LINGKUNGAN

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

LINGKUNGAN: 

LINGKUNGAN Disusun Oleh : Erni Suati Lutfi Putriyani Umaeroh

Pengertian Lingkungan: 

Pengertian Lingkungan Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya Sistem lingkungan memiliki daya lenting dan daya dukung.

Lanjutan: 

Lanjutan Daya lenting lingkungan yakni daya untuk pulih kembali ke keadaan seimbang. Sedangkan daya dukung lingkungan yakni kemampuan lingkungan untuk dapat memenuhi kebutuhan sejumlah makhluk hidup agar dapat tumbuh dan berkembang secara wajar di dalamnya.

Keseimbangan Lingkungan : 

Keseimbangan Lingkungan Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal, yaitu komponen-komponen yang ada terlibat dalam aksi-reaksi dan berperan sesuai kondisi keseimbangan, pemindahan energi (arus energi), dan siklus biogeokimia dapat berlangsung

Lanjutan: 

Lanjutan Keseimbangan lingkungan dapat terganggu bila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem

Munculnya Permasalahan Lingkungan: 

Munculnya Permasalahan Lingkungan Punahnya Spesies Peledakan Hama Gangguan Keseimbangan Lingkungan Kesuburan Tanah Berkurang Keracunan dan Penyakit Pemekatan Hayati Terbentuknya Lubang Ozon dan Efek Rumah Kaca

Pencemaran Lingkungan: 

Pencemaran Lingkungan Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).

Sifat-sifat Polutan: 

Sifat-sifat Polutan Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi. Merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.

Menurut asal terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga : 

Menurut asal terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga Polusi udara Polusi air Polusi tanah Polusi suara

POLUSI UDARA: 

POLUSI UDARA Pencemaran udara disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2 hasil pembakaran, debu, SO2, CFC (Kloro fluoro karbon), asap rokok dan lain-lain.

POLUSI AIR: 

POLUSI AIR Pencemaran air umumnya bersumber dari sampah dan bahan kimia yang berasal dari limbah pertanian, rumah tangga, industri, kebocoran tanker minyak dan lain-lain Pengukuran pencemaran air dapat dilakukan secara kimia (BOD) dan biologis (biasanya dengan menggunakan mikroorganisme)

POLUSI TANAH: 

POLUSI TANAH Pencemaran tanah kebanyakan berupa sampah organik dan anorganik Sampah organik: sampah yang dapat diuraikan dalam jangka waktu yang cukup singkat Sampah Anorganik: sampah yang tidak dapat diuraikan (memerlukan waktu yang lama)

POLUSI SUARA: 

POLUSI SUARA Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran. Kebisingan juga dapat menyebabkan penduduk sulit tidur, bahkan dapat mengakibatkan tuli, gangguan kejiwaan, dan dapat pula menimbulkan penyakit jantung, gangguan janin dalam kandungan dan stres.

Menurut macam bahan pencemar : 

Menurut macam bahan pencemar Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba hystolitica, dan Salmonella thyposa. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.

Dampak intensifikasi Pertanian: 

Dampak intensifikasi Pertanian Intensifikasi pertanian adalah mengusahakan pertanian secara intensif agar diperoleh hasil yang optimal (hasil yang seharusnya, bukan hasil yang maksimal). Dalam intensifikasi yang perlu diperhatikan biasanya adalah pengadaan bibit, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pemanenan, dan kegiatan pasca panen.

Dampak dari Pengolahan Tanah : 

Dampak dari Pengolahan Tanah Ketika petani membajak, sawah dialiri air hingga tergenang, dan terkadang kelebihan air dialirkan ke got dan akhirnya masuk ke sungai. Jadi, di sawah terjadi pencucian unsur hara yang selanjutnya dibuang ke sungai. Akibatnya kesuburan sawah semakin berkurang.

Dampak dari Pemupukan: 

Dampak dari Pemupukan Pemupukan dengan pupuk buatan dapat menyebabkan tanah menjadi asam (pH tanah menurun). Jika tanah menjadi asam, produktifitas tanaman pertanian akan merosot unsur nitrogen yang terkandung di dalam pupuk dapat menyebabkan terbentuknya larutan nitrit di dalam tanah. Larutan nitrit itu dapat meresap ke dalam sumur penduduk yang berdekatan. Air sumur yang mengandung nitrit dapat menyebabkan munculnya penyakit bayi biru (blue baby) Pemupukan yang berlebihan dan larut ke dalam air juga dapat menyebabkan meningkatkan kesuburan sungai (eutrofikasi)

Dampak dari Pestisida: 

Dampak dari Pestisida Pestisida disamping untuk membasmi hama memiliki efek samping apabila digunakan berlebihan karena dapat hasil pertanian baik sayuran, buah-buahan dapat terkontaminasi pestisida sehingga dapat menyebabkan orang yang memakannya keracunan.

Dampak dari Penanaman Monokultur: 

Dampak dari Penanaman Monokultur Pertanian monokultur adalah pertanian dengan menanam tanaman sejenis tanaman pertanian mudah terserang hama dan penyakit dan dalam waktu cepat hama akan menyerang wilayah yang luas sehingga hasil panen akan berkurang. Menyebabkan lingkungan pertanian yang tidak mantap

Perubahan Lingkungan: 

Perubahan Lingkungan Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia contohnya penebangan hutan, pembangunan pemukiman, dan penerapan intensifikasi pertanian Perubahan lingkungan secara alami disebabkan oleh bencana alam seperti gunung meletus, angin topan dll.

Etika Lingkungan: 

Etika Lingkungan Merupakan perbuatan apa yang dinilai baik untuk lingkungan dan apa yang tidak baik bagi lingkungan Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup.

Tujuan Pengelolaan Lingkungan: 

Tujuan Pengelolaan Lingkungan Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang.

Pencegahan Pencemaran Lingkungan: 

Pencegahan Pencemaran Lingkungan secara administratif (adanya peraturan/ undang-undang dari pemerintah); secara teknologis (adanya peralatan pengolahan limbah, pembakar sampah); secara edukatif (melakukan penyuluhan kepada masyarakat, pendidikan di sekolah-sekolah).

THANKS FOR YOUR ATTENSION: 

THANKS FOR YOUR ATTENSION WASSALAMMU’ALAIKUM WA RAHMATULLAHI WA BAROKATUH