Hadits dan Ilmu Hadits - Inkaru Al-Sunnah

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

Bahan Presentasi

Comments

Presentation Transcript

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

UIN Sunan Gunung Djati Bandung JURUSAN AGROTEKNOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2013 PRESENTASI HADITS DAN ILMU HADITS INKARU AL-SUNNAH Oleh Kelompok : 8 ( Delapan ) NEXT

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

UIN Sunan Gunung Djati Bandung HOME PROFIL KELOMPOK MATERI KESIMPULAN END

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

HOME PROFIL KELOMPOK MATERI KESIMPULAN UIN Sunan Gunung Djati Bandung LIHAT END

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

HOME PROFIL KELOMPOK MATERI KESIMPULAN UIN Sunan Gunung Djati Bandung LIHAT Ayu Cahyaningtias 1127060001 Desti 1127060002 Suherdin 1127060083 END

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

HOME PROFIL KELOMPOK MATERI KESIMPULAN UIN Sunan Gunung Djati Bandung Pengertian Inkaru Al- Sunnah Sejarah Inkaru Al- Sunnah Argumentasi Bantahan Para Ulama Terhadap Inkaru Al- sunnah END

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

HOME PROFIL KELOMPOK MATERI KESIMPULAN UIN Sunan Gunung Djati Bandung Secara bahasa , Inkar Sunnah terdiri dari dua kata, yaitu ” inkar ” dan ” sunnah ”. Kata ” inkar ” berasal dari bahasa Arab: ankara-yunkiru-inkaaran yang bermakna secara estimologis sebagai menolak , tidak mengakui , dan tidak menerima sesuatu , baik lahir dan batin atau lisan dan hati yang dilatar belakangi oleh faktor ketidaktahuannya atau faktor lain semisal gengsi dan lain-lain. Menurut istilahnya , Inkar sunnah adalah ” sebuah paham atau gerakan yang ada di kalangan umat Islam yang menolak sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai sumber hukum Islam tanpa ada alasan yang dapat diterima .” mereka hanya berpegang kepada al-Qur'an saja , ada juga menyebut inkar sunnah dengan munkir sunnah . END

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

HOME PROFIL KELOMPOK MATERI KESIMPULAN UIN Sunan Gunung Djati Bandung Pengertian lain: Paham yang timbul dalam masyarakat Islam yang menolak hadis atau sunnah sebagai sumber ajaran agama Islam kedua setelah Al- quran . Suatau paham yang timbul pada sebagian minoritas umat Islam yang menolak dasar hukum Islam dari sunnah shahih baik sunnah praktis atau secara formal di kodifikasikan para ulama , baik secara totalitas muttawatir maupun ahad atau sebagian saja , tanpa ada alasaan yang dapat diterima . END

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

HOME PROFIL KELOMPOK MATERI KESIMPULAN UIN Sunan Gunung Djati Bandung Ingkar Sunnah Klasik ( Hanya di Bahrah Irak ) Ingkar Sunnah klasik terjadi pada masa Imam Asy-Syafi’i ( wafat 204H) yang menolak kehujjahan sunnah dan menolak sunnah sebagai sumber hukkum Islam baik muttawatir atau ahad . Menurut Muhammad Abu Zahrah ada tiga kelompok pengingkar sunah yang berhadapan dengan Asy-Syafi’i , yaitu sebagai berikut : Menolak sunnah secara keseluruhan . Tidak menerima sunnah kecuali yang semakna dengan Al-Qur’an . Hanya menerima sunnah muttawatir seja dan menolak selain muttawatir yakni sunnah ahad . END

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

HOME PROFIL KELOMPOK MATERI KESIMPULAN UIN Sunan Gunung Djati Bandung Ingkar Sunnah Modern Pada abad modern di India ( kurang lebih abad 19 M/ 13 H), setelah hilang dari peredarannya kurang lebih 11 abad . Baru muncul ingkar sunnah di Mesir ( pada abad 20 M ). Tokoh – tokoh inkar al- sunah : Taufik Shidqi ( Wafat 1920 M ( Mesir ) ) Rasyad Khalifa ( Lahir di Mesir , Menetap di Amerika ) Ghulam Ahmad Parvez ( lahir 1920 M (India) ) Kasim Ahmad (Malaysia) Abdul Rahman, Moh. Irham, Sutarto dan Lukman Saad (Indonesia) END

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

HOME PROFIL KELOMPOK MATERI KESIMPULAN UIN Sunan Gunung Djati Bandung Pokok-pokok Ajaran Ingkar Sunnah Modern Tidak percaya kepada semua hadis Rasulullah ( hanya pada Al-Qur’an saja ); Syahadat mereka : Isyhadu bi anna muslimin ; Shalat mereka bermacam-macam ; Puasa wajib hanya bagi orang yang melihat bulan saja ; Haji boleh dilakukan selama 4 bulan haram ; Pakaian ihram adalah pakaian Arab dan membuat repot; Rasul tetap diutus sampai hari kiamat ; Nabi Muhammad tidal berhak menjelaskan Ajaran ( kandungan ) Alquran ; Orang yang meninggal dunia tidak dishalati karena tidak ada perintah Alquran . END

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

HOME PROFIL KELOMPOK MATERI KESIMPULAN UIN Sunan Gunung Djati Bandung Argumentasi Ingkaru Al- Sunnah Agama Bersifat Konkret dan Pasti Al-Quran Sudah Lengkap Al-Quran Tidak Memerlukan Penjelas 2. Bantahan Ulama Dari Abd u llah bin Mas’ud “ Jika kamu bersembahyang di rumah-rumah kamu dan kamu tinggalkan masjid-masjid kamu , berarti kamu meninggalkan sunnah Nabimu , dan berarti kamu kufur .” (H.R. Abu Dawud :91 ). END

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

HOME PROFIL KELOMPOK MATERI KESIMPULAN UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunnah a tau Hadits dari Perspektif Inkaru Al- sunnah Terdapat dua alasan mendasar yang mereka kemukakan untuk menolak keberadaan hadis Nabi SAW sebagai sumber ajaran Islam yang kedua setelah Al-Qur’an adalah berdasarkan pada ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa “ Al-Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu yang berkaitan dengan ajaran Islam ” (QS. al- Nahl [16]: 89). Di samping itu mereka juga meragukan keabsahan kitab-kitab hadis (yang memuat hadis-hadis Nabi SAW) yang kodifikasinya baru dilakukan jauh setelah Nabi SAW. wafat . 2. Para Inkaru Al- sunnah dari Perspektif Ulama Menurut para ulama , seperti al- Syafi’i , argumentasi mereka tersebut adalah keliru . Kekeliruan sikap mereka itu sejauh ini diidentifikasi sebagai akibat kedangkalan mereka dalam memahami Islam dan ajarannya secara keseluruhan . END

UIN Sunan Gunung Djati Bandung:

HOME PROFIL KELOMPOK MATERI KESIMPULAN UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jadi , Apa Anda Tertarik Menjadi Inkaru Al- Sunnah ? Emmm  (Kami Orang Pertama yang Akan Menentang Anda ) terima kasih terima kasih terima kasih terima kasih END