MERAIH NILAI IBADAH DALAM BEKERJA

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

MERAIH NILAI IBADAH :

DALAM BEKERJA MERAIH NILAI IBADAH

SEBUAH:

KISAH KEHIDUPAN SEBUAH

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa seorang lelaki dari kaum Anshar datang menghadap Rasulullah saw dan meminta sesuatu kepada beliau. Rasulullah saw bertanya, “Adakah sesuatu di rumahmu?”:

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa seorang lelaki dari kaum Anshar datang menghadap Rasulullah saw dan meminta sesuatu kepada beliau . Rasulullah saw bertanya , “ Adakah sesuatu di rumahmu ?” “ Ada , ya Rasulullah !” jawabnya , “ Saya mempunyai sehelai kain tebal , yang sebagian kami gunakan untuk selimut dan sebagian kami jadikan alas tidur . Selain itu saya juga mempunyai sebuah mangkuk besar yang kami pakai untuk minum .”

“Bawalah kemari kedua barang itu,” sambung Rasulullah saw. Lelaki itu membawa barang miliknya dan menyerahkannya kepada Rasulullah. Setelah barang diterima, Rasulullah saw segera melelangnya…….:

“ Bawalah kemari kedua barang itu ,” sambung Rasulullah saw. Lelaki itu membawa barang miliknya dan menyerahkannya kepada Rasulullah . Setelah barang diterima , Rasulullah saw segera melelangnya ……. Uang itu lalu diserahkan kepada lelaki Anshar tersebut , seraya berkata , “ Belikan satu dirham untuk keperluanmu dan satu dirham lagi belikan sebuah kapak dan engkau kembali lagi ke sini .” Tak lama kemudian orang tersebut kembali menemui Rasulullah dengan membawa kapak . Rasulullah saw melengkapi kapak itu dengan membuatkan gagangnya terlebih dahulu , lantas berkata , “ Pergilah mencari kayu bakar , lalu hasilnya kamu jual di pasar , dan jangan menemui aku sampai dua pekan .”

Akhirnya…..:

Akhirnya ….. Lelaki itu menuturkan bahwa selama dua pekan ia berhasil mengumpulkan uang sepuluh dirham setelah sebagian dibelikan makanan dan pakaian . Mendengar penuturan lelaki Anshar itu , Rasulullah bersabda , “ Pekerjaanmu ini lebih baik bagimu daripada kamu datang sebagai pengemis , yang akan membuat cacat di wajahmu kelak pada hari kiamat .”

MAKNA:

KEBERADAAN KITA MAKNA

2 PERAN UTAMA MANUSIA DALAM HIDUPNYA:

2 PERAN UTAMA MANUSIA DALAM HIDUPNYA MENJADI HAMBA ALLAH, sebagai hamba Allah manusia sebaik mungkin melakukan pendekatan kepadaNya dengan IBADAH. Melalui beraneka bentuk ibadah yang diajarkan Allah dan RasulNya . MENJADI KHOLIFAH ALLAH, sebagai Kholifah Allah, tugas manusia adalah untuk memakmurkan bumi , memelihara dan memanfaatkannya . Termasuk didalamnya agar diri kita ini keberadaannya menjadi manfaat bagi orang banyak .

BEKERJA:

SUDAH KEWAJIBAN KITA… BEKERJA

Bekerja Sebagai Satu Kewajiban Seorang Hamba Kepada Allah SWT:

Bekerja Sebagai Satu Kewajiban Seorang Hamba Kepada Allah SWT Allah SWT memerintahkan bekerja kepada setiap hamba-hamba-Nya (QS. Attaubah / 9 : 105) : وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Dan katakanlah : " Bekerjalah kamu , maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu , dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata , lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan ".

Bekerja Sebagai Satu Kewajiban Seorang Hamba Kepada Allah SWT:

Bekerja Sebagai Satu Kewajiban Seorang Hamba Kepada Allah SWT Seorang insan minimal sekali diharuskan untuk dapat memberikan nafkah kepada dirinya sendiri , dan juga kepada keluarganya . Dalam Islam terdapat banyak sekali ibadah yang tidak mungkin dilakukan tanpa biaya & harta , seperti zakat , infak , shadaqah , wakaf , haji dan umrah . Sedangkan biaya / harta tidak mungkin diperoleh tanpa proses kerja . Maka bekerja untuk memperoleh harta dalam rangka ibadah kepada Allah menjadi wajib . Kaidah fiqhiyah mengatakan : مَالاَ يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ Suatu kewajiban yang tidak bisa dilakukan melainkan dengan pelaksanaan sesuatu , maka sesuatu itu hukumnya wajib .

KEUTAMAAN:

BEKERJA KEUTAMAAN

Keutamaan (Fadhilah) Bekerja Dalam Islam:

Keutamaan ( Fadhilah ) Bekerja Dalam Islam Orang yang ikhlas bekerja akan mendapatkan ampunan dosa dari Allah SWT. Dalam sebuah hadits diriwayatkan : مَنْ أَمْسَى كَالاًّ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ أَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ (رواه الطبراني) Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran pekerjaan yang telah dilakukannya , maka ia dapatkan sore hari tersebut dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. (HR. Thabrani )

Keutamaan (Fadhilah) Bekerja Dalam Islam:

Keutamaan ( Fadhilah ) Bekerja Dalam Islam Mendapatkan ‘ Cinta Allah SWT’. Dalam sebuah riwayat digambarkan : إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُؤْمِنَ الْمُحْتَرِفَ (رواه الطبراني) Sesungguhnya Allah SWT mencintai seorang mu’min yang giat bekerja . (HR. Thabrani ) Terhindar dari azab neraka Dalam sebuah riwayat dikemukakan, "Pada suatu saat, Saad bin Muadz Al-Anshari berkisah bahwa ketika Nabi Muhammad SAW baru kembali dari Perang Tabuk, beliau melihat tangan Sa'ad yang melepuh, kulitnya gosong kehitam-hitaman karena diterpa sengatan matahari. Rasulullah bertanya, 'Kenapa tanganmu?' Saad menjawab, 'Karena aku mengolah tanah dengan cangkul ini untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku." Kemudian Rasulullah SAW mengambil tangan Saad dan menciumnya seraya berkata, 'Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka'" (HR. Tabrani)

Keutamaan (Fadhilah) Bekerja Dalam Islam:

Keutamaan ( Fadhilah ) Bekerja Dalam Islam Akan diampuninya suatu dosa yang tidak dapat diampuni dengan shalat , puasa , zakat , haji & umrah . Dalam sebuah riwayat dikatakan : إِنَّ مِنَ الذُّنُوْبِ لَذُنُوْبًا، لاَ تُكَفِّرُهَا الصَّلاةُ وَلاَ الصِّياَمُ وَلاَ الْحَجُ وَلاَ الْعُمْرَةُ، قَالَ وَمَا تُكَفِّرُهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قاَلَ الْهُمُوْمُ فِيْ طَلَبِ الْمَعِيْشَةِ (رواه الطبراني) ‘ Sesungguhnya diantara dosa-dosa itu , terdapat satu dosa yang tidak dapat dihapuskan dengan shalat , puasa , haji dan umrah . ’ Sahabat bertanya , ‘ Apa yang dapat menghapuskannya wahai Rasulullah ? ’ Beliau menjawab , ‘ Semangat dalam mencari rizki . ’ (HR. Thabrani )

Pekerjaan Halal Apapun itu Mulia !:

Pekerjaan Halal Apapun itu Mulia ! لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ فَيَأْتِيَ بِحُزْمَةِ الْحَطَبِ عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيعَهَا فَيَكُفَّ اللَّهُ بِهَا وَجْهَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوهُ “ Sungguh , jika salah seorang di antara kalian yang mengambil tali kemudian dengan tali membawa seikat kayu di atas punggungnya , kemudian dia menjualnya dan tampak letih di wajahnya ; lebih baik baginya daripada meminta-meminta kepada manusia dan di antara mereka ada yang memberinya dan ada yang menolaknya ”. ( Bukhari )

Nasihat Luqman al Hakim:

Nasihat Luqman al Hakim فروى أن لقمان الحكيم قال لابنه : يا بنى استعن بالكسب الحلال، فإنه ما افتقر أحد قط إلا أصابه ثلاث خصال : رقة فى دينه، وضعف فى عقله، وذهاب مروءته، وأعظم من هذه الخصال استخفاف الناس به Diriwayatkan bahwa Luqman al Hakim menasehati anaknya : “ wahai anakku , hendaknya engkau tetap bekerja mencari rizki yg halal , sesungguhnya tidak ada seorangpun yg tidak berpenghasilan kecuali ia akan mendapatkan tiga hal : Lemah dalam agamanya , lemah akalnya , dan hilangnya kewibawaan atau orang-orang meremehkannya

Nikmati Upah BEKERJA…:

Raih surga dan PAHALAnYA Nikmati Upah BEKERJA …

Pertanyaan Besar Tentang Pekerjaan Kita:

Pertanyaan Besar Tentang Pekerjaan Kita Bagaimana agar pekerjaan yang kita lakukan dapat mengantarkan kita ke surga …? Apa saja syarat – syarat yang yang harus dipenuhi …….? Apa saya sudah melakukannya …..? ???

Syarat Mendapatkan Surga Dengan Bekerja:

Syarat Mendapatkan Surga Dengan Bekerja Niat Ikhlas Karena Allah SWT النية الخاصة لله تعالى Artinya ketika bekerja, niatan utamanya adalah karena Allah SWT sebagai kew a jiban dari Allah yang harus dilakukan oleh setiap hamba. Dan konsekwensinya adalah ia selalu memulai aktivitas pekerjaannya dengan dzikir kepada Allah. Ketika berangkat dari rumah, lisannya basah dengan doa bismillahi tawakkaltu alallah.. la haula wala quwwata illa billah.. Dan ketika pulang ke rumahpun, kalimat tahmid menggema dalam dirinya yang keluar melalui lisannya. الإخلاص

Syarat Mendapatkan Surga Dengan Bekerja:

Syarat Mendapatkan Surga Dengan Bekerja 2. Itqan , sungguh-sungguh dan profesional dalam bekerja الإتقان في العمل Syarat kedua agar pekerjaan dijadikan sarana mendapatkan surga dari Allah SWT adalah profesional , sungguh-sungguh dan tekun dalam bekerja . Diantara bentuknya adalah , tuntas melaksanakan pekerjaan yang diamanahkan kepadanya , memiliki keahlian di bidangnya dsb . Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda إِنَّ اللهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبراني) Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang apabila ia bekerja , ia menyempurnakan pekerjaannya . (HR. Tabrani _ الإتقان

Syarat Mendapatkan Surga Dengan Bekerja:

Syarat Mendapatkan Surga Dengan Bekerja 3. Bersikap Jujur & Amanah الصدق والأمانة Karena pada hakekatnya pekerjaan yang dilakukannya tersebut merupakan amanah, baik secara duniawi dari atasannya atau pemilik usaha, maupun secara duniawi dari Allah SWT yang akan dimintai pertanggung jawaban atas pekerjaan yang dilakukannya. Implementasi jujur dan amanah dalam bekerja diantaranya adalah dengan tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya, tidak curang, obyektif dalam menilai , dan sebagainya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: التَّاجِرُ الصَّدُوْقُ اْلأَمِيْنُ مَعَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ (رواه الترمذي) Seorang pebisnis yang jujur lagi dapat dipercaya, (kelak akan dikumpulkan) bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada’. (HR. Turmudzi) الصدق والأمانة

Syarat Mendapatkan Surga Dengan Bekerja:

4. Menjaga Etika Sebagai Seorang Muslim التخلق بالأخلاق الإسلامية Bekerja juga harus memperhatikan adab dan etika sebagai seroang muslim, seperti etika dalam berbicara, menegur, berpakaian, bergaul, makan, minum, berhadapan dengan customer, rapat, dan sebagainya. Bahkan akhlak atau etika ini merupakan ciri kesempurnaan iman seorang mu'min. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda : أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا (رواه الترمذي) Sesempurna-sempurnanya keimanan seorang mu’min adalah yang paling baik akhlaknya (HR. Turmudzi ) Syarat Mendapatkan Surga Dengan Bekerja الأخلاق الإسلامية

TERIMA KASIH:

SYUKRON KATSIRON WAL HAMDULILLAH TERIMA KASIH

authorStream Live Help