AQIDAH (kufur)

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PowerPoint Presentation:

Nama Dosen : Ilham Munzir, M.Pd Mata Kuliah : Aqidah Kelompok : 5 (Lima) Nama Penyusun : 1. Devi Septiana Sari (1001045215) 2. Thya Agusthyaningrum (1001045242 ) 1

Kekafiran menurut Islam:

Kekafiran menurut Islam 2

Definisi Kufur menurut Al-Quran dan Hadits:

Definisi Kufur menurut Al-Quran dan Hadi ts Kata kufur menurut Al-Quran dan Sunnah , adakalanya artinya dengan “ kekafiran yang sangat besar ” yaitu suatu perbuatan yang berdasarkan hukum didunia akan mengeluarkan pelakunya dari agama islam , dan menurut hukum akhirat akan memastikan baginya kekekalan di neraka . Tapi adakalanya , kata kufur itu bermakna “ kekafiran kecil ”, yaitu perbuatan dosa yang oleh karena itu kepada pelakunya dikenakan ancaman azab , kekekalan dalam neraka . Dan tidak mengeluarkan pelakunya dari agama islam . Hanya kekafiran itu sekalipun kecil lambat laun merusak agama, karena kemaksiatan bersifat destruktif . 3

Kekafiran menurut hadits:

Kekafiran menurut hadits Merujuk ke berbagai ayat maupun hadits, disimpulkan bahwa kekafiran terbagi kepada dua bagian, yaitu kufrun I''tiqaadi dan kufrun ''amali. Pertama , "kurfrun I''tikaadi" adalah penyembunyian atau pengingkaran dalam hal keimanan (akidah) terhadap kebenaran yang datang dari Allah. Kedua , "kufrun ''amali" adalah menyembunyikan kebenaran dalam perbuatan, tapi secara imani menerimanya sebagai kebenaran. 4

Kufur secara bahasa (etimologi) berarti menutupi. Sedangkan menurut syara (terminologi), kufur adalah tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya. Orang yang melakukan kekufuran, tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya disebut kafir.:

Kufur secara bahasa ( etimologi ) berarti menutupi . Sedangkan menurut syara ( terminologi ), kufur adalah tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya , baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya . Orang yang melakukan kekufuran , tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya disebut kafir . 5

PowerPoint Presentation:

6

PowerPoint Presentation:

Kufur besar ialah keingkaran dan ketidak percayaan dengan sadar terhadap semua atau sebagian yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW, dalam wujud ajaran-ajaran pokok . Kufur besar terbagi menjadi lima macam , diantaranya adalah : Kufur Karena Mendustakan Kufur Karena Enggan dan Sombong Kufur Karena Ragu Kufur Karena Berpaling Kufur Karena Nifaq Kufur besar 7

PowerPoint Presentation:

Kufur Karena Enggan dan Sombong, Padahal Membenarkan. Dalilnya firman Allah. “Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, ‘Tunduklah kamu kepada Adam’. Lalu mereka tunduk kecuali iblis, ia enggan dan congkak dan adalah ia termasuk orang-orang kafir” [Al-Baqarah : 34] Kufur Karena Mendustakan Dalilnya adalah firman Allah. “Artinya : Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau mendustakan kebenaran tatkala yang hak itu datang kepadanya ? Bukankah dalam Neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir ?” [Al-Ankabut : 68] 8

3. Kufur Karena Ragu Dalilnya adalah firman Allah. “Artinya : Dan ia memasuki kebunnya, sedang ia aniaya terhadap dirinya sendiri; ia berkata, “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira Hari Kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku, niscaya akan kudapati tempat kembali yang baik” Temannya (yang mukmin) berkata kepadanya, ‘Apakah engkau kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian Dia menjadikan kamu seorang laki-laki ? Tapi aku (percaya bahwa) Dialah Allah Rabbku dan aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun” [Al-Kahfi : 35-38]:

3. Kufur Karena Ragu Dalilnya adalah firman Allah. “Artinya : Dan ia memasuki kebunnya, sedang ia aniaya terhadap dirinya sendiri; ia berkata, “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira Hari Kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku, niscaya akan kudapati tempat kembali yang baik” Temannya (yang mukmin) berkata kepadanya, ‘Apakah engkau kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian Dia menjadikan kamu seorang laki-laki ? Tapi aku (percaya bahwa) Dialah Allah Rabbku dan aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun” [Al-Kahfi : 35-38] 9

4. Kufur Karena Berpaling Dalilnya adalah firman Allah. “Artinya : Dan orang-orang itu berpaling dari peringatan yang disampaikan kepada mereka” [Al-Ahqaf : 3]:

4. Kufur Karena Berpaling Dalilnya adalah firman Allah. “Artinya : Dan orang-orang itu berpaling dari peringatan yang disampaikan kepada mereka” [Al-Ahqaf : 3] Kufur Karena Nifaq Dalilnya adalah firman Allah “Artinya : Yang demikian itu adalah karena mereka beriman (secara) lahirnya lalu kafir (secara batinnya), kemudian hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti” [Al-Munafiqun : 3] 10

Kufur kecil yaitu kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, dan ia adalah kufur amali. Kufur amali ialah dosa-dosa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dosa-dosa kufur, tetapi tidak mencapai derajat kufur besar. :

Kufur kecil yaitu kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, dan ia adalah kufur amali. Kufur amali ialah dosa-dosa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dosa-dosa kufur, tetapi tidak mencapai derajat kufur besar. Kufur Kecil 11

Secara umum kufur dari segi bentuknya bisa terbagi menjadi beberapa kategori, antara lain::

Secara umum kufur dari segi bentuknya bisa terbagi menjadi beberapa kategori, antara lain: Kufr al-Inkar Kufr al-Juhud Kufr  an-Nifaq Kufr asy-Syirk Kufr an-Ni'mat Kufr  al-Irtidad 12

“Kufr al-inkar” adalah kekafiran dalam arti pengingkaran terhadap eksistensi Tuhan sebagai pencipta, pemelihara, dan pengatur alam ini, megingkari para rasul-Nya, dan seluruh ajaran yang mereka bawa. Karena mengingkari pokok-pokok agama ini, maka mereka dikategorikan sebagai penganut ateisme, materialisme, dan naturalisme yang hanya mempercayai hal-hal yang bersifat material dan alamiah. :

“Kufr al-inkar” adalah kekafiran dalam arti pengingkaran terhadap eksistensi Tuhan sebagai pencipta, pemelihara, dan pengatur alam ini, megingkari para rasul-Nya, dan seluruh ajaran yang mereka bawa. Karena mengingkari pokok-pokok agama ini, maka mereka dikategorikan sebagai penganut ateisme, materialisme, dan naturalisme yang hanya mempercayai hal-hal yang bersifat material dan alamiah. 1. Kufr al-Inkar 13

Hal ini diungkapkan al-Qur'an dalam surat al-Jatsiyah ayat 24: وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ "Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati, hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.“:

Hal ini diungkapkan al-Qur'an dalam surat al-Jatsiyah ayat 24: وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ "Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati, hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.“ 14

“Kufr al-juhud” tidak berbeda jauh dengan kufr al-inkar. Kufr al-juhud adalah mengakui dengan hati (kebenaran yang dibawa oleh Rasululah) tetapi mengingkarinya dengan lidah.  Menurut Thabataba'i,  kufr al-juhud berarti pengingkaran terhadap ajara-ajaran Tuhan dalam keadaan tahu bahwa apa yang diingkari itu adalah kebenaran. Fir'aun dan kelompoknya adalah contoh  orang kafir jenis ini.:

“Kufr al-juhud” tidak berbeda jauh dengan kufr al-inkar. Kufr al-juhud adalah mengakui dengan hati (kebenaran yang dibawa oleh Rasululah) tetapi mengingkarinya dengan lidah.  Menurut Thabataba'i,  kufr al-juhud berarti pengingkaran terhadap ajara-ajaran Tuhan dalam keadaan tahu bahwa apa yang diingkari itu adalah kebenaran. Fir'aun dan kelompoknya adalah contoh  orang kafir jenis ini . 2. Kufr al-Juhud 15

Sebagaimana diterangkan dalam QS. an-Naml ayat 13-14: فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ ءَايَاتُنَا مُبْصِرَةً قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ(13) وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ “Maka tatkala mu`jizat-mu`jizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka: "Ini adalah sihir yang nyata". Dan, mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)-nya. Maka, perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.” :

S ebagaimana diterangkan dalam QS. an-Naml ayat 13-14: فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ ءَايَاتُنَا مُبْصِرَةً قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (13) وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ “Maka tatkala mu`jizat-mu`jizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka: "Ini adalah sihir yang nyata". Dan, mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)-nya. Maka, perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.” 16

firman Allah surat al-Ma'idah ayat 41 : يَاأَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا ءَامَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ "Hai Rasul, janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman.”:

firman Allah surat al-Ma'idah ayat 41 : يَاأَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا ءَامَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ "Hai Rasul, janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman.” 3. Kufr  an-Nifaq “Kufr an-nifaq” dapat dianggap sebagai kebalikan dari  kufr al-juhud. Kalau kufr al-juhud berarti mengatahui dan menyakini dengan hati tetapi ingkar dengan lidah, maka kufr al-nifaq mengandung arti pengakuan dengan lidah, tetapi pengingkaran dengan hati. 17

Syirik berarti mempersekutukan Tuhan dengan menjadikan sesuatu selain diri-Nya sebagai sembahan, obyek pemujaan, dan atau tempat menggantungkan harapan dan dambaan. Syirik digolongkan  sebagai kekafiran sebab perbuatan itu mengingkari keesaan Tuhan, yang berarti mengingkari kemahakuasaan dan kemahasempurnaan-Nya. :

Syirik berarti mempersekutukan Tuhan dengan menjadikan sesuatu selain diri-Nya sebagai sembahan, obyek pemujaan, dan atau tempat menggantungkan harapan dan dambaan. Syirik digolongkan  sebagai kekafiran sebab perbuatan itu mengingkari keesaan Tuhan, yang berarti mengingkari kemahakuasaan dan kemahasempurnaan-Nya. 4. Kufr asy-Syirk 18

PowerPoint Presentation:

5. Kufr an-Ni'mat Kufr an-ni'mat adalah menyalahgunakan nikmat yang diperoleh, menempatkan bukan pada tempatnya, atau memanfaatkan bukan pada hal-hal yang dikehendaki dan diridhai oleh pemberi nikmat. Kecenderungan manusia mengkafiri nikmat-nikmat Tuhan tampaknya amat kuat. Ini dapat dilihat pada QS. Yunus ayat 23, di mana digambarkan bahwa ketika manusia sedang berlayar di tengah lautan lalu datang amukan badai, mereka segera berdoa kepada Tuhan: "Jika Engkau menyelamatkan kami, pastilah kami akan menjadi orang yang bersyukur". Akan tetapi, begitu Tuhan menyelamatkan mereka, mereka pun segera melupakan janji yang pernah diucapkan. Mereka kembali kafir terhadap nikmat-Nya serta berbuat zalim dan melakukan kerusakan di muka bumi. 19

PowerPoint Presentation:

6. Kufr  al-Irtidad Istilah “irtidad” atau “riddat” berakar dari kata “radd”. Yaitu kembali menjadi kafir sesudah beriman atau keluar dari islam. Orang murtad telah mengenal Allah, telah mengenal kebenaran tetapi karena hawanafsu, atau keras kepala atau tidak mendapat keuntungan benda yang diharapkan, mereka menjadi kafir. Fenomena riddat yang terlihat cukup menonjol  dalam masyarakat, khususnya masyarakat modern, adalah yang berlatar belakang perkawinan campuran antar agama. 20

Kufur bisa terjadi karena beberapa sebab, antara lain::

Mendustakan atau tidak mempercayai Ragu terhadap sesuatu yg jelas dlm syari’at Berpaling dari agama Allah Kemunafikan yakni menyembunyikan kekafiran dan menampakkan keislaman Sombong terhadap perintah Allah `Azza wa Jalla seperti yang dilakukan iblis Tidak mau mengikrarkan kebenaran agama Allah bahkan terkadang dibarengi dengan memerangi padahal hati yakin kalau itu benar seperti yg terjadi pada Fir’aun. Kufur bisa terjadi karena beberapa sebab, antara lain: 21

Keenam hal ini termasuk dalam kufur akbar (besar) yang menjadikan pelaku keluar dari Islam atau murtad. Terkadang kufur besar terjadi dengan ucapan atau perbuatan yang sangat bertolak belakang dengan iman seperti mencela Allah dan Rasul-Nya atau menginjak al Qur’an dalam keadaan tahu kalau itu adalah Al Qur’an dan tidak terpaksa.:

Keenam hal ini termasuk dalam kufur akbar ( besar ) y an g menjadikan pelaku keluar dari Islam atau murtad. Terkadang kufur besar terjadi dengan ucapan atau perbuatan yang sangat bertolak belakang dengan iman seperti mencela Allah dan Rasul-Nya atau menginjak al Qur’an dalam keadaan tahu kalau itu adalah Al Qur’an dan tidak terpaksa. 22

Akibat buruk kekafiran:

Akibat buruk kekafiran Seseorang yang termasuk golongan kafir sudah tentu akan mengakibatkan keburukan untuk dirinya sendiri . Kufur kecil : Akibatnya pasti dia akan berdosa , tetapi masih bisa dimaafkan jika dia mau bertobat dan benar-benar tidak mau mengulanginya . Kufur besar : Akibatnya dia akan berdosa , dikeluarkan dari agama Islam, dan tidak akan mencium wanginya Surga . 23

Sikap terhadap ahlul kitab dan orang kafir:

Sikap terhadap ahlul kitab dan orang kafir 24

Allah Ta’ala berfirman, وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ “Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab.” (QS. Ali Imron: 20):

Allah Ta’ala berfirman, وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ “ Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab. ” (QS. Ali Imron: 20) 25

Ayat ini ditujukan pada Ahli Kitab di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal ajaran ahli kitab yang hidup di zaman beliau sudah mengalami naskh wa tabdiil (penghapusan dan penggantian). Maka ayat ini menunjukkan bahwa siapa saja yang menisbatkan dirinya pada Yahudi dan Nashrani, merekalah ahli kitab. Ayat ini bukan khusus membicarakan ahli kitab yang betul-betul berpegang teguh dengan Al Kitab (tanpa penghapusan dan penggantian). Begitu pula tidak ada beda antara anak Yahudi dan Nashrani yang hidup setelah adanya penggantian Injil-Taurat di sana-sini dan yang hidup sebelumnya. :

Ayat ini ditujukan pada Ahli Kitab di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam . Padahal ajaran ahli kitab yang hidup di zaman beliau sudah mengalami naskh wa tabdiil (penghapusan dan penggantian). Maka ayat ini menunjukkan bahwa siapa saja yang menisbatkan dirinya pada Yahudi dan Nashrani, merekalah ahli kitab. Ayat ini bukan khusus membicarakan ahli kitab yang betul-betul berpegang teguh dengan Al Kitab (tanpa penghapusan dan penggantian). Begitu pula tidak ada beda antara anak Yahudi dan Nashrani yang hidup setelah adanya penggantian Injil-Taurat di sana-sini dan yang hidup sebelumnya. 26

Jika setelah adanya perubahan Injil-Taurat di sana-sini, anak Yahudi dan Nashrani disebut ahli kitab, begitu pula ketika anak Yahudi dan Nashrani tersebut hidup sebelum adanya perubahan Taurat-Injil, mereka juga disebut Ahli Kitab dan mereka kafir jika tidak mengimani Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah Ta’ala tetap mengatakan kepada orang Yahudi dan Nashrani yang hidup di zaman beliau,:

Jika setelah adanya perubahan Injil-Taurat di sana-sini, anak Yahudi dan Nashrani disebut ahli kitab, begitu pula ketika anak Yahudi dan Nashrani tersebut hidup sebelum adanya perubahan Taurat-Injil, mereka juga disebut Ahli Kitab dan mereka kafir jika tidak mengimani Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam . Oleh karena itu, Allah Ta’ala tetap mengatakan kepada orang Yahudi dan Nashrani yang hidup di zaman beliau, LANJUT 27

Terimakasih Wassalamualaikum Wr. Wb:

Terimakasih Wassalamualaikum Wr. Wb 28

authorStream Live Help