logging in or signing up uas uiiunolive Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 121 Category: Education License: All Rights Reserved Like it (0) Dislike it (0) Added: July 16, 2011 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description untuk memenuhi tugas bilogi ict Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript LISTRIK DINAMIS: LISTRIK DINAMIS MERI APRILIANI NESSYA LISETIAGA NURUL RUFAIDAH KURTUBI RATU RIZKI FAJAR PERTIWI JUPITER GROUP PRESENTS:Muatan dan Arus Listrik: Muatan dan Arus Listrik Arus listrik adalah muatan listrik yang mengalir atau berpindah tempat Arus listrik yang mengalir hanya pada satu arah disebut satu arah . A rus listrik yang men g alir bolak-balik beragantian arah secara terus menerus disebut arus bolak-balikKuat Arus Listrik: Kuat Arus Listrik Kuat arus listrik mempunyai satuan ampere yang disingkat A. Rumus kuat arus listrik : Amperemeter adalah alat untuk mengukur kuat arus listrik .Cara Membaca Amperemeter: Cara Membaca Amperemeter M embaca skala yang ditunjuk oleh jarum penunjuk . M embagi harga yang ditunjuk oleh skala tersebut dengan harga skala maksimum. Mengalikan hasil bagi pada langkah (2) tersebut dengan harga batas ukur yang dipilih.Potensial Listrik: Potensial Listrik Energi potensial adalah energi tersimpan yang dimilki oleh benda . Beda potensial (dilmbangkan dengan dengan V) antara dua titik dalam medan listrik didefinisikan sebagai besaranya usaha (dalam joule) yang harus dilakukan untuk menggerakkan muatan listrik positif sebesar satu coulomb dari satu titik ke titik yang lain.Slide 6: Kapasitor adalah suatu komponen listrik yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik. Arus listrik mengalir dari tempat yang memlilki potensial listrik tinggi ke tempat lain yang memiliki potensial rendah . Ujung sumber arus listrik yang memiliki potensial tinggi disebut kutub positif (anoda) . U jung yang memilki potensial rendah disebut kutub negatif (katoda) .Sumber Arus Listrik: Sumber Arus Listrik Elemen listrik adalah suatu komponen yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Elemen listrik yang membentuk sumber arus dapat dibedakan menjadi dua , yaitu : Elemen Primer Elemen SekunderMacam-macam Sumber Arus Listrik: Macam-macam Sumber Arus Listrik Elemen Volta Baterai Akumulator Dinamo Sel Surya Piezoelektrik TermokopelRangkaian Listrik Sederhana: Rangkaian Listrik Sederhana Rangkaian listrik terdiri dari berbagai komponen listrik, seperti resistor, baterai, lampu, dan saklar yang dihubungkan dengan sebuah konduktor sehingga arus listrik dapat mengalir melaluinya . Rangkaian listrik ada dua macam , yaitu : Rangkaian listrik terbuka Rangkaian listrik tertutupSaklar: Saklar Komponen listrik ini sengaja dirancang unt u k memilki dua keadaan, yaitu keadaan tertutup (terhubung) dan keadaan terbuka (tidak terhubung) . Dua keadaan tersebut dapat diganti-ganti sehingga rangkaian dapat diubah dari terbuka menjadi tertutup, atau sebaliknya sesuai dengan keinginan kita.Sekring: Sekring Komponen listrik ini berfungsi sebagai pengaman . Dalam keadaan normal, sekring membentuk rangkaian listrik tertutup . Sekring terbuat dari kawat tipis yang mudah meleleh dan putus, sekring akan membentuk rangkaian listrik terbuka sehingga arus listrik da p at mengalir.Rangkaian Seri: Rangkaian Seri Adalah berbagai k omponen listrik dihubungkan membentuk suatu rangkaian tanpa adanya percabangan diantara kutub-kutub sumber ggl . E lekron-elektron mengalir dari kutub negatif sumber arus listrik melalui kabel dan masing-masing komponen secara berurutan dan akhirnya kembali ke sumber arus listrik melaui kutub positif. Kuat arus yang mengalir selalu sama di setiap titik sepanjang rangkaian.Rangkaian Paralel: Rangkaian Paralel Suatu rangkaian dimana ada beberapa jalan berbeda yang dapat dialiri arus . Setelah keluar melaui kutub negatif sumber arus listrik dan melalui berbagai rangkaian percabangan, arus listrik akan menyatu kembali sebelum menuju kutub positif sumber arus listrik kembali . Sumber arus listrik dirangkai secara paralel dengan menghubungkan semua kutub positif menjadi satu dan semua negatif menjadi satu juga. K omponen-komponen listrik lainnya dihubungkan dengan kabel ke gabungan kutub positif dan gabungan kutub negatif tadi.Hukum Ohm: Hukum Ohm Hukum Ohm dapat dinyatakan sebagai kuat arus listrik sebanding dengan beda potensial yang diberikan dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian. Hukum Ohm juga memperlihatkan bahwa jika tegangan dijaga konstan, resistansi penghantar yang lebih kecil akan menghasilkan arus yang lebih besar dan resistansi rangkaian yang lebih besar akan menghasilkan arus yang lebih kecil.Pengukuran Hambatan Listrik: Pengukuran Hambatan Listrik Ada dua cara pengukuran untuk menentukan niali hambtan suatu penghambat , yaitu : Mengukur nilai tegangan dan kuat arusnya dengan menggunakan voltmeter dan amperemeter . Dengan mengukur langsung memakai multimeter . Multimeter dapat mengukur V, I, dan R secara langsung .Hambatan Jenis: Hambatan Jenis Pada suatu rangkaian listrik , pengahantar selalu menggunakan kawat . Kawat penghantar ini terbuat dari logam . Nilai hambatan listrik suatu kawat adalah : Sebanding dengan panjang kawat ( I ) Berbanding terbalik dengan luas penampang kawat ( A ) Sebanding dengan nilai hambatan jenis logamnya ( p ) Dengan kata lain, hambatan kawat penghantar ditentukan oleh tiga factor, yaitu : panjang kawat , luas penampang kawat , dan jenis bahan kawat . Secara matematis dinyatakan dengan rumus berikut : R= hambatan kawat (ohm Ω) l = panjang kawat (m) A= luas penampang kawat () ρ= hambatan jenis kawat ( ohm·m )Hukum Kirchhoff: Hukum Kirchhoff Arus listrik yang masuk sama dengan arus listrik yang keluar dari titik percabangan tersebut. Pernyataan diatas dikenal dengan nama Hukum I Kirchhoff.Resistor: Resistor Resistor Tetap Resistor tetap memiliki hambatan tertentu . Contohnya resistor karbon , resistor logam tipis , dan resistor karbon tipis . Besarnya hambatan di dalam resistor dapat dilihat dari kode warnanya . Resistor Variabel Resistor yang memiliki nilai hambatan yang dapat diubah-ubah disebut Resistor Variabel . Resiator variable yang sering dijumpai adalah hambatan geser (rheostat ) dan potensiometer .Rangkaian Hambatan Listrik: Rangkaian Hambatan Listrik Rangkaian Seri Berdasarkan hukum Ohm: V = IR, pada hambatan R 1 terdapat tegangan V 1 =IR 1 dan pada hambatan R 2 terdapat tegangan V 2 = IR 2 . Karena arus listrik mengalir melalui hambatan R 1 dan hambatan R 2, tegangan totalnya adalah V AC = IR 1 + IR 2 . Mengingat VAC merupakan tegangan total dan kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian seperti di atas ( rangkaian tak bercabang ) di setiap titik sama maka : V AC = IR 1 + IR 2 I R 1 = I(R 1 + R 2 ) R 1 = R 1 + R 2 ; R 1 = hambatan total Rangkaian seperti di atas disebut rangkaian seri . Selanjutnya , R 1 ditulis R s (R seri ), sehingga : R s = R 1 + R 2 +...+ R n , dengan n = jumlah resistor.Rangkaian Pararel: Rangkaian Pararel Mengingat hukum Ohm: I = V/R dan I = I 1 + I 2 , maka Pada rangkaian seperti di atas ( rangkaian bercabang ), V AB =V 1 = V 2 = V. Dengan demikian , diperoleh persamaanSlide 21: Rangkaian yang menghasilkan persamaan seperti di atas disebut rangkaian paralel . Oleh karena itu , selanjutnya R t ditulis R p ( R p = R paralel ). Dengan demikian , diperoleh persamaan Berdasarkan persamaan di atas , dapat disimpulkan bahwa dalam rangkaian paralel , nilai hambatan total ( R p ) lebih kecil dari pada nilai masing-masing hambatan penyusunnya (R 1 dan R 2 ). Oleh karena itu , beberapa lampu yang disusun secara paralel sama terangnya dengan lampu pada intensitas normal ( tidak mengalami penurunan ). Jika salah satu lampu mati ( putus ), lampu yang lain tetap menyala . You do not have the permission to view this presentation. In order to view it, please contact the author of the presentation.
uas uiiunolive Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 121 Category: Education License: All Rights Reserved Like it (0) Dislike it (0) Added: July 16, 2011 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description untuk memenuhi tugas bilogi ict Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript LISTRIK DINAMIS: LISTRIK DINAMIS MERI APRILIANI NESSYA LISETIAGA NURUL RUFAIDAH KURTUBI RATU RIZKI FAJAR PERTIWI JUPITER GROUP PRESENTS:Muatan dan Arus Listrik: Muatan dan Arus Listrik Arus listrik adalah muatan listrik yang mengalir atau berpindah tempat Arus listrik yang mengalir hanya pada satu arah disebut satu arah . A rus listrik yang men g alir bolak-balik beragantian arah secara terus menerus disebut arus bolak-balikKuat Arus Listrik: Kuat Arus Listrik Kuat arus listrik mempunyai satuan ampere yang disingkat A. Rumus kuat arus listrik : Amperemeter adalah alat untuk mengukur kuat arus listrik .Cara Membaca Amperemeter: Cara Membaca Amperemeter M embaca skala yang ditunjuk oleh jarum penunjuk . M embagi harga yang ditunjuk oleh skala tersebut dengan harga skala maksimum. Mengalikan hasil bagi pada langkah (2) tersebut dengan harga batas ukur yang dipilih.Potensial Listrik: Potensial Listrik Energi potensial adalah energi tersimpan yang dimilki oleh benda . Beda potensial (dilmbangkan dengan dengan V) antara dua titik dalam medan listrik didefinisikan sebagai besaranya usaha (dalam joule) yang harus dilakukan untuk menggerakkan muatan listrik positif sebesar satu coulomb dari satu titik ke titik yang lain.Slide 6: Kapasitor adalah suatu komponen listrik yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik. Arus listrik mengalir dari tempat yang memlilki potensial listrik tinggi ke tempat lain yang memiliki potensial rendah . Ujung sumber arus listrik yang memiliki potensial tinggi disebut kutub positif (anoda) . U jung yang memilki potensial rendah disebut kutub negatif (katoda) .Sumber Arus Listrik: Sumber Arus Listrik Elemen listrik adalah suatu komponen yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Elemen listrik yang membentuk sumber arus dapat dibedakan menjadi dua , yaitu : Elemen Primer Elemen SekunderMacam-macam Sumber Arus Listrik: Macam-macam Sumber Arus Listrik Elemen Volta Baterai Akumulator Dinamo Sel Surya Piezoelektrik TermokopelRangkaian Listrik Sederhana: Rangkaian Listrik Sederhana Rangkaian listrik terdiri dari berbagai komponen listrik, seperti resistor, baterai, lampu, dan saklar yang dihubungkan dengan sebuah konduktor sehingga arus listrik dapat mengalir melaluinya . Rangkaian listrik ada dua macam , yaitu : Rangkaian listrik terbuka Rangkaian listrik tertutupSaklar: Saklar Komponen listrik ini sengaja dirancang unt u k memilki dua keadaan, yaitu keadaan tertutup (terhubung) dan keadaan terbuka (tidak terhubung) . Dua keadaan tersebut dapat diganti-ganti sehingga rangkaian dapat diubah dari terbuka menjadi tertutup, atau sebaliknya sesuai dengan keinginan kita.Sekring: Sekring Komponen listrik ini berfungsi sebagai pengaman . Dalam keadaan normal, sekring membentuk rangkaian listrik tertutup . Sekring terbuat dari kawat tipis yang mudah meleleh dan putus, sekring akan membentuk rangkaian listrik terbuka sehingga arus listrik da p at mengalir.Rangkaian Seri: Rangkaian Seri Adalah berbagai k omponen listrik dihubungkan membentuk suatu rangkaian tanpa adanya percabangan diantara kutub-kutub sumber ggl . E lekron-elektron mengalir dari kutub negatif sumber arus listrik melalui kabel dan masing-masing komponen secara berurutan dan akhirnya kembali ke sumber arus listrik melaui kutub positif. Kuat arus yang mengalir selalu sama di setiap titik sepanjang rangkaian.Rangkaian Paralel: Rangkaian Paralel Suatu rangkaian dimana ada beberapa jalan berbeda yang dapat dialiri arus . Setelah keluar melaui kutub negatif sumber arus listrik dan melalui berbagai rangkaian percabangan, arus listrik akan menyatu kembali sebelum menuju kutub positif sumber arus listrik kembali . Sumber arus listrik dirangkai secara paralel dengan menghubungkan semua kutub positif menjadi satu dan semua negatif menjadi satu juga. K omponen-komponen listrik lainnya dihubungkan dengan kabel ke gabungan kutub positif dan gabungan kutub negatif tadi.Hukum Ohm: Hukum Ohm Hukum Ohm dapat dinyatakan sebagai kuat arus listrik sebanding dengan beda potensial yang diberikan dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian. Hukum Ohm juga memperlihatkan bahwa jika tegangan dijaga konstan, resistansi penghantar yang lebih kecil akan menghasilkan arus yang lebih besar dan resistansi rangkaian yang lebih besar akan menghasilkan arus yang lebih kecil.Pengukuran Hambatan Listrik: Pengukuran Hambatan Listrik Ada dua cara pengukuran untuk menentukan niali hambtan suatu penghambat , yaitu : Mengukur nilai tegangan dan kuat arusnya dengan menggunakan voltmeter dan amperemeter . Dengan mengukur langsung memakai multimeter . Multimeter dapat mengukur V, I, dan R secara langsung .Hambatan Jenis: Hambatan Jenis Pada suatu rangkaian listrik , pengahantar selalu menggunakan kawat . Kawat penghantar ini terbuat dari logam . Nilai hambatan listrik suatu kawat adalah : Sebanding dengan panjang kawat ( I ) Berbanding terbalik dengan luas penampang kawat ( A ) Sebanding dengan nilai hambatan jenis logamnya ( p ) Dengan kata lain, hambatan kawat penghantar ditentukan oleh tiga factor, yaitu : panjang kawat , luas penampang kawat , dan jenis bahan kawat . Secara matematis dinyatakan dengan rumus berikut : R= hambatan kawat (ohm Ω) l = panjang kawat (m) A= luas penampang kawat () ρ= hambatan jenis kawat ( ohm·m )Hukum Kirchhoff: Hukum Kirchhoff Arus listrik yang masuk sama dengan arus listrik yang keluar dari titik percabangan tersebut. Pernyataan diatas dikenal dengan nama Hukum I Kirchhoff.Resistor: Resistor Resistor Tetap Resistor tetap memiliki hambatan tertentu . Contohnya resistor karbon , resistor logam tipis , dan resistor karbon tipis . Besarnya hambatan di dalam resistor dapat dilihat dari kode warnanya . Resistor Variabel Resistor yang memiliki nilai hambatan yang dapat diubah-ubah disebut Resistor Variabel . Resiator variable yang sering dijumpai adalah hambatan geser (rheostat ) dan potensiometer .Rangkaian Hambatan Listrik: Rangkaian Hambatan Listrik Rangkaian Seri Berdasarkan hukum Ohm: V = IR, pada hambatan R 1 terdapat tegangan V 1 =IR 1 dan pada hambatan R 2 terdapat tegangan V 2 = IR 2 . Karena arus listrik mengalir melalui hambatan R 1 dan hambatan R 2, tegangan totalnya adalah V AC = IR 1 + IR 2 . Mengingat VAC merupakan tegangan total dan kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian seperti di atas ( rangkaian tak bercabang ) di setiap titik sama maka : V AC = IR 1 + IR 2 I R 1 = I(R 1 + R 2 ) R 1 = R 1 + R 2 ; R 1 = hambatan total Rangkaian seperti di atas disebut rangkaian seri . Selanjutnya , R 1 ditulis R s (R seri ), sehingga : R s = R 1 + R 2 +...+ R n , dengan n = jumlah resistor.Rangkaian Pararel: Rangkaian Pararel Mengingat hukum Ohm: I = V/R dan I = I 1 + I 2 , maka Pada rangkaian seperti di atas ( rangkaian bercabang ), V AB =V 1 = V 2 = V. Dengan demikian , diperoleh persamaanSlide 21: Rangkaian yang menghasilkan persamaan seperti di atas disebut rangkaian paralel . Oleh karena itu , selanjutnya R t ditulis R p ( R p = R paralel ). Dengan demikian , diperoleh persamaan Berdasarkan persamaan di atas , dapat disimpulkan bahwa dalam rangkaian paralel , nilai hambatan total ( R p ) lebih kecil dari pada nilai masing-masing hambatan penyusunnya (R 1 dan R 2 ). Oleh karena itu , beberapa lampu yang disusun secara paralel sama terangnya dengan lampu pada intensitas normal ( tidak mengalami penurunan ). Jika salah satu lampu mati ( putus ), lampu yang lain tetap menyala .