Sistem Kemudi Kapal Siap PErsentasi

Views:
 
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

By: imamsumitro (40 month(s) ago)

ikut donlod dung

By: taying (45 month(s) ago)

waduh gan gimana downloadnya makasih bangeet... dech

By: suud (46 month(s) ago)

aku ga tahu caranya gmana? maklum new be

By: khoir99 (46 month(s) ago)

mas su'ud dkk. kenapa ga di share ppt. nya? bwat nambah knowledge... bisakah di share???

By: ariefwahyu (46 month(s) ago)

nice presentation

See all

Presentation Transcript

Sistem Kemudi Kapal:

Sistem Kemudi Kapal Oleh : Kelompok 1

Daftar Nama Kelompok 1:

Daftar Nama Kelompok 1 Noven Tinus Ginting Abdul Azim M. Renaldo Erco Dhony Prabowo Indra Wahyu B Taufik Hidayat Ida Bagus Wiasta Cipto Hadi P Suududin 4208 100 601 4206 100 024 4207 100 009 4207 100 018 4207 100 025 4207 100 040 4207 100 055 4207 100 098 4207 100 099

Pokok Bahasan:

Pokok Bahasan Week-1 : Filosofi dasar Sistem Kemudi Pada Kapal Unit Kemudi Kapal dan Unit Transmisi Proses Membelokkan Kapal Kemiringan Kapal saat Berbelok Week-2 : Unit Tenaga dan Unit Kontrol Perhitungan Sistem Kemudi

Filosofi dasar:

Filosofi dasar Pengertian Sistem Kemudi Gabungan dari komponen pada kapal yang bekerja saling berkaitan yang berfungsi untuk mengubah arah gerak kapal Sistem kemudi tersebut terdiri dari berbagai unit tertentu

Sistem Kemudi Kapal:

Sistem Kemudi Kapal Unit Kemudi U nit yang menghasilkan gaya untuk membelokkan kapal Unit Transmisi Unit yang berfungsi menyalurkan tenaga dari unit daya ke unit kemudi Unit Daya Unit yang berfungsi menyuplai tenaga ( berupa torsi) ke poros kemudi Unit Kontrol Unit yang berfungsi mengendalikan unit – unit kemudi tersebut

Unit Kemudi:

Unit Kemudi Unit kemudi dikenal dengan istilah kemudi atau rudder Fungsi dari unit kemudi adalah : Menghasilkan gaya dari aliran air ketika digerakkan untuk membelokkan kapal Aturan tentang perhitungan kemudi yang akan digunakan disesuaikan dengan biro klasifikasi

Istilah Pada Kemudi:

Istilah Pada Kemudi Luas Daun Kemudi L uas yang dibatasi oleh bagian dari luar proyeksi daun pada bidang profil simetri. Semua luas kemudi dan bagian poros yang terletak didepan dari bagian sumbu putar dinamakan bagian balansir . Tinggi Maksimum Kemudi J arak tegak antara batas bawah dan bagian sejajar kemudi teratas . Profil Kemudi Penampang terluar bidang kemudi tegak lurus pada sumbu putar . Tongkat kemudi Tempat dimana daun kemudi diletakkan dan dengan tongkat tersebut daun kemudi berputar . Solepiece ( Sepatu Kemudi ) Tempat dimana tongkat kemudi berpijak sebagai tumpuan berat kemudi dan tongkat berputar.

Slide 8:

Tongkat Kemudi Sole piece

Klasifikasi Kemudi:

Klasifikasi Kemudi Kemudi diklasifikasikan berdasarkan : Pembagian terhadap poros kemudi Peletakannya Konstruksi yang digunakan

Berdasar Konstruksinya:

Berdasar Konstruksinya Kemudi Plat Tunggal Daun kemudi terbuat dari satu lapisan plat yang diberi penguat Kemudi Plat Ganda Daun kemudi terbuat dari dua lapisan plat dengan penguat di dalamnya

Berdasar Peletakannya:

Berdasar Peletakannya Kemudi Meletak Daun kemudi diletakkan pada solepiece Kemudi Menggantung Daun kemudi secara keseluruhan menggantung Kemudi Setengah Menggantung Separuh bagian daun kemudi menggantung pada rudder horn

Berdasar Pembagian Terhadap Sumbu Poros Kemudi:

Berdasar Pembagian Terhadap Sumbu Poros Kemudi Kemudi Balanced Luas daun dibelakang dan didepan sumbu kemudi relatif sama besar . Kemudi Unbalanced Seluruh luasan daun dibelakang sumbu kemudi . Kemudi Semi Balanced Sebagian besar luasan daun terdapat di belakang sumbu kemudi

Unit Transmisi:

Unit Transmisi Unit transmisi pada kapal berupa poros kemudi (rudder stock) Fungsi unit transmisi : menyalurkan tenaga ( berupa torsi) dari mesin kemudi menahan beban puntiran yang terjadi saat mengemudikan kapal Aturan mengenai ukuran – ukuran komponen transmisi (rudder stock) disesuaikan dengan aturan dari biro klasifikasi

Slide 14:

Poros Kemudi Daun Kemudi

Proses Membelokkan Kapal (Sirkulasi kapal /Turning Circle):

Proses Membelokkan Kapal ( Sirkulasi kapal /Turning Circle) Ketika kapal bergerak , terdapat gaya yang berkerja pada kapal , antara lain : W = tahanan kapal S = daya dorong kapal Kapal diubah arahnya dengan membelokkan ruder sehingga rudder membentuk sudut α terhadap center line W S α

Sirkulasi kapal terjadi dalam tiga periode : :

Sirkulasi kapal terjadi dalam tiga periode : Periode Pertama Kemudi diputar membentuk sudut α Timbul gaya P ( gaya angkat ) pada kemudi  karena aliran tidak simetri pada sisi daun Gaya P dianggap bekerja 90° terhadap daun kemudi shg dapat diuraikan menjadi P sin α P cos α Gaya P sin α menambah tahanan kapal Gaya p cos α thd G menimbulkan momen P cos α x RG

Slide 17:

Momen P cos α x RG, inersia kapal ,& keadaan sekitar belum seimbang , shg arah kapal geser ke kiri (portside) Terjadi dalam waktu relatif singkat sebelum akhirnya masuk ke periode ke-2

Slide 18:

Periode Kedua Karena ada gaya dan membentuk sudut terhadap keadaan awal maka timbul kecepatan sudut . Krn arah mulai berubah hingga tahanan kapal geser ke kiri menjadi W’ membentuk sudut β terhadap centerline. komponen tahanan kapal jg berubah menjadi W’cos β dan P sin α.

Slide 19:

Komponenen W’sin β mengimbangi gaya P cos α. Timbul tahanan pd bagian samping haluan ( Wv ) dan buritan ( Wa ) Lintasan titik pusat gravitasi kapal G selama periode tsb berlangsung dianggap sebagai busur lingkaran dengan jari-jari r dengan kec tangensial Vt dan sudut simpangan δ. Krn ada jarak antara Wv , Wa , P cos α, W’sin β dengan G, ada percepatan gravitasi , berat kapal dan waktu maka terjadi momen – momen yang berinteraksi antara lain :

Slide 20:

Inersia dari gaya sentrifugal sepanjang jari-jari kurva lintasan r . Inersia gaya pada arah Vt. Jika momen polar dari seluruh massa ( kapal dan air ikut ) terhadap sumbu tegak melalui titik G dinyatakan sebagai Ip dan sudut simpangan δ , maka persamaan gerakan terhadap garis tengah kapal adalah :

Slide 21:

Ketika sudut simpangan membesar  kedudukan titik B akan bergeser ke belakang mendekati G. Akibatnya momen W’sin β dan Pcos α juga akan berkurang . Namun sebaliknya , gaya tahanan Wv dan Wa bertambah besar Shg pada saat sudut simpangan tertentu tercapai keadaan yang seimbang dan setelah itu proses ini memasuki periode ketiga .

Slide 22:

Periode Ketiga Pada keadaan setimbang ( biasanya terjadi setelah 100 – 120 dejrajat dari keadaan awal ), gaya – gaya sentrifugal diimbangi oleh gaya air terhadap kapal dan gerakan kapal akan berada pada lintasan dengan jari – jari yang tetap (r lintasan konstan ) dan membuat jejak dari sirkulasi kapal (turning circle). Di periode ketiga persamaan 1,2,3 pada periode dua menjadi

Slide 23:

Gambar Turning Circle

Istilah pada proses sirkulasi kapal :

Istilah pada proses sirkulasi kapal Drift Angle Pivoting point Angle of heel during the turn Advance Adalah jarak yang ditempuh oleh center of gravity mulai gerakan awal hingga ( biasanya ) mencapai perubahan arah 90 derajat Transfer Perpindahan kedudukan centre of gravity dari posisi awal hingga perubahan arah tertentu ( biasanya untuk hingga 90 derajat ) secara lateral ( melebar )

Slide 26:

Tactical diameter Adalah besarnya transfer dari posisi awal hingga perubahan arah 180 derajat . Biasanya tactical diameter ini dirasiokan dengan panjang kapal . Kapal dagang (merchant ship) dikatakan memiliki kemampuan berbelok baik apabila rasio TD/L 4.5 Diameter of steady turning circle Adalah diameter lintasan sejak keadaan setimbang pada saat membelok . Steady speed on turn Turning rate Adalah besarnya derajat belokan tiap detik dari kapal . Untuk kapal niaga biasanya sekitar 0.5 – 1 derajat

Kemiringan Kapal saat Berbelok:

Kemiringan Kapal saat Berbelok Periode pertama : Gaya W’ sin β lebih besar daripada gaya P cos α , sehingga momoen yang terjadi menyebabkan kapal terguling /miring ke arah starboard. Periode kedua dan ketiga : Adanya gaya sentrifugal cos δ menambah besar gaya ke arah portside sehingga timbul momen pengembali yang menyebabkan kapal miring ke arah portside

authorStream Live Help