG.

Skoring 2:

Skoring 2 Lalu , jumlahkan total antara kolom “r” dan kolom “c”. Tulis di bawah kolom “ r+c ”. Jumlah total dari r+c harus 210. Jika tidak sesuai , maka ada kemungkinan salah hitung atau peserta tidak menjawab dengan lengkap . Lalu , gunakan norma untuk mendapat standard score “ r+c ”. Dengan demikian , tes bisa diinterpretasi . Ada pula yang menginterpretasi langsung dari raw score “ r+c ” (EPPS bersifat ipsative ).

Interpretasi:

Interpretasi Walau sudah ada dimensi yang jelas , jangan menginterpretasi EPPS hanya dari dimensi yang tertera saja . Hal ini disebabkan ke-15 needs tersebut saling berkaitan . Tiap dimensi tidak bisa diinterpretasi secara mandiri .

Draw A Person:

Draw A Person Karen Machover (1949)

Latar Belakang:

Latar Belakang Awalnya , dipakai Goodenough untuk melihat potensi kecerdasan anak . Machover mengembangkannya menjadi tes kepribadian dengan mengamati 1000 gambar orang dewasa . Tes ini sangat praktis . Di USA, tes ini merupakan satu dari 10 tes yang paling banyak digunakan . Awalnya digunakan untuk setting klinis . Hasil temuan validitas dan reliabilitasnya tidak konsisten .

Landasan Teoretis:

Landasan Teoretis Psikodinamika dari Sigmund Freud Setiap perilaku manusia adalah ekspresi dari kepribadiannya . Terdapat makna simbolik dari gambar yang bisa membawa pada interpretasi tentang kepribadian .

Peralatan:

Peralatan Kertas HVS ukuran A4 Pensil HB Penghapus

Instruksi:

Instruksi Asli  Tolong gambarkan manusia Untuk industri  gambarkan manusia secara utuh . Setelah itu , buatlah sebuah cerita tentang figur yang anda gambar tersebut . Cantumkan pula 3 kelebihan dan 3 kekurangan dari figur yang anda gambar tersebut .

Interpretasi:

Interpretasi Sangat disarankan untuk berlatih sebanyak-banyaknya secara informal sebelum terjun secara profesional karena interpretasi tes ini seringkali sangat subyektif . Selalu lihat KESAN UMUM lebih dahulu . Baru masuk ke FORMAL-STRUKTURAL ( cara menggambar ) Lalu , masuk ke CONTENT ( apa yang digambar ) Perhatikan hal-hal menonjol dari gambar . Tidak perlu menginterpretasi seluruh content. Don’t go too far!!!

Daftar Pustaka:

Daftar Pustaka Cohen, R. J. & Swerdlik , M. E. (1996) Psychological Testing and Assessment: An Introduction to Tests and Measurement. London: Mayfield Publ. Co. Gregory, R. J. (2007) Psychological Testing: History, Principles, and Applications 5 th Ed. Boston: Pearson Education Inc. Kaplan, R. M. & Saccuzzo , D. P. (2005) Psychological Testing: Principles, Applications, and Issues. Australia: Thomson Wadsworth. Manual TKD. Depok : LPSP3-UI.

PowerPoint Presentation:

Harmony of 1nd ONE sia -Karapan Sapi, Madura-