Mikroskop dan alat pendukung pengamatan

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

By: muhammadhidayatu (14 month(s) ago)

izin download ya

Presentation Transcript

BIOLOGI ICT VENY NURLIANI 2DMIKROSKOP DAN ALAT PENDUKUNG PENGAMATAN : 

BIOLOGI ICT VENY NURLIANI 2DMIKROSKOP DAN ALAT PENDUKUNG PENGAMATAN

MIKROSKOP DAN ALAT PENDUKUNG PENGAMATAN : 

MIKROSKOP DAN ALAT PENDUKUNG PENGAMATAN Mikroskop Pembuatan Preparat Peralatan Pengamatan Gejala Alam A B C

1. Mikroskop : 

Mikroskop adalah alat bantu untuk mengamati benda-benda sangat kecil (renik) yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung. Mikroskop membantu pengamatan karena kita dengan mudah dapat memperbesar objek menjadi 40x, 100x, 400x, bahkan sampai 1000x lebih besar objek yang sebenarnya.  Mikroskop Monokuler (Monocular Microscope)  Mikroskop Binokuler (Binocular Microscope)  Mikroskop Stereo (Stereo Microscope) 1. Mikroskop

Slide 4: 

Mikroskop Monokuler (Monocular Microscope) Text in here Gambar mikroskop monokuler Mikroskop monocular digunakan dengan satu mata sehingga bayangan yang terlihat hanya mengenai panjang dan lebar benda, hanya sedikit memberi gambaran mengenai tingginya. Pada umumnya, objek yang akan diamati dengan mikroskop monocular harus memiliki ukuran yang kecil dan tipis sehingga dapat tembus cahaya.

Slide 5: 

Mikroskop binokuler merupakan mikroskop cahaya yang memiliki sebuah lensa okuler atau lensa pengintip. Mekanisme kerja mikroskop cahaya ini dilakukan dengan memusatkan berkas sinar yang tampak oleh mata untuk membentuk bayangan objek yang diperbesar. Gambar mikroskop binokuler

Slide 6: 

Mikroskop Stereo (Stereo Microscope) Text in here Gambar mikroskop monokuler Mikroskop stereo biasanya digunakan untuk mengamati objek atau benda tanpa bantuan reflector cahaya. Mikroskop stereo mempunyai dua lensa okuler. Kegunaan mikroskop stereo dengan dua lensa okuler adalah dapat melihat benda tiga dimensi. Kelemahan mikroskop stereo terletak pada ketajamannya karena mikroskop tersebut tidak dapat mengamati setajam mikroskop cahaya. Mikroskop stereo hanya mampu memperbesar pengamatan objek pada perbesaran 10 hingga 60 kali.

1. Bagian dan Fungsi Mikroskop : 

1. Bagian dan Fungsi Mikroskop Bagian mekanik mikroskop Bagian optik mikroskop

Bagian Optik Mikroskop : 

Bagian Optik Mikroskop Diafragma : Lensa Okuler : Merupakan lensa yg dekat dgn pengamatan dan berfungsi sbg kaca pembesar yg membentuk bayangan maya,tegak dan diperbesar dari bayangan yg dibentuk lensa objektif. Reflector : Lensa Objektif : Merupakan lensa yang dekat dengan objek dan membentuk bayangan nyata, terbalik dan diperbesar. Untuk mengatur banyak sedikitnya sinar yang dipantulkan cermin menuju mata pengamat. terdiri atas cermin datar dan cermin cekung yang berfungsi untuk memantulkan cahaya ke dalam lubang diafragma dan lubang yang terdapat pada meja benda

Bagian Mekanik Mikroskop : 

Bagian Mekanik Mikroskop Pemutar kasar (macrometer) Meja mikroskop (meja objek) Pemutar halus (micrometer) Revolver Tabung mikroskop (tubus) Kondensor Penjepit objek Engsel inklinasi (sekrup) Lengan mikroskop Kaki mikroskop untuk mengatur fokus yang menghubungkan lensa okuler dan lensa objektif. Untuk menaikturunkan tubus secara lambat. Untuk menaikturunkan tubus secara tepat. Sebagai tempat untuk meletakkan benda yang akan diamati. Untuk menjepit gelas preparat yg akan diamati agar tidak mudah bergeser. Tabung yang dapat diputar dan berguna sebagai alat pemindah lensa. Untuk mengumpulkan cahaya yang digunakan menerangi preparat dan dapat dinaikturunkan. Untuk mengubah sudut tegak lurus mikroskop. Pegangan untuk membawa mikroskop. Untuk menyangga mikroskop.

Langkah Penggunaan Mikroskop : 

Langkah Penggunaan Mikroskop e. Mengatur fokus dan menemukan bayangan dgn perbrsaran kuat a. Membawa mikroskop f. Mengatur posisi mikroskop untuk disimpan g. Mengukur objek dengan mikroskop b. Meletakkan mikroskop d. Mengatur fokus dan Menemukan bayangan dgn perbesaran lemah c. Menemukan lapangan pandang

a. Membawa mikroskop : 

a. Membawa mikroskop Mikroskop dibawa dengan tangan yang satu memegang lengan mikroskop dan tangan yang lain memegang kaki mikroskop.

b. Melatakkan mikroskop : 

b. Melatakkan mikroskop Mikroskop diletakkan di tempat pengamatan yang cukup cahaya, tetapi tidak menghadap ke arah datangnya cahaya secara langsung.

c. Menemukan lapangan pandang : 

c. Menemukan lapangan pandang Atur cermin/reflector sambil melihat dari lensa okuler agar sinar masuk ke diafragma secara optimal. Setelah tampak bagian terang berbentuk bulat (lapangan pandang), mikroskop siap untuk pengamatan. Posisi mikroskop harus benar dengan bagian lengan berada persis dihadapan pemakai. Selanjutnya, atur cahaya dengan mambuka diafragma. Caranya adalah menggeser pengatur diafragma pada kondensor ke rah kanan dan mengatur cermin sambil melihat dari lensa okuler agar sinar masuk ke diafragma sehingga pemantulan optimal. Bagian yang terang berbentuk bulat dinamakan lapangan pandang. Pergunakan cermin datar untuk sinar lampu.

d. Mengatur fokus dan menemukan bayangan dgn perbesaran lemah : 

d. Mengatur fokus dan menemukan bayangan dgn perbesaran lemah Tabung dinaikkan dengan cara menggerakkan pemutar kasar lebih kurang 2 cm. Menempatkan sediaan (preparat jadi) di atas meja objek dengan posisi tepat pada lubang sediaan. Sediaan dijepit dengan penjepit sediaan agar tidak mudah tergeser. Sambil mengamati mikroskop dari samping, tabung mikroskop diturunkan dengan menggunakan pemutar kasar secara hati-hati hingga lensa objektif merapat dengan gelas objek, tetapi tidak menyentuh gelas sediaan atau gelas objek. Lihatlah melalui lensa okuler dan secara perlahan-lahan naikkan tabung mikroskop sehingga objek tampak jelas. Jika tabung mikroskop setelah dinaikkan lebih dari 1 cm dan objek masih belum tampak, maka letak tabung yang tepat untuk mendapatkan fokus mikroskop atau bayangan sudah terlewati. Jika hal itu terjadi, turunkanlah tabung kembali kemudian naikkan tabung sambil melihat melalui lensa okuler. Jangan sekali-kali menurunkan tabung mikroskop dengan pemutar kasar bila kamu sedang melihat ke dalam lensa okuler. Setelah objek tampak, putarlah pemutar halus sampai mendapatkan fokus mikroskop atau bayangan yang sebaik-baiknya. 1) 2) 3) 4) 5)

e. Mengatur fokus dan menemukan bayangan dengan perbesaran kuat : 

e. Mengatur fokus dan menemukan bayangan dengan perbesaran kuat Untuk memperbesar bayangan, dapat diubah lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah dengan yang lebih kuat. Lensa objektif perbesaran 5x dapat diganti dengan perbesaran 10x atau 40x. Caranya dengan memutar revolver sampai terdengar suara berdetik. Setelah lensa objektif dengan perbesaran diinginkan diletakkan pada posisi kerja, benda yang diamati tetap terfokus. Pemutar halus diputar agar diperoleh objek yang lebih jelas. Jika sudah menggunakan pemutar halus, maka jangan dipergunakan lagi pemutar kasar.

f. Mengatur posisi mikroskop untuk disimpan : 

f. Mengatur posisi mikroskop untuk disimpan Tubus dinaikkan, objek diambil, lensa objektif dibersihkan, lensa objektif dengan perbesaran terkecil diturunkan serendah-rendahnya tepat di atas lubang meja mikroskop. Diafragma ditutup, kondensor diturunkan dan posisi cermin dalam keadaan tegak.

g. Mengukur objek dengan mikroskop : 

g. Mengukur objek dengan mikroskop Pengukuran panjang dan lebar objek mikroskop dapat dilakukan dengan menggunakan mikrometer okuler yang telah ditera (dikalibrasi) dengan micrometer objek. Untuk melakukan pengukuran objek dengan mikroskop, kamu sebaiknya mempelajari terlebih dahulu tentang mikrometer okuler, mikrometer objek dan cara melakukan peneraan. 1) Mikrometer Okuler Mikrometer okuler adalah suatu keping kaca kecil dengan garis-garis kecil sekali yang jaraknya sama dan dapat ditempatkan dalam lensa okuler mikroskop. Pada beberapa mikroskop, keeping tersebut sudah dibuat bersatu dengan lensa okuler. Pada tipe yang lain, keping kaca tersebut dapat dikeluarkan dari susunan lensa okuler sehingga dapat dipakai pada lensa dari mikroskop tipe yang lain. Ada kemungkinan jarak anatara keping kaca dan lensa okuler dari satu mikroskop tidak sama dengan mikroskop tipe lain sehingga setiap penggunaan keping mikrometer okuler untuk tipe yang lain harus ditera kembali. 2) Mikrometer Objek Mikrometer objek terbuat dari kaca yang di dalamnya terdapat skala dengan ukuran tertentu. Biasanya terbagi menjadi sepuluh skala besar yang masing-masing skala berukuran 0,1 mm. setiap skala besar dibagi lagi menjadi sepuluh skala yang lebih kecil lagi, masing-masing 0,01 mm.

B. Pembuatan Preparat : 

B. Pembuatan Preparat Untuk mengamati benda-benda mikroskopis, kecil dan tembus pandang (transparan), kita memerlukan alat bantu, seperti silet, kaca objek, kaca penutup dan bahan pewarna. Silet berfungsi untuk menyayat benda yang akan diamati. Kaca penutup berfungsi untuk menutup benda yang diletakkan pada kaca objek. Bahan pewarna digunakkan untuk memudahkan dalam pengamatan, misalnya eosin, biru metilina (methylene blue) dan lugol. Pembuatan Preparat Basah dari Jaringan Tumbuhan Jaringan Preparat Sel Jaringan Hewan

Slide 19: 

1. Pembuatan Preparat Basah dari Jaringan Tumbuhan Jaringan Preparat Sel Jaringan Hewan Bagian tumbuhan (daun, batang atau akar) yang akan diamatiharus dibuat sayatan tipis atau transparan. Sediakan silet yang tajam. Sediakan gabus atau batang umbi kayu sebagai alat bantu untuk mempermudahkan menyayat bagian tumbuhan itu. Selipkan daun, batang atau akar yang akan diiris diantara gabus atau batang umbi kayu yang telah disayat membelah. Lakukan penyayatan secara melintang setipis mungkin dan berulang kali. Pilih sayatan jaringan tumbuhan itu yang paling baik. Tetesi kaca objek dengan air dan letakkan jaringan tumbuhan itu kemudian tutup dengan kaca penutup. Preparat basah siap untuk diamati di bawah mikroskop. 2. Jaringan Preparat Sel Jaringan Hewan Sel epitel pipi sangat baik untuk mewakili sel hewan.

C. Peralatan Pengamatan Gejala Alam : 

C. Peralatan Pengamatan Gejala Alam Text in here Text in here Text in here Mikroskop merupakan alat yang digunakan untuk mengamati gejala alam yang berukuran kecil (mikro). Untuk pengamatan di luar ruangan (di dalam atau lapangan) biasanya kita dapat menggunakan beberapa alat bantu pengamatan, antara lain sebagai berikut.

Slide 21: 

Lup Gambar Lup Kaca pembesar (lup) adalah alat untuk membantu melakukan pengamatan benda-benda yang kecil (misalnya, serangga atau serbuk sari) agar tampak lebih besar dan lebih jelas. Jika lup yang kamu gunakan belum diketahui jarak fokusnya, maka kamu dapat menentukan jarak fokus lup tersebut. Caranya adalah dengan menghadapkan lup kea rah objek yang mendapatkan banyak cahaya dan diletakkan layar (kertas putih) di belakang lup, digerakkan lup maju mundur sampai tampak gambar objek paling jelas pada layar. Ukur jarak lup ke layar dengan penggaris, jarak tersebut adalah jarak fokus lup.

Slide 22: 

pH Meter Gambar pH Meter pH meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur derajat kesamaan cairan atau tanah tempat pengamatan dilakukan. Selain dengan pH meter, derajat kesamaan dapat pula diukur dengan menggunakan kertas lakmus.

Slide 23: 

Termometer Gambar Termometer Termometer merupakan alat untuk mengukur suhu. Di dalam termometer biasanya terdapat cairan raksa atau alkohol yang berfungsi untuk menunjukkan tinggi rendahnya suhu. Thermometer dibuat dalam berbagai bentuk untuk berbagai keperluan, seperti termometer maksimum-minimum yang digunakan untuk mengukur suhu udara sehari-hari, thermometer kelinik yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia dan hewan dan thermometer laboratorium yang digunakan untuk penelitian di laboratorium.

Slide 24: 

Teropong Binokuler Gambar Teropong Binokuler Teropong binocular merupakan alat untuk mengamati benda yang letaknya jauh.teropong ini biasanya digunakan pada pengamatan di lapangan, seperti pengamatan burung, pengamatan tingkah laku hewan dan keadaan alam lainnya.

Slide 25: 

Kamera Gambar Kamera Kamera sudah digunakan sejak lama oleh peneliti untuk mengabadikan objek penelitiannya. Biasanya selain untuk keperluan penelitian, kamera juga digunakan untuk keperluan seni fotografi. Dengan kamera, bukti ilmiah penemuan suatu organism atau kejadian alam dapat terlihat dengan jelas.

Slide 26: 

Kompas Gambar Kompas Kompas digunakan sebagai alat bantu penunjuk arah untuk melakukan pengamatan di alam. Dengan menggunakan kompas, penelitian dapat mengetahui tujuan dan arah perjalanannya selama peneitian dilakukan.

Slide 27: 

Barometer Gambar Barometer Barometer digunakan untuk memperoleh data sekunder dari penelitian, yaitu berupa data tekanan udara. Tekanan udara sangat menentukan analisis data primer yang didapat, seperti jenis tumbuhan dan hewan yang hidup pda tekanan udara tersebut.

Slide 28: 

Higrometer Gambar Higrometer Higrometer digunakan untuk mengukur kelembapan udara. Alat ini diletakkan pada suatu tempat dan selanjutnya akan menunjukkan kelembapan udaranya.

Thank You  : 

Thank You  CREATED BY VENY NURLIANI vnurliani@yahoo.com

authorStream Live Help