logging in or signing up training for trainer wicaksana Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 829 Category: Business & Fin.. License: All Rights Reserved Like it (0) Dislike it (0) Added: May 20, 2011 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description "one of modules from humanika consulting training" Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript Training For Trainers Module : Training For Trainers Module www.humanikaconsulting.com Modul 1Prinsip-Prinsip Belajar : Modul 1Prinsip-Prinsip Belajar Sasaran Modul : Sasaran Modul Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda akan mampu menjelaskan: Esensi proses belajar Karakteristik belajar orang dewasa Teori-teori yang digunakan sebagai dasar pelatihan orang dewasa Proses mengubah perilaku orang dewasa Training? : Training? Kenapa Training Menarik? Apa bedanya dengan belajar biasa? Bagaimana membuat training yang menarik? Teori Belajar Yang Digunakan : Teori Belajar Yang Digunakan Teori Andragogi Teori Reinforcement Teori Perubahan perilaku Andragogi : Andragogi “ Belajar dengan Cara Orang Dewasa “ Belajar Anak = Dewasa ? : Belajar Anak = Dewasa ? .Proses belajarnya tergantung pada orang lain. .Berharap mendapat jawaban dari orang lain atas pertanyaan yang muncul dalam benaknya. .Ingin diberi tahu apa yang perlu mereka lakukan .Mampu mandiri dalam belajar dan tidak ingin dipaksa. .Berharap mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan pengalaman sendiri. .Melakukan sesuatu berdasarkan apa yang ingin mereka ketahui. Hambatan Orang Dewasa Belajar: : Hambatan Orang Dewasa Belajar: Pengalaman masa lalu Tidak percaya diri Tidak termotivasi Takut gagal Tidak tertarik Takut perubahan Salah teknik pendekatan Orang Dewasa Belajar Jika: : Orang Dewasa Belajar Jika: Merasa butuh / ingin Memiliki kontrol atas proses belajar Pengalaman mereka dihargai dan digunakan Seimbang antara teori dan praktek Contoh yang digunakan realistis Tidak ada ketakutan dikritik atau dicela Kesalahan dan ekspresi bebas dipandang sebagai kesempatan belajar Andragogi : Andragogi Problem-centered daripada content-centered kebebasan utk partisipasi aktif mengemukakan pengalamannya dalam proses belajar Situasi belajar harus kolaboratif experiencial learning, tidak semata-mata transfer pengetahuan. Reinforcement : Reinforcement Perilaku yang punya konsekuensi positif cenderung dipertahankan Perilaku yang punya konsekuensi negatif akan menghilang Trainer = Fasilitator : Trainer = Fasilitator Tugas: memfasilitasi peserta untuk mendapatkan pemahaman melalui keterlibatan dalam pengalaman baru. Fasilitator harus : : Fasilitator harus : open-minded pendengar yg baik menerima ide, pemikiran, dan alternatif jawaban membina hubungan intra-personal menerima feed-back dan kritik dari peserta Menghindari komentar-komentar verbal yang negatif atas ide, usulan, jawaban, komentar, dan kritik dan disampaikan oleh peserta. Proses Perubahan Perilaku (Kurt Lewin) : Proses Perubahan Perilaku (Kurt Lewin) Un Freezing Menggoyahkan Keyakinan Lama Moving Menunjukkan Model Ideal Refreezing Menerapkan & penguatan Proses Perubahan Perilaku : Proses Perubahan Perilaku UN-FREEZING Asumsi, persepsi, keyakinan, dan perilaku lama digoyahkan Harus “menyentuh afeksi” Dengan structured experience dan student centered mengiyakan, mengangguk, dahi berkerut, bertanya MOVING Perlihatkan perilaku yang diharapkan (model ideal) Peserta diajak mencobakan beberapa ciri dari model ideal RE-FREEZING Mencocokkan pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan baru dengan situasi nyata Memberikan reinfocement atas perilaku yang sesuai Daur Belajar Kolb : Daur Belajar Kolb Concrete Experience Reflective Observation Abstract Conceptual Active Experimentation Modul 2Tahapan Kerja Trainer : Modul 2Tahapan Kerja Trainer Sasaran Modul : Sasaran Modul Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: Tahapan kerja trainer Aktivitas tugas trainer dalam melakukan analisa kebutuhan pelatihan Aktivitas tugas trainer dalam mendesain program pelatihan Aktivitas tugas trainer dalam menjalankan program pelatihan Aktivitas tugas trainer dalam mengevaluasi program pelatihan Tahapan Kerja Trainer : Tahapan Kerja Trainer Melakukan analisa kebutuhan Mendesain program pelatihan Meng-conduct program pelatihan Mengevaluasi efektivitas program Analisa Kebutuhan : Analisa Kebutuhan ‘Membaca’ adanya kebutuhan Mengkonsultasikan dengan klien Mendefinisikan simptom/masalah Mendesain metode pengumpulan data Mengumpulkan data Menganalisa data Mendesain Program : Mendesain Program Menentukan subyek pelatihan Menentukan sasaran (objective) Berdiskusi dengan ahli tentang subyek yang telah ditentukan Dapatkan deskripsi calon peserta Identifikasi pokok-pokok bahasan dalam pelatihan Menstrukturkan bahan pelatihan Menentukan strategi pelatihan Mendesain Program : Mendesain Program Membuat bahan pegangan siswa dan fasilitator Siapkan bahan atau alat bantu visual Minta pendapat dengan para fasilitator Uji bahan dalam pelatihan sesungguhnya Revisi bahan Kokohkan penggunaan bahan Meng-conduct Program : Meng-conduct Program Memberikan pre-test kepada peserta Conduct training session Mengukur kemajuan belajar Mengevaluasi Program : Mengevaluasi Program End-of course evaluation dan action plan Debriefing Line Manager Melakukan review atas evaluasi pelatihan Melakukan evaluasi medium / long term Kompetensi yang Dibutuhkan : Kompetensi yang Dibutuhkan Memahami perkembangan yang terjadi dalam organisasi / perusahaan Peka terhadap pengembangan kompetensi karyawan / anggota organisasi Mampu menggali informasi dengan akurat Mampu berfikir logis- analitis dan menemukan sumber penyebab dari gejala yang muncul Memahami prinsip-prinsip perubahan perilaku Kompetensi yang Dibutuhkan : Mampu menciptakan situasi belajar yang memancing keterlibatan peserta Peka terhadap orang lain, open-minded, dan tidak takut menerima kritik Memahami kelebihan dan kekurangannya dalam menyampaikan materi pelatihan Kesiapan diri untuk berusaha mengembangkan orang lain. Kompetensi yang Dibutuhkan Modul 3Melakukan Analisa Kebutuhan : Modul 3Melakukan Analisa Kebutuhan Sasaran Modul : Sasaran Modul Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: Tujuan melakukan analisa kebutuhan Tingkatan analisa kebutuhan Langkah-langkah melakukan analisa kebutuhan Mengapa Perlu Analisa Kebutuhan? : Sesuai dengan kebutuhan. Bukan karena kebiasaan, tapi untuk memberi solusi dari masalah. Untuk mengetahui kebutuhan, tidak cukup hanya berdasarkan asumsi, tapi perlu analisa yang mendalam. Mengapa Perlu Analisa Kebutuhan? Tujuan Analisa Kebutuhan : Tujuan Analisa Kebutuhan Mengidentifikasi pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dibutuhkan individu, kelompok, dan organisasi untuk meningkatkan kinerja. Terutama pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dapat diintervensi oleh pelatihan Tingkat Analisa : : Tingkat Analisa : Analisa organisasi Analisa pekerjaan Analisa individu Analisa Organisasi : Analisa Organisasi Rencana strategis organisasi Ada sistem/standar baru Tingkat turn-over tinggi Turunnya moral karyawan Perubahan lingkungan eksternal Analisa Pekerjaan : Analisa Pekerjaan Memperjelas pemahaman mengenai apa yang disepakati sebagai kinerja suatu pekerjaan Memperjelas pemahaman mengenai lingkungan kerja yang dibutuhkan pelaku pekerjaan agar dapat berprestasi Menganalisis pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dibutuhkan pelaku pekerjaan agar berprestasi Analisa Pekerjaan : Analisa Pekerjaan Perubahan kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas Adanya teknologi / alat kerja baru Analisa Individu : Analisa Individu Mengidentifikasi kesenjangan antara pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan perilaku kerja yang dimiliki oleh pelaku pekerjaan, dengan yang dituntut. Analisa Individu : Analisa Individu Karyawan baru atau transfer karyawan Kenaikan jabatan Skill yang dimiliki tidak memenuhi tugas yang ada Kebutuhan karyawan untuk terus mengembangkan kemampuannya Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan : Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan SATU: Identifikasi Masalah Tentukan konteks organisasi kegiatan IKP Lakukan gap analysis Tetapkan sararan IKP Note: Because the purpose of training is to HELP solve organizational problems, we must have a clear understanding of what the organizational problems are. Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan : Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan TIGA: Kumpulkan Data Lakukan survey Sebarkan kuesioner Lakukan interview Pelajari dokumen-dokumen kerja Observasi orang ketika bekerja DUA: Tentukan desain pengumpulan data Pilih metode pengumpulan data dengan mempertimbangkan hambatan-hambatan yang ada. Metode Pengumpulan Data : Metode Pengumpulan Data Attitude survey Assessment center Employee interview Management interview Observation of behavior Performance appraisal Performance document Questionnaire Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan : Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan Lakukan analisis kualitatif Lakukan content-analysis; misalnya mengkategorikan setiap informasi pada kategori positif atau negatif Lakukan analisis kuantitatif Lakukan analisis statistik sederhana Susun solusi / saran EMPAT: Analisis Data Apakah Pelatihan Merupakan Solusi TEPAT? : Apakah Pelatihan Merupakan Solusi TEPAT? Pelatihan merupakan solusi yang tepat, hanya apabila: Terjadi kesenjangan kinerja (lack of performance) yang penting Kesenjangan tersebut disebabkan kesenjangan knowledge/skill Individu memiliki potensi untuk menyerap / mempraktekkan pelatihan yang didapat Individu belum pernah mendpatkan pelatihan yang sama sebelumnya Apakah Pelatihan Merupakan Solusi yang TEPAT ? : Apakah Pelatihan Merupakan Solusi yang TEPAT ? Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! No ! No ! No ! No ! No ! Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan : Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan Tulis laporan Executive Overview Descriptive of Precess Summary of Findings Preliminary Conclusions Recommendations Potential Barrier Sajikan pada pihak berwenang Tentukan langkah selanjutnya LIMA: Sampaikan Umpan-Balik Modul 4Mendesain Program Pelatihan : Modul 4Mendesain Program Pelatihan Sasaran Modul : Sasaran Modul Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: Variabel-variabel yang perlu diperhatikan dalam merancang program pelatihan Cara membuat sasaran pelatihan Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan peserta pelatihan Cara menentukan metode pelatihan Hal-hal yang dipertimbangkan dalam menentukan instruktur Variabel dalam Merancang Program Pelatihan : Variabel dalam Merancang Program Pelatihan Sasaran Bahan Peserta Instruktur Metode Lingkungan Sasaran Pelatihan : Sasaran Pelatihan Sasaran = Objective Penjelasan taktis dari goals. Sasaran berbentuk kalimat yang jelas, spesifik, dan terukur. Pelatihan harus mempunyai sasaran yang jelas, tidak sekedar goals. Tujuan = Goals Pernyataan umum yang didorong oleh kebutuhan yang telah diketahui Contoh : “memperbaiki komunikasi antar anggota organisasi” Sasaran Pelatihan : Sasaran Pelatihan APA (yang dilakukan) Peserta mampu mengetik sepucuk surat. KONDISI (dalam kondisi bagaimana) Peserta mampu mengetik sepucuk surat dengan menggunakan PC dan Perangkat Microsoft Words Windows ‘97 STANDAR (dengan tolok ukur seberapa) Peserta mampu……….Windows ’97 dengan kecepatan 100 kata per menit tanpa membuat kesalahan pengetikan lebih dari tiga huruf Sasaran pelatihan yang baik dirumuskan dalam kalimat yang mencakup 3 hal: Sasaran Pelatihan : Sasaran Pelatihan Area: PENGETAHUAN Mendefinisikan, menuliskan, mengingat Area: PEMAHAMAN Mengidentifikasi, menjelaskan, mengklasifikasikan, menilai, Area: ANALISA Menganalisa. menyimpulkan, membedakan, membandingkan, Area: PENERAPAN Menemukan, menunjukkan, menghitung, mengukur, menggunakan, mendemonstrasikan Area: SIKAP Memilih, menerima, termotivasi untuk. Peserta Pelatihan : Peserta Pelatihan Dapatkan informasi tentang peserta, seperti: Latar belakang pendidikan Latar belakang dan pengalaman kerja Pengalaman mengikuti pelatihan Tingkat pengetahuan/ketrampilan tentang subyek yang akan disampaikan Penilai orang lain di tempat kerja terhadap individu peserta Pandangan peserta tentang pelatihan Identifikasikan Pokok Bahasan : Identifikasikan Pokok Bahasan Tuliskan pokok bahasan dengan memanfaatkan informasi sebelumnya: Sasaran pelatihan memberikan informasi mengenai tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki peserta setalah mengikuti pelatihan Deskripsi peserta memberikan informasi mengenaik tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki peserta saat ini. JADI: pokok bahasan pelatihan merupakan jembatan untuk menutup kesenjangan antara pengetahuan yang harus dimiliki dengan yang telah dikuasai. Metode Pelatihan : Metode Pelatihan Brainstorming Diskusi yang dilakukan dengan mengemukakan ide secara bebas untuk menemukan jawaban/solusi. Buzz Groups Diskusi kelompok yang terdiri atas 2-6 orang tentang sebuah masalah dalam waktu singkat tanpa meninggalkan ruang training. Studi Kasus Menganalisa masalah nyata secara detail untuk menemukan solusi. Metode Pelatihan : Metode Pelatihan Demonstrasi Praktek skill yang dilakukan trainer, dan peserta mengamatinya Kuliah Ceramah yang diberika trainer tanpa interupsi peserta, biasanya untuk audiens dalam jumlah besar Tanya jawab Serangkaian pertanyaan yang diajukan trainer kepada sekelompok peserta Aktivitas Latihan yang dilakukan peserta di mana peserta menyelesaikan tugas atau proses tertentu. Metode Pelatihan : Metode Pelatihan Programmed Learning Program (interaktif atau bacaan) dengan serangkaian pertanyaan atau tugas yang harus diselesaikan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Project Latihan berupa pengumpulan informasi, penyelesaian tugas, atau pembuatan sesuatu hal. Reading Membaca buku, artikel, hand-out baik dalam ruang kelas atau tidak. Role play Peranan yang dilakonkan oleh peserta (baik peranan nyata atau buatan) secara realistis atau dramatis Metode Pelatihan : Metode Pelatihan Seminar Membahas topik yang berhubungan atau berseri Simulasi Duplikasi dari situasi nyata sebagai masalah atau games yang kompleks dan peserta mengambil peranan di dalamnya. Tugas kelompok Peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diberikan tugas sama/berbeda, dilihat hasilnya, dan dipresentasikan sebagai jawaban kelompok. Video Menonton video, dilanjutkan diskusi dan review. Memilih Instruktur : Memilih Instruktur Instruktur yang dipilih harus memenuhi persyaratan antara lain: Ahli di bidang yang akan disampaikan (enterprise knowledge, job knowledge, dan job skill) Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan andragogi Memiliki ketrampilan komunikasi Memiliki kualitas pribadi yang baik Modul 5Teknik Menyampaikan Materi : Modul 5Teknik Menyampaikan Materi Sasaran Modul : Sasaran Modul Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: Akibat kegagalan mengelola kelas Teknik membina rapport Teknik menyampaikan materio Teknik bertanya kepada peserta Teknik menjawab pertanyaan Akibat Kegagalan Mengelola Kelas: : Akibat Kegagalan Mengelola Kelas: Hilangnya kepercayaan trainee akan kemampuan trainer Turunnya motivasi trainee untuk mengikuti training Hilangnya kepercayaan diri trainer Membina Rapport : Membina Rapport Rapport dengan peserta penting dalam training Jalin rapport dengan peserta sebelum memulai training Ciptakan suasana nyaman dan hangat dalam kelas Tanda Rapport Berhasil: : Tanda Rapport Berhasil: Tertarik pada peserta Ingin tahu pikiran, perasaan, kehawatiran peserta Enerjik, bersemangat Merasa ingin tersenyum senang Humor muncul spontan Tanda Rapport Gagal: : Tanda Rapport Gagal: Tegang, perut tidak enak Lelah membayangkan usaha memperbaiki keadaan Kadang kurang sabar pada peserta Usaha komunikasi sulit, “sering nggak nyambung” Teknik Membina Rapport: : Teknik Membina Rapport: Berbagi identitas Mengingatkan bahwa trainer juga sedang belajar Membagi pengalaman positif Pacing, leading, cross-matching harapan, keyakinan, dan nilai kelompok Tips Menyampaikan Materi: : Tips Menyampaikan Materi: Yakinkah peserta bahwa materi Anda bermanfaat Di akhir sesi, tanyakan pada peserta apa yang mereka dapatkan selama sesi berlangsung Gunakan intonasi dan pilihan kata yang baik. Gunakan bahasa non-verbal dengan tepat Usahakan keterlibatan peserta dalam proses training Sesuaikan bahasa dengan peserta Selingi dengan humor, cerita, puisi, dan peribahasa Bertanyalah untuk memancing respon peserta Teknik Bertanya: : Teknik Bertanya: Ajukan satu pertanyaan dalam satu waktu Hindari pertanyaan tertutup dan direktif Pertanyaan harus terfokus, tidak kabur Ajukan pertanyaan yang memungkinkan peserta menunjukkan kepandaiannya Ajukan pertanyaan yang merangsang interaksi peserta Perhatikan peserta yang diam Tunggu jawaban beberapa saat Berespon pada Jawaban Peserta: : Berespon pada Jawaban Peserta: Perhatikan jawaban verbal dan reaksi non-verbal Variasikan respon untuk jawaban-jawaban yang berbeda Puji jawaban yang benar Perbaiki jawaban yang salah dengan cara yang tidak mengkritik Hindarilah!!! : Hindarilah!!! Tampil tidak siap dan tidak terorganisir Terlambat memulai dan mengakhiri pelatihan Terkesan tidak sesuai jadwal Kurang waktu istirahat Menanggapi pertanyaan secara tidak tepat Menggunakan alat bantu dengan tidak profesional Tidak melibatkan peserta Tidak membina rapport Menampilkan kebiasaan-kebiasaan buruk Humor yang tidak tepat Sok tahu dan tidak mengakui kesalahan Menggunakan bahasa dan pengucapan yang tidak tepat Tidak memperbaharui materi dan kurang info terbaru Bangunlah Jiwa dan Badan Untuk INDONESIA RAYA : Bangunlah Jiwa dan Badan Untuk INDONESIA RAYA You do not have the permission to view this presentation. In order to view it, please contact the author of the presentation.
training for trainer wicaksana Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 829 Category: Business & Fin.. License: All Rights Reserved Like it (0) Dislike it (0) Added: May 20, 2011 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description "one of modules from humanika consulting training" Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript Training For Trainers Module : Training For Trainers Module www.humanikaconsulting.com Modul 1Prinsip-Prinsip Belajar : Modul 1Prinsip-Prinsip Belajar Sasaran Modul : Sasaran Modul Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda akan mampu menjelaskan: Esensi proses belajar Karakteristik belajar orang dewasa Teori-teori yang digunakan sebagai dasar pelatihan orang dewasa Proses mengubah perilaku orang dewasa Training? : Training? Kenapa Training Menarik? Apa bedanya dengan belajar biasa? Bagaimana membuat training yang menarik? Teori Belajar Yang Digunakan : Teori Belajar Yang Digunakan Teori Andragogi Teori Reinforcement Teori Perubahan perilaku Andragogi : Andragogi “ Belajar dengan Cara Orang Dewasa “ Belajar Anak = Dewasa ? : Belajar Anak = Dewasa ? .Proses belajarnya tergantung pada orang lain. .Berharap mendapat jawaban dari orang lain atas pertanyaan yang muncul dalam benaknya. .Ingin diberi tahu apa yang perlu mereka lakukan .Mampu mandiri dalam belajar dan tidak ingin dipaksa. .Berharap mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan pengalaman sendiri. .Melakukan sesuatu berdasarkan apa yang ingin mereka ketahui. Hambatan Orang Dewasa Belajar: : Hambatan Orang Dewasa Belajar: Pengalaman masa lalu Tidak percaya diri Tidak termotivasi Takut gagal Tidak tertarik Takut perubahan Salah teknik pendekatan Orang Dewasa Belajar Jika: : Orang Dewasa Belajar Jika: Merasa butuh / ingin Memiliki kontrol atas proses belajar Pengalaman mereka dihargai dan digunakan Seimbang antara teori dan praktek Contoh yang digunakan realistis Tidak ada ketakutan dikritik atau dicela Kesalahan dan ekspresi bebas dipandang sebagai kesempatan belajar Andragogi : Andragogi Problem-centered daripada content-centered kebebasan utk partisipasi aktif mengemukakan pengalamannya dalam proses belajar Situasi belajar harus kolaboratif experiencial learning, tidak semata-mata transfer pengetahuan. Reinforcement : Reinforcement Perilaku yang punya konsekuensi positif cenderung dipertahankan Perilaku yang punya konsekuensi negatif akan menghilang Trainer = Fasilitator : Trainer = Fasilitator Tugas: memfasilitasi peserta untuk mendapatkan pemahaman melalui keterlibatan dalam pengalaman baru. Fasilitator harus : : Fasilitator harus : open-minded pendengar yg baik menerima ide, pemikiran, dan alternatif jawaban membina hubungan intra-personal menerima feed-back dan kritik dari peserta Menghindari komentar-komentar verbal yang negatif atas ide, usulan, jawaban, komentar, dan kritik dan disampaikan oleh peserta. Proses Perubahan Perilaku (Kurt Lewin) : Proses Perubahan Perilaku (Kurt Lewin) Un Freezing Menggoyahkan Keyakinan Lama Moving Menunjukkan Model Ideal Refreezing Menerapkan & penguatan Proses Perubahan Perilaku : Proses Perubahan Perilaku UN-FREEZING Asumsi, persepsi, keyakinan, dan perilaku lama digoyahkan Harus “menyentuh afeksi” Dengan structured experience dan student centered mengiyakan, mengangguk, dahi berkerut, bertanya MOVING Perlihatkan perilaku yang diharapkan (model ideal) Peserta diajak mencobakan beberapa ciri dari model ideal RE-FREEZING Mencocokkan pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan baru dengan situasi nyata Memberikan reinfocement atas perilaku yang sesuai Daur Belajar Kolb : Daur Belajar Kolb Concrete Experience Reflective Observation Abstract Conceptual Active Experimentation Modul 2Tahapan Kerja Trainer : Modul 2Tahapan Kerja Trainer Sasaran Modul : Sasaran Modul Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: Tahapan kerja trainer Aktivitas tugas trainer dalam melakukan analisa kebutuhan pelatihan Aktivitas tugas trainer dalam mendesain program pelatihan Aktivitas tugas trainer dalam menjalankan program pelatihan Aktivitas tugas trainer dalam mengevaluasi program pelatihan Tahapan Kerja Trainer : Tahapan Kerja Trainer Melakukan analisa kebutuhan Mendesain program pelatihan Meng-conduct program pelatihan Mengevaluasi efektivitas program Analisa Kebutuhan : Analisa Kebutuhan ‘Membaca’ adanya kebutuhan Mengkonsultasikan dengan klien Mendefinisikan simptom/masalah Mendesain metode pengumpulan data Mengumpulkan data Menganalisa data Mendesain Program : Mendesain Program Menentukan subyek pelatihan Menentukan sasaran (objective) Berdiskusi dengan ahli tentang subyek yang telah ditentukan Dapatkan deskripsi calon peserta Identifikasi pokok-pokok bahasan dalam pelatihan Menstrukturkan bahan pelatihan Menentukan strategi pelatihan Mendesain Program : Mendesain Program Membuat bahan pegangan siswa dan fasilitator Siapkan bahan atau alat bantu visual Minta pendapat dengan para fasilitator Uji bahan dalam pelatihan sesungguhnya Revisi bahan Kokohkan penggunaan bahan Meng-conduct Program : Meng-conduct Program Memberikan pre-test kepada peserta Conduct training session Mengukur kemajuan belajar Mengevaluasi Program : Mengevaluasi Program End-of course evaluation dan action plan Debriefing Line Manager Melakukan review atas evaluasi pelatihan Melakukan evaluasi medium / long term Kompetensi yang Dibutuhkan : Kompetensi yang Dibutuhkan Memahami perkembangan yang terjadi dalam organisasi / perusahaan Peka terhadap pengembangan kompetensi karyawan / anggota organisasi Mampu menggali informasi dengan akurat Mampu berfikir logis- analitis dan menemukan sumber penyebab dari gejala yang muncul Memahami prinsip-prinsip perubahan perilaku Kompetensi yang Dibutuhkan : Mampu menciptakan situasi belajar yang memancing keterlibatan peserta Peka terhadap orang lain, open-minded, dan tidak takut menerima kritik Memahami kelebihan dan kekurangannya dalam menyampaikan materi pelatihan Kesiapan diri untuk berusaha mengembangkan orang lain. Kompetensi yang Dibutuhkan Modul 3Melakukan Analisa Kebutuhan : Modul 3Melakukan Analisa Kebutuhan Sasaran Modul : Sasaran Modul Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: Tujuan melakukan analisa kebutuhan Tingkatan analisa kebutuhan Langkah-langkah melakukan analisa kebutuhan Mengapa Perlu Analisa Kebutuhan? : Sesuai dengan kebutuhan. Bukan karena kebiasaan, tapi untuk memberi solusi dari masalah. Untuk mengetahui kebutuhan, tidak cukup hanya berdasarkan asumsi, tapi perlu analisa yang mendalam. Mengapa Perlu Analisa Kebutuhan? Tujuan Analisa Kebutuhan : Tujuan Analisa Kebutuhan Mengidentifikasi pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dibutuhkan individu, kelompok, dan organisasi untuk meningkatkan kinerja. Terutama pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dapat diintervensi oleh pelatihan Tingkat Analisa : : Tingkat Analisa : Analisa organisasi Analisa pekerjaan Analisa individu Analisa Organisasi : Analisa Organisasi Rencana strategis organisasi Ada sistem/standar baru Tingkat turn-over tinggi Turunnya moral karyawan Perubahan lingkungan eksternal Analisa Pekerjaan : Analisa Pekerjaan Memperjelas pemahaman mengenai apa yang disepakati sebagai kinerja suatu pekerjaan Memperjelas pemahaman mengenai lingkungan kerja yang dibutuhkan pelaku pekerjaan agar dapat berprestasi Menganalisis pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dibutuhkan pelaku pekerjaan agar berprestasi Analisa Pekerjaan : Analisa Pekerjaan Perubahan kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas Adanya teknologi / alat kerja baru Analisa Individu : Analisa Individu Mengidentifikasi kesenjangan antara pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan perilaku kerja yang dimiliki oleh pelaku pekerjaan, dengan yang dituntut. Analisa Individu : Analisa Individu Karyawan baru atau transfer karyawan Kenaikan jabatan Skill yang dimiliki tidak memenuhi tugas yang ada Kebutuhan karyawan untuk terus mengembangkan kemampuannya Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan : Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan SATU: Identifikasi Masalah Tentukan konteks organisasi kegiatan IKP Lakukan gap analysis Tetapkan sararan IKP Note: Because the purpose of training is to HELP solve organizational problems, we must have a clear understanding of what the organizational problems are. Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan : Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan TIGA: Kumpulkan Data Lakukan survey Sebarkan kuesioner Lakukan interview Pelajari dokumen-dokumen kerja Observasi orang ketika bekerja DUA: Tentukan desain pengumpulan data Pilih metode pengumpulan data dengan mempertimbangkan hambatan-hambatan yang ada. Metode Pengumpulan Data : Metode Pengumpulan Data Attitude survey Assessment center Employee interview Management interview Observation of behavior Performance appraisal Performance document Questionnaire Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan : Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan Lakukan analisis kualitatif Lakukan content-analysis; misalnya mengkategorikan setiap informasi pada kategori positif atau negatif Lakukan analisis kuantitatif Lakukan analisis statistik sederhana Susun solusi / saran EMPAT: Analisis Data Apakah Pelatihan Merupakan Solusi TEPAT? : Apakah Pelatihan Merupakan Solusi TEPAT? Pelatihan merupakan solusi yang tepat, hanya apabila: Terjadi kesenjangan kinerja (lack of performance) yang penting Kesenjangan tersebut disebabkan kesenjangan knowledge/skill Individu memiliki potensi untuk menyerap / mempraktekkan pelatihan yang didapat Individu belum pernah mendpatkan pelatihan yang sama sebelumnya Apakah Pelatihan Merupakan Solusi yang TEPAT ? : Apakah Pelatihan Merupakan Solusi yang TEPAT ? Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! No ! No ! No ! No ! No ! Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan : Langkah Melakukan Analisa Kebutuhan Tulis laporan Executive Overview Descriptive of Precess Summary of Findings Preliminary Conclusions Recommendations Potential Barrier Sajikan pada pihak berwenang Tentukan langkah selanjutnya LIMA: Sampaikan Umpan-Balik Modul 4Mendesain Program Pelatihan : Modul 4Mendesain Program Pelatihan Sasaran Modul : Sasaran Modul Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: Variabel-variabel yang perlu diperhatikan dalam merancang program pelatihan Cara membuat sasaran pelatihan Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan peserta pelatihan Cara menentukan metode pelatihan Hal-hal yang dipertimbangkan dalam menentukan instruktur Variabel dalam Merancang Program Pelatihan : Variabel dalam Merancang Program Pelatihan Sasaran Bahan Peserta Instruktur Metode Lingkungan Sasaran Pelatihan : Sasaran Pelatihan Sasaran = Objective Penjelasan taktis dari goals. Sasaran berbentuk kalimat yang jelas, spesifik, dan terukur. Pelatihan harus mempunyai sasaran yang jelas, tidak sekedar goals. Tujuan = Goals Pernyataan umum yang didorong oleh kebutuhan yang telah diketahui Contoh : “memperbaiki komunikasi antar anggota organisasi” Sasaran Pelatihan : Sasaran Pelatihan APA (yang dilakukan) Peserta mampu mengetik sepucuk surat. KONDISI (dalam kondisi bagaimana) Peserta mampu mengetik sepucuk surat dengan menggunakan PC dan Perangkat Microsoft Words Windows ‘97 STANDAR (dengan tolok ukur seberapa) Peserta mampu……….Windows ’97 dengan kecepatan 100 kata per menit tanpa membuat kesalahan pengetikan lebih dari tiga huruf Sasaran pelatihan yang baik dirumuskan dalam kalimat yang mencakup 3 hal: Sasaran Pelatihan : Sasaran Pelatihan Area: PENGETAHUAN Mendefinisikan, menuliskan, mengingat Area: PEMAHAMAN Mengidentifikasi, menjelaskan, mengklasifikasikan, menilai, Area: ANALISA Menganalisa. menyimpulkan, membedakan, membandingkan, Area: PENERAPAN Menemukan, menunjukkan, menghitung, mengukur, menggunakan, mendemonstrasikan Area: SIKAP Memilih, menerima, termotivasi untuk. Peserta Pelatihan : Peserta Pelatihan Dapatkan informasi tentang peserta, seperti: Latar belakang pendidikan Latar belakang dan pengalaman kerja Pengalaman mengikuti pelatihan Tingkat pengetahuan/ketrampilan tentang subyek yang akan disampaikan Penilai orang lain di tempat kerja terhadap individu peserta Pandangan peserta tentang pelatihan Identifikasikan Pokok Bahasan : Identifikasikan Pokok Bahasan Tuliskan pokok bahasan dengan memanfaatkan informasi sebelumnya: Sasaran pelatihan memberikan informasi mengenai tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki peserta setalah mengikuti pelatihan Deskripsi peserta memberikan informasi mengenaik tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki peserta saat ini. JADI: pokok bahasan pelatihan merupakan jembatan untuk menutup kesenjangan antara pengetahuan yang harus dimiliki dengan yang telah dikuasai. Metode Pelatihan : Metode Pelatihan Brainstorming Diskusi yang dilakukan dengan mengemukakan ide secara bebas untuk menemukan jawaban/solusi. Buzz Groups Diskusi kelompok yang terdiri atas 2-6 orang tentang sebuah masalah dalam waktu singkat tanpa meninggalkan ruang training. Studi Kasus Menganalisa masalah nyata secara detail untuk menemukan solusi. Metode Pelatihan : Metode Pelatihan Demonstrasi Praktek skill yang dilakukan trainer, dan peserta mengamatinya Kuliah Ceramah yang diberika trainer tanpa interupsi peserta, biasanya untuk audiens dalam jumlah besar Tanya jawab Serangkaian pertanyaan yang diajukan trainer kepada sekelompok peserta Aktivitas Latihan yang dilakukan peserta di mana peserta menyelesaikan tugas atau proses tertentu. Metode Pelatihan : Metode Pelatihan Programmed Learning Program (interaktif atau bacaan) dengan serangkaian pertanyaan atau tugas yang harus diselesaikan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Project Latihan berupa pengumpulan informasi, penyelesaian tugas, atau pembuatan sesuatu hal. Reading Membaca buku, artikel, hand-out baik dalam ruang kelas atau tidak. Role play Peranan yang dilakonkan oleh peserta (baik peranan nyata atau buatan) secara realistis atau dramatis Metode Pelatihan : Metode Pelatihan Seminar Membahas topik yang berhubungan atau berseri Simulasi Duplikasi dari situasi nyata sebagai masalah atau games yang kompleks dan peserta mengambil peranan di dalamnya. Tugas kelompok Peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diberikan tugas sama/berbeda, dilihat hasilnya, dan dipresentasikan sebagai jawaban kelompok. Video Menonton video, dilanjutkan diskusi dan review. Memilih Instruktur : Memilih Instruktur Instruktur yang dipilih harus memenuhi persyaratan antara lain: Ahli di bidang yang akan disampaikan (enterprise knowledge, job knowledge, dan job skill) Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan andragogi Memiliki ketrampilan komunikasi Memiliki kualitas pribadi yang baik Modul 5Teknik Menyampaikan Materi : Modul 5Teknik Menyampaikan Materi Sasaran Modul : Sasaran Modul Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: Akibat kegagalan mengelola kelas Teknik membina rapport Teknik menyampaikan materio Teknik bertanya kepada peserta Teknik menjawab pertanyaan Akibat Kegagalan Mengelola Kelas: : Akibat Kegagalan Mengelola Kelas: Hilangnya kepercayaan trainee akan kemampuan trainer Turunnya motivasi trainee untuk mengikuti training Hilangnya kepercayaan diri trainer Membina Rapport : Membina Rapport Rapport dengan peserta penting dalam training Jalin rapport dengan peserta sebelum memulai training Ciptakan suasana nyaman dan hangat dalam kelas Tanda Rapport Berhasil: : Tanda Rapport Berhasil: Tertarik pada peserta Ingin tahu pikiran, perasaan, kehawatiran peserta Enerjik, bersemangat Merasa ingin tersenyum senang Humor muncul spontan Tanda Rapport Gagal: : Tanda Rapport Gagal: Tegang, perut tidak enak Lelah membayangkan usaha memperbaiki keadaan Kadang kurang sabar pada peserta Usaha komunikasi sulit, “sering nggak nyambung” Teknik Membina Rapport: : Teknik Membina Rapport: Berbagi identitas Mengingatkan bahwa trainer juga sedang belajar Membagi pengalaman positif Pacing, leading, cross-matching harapan, keyakinan, dan nilai kelompok Tips Menyampaikan Materi: : Tips Menyampaikan Materi: Yakinkah peserta bahwa materi Anda bermanfaat Di akhir sesi, tanyakan pada peserta apa yang mereka dapatkan selama sesi berlangsung Gunakan intonasi dan pilihan kata yang baik. Gunakan bahasa non-verbal dengan tepat Usahakan keterlibatan peserta dalam proses training Sesuaikan bahasa dengan peserta Selingi dengan humor, cerita, puisi, dan peribahasa Bertanyalah untuk memancing respon peserta Teknik Bertanya: : Teknik Bertanya: Ajukan satu pertanyaan dalam satu waktu Hindari pertanyaan tertutup dan direktif Pertanyaan harus terfokus, tidak kabur Ajukan pertanyaan yang memungkinkan peserta menunjukkan kepandaiannya Ajukan pertanyaan yang merangsang interaksi peserta Perhatikan peserta yang diam Tunggu jawaban beberapa saat Berespon pada Jawaban Peserta: : Berespon pada Jawaban Peserta: Perhatikan jawaban verbal dan reaksi non-verbal Variasikan respon untuk jawaban-jawaban yang berbeda Puji jawaban yang benar Perbaiki jawaban yang salah dengan cara yang tidak mengkritik Hindarilah!!! : Hindarilah!!! Tampil tidak siap dan tidak terorganisir Terlambat memulai dan mengakhiri pelatihan Terkesan tidak sesuai jadwal Kurang waktu istirahat Menanggapi pertanyaan secara tidak tepat Menggunakan alat bantu dengan tidak profesional Tidak melibatkan peserta Tidak membina rapport Menampilkan kebiasaan-kebiasaan buruk Humor yang tidak tepat Sok tahu dan tidak mengakui kesalahan Menggunakan bahasa dan pengucapan yang tidak tepat Tidak memperbaharui materi dan kurang info terbaru Bangunlah Jiwa dan Badan Untuk INDONESIA RAYA : Bangunlah Jiwa dan Badan Untuk INDONESIA RAYA