metabolisme

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

bahan pelajaran materi untuk SMA kelas X. Tugas Mata Kuliah BIOLOGI ICT.

Comments

Presentation Transcript

METOBOLISME:

METOBOLISME Nama : Ulfah Niswatul Awaliyah Nim : 1001145105 Prodi : Pendidikan Biologi E-mail : phaul_dripz@yahoo.com

Standar Kompetensi : 2. Memahami pentingnya proses metabolisme pada organisme :

Standar Kompetensi : 2. Memahami pentingnya proses metabolisme pada organisme Kompetensi Dasar : 2.1 Mendeskripsikan fungsi enzim dalam proses metabolisme

Indikator : - Diskusi menunjukkan adanya reaksi respirasi - Mendeskripsikan tahap-tahap reaksi respirasi - Membandingkan respirasi aerob dan anerob berdasarkan ATP yang dihasilkan - Menguji proses fotosintesis dengan eksperimen - Mendeskripsikan tahap-tahap reaksi fotosintesis Penugasan membuat bagan metabolisme   Tujuan Pembelajaran : - Siswa mampu menjelaskan struktur enzim dan fungsinya dalam reaksi metabolisme - Siswa mampu menguji prinsip kerja enzim dengan eksperimen :

Indikator : - Diskusi menunjukkan adanya reaksi respirasi - Mendeskripsikan tahap-tahap reaksi respirasi - Membandingkan respirasi aerob dan anerob berdasarkan ATP yang dihasilkan - Menguji proses fotosintesis dengan eksperimen - Mendeskripsikan tahap-tahap reaksi fotosintesis Penugasan membuat bagan metabolisme Tujuan Pembelajaran : - Siswa mampu menjelaskan struktur enzim dan fungsinya dalam reaksi metabolisme - Siswa mampu menguji prinsip kerja enzim dengan eksperimen

  Struktur enzim :

Struktur enzim 1. Apoenzim Apoenzim adalah bagian protein dari enzim , bersifat tidak tahan panas , dan berfungsi menentukan kekhususan dari enzim . Contoh , dari substrat yang sama dapat menjadi senyawa yang berlainan , tergantung dari enzimnya

  2. Koenzim Koenzim disebut gugus prostetik apabila terikat sangat erat pada apoenzim. Akan tetapi, koenzim tidak begitu erat dan mudah dipisahkan dari apoenzim. Koenzim bersifat termostabil (tahan panas), mengandung ribose dan fosfat. Fungsinya menentukan sifat dari reaksinya. Misalnya, Apabila koenzim NADP (Nicotiamida Adenin Denukleotid Phosfat) maka reaksi yang terjadi adalah dehidrogenase. Disini NADP berfungsi sebagai akseptor hidrogen. :

2. Koenzim Koenzim disebut gugus prostetik apabila terikat sangat erat pada apoenzim . Akan tetapi , koenzim tidak begitu erat dan mudah dipisahkan dari apoenzim . Koenzim bersifat termostabil ( tahan panas ), mengandung ribose dan fosfat . Fungsinya menentukan sifat dari reaksinya . Misalnya , Apabila koenzim NADP ( Nicotiamida Adenin Denukleotid Phosfat ) maka reaksi yang terjadi adalah dehidrogenase . Disini NADP berfungsi sebagai akseptor hidrogen .

Prinsip kerja enzim:

Prinsip kerja enzim Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor , terutama adalah substrat , suhu , keasaman , kofaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH ( tingkat keasaman ) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein, yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah . Di luar suhu atau pH yang sesuai , enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan . Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali . Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain. Inhibitor adalah molekul yang menurunkan aktivitas enzim , sedangkan aktivator adalah yang meningkatkan aktivitas enzim . Banyak obat dan racun adalah inihibitor enzim .

1. Model Kunci gembok Enzim sangatlah spesifik. Pada tahun 1894, Emil Fischer mengajukan bahwa hal ini dikarenakan baik enzim dan substrat memiliki bentuk geometri yang saling memenuhi.Hal ini sering dirujuk sebagai model "Kunci dan Gembok". Manakala model ini menjelaskan kespesifikan enzim, ia gagal dalam menjelaskan stabilisasi keadaan transisi yang dicapai oleh enzim. Model ini telah dibuktikan tidak akurat, dan model ketepatan induksilah yang sekarang paling banyak diterima. :

1. Model Kunci gembok Enzim sangatlah spesifik. Pada tahun 1894, Emil Fischer mengajukan bahwa hal ini dikarenakan baik enzim dan substrat memiliki bentuk geometri yang saling memenuhi.Hal ini sering dirujuk sebagai model "Kunci dan Gembok". Manakala model ini menjelaskan kespesifikan enzim, ia gagal dalam menjelaskan stabilisasi keadaan transisi yang dicapai oleh enzim. Model ini telah dibuktikan tidak akurat, dan model ketepatan induksilah yang sekarang paling banyak diterima.

Model kunci gembok:

Model kunci gembok

2. Induksi pas Pada tahun 1958, Daniel Koshland mengajukan modifikasi model kunci dan gembok: oleh karena enzim memiliki struktur yang fleksibel, tapak aktif secara terus menerus berubah bentuknya sesuai dengan interaksi antara enzim dan substrat.[23] Akibatnya, substrat tidak berikatan dengan tapak aktif yang kaku. Orientasi rantai samping asam amino berubah sesuai dengan substrat dan mengijinkan enzim untuk menjalankan fungsi katalitiknya. Pada beberapa kasus, misalnya glikosidase, molekul substrat juga berubah sedikit ketika ia memasuki tapak aktif.Tapak aktif akan terus berubah bentuknya sampai substrat terikat secara sepenuhnya, yang mana bentuk akhir dan muatan enzim ditentukan. :

2. Induksi pas Pada tahun 1958, Daniel Koshland mengajukan modifikasi model kunci dan gembok: oleh karena enzim memiliki struktur yang fleksibel, tapak aktif secara terus menerus berubah bentuknya sesuai dengan interaksi antara enzim dan substrat.[23] Akibatnya, substrat tidak berikatan dengan tapak aktif yang kaku. Orientasi rantai samping asam amino berubah sesuai dengan substrat dan mengijinkan enzim untuk menjalankan fungsi katalitiknya. Pada beberapa kasus, misalnya glikosidase, molekul substrat juga berubah sedikit ketika ia memasuki tapak aktif.Tapak aktif akan terus berubah bentuknya sampai substrat terikat secara sepenuhnya, yang mana bentuk akhir dan muatan enzim ditentukan.

Induksi pas:

Induksi pas

authorStream Live Help