pertumbuhan dan perkembangan

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

power point ini dibuat untuk memenuhi tugas biologi ICT..

Comments

By: kukull (38 month(s) ago)

download....

By: wiharjo (41 month(s) ago)

kumaha donlodna..

By: amesshi (45 month(s) ago)

can i download it?

By: gracepsandy (46 month(s) ago)

good

By: Mathh (48 month(s) ago)

nice

See all

Presentation Transcript

Pertumbuhan dan Perkembangan Created by : Siti Ariyah Biologi 2.D : 

Pertumbuhan dan Perkembangan Created by : Siti Ariyah Biologi 2.D

SMA KELAS XII : 

SMA KELAS XII Standar kompetensi : melakukan percobaan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Kompetensi dasar : melaksanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.

Slide 4: 

Pola pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan - Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan

Pola Pertumbuhan & Perkembangan : 

[ Image information in product ] Image :www.photosclub.co.kr / CD_Global Business&communication(ImageStates) Note to customers : This image has been licensed to be used within this PowerPoint template only. You may not extract the image for any other use. Pertumbuhan merupakan perubahan atau pertambahan yang terjadi pada ukuran dan jumlah populasi sel serta bersifat irreversible,sedangkan perkembangan merupakan diferensiasi sel atau pengkhususan sel mahluk hidup menjadi struktur tertentu dengan fungsi tertentu. Perkembangan bersifat kualitatif dan pertumbuhan bersifat kuantatif. Pola Pertumbuhan & Perkembangan

Pertumbuhan & perkembangan terbagi : : 

Pertumbuhan & perkembangan terbagi : perkecambahan Pertumbuhan & perkembangan organ tumbuhan Add your title in here

Perkecambahan : 

Perkecambahan Perkecambahan diawali dengam penyerapan air oleh biji. Setelah itu, enzim yang terdapat pada biji akan aktif. Enzim kemudian mengaktifkan metabolisme sel,salah satunya untuk mengambil oksigen. Oksigen diperlukan untuk proses oksidasi makanan cadangan yang terdapat dalam biji. Dengan demikian, hasil oksidasi dapat digunakan untuk pertumbuhan biji. Proses perkecambahan terjadi karena sel-sel embrional memiliki kemampuan membelah dan bertambah banyak. Kemampuan tersebut mengakibatkan biji tumbuh menjadi kecambah. Pertumbuhan akan terus berlanjut terutama pada bagian ujung batang dan akar pertumbuhan dapat berlangsung jika tersedia makanan yang cukup.

Slide 8: 

Leavingbio.net Perkecambahan

Slide 9: 

Perkecambahan hipogeal adalah perkecambahan yang kotiledonya tetap berada di dalam tanah, contohnya pada buncis

Slide 10: 

Leavingbio.net

Titik Tumbuh Akar : 

Titik Tumbuh Akar Berdasarkan keadaan atau sifat sel penyusunnya,akar dapat dibedakan menjadi daerah meristematis,daerah pemanjangan,dan daerah akar dewasa. Bagian paling ujung dari akar dinamakan tudung akar atau kaliptra. Fungsi kaliptra adalah mengeluarkan cairan polisakarida untuk melumasi tanah di sekitar titik tumbuh akar sehingga tanah menjadi lunak dan mudah ditembus akar dengan begitu akar dapat menyerap unsur hara. Meristem apikal merupakan meristem primer yakni jaringan aktif melakukan pembelahan untuk pertumbuhan primer tumbuhan. Sel-sel meristem berkembang dan membentuk tiga kelompok meristem primer yaitu protoderm,prokambium,dan meristem dasar. Ketiga jenis meristem tersebut selanjutnya berdiferensiasi membentuk tiga sistem jaringan yaitu jaringan dermal,jaringan vaskular,dan jaringan dasar.

Slide 12: 

Bagian akar selanjutnya dinamakan daerah pemanjangan,berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan dan berperan menekan ujung akar agar memanjang. Pada daerah akar dewasa,diferensiasi jaringan semakin terlihat. Seluruh hasil diferensiasi jaringan primer telah terbentuk sempurna pada daerah ini. Selain jaringan pembuluh dan jaringan dasar di daerah akar dewasa juga terdapat hasil diferensiasi sempurna dermal yaitu epidermis,di bagian luarnya terdapat rambut akar yang berperan dalam penyerapan air dan garam mineral dari tanah. Prokambium merupakan lapisan pusat yang berkembang menjadi floem dan xilem.

Slide 13: 

Endodermis Floem Stele Xilem Perisikel Potongan melintang akar dikotil dan monokotil Akar dikotil Akar monokotil akar

Slide 14: 

Tunas apikal terdiri dari meristem apikal Kambium (meristem lateral) Kambium vaskuler Meristem yang akan membentuk akar lateral Akar lateral Meristem apikal akar Rambut akar Meristem apikal akar di dekat tudung akar Jaringan pada Tumbuhan

Titik Tumbuh Batang : 

Titik Tumbuh Batang Meristem apikal batang merupakan massa sel berbentuk kubah pada ujung tunas yang dibentuk oleh pembelahan. Bakal daun yang tumbuh di sisi-sisi meristem apikal disebut primodium. Tunas samping atau tunas aksilar muncul pada bagian pangkal primodium daun untuk membentuk cabang. Tunas tersusun atas primordia daun yang berdekatan satu sama lain karena dipisahkan oleh ruas yang pendek. Pemanjangan tunas terjadi pada bagian ruas yang telah terbentuk lebih dulu dibawah apikal pucuk. Apikal pucuk merupakan bagian yang mengandung meristem apikal. Pertumbuhan primer yang terjadi pada ruas mencakup pembelahan dan pemanjangan sel. Pada bagian kuncup terdapat jaringan pembuluh yang berhubungan langsung dengan akar yaitu bagian silinder pusat (stele).

Slide 16: 

Jaringan meristem (prokambium) selanjutkan akan membentuk jaringan kambium sebagai sarana bagi tumbuhan untuk melakukan pertumbuhan sekunder. Jaringan kambium bersifat meristematis (aktif membelah) dengan demikian jaringan meristem pada bagian pucuk dapat dibedakan menjadi meristem dewasa (kambium) dan jaringan meristem embrional. Jaringan embrional merupakan jaringan yang terlibat dalam pertumbuhan primer karena aktif membentuk sel-sel meristematis.

Slide 17: 

Batang Penampang melintang batang dikotil Epidermis Korteks Berkas vaskuler Stele Xilem Floem Penampang melintang batang monokotil Trakeid xilem Floem Rongga udara

Slide 18: 

Description of the company’s sub contents Faktor yang mempengaruhi perkembangan tumbuhan dari dalam Faktor yang mempengaruhi perkembangan tumbuhan dari luar Faktor internal Faktor eksternal

Slide 19: 

ENZIM FAKTOR INTERNAL ZAT PENGATUR TUMBUH FAKTOR INTERNAL

Slide 20: 

ETILEN AUKSIN GIBERELIN ASAM ABSISAT SITOKININ

Slide 21: 

Faktor Eksternal

Makanan (Nutrisi) : 

Makanan (Nutrisi) Semua makhluk hidup membutuhkan makanan sebagai sumber energy. Moore,et al (1995:470) mengungkapkan bahwa nutrient yang dibutuhkan terdiri atas elemen makro dan elemen mikro. Elemen yang dibutuhkan dalam jumlah besar disebut makronutrien. Makronutrien terdiri atas karbon,oksigen,hydrogen,nitrogen,sulfur,fosfor,kalium,dan magnesium. Sementara itu, elemen yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut mikronutrien,seperti besi,klor,tembaga,magnesium,seng,boron dan nikel.

Slide 23: 

Pemupukan merupakan salah satu cara penambahan nutrisi yang dibutuhkan tumbuhan agar tumbuhan tidak mengalami defisiensi yaitu keadaan tumbuhan yang kekurangan makronutrien ataupun mikronutrien. Defesiensi yang terjadi pada tumbuhan akan berpengaruh pada proses pertumbuhan. Contohnya, jika kekurangan Fe dan Mg, daun akan menguning (klorosis) karena Fe barfungsi sebagai biokatalisator dalam pembentukan klorofil. Selain itu, Fe merupakan salah satu unsure yang diperlukan pada pembentukan enzim-enzim respirasi yang mengoksidasi glukosa menjadi gas karbondioksida dan air. Sementara itu Mg merupakan unsure inti klorofil.

Cahaya : 

Cahaya Cahaya dapat mengubah leukoplas menjadi kloroplas. Tersedianya cahaya yang memadai akan meningkatkan pembentukan kloroplas. Tumbuhan yang sejenis dapat memiliki ukuran daun yang berbeda jika tumbuh di tempat yang tingkat pencahayaannya berbeda. Daun yang mendapatkan cukup cahaya,ukuranya akan lebih kecil,tetapi jaringan mesofilnya lebih tebal daripada daun yang kekurangan cahaya. Tinggi batangnya pun berbeda. Tumbuhan yang kurang mendapatkan cahaya lebih tinggi dari pada tumbuhan yang mendapatkan cukup pencahayaan.

Slide 25: 

Leavingbio.net

Slide 26: 

Stomata pada tumbuhan yang hidup di tempat kurang cahaya berjumlah sedikit,tetapi ukurannya besar. Adapun tumbuhan yang hidup di tempat yang mendapatkan cukup cahaya, memiliki jumlah stomata lebih banyak dan berukuran kecil. Selain itu,sistem perakaranyalebih lebat dibandingkan dengan sistem perakaran tumbuhan yang kurang mendapat cahaya.

Suhu : 

Suhu Suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan karena berkaitan dengan aktivitas enzim dan kandungan air dalam tubuh tumbuhan. Semakin tinggi suhu,semakin cepat laju transparasi dan semakin rendah kandungan air pada tumbuhan sehingga proses pertumbuhan semakin lambat. Suhu yang rendah dapat merangsang berakhirnya masa istirahat (dormansi) pada pucuk atau biji. Perlakuan suhu yang rendah akan memacu pembentukan ruas yang lebih panjang daripada perlakuan suhu yang tinggi. Suhu yang berubah-ubah dapat merangsang perkecambahan biji. Peristiwa ini dinamakan vernalisasi

Air : 

Air Air merupakan senyawa yang sangat penting bagi tumbuhan. Air berfungsi sebagai media reaksi kimia dalam sel. Selain itu,air menunjang proses fotosintesis dan menjaga kelembapan. Kandungan air yang terhadap dalam tanah berfungsi sebagai pelarut unsure hara sehingga unsur hara mudah diserap oleh tumbuhan. Selain itu,air memelihara suhu tanah yang berperan dalam proses pertumbuhan. Pertumbuhan akan berlangsung lebih aktif pada malam hari daripada siang hari. Hal ini dikarenakan pada malam hari kandungan air dalam tumbuhan lebih tinggi daripada siang hari.

Slide 29: 

Leavingbio.net

Ph : 

Ph Derajat keasaman tanah (ph tanah) sangat berpengaruh terhadap ketersediaan unsure hara yang diperlukan oleh tumbuhan. Pada kondisi ph tanah netral,unsur-unsur yang diperlukan, seperti Ca,Mg,P, dan K tersedia dalam jumlah yang cukup. Jika ph tanahnya asam,unsure yang tersedia adalah Al,Mo,dan Zn. Mineral ini dapat meracuni tumbuhan.

Oksigen : 

Oksigen Kadar oksigen dalam tanah selalu berlawanan dengan kadar air dalam tanah. Jika kadar air tinggi, kadar O2 akan rendah. Keberadaan O2 dalam tanah sangat penting untuk respirasi sel-sel akar yang akan berkaitan dengan penyerapan unsure hara (transportasi aktif).

ENZIM : 

ENZIM Enzim merupakan suatu makromolekul (protein) yang mempercepat suatu reaksi kimia dalam tubuh mahluk hidup. Enzim tidak ikut bereaksi,tetapi berfungsi menurunkan energi aktivasi dalam setiap reaksi yang terjadi. Dengan adanya enzim, energi yang diperlukan dalam setiap reaksi menjadi lebih rendah. Suatu rangkaian reaksi tidak berlangsung tidak hanya melibatkan satu jenis enzim, tetapi perlu melibatkan berbagai jenis enzim yang telah terpola secara teratur dalam suatu sistem.

AUKSIN : 

AUKSIN Peran Auksin pada tumbuhan: Berpengaruh terhadap pemanjangan sel, pembelahan sel,dan diferensiasai sel Merangsang aktivitas kambium dan pembentukan pembuluh floem dan xilem Menghambat rontoknya buah buah yang masih muda dan menghambat gugurnya daun Merangsang pembentukan akar dan mempertahankan sifat geotropisme batang Merangsang pembentukan bunga Merangsang pembuahan tanpa biji Pada beberapa tumbuhan, pembuahan tidak didahului proses penyerbukan. Dengan menyemprotkan hormon auksin pada kepala putik, bakal buah tumbuh menjadi buah tanpa biji yang disebut partenokarpi

ETILEN : 

ETILEN Etilen merupakan hormon yang berupa gas. Meningkatnya kandungan auksin dalam tubuh tumbuhan akan menghambat pembentukan etilen, etilen berfungsi : Menghambat perkembangan akar Menghambat pembentukan bunga Meningkatkan proses pematangan buah Merangsang terjadinya epinasti (daun tumbuh menggulung atau menekuk)

GIBERELIN : 

GIBERELIN Fungsi giberelin adalah sebagai berikut : Merangsang pertumbuhan batang dan daun sehingga dapat tumbuh sampai tiga kali ukuran normal. Tidak merangsang pembentukan akar pada konsentrasi rendah, tetapi pada konsentrasi tinggi merangsang pembentukan akar Menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan Merangsang pembentukan bunga pada tumbuhan yang berbunga jika lama pencahayaan lebih dari 12 jam Merangsang pembelahan dan pemanjangan sel Merangsang perkecambahan dengan merangsang endosperma untuk mensintesis amilase dan enzim hidrolisa lainnya.

SITOKININ : 

SITOKININ Sitokinin merupakan turunan dari senyawa purin yang dibentuk dalam akar dan diangkut ke seluruh tubuh tumbuhan melalui xilem. Fungsi sitokinin adalah ; Merangsang pembelahan sel dan merangsang pemanjangan titik tumbuh. Merangsang pembesaran akar dan batang serta merangsang pembentukan akar cabang. Merangsang pembentukan pucuk dan mampu merangsang berakhirnya dormansi biji. Merangsang pertumbuhan dan perkembangan embrio. Menghambat penuaan daun melalui peningkatan pengiriman garam mineral ke daun.

ASAM ABSISAT : 

ASAM ABSISAT Asam absisat mempercepat proses penuaan daun dan merangsang terjadinya gugur daun. Selain itu dapat menghambat pertumbuhan dan menghambat pembelahan sel sehingga menyebabkan pertumbuhan abnormal. Selain ke lima jenis hormon tersebut adapula vernalin merangsang pembungaan pad temperatur rendah, dan merangsang perkembangan anteridium pada gametofit. Rizokalin merangsang pembentukan akar dan traumalin merangsang pembentukan kalus pada bagian tubuh yang luka. Florigen di bentuk dalam daun yang selanjutnya diangkut ke pucuk untuk merangsang pembentukan bunga.

PERCOBAAN : 

PERCOBAAN Tujuan : Mengetahui pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap perkecambahan. Alat dan Bahan : Botol selai sebanyak 3 Kertas karbon 6 lembar Karet gelang Kapas Kacang hijau atau kacang merah yang telah direndam 1 malam Pinset Plastik bening sebanyak 1 lembar .

Slide 40: 

Langkah Kerja : Letakan kapas yang telah di basahi ke dalam botol selai sehingga permukaan dasar botol di tutupi kapas Ambil kacang hijau atau kacang merah mengunakan pinset dan letakan di atas kapas.letakan 5 buah kacang kedalam setiap botol Botol selai 1 ditutup dengan plastik bening dan diikat menggunakan karet gelang,seluruh permukaan botol selai 2 ditutup dengan kertas karbon dan diikat dengan karet gelang,botol selai 3 sama seperti botol 2 namun diberi satu lubang pada kertas karbon yang mengelilingi botol tersebut Taruk ketiga botol di ruangan yang terkena cahaya matahari,lakukan pengamatan setelah tiga hari. Amati keadaan hipokotil dan epikotil,warna dan daun lembaga,serta pertumbuhan kecambah pada setiap botol.

Slide 41: 

Thank You!