budidaya kakao pro konservasi di desa besuki, kecamatan lumbir

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

BUDIDAYA KAKAO PRO KONSERVASI DI DESA BESUKI, KECAMATAN LUMBIR : 

BUDIDAYA KAKAO PRO KONSERVASI DI DESA BESUKI, KECAMATAN LUMBIR OLEH: THL-TBPP BP LUMBIR, KABUPATEN BANYUMAS

LATAR BELAKANG : 

LATAR BELAKANG 1. KAKAO MERUPAKAN SALAH SATU KOMODITAS YANG SESUAI UNTUK PERKEBUNAN RAKYAT KARENA TANAMAN INI DAPAT BERBUNGA DAN BERBUAH SEPANJANG TAHUN SEHINGGA DAPAT MENJADI SUMBER PENDAPATAN HARIAN ATAU MINGGUAN BAGI PEKEBUN. 2. DESA BESUKI MEMILIKI LAHAN POTENSIAL UNTUK TANAMAN KAKAO SELUAS 61,7 Ha DENGAN KONDISI 80% LAHAN MEMILIKI KEMIRINGAN 10 - 40°. 3. PERLU DIGALI DAN DIKEMBANGKAN TEKNIK BUDIDAYA KAKAO YANG PRO KONSERVASI.

TUJUAN : 

TUJUAN MENGGALI DAN MENYEBARLUASKAN TEKNIK BUDIDAYA KAKAO PRO KONSERVASI DI BP LUMBIR. IKUT SERTA MENDUKUNG KEBERHASILAN PROGRAM BUPATI BANYUMAS DALAM RANGKA PENGEMBANGAN TANAMAN KAKAO DI WILAYAH BANYUMAS BARAT.

BUDIDAYA KAKAO PRO KONSERVASI DI DESA BESUKI KECAMATAN LUMBIR I. PENGOLAHAN TANAH Pengolahan tanah terdiri atas kegiatan pembuatan teras bangku / teras kebun, saluran pembuangan air (SPA ) dan bangunan terjunan air (BTA). Teras bangku cocok diterapkan pada lahan dengan kemiringan 10 – 30°, sedangkan teras kebun cocok diterapkan pada lahan dengan kemiringan 30 - 50°. Pembuatan teras, saluran pembuangan air dan bangunan terjunan ditujukan untuk mengurangi seminimal mungkin aliran air permukaan dan memaksimalkan peresapan air ke dalam tanah.

Gambar Ragam teras bangku : 

Gambar Ragam teras bangku

Slide 6: 

Gambar Teras Kebun

Gambar Saluran pembuangan air (SPA) dengan Bangunan Terjunan Air (BTA) dari batu : 

Gambar Saluran pembuangan air (SPA) dengan Bangunan Terjunan Air (BTA) dari batu

Gambar Bangunan Terjunan Air (BTA) dari bambu : 

Gambar Bangunan Terjunan Air (BTA) dari bambu

Slide 9: 

II. PENANAMAN Pembuatan Ajiran a. ajir di buat dari bambu setinggi 80 – 100 cm. b. Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya. Pembuatan Lobang Tanam a. Dua minggu sebelum tanam, siapkan lobang tanam ukuran 40 x 50 x 40 cm dengan jarak tanam 3 x 4 m. b. Lubang tanam di beri pupuk kandang 5 Kg dan ditambah pupuk TSP 1 – 5 gram/lubang.

Slide 10: 

Penanaman Bibit a. Bibit kakao yang berumur 3 bulan ( tinggi 50 cm ) dimasukkan ke dalam lubang tanam dan ditutup dengan tanah galian. b. Naungan tanaman kakao di Desa Besuki meliputi : tanaman kelapa, albasia, dan jati. c. Pohon naungan secara bertahap dikurangi / ditebang sejalan dengan perkembangan tanaman kakao.

III. PEMELIHARAAN : 

III. PEMELIHARAAN A. PEMUPUKAN Petani kakao di Desa Besuki melakukan pemupukan I umur 3 bulan dengan menggunakan pupuk urea, organik dan NPK dengan dosis ½ kg ( 1 : 2 : 1 ), pemupukan kedua tanaman umur 9 bulan dengan menggunakan pupuk urea, organik dan NPK dengan dosis 1 kg ( 1 : 2 : 1 ), dan pemupukan selajutnya dilakukan setiap 6 bulan sekali sampai tanaman berumur 3 tahun (tanaman mulai panen). Pemupukan sesudah panen dilakukan setiap 3 bulan dengan menggunakan pupuk urea, SP 36 dan NPK dengan dosis ½ kg dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

B. PEMANGKASAN Tujuan pemangkasan untuk mendapatkan pertumbuhan tajuk yang seimbang, kukuh dan produksi yang tinggi serta mengurangi kelembaban dan memudahkan pelaksanaan panen dan pemeliharaan. Petani kakao di Desa Besuki melakukan pemangkasan 3 kali yaitu : a. pemangkasan bentuk yaitu pada saat tanaman berumur 8-12 bulan. b. pemangkasan pemeliharaan yaitu pada saat tanaman berumur 18-36 bulan. c. pemangkasan produksi dilakukan setelah tanaman mulai berbuah yaitu dengan membuang ranting, tunas air, dan cabang kering serta cabang yang pertumbuhannya menggantung dan saling tumpang tindih. : 

B. PEMANGKASAN Tujuan pemangkasan untuk mendapatkan pertumbuhan tajuk yang seimbang, kukuh dan produksi yang tinggi serta mengurangi kelembaban dan memudahkan pelaksanaan panen dan pemeliharaan. Petani kakao di Desa Besuki melakukan pemangkasan 3 kali yaitu : a. pemangkasan bentuk yaitu pada saat tanaman berumur 8-12 bulan. b. pemangkasan pemeliharaan yaitu pada saat tanaman berumur 18-36 bulan. c. pemangkasan produksi dilakukan setelah tanaman mulai berbuah yaitu dengan membuang ranting, tunas air, dan cabang kering serta cabang yang pertumbuhannya menggantung dan saling tumpang tindih.

Slide 13: 

C. PENGENDALIAN GULMA Gulma utama pada tanaman kakao di Desa Besuki adalah gulma ilalang. Pengendalian dilakukan dengan cara mekanik (mencabut dengan cangkul/sabit) dan cara kimia (penyemprotan dengan menggunakan herbisida).

IV. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT : 

IV. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT Hama dan penyakit utama yang menyerang tanaman kakao di Desa Besuki adalah Penggerek Buah, Penghisap Buah Kakao dan Penyakit Jamur Akar. Upaya pengendalian dilakukan dengan cara kimiawi (penyemprotan pestisida) dan sanitasi lingkungan kebun.

V. PANEN DAN PASCA PANEN : 

V. PANEN DAN PASCA PANEN PANEN a . buah kakao dipanen bila sudah cukup masak tetapi tidak terlalu masak, berwarna kuning atau merah (umur 5,5–6 bln sejak berbunga). b. Panen dilakukan setiap 1 - 2 minggu sekali, menggunakan sabit dan dilaksanakan pada pagi hari. c. Panen pertama dilakukan setelah tanaman kakao berumur 3 tahun, dengan produktivitas rata – rata 150 – 170 Kg biji kering/Ha per bulan. PEMECAHAN BUAH Pemecahan dilakukan dengan memukulkan buah kakao pada benda tumpul hingga pecah, kemudian biji dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam karung plastik.

Slide 16: 

3. PEMERAMAN BUAH Pemeraman buah dilakukan untuk mempermudah dalam menghilangkan pulp/ lendir,menghilangkan daya tumbuh benih, merubah warna biji serta mendapatkan aroma dan cita rasa yang enak. Pemeraman dilakukan dengan cara biji kakao disimpan di karung goni/plastik kemudian ditindih kayu / papan selama 1-2 hari. 4. PENGERINGAN Biji kakao dijemur selama 2 hari sampai kadar air menjadi 9 -11 %. 5. PENYIMPANAN Biji kakao disimpan dalam karung goni yang dialasi pallet dengan jarak pallet dan lantai minimum 10 cm.

VI. PEMASARAN : 

VI. PEMASARAN Pedagang biji kakao dari pasar Ajibarang datang langsung ke Desa Besuki. Penjualan dilakukan sekurang – kurangnya sebulan sekali. Komunikasi antara tengkulak dan petani sudah menggunakan fasilitas telpon/HP. Harga jual biji kakao kering di Desa Besuki saat ini adalah Rp 22.000/Kg.

KESIMPULAN : 

KESIMPULAN Budidaya kakao di Desa Besuki sudah menerapkan teknik konservasi yang mencakup pembuatan teras (teras bangku /teras kebun), Saluran Pembuangan Air (SPA) serta Bangunan Terjuanan Air (BTA). Budidaya kakao di Desa Besuki terbukti mampu meningkatkan pendapatan petani dan relatif lebih menguntungkan dibandingkan budidaya tanaman tahunan lainnya (albasia, jati, kelapa).

Slide 19: 

CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Data Perkembangan Luas Tanaman Kakao di Desa Besuki : 

Data Perkembangan Luas Tanaman Kakao di Desa Besuki

Analisa Usaha Tani Kakao (1 Ha,3 th) : 

Analisa Usaha Tani Kakao (1 Ha,3 th) I. PENGELUARAN Biaya Saprodi (Bibit,Pupuk,Pestisida) : Rp 10.845.500,- Biaya Tenaga Kerja : Rp 3.875.000,- Biaya lain-lain : Rp 200.000,- Biaya Sewa Tanah Rp 6.300.000,-/3 tahun Total Pengeluaran Rp 21.220.500,- II. PENERIMAAN Hasil Panen 1.610 Kg x Rp 22.000,- =Rp 35.420.000,- III. LABA/RUGI Laba/Rugi = Penerimaan – Pengeluaran = Rp 35.420.000 – Rp 21.220.500 = Rp 14.199.500,-

Analisa Usaha Tani Tanaman Albasia (1 Ha, 3th) : 

Analisa Usaha Tani Tanaman Albasia (1 Ha, 3th) I. PENGELUARAN Saprodi (Bibit,Pupuk,Pestisida) : Rp 6.980.000,- Biaya Tenaga Kerja : Rp 1.375.000,- Biaya lain-lain : Rp 100.000,- Biaya Sewa Tanah Rp 2.100.000,- Total Pengeluaran Rp 10.555.000,- II. PENERIMAAN Hasil Panen Model Tebasan Rp 15.000.000,- III. LABA/RUGI Laba/Rugi = Penerimaan – Pengeluaran = Rp 15.000.000 – Rp 10.555.000 = Rp 4.445.000,-

authorStream Live Help