Askeb neonatus risiko tinggi_I2012

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Askeb neonatus risiko tinggi:

Askeb neonatus risiko tinggi Robin Dompas

Pendahuluan :

Pendahuluan KEJANG HIPOKSIA OTAK ANCAM JIWA (Keadaan gawat pd Neonatus) SQUETE Definisi : Perubahan Paroxismal FS Neurologik Prevantensi : 0,15 – 0,5 % Populasi bayi baru lahir Hubungan dengan sakit berat Intervensi khusus Berakibat fatal pada otak Kejang pada Neonatus Harus segera ditangani

PowerPoint Presentation:

Belum Jelas Pasti Data terbaru : a. Gangguan produksi energi (HIE, Hipoglikemi) b. Peningkatan exitasi dibanding inhibisi depolarisasi berlebihan c. Penurunan inhibisi dibanding exitasi depolarisasi berlebihan

ETIOLOGI:

ETIOLOGI Hipoxsi Ischemik Enche Paloratil HIE Pendarahan Intra Cromal Metabolik Infeksi Gangguan Perkembangan Otak Kejang yang berhubungan dengan obat Faktor keluarga

DIAGNOSIS / ASSESMENT:

DIAGNOSIS / ASSESMENT Anamnesis Faktor resiko : HIE, Trauma Persalinan , KPD Omset mla ETIOLOGI Jenis kejangnya kejang umum Subhe Spasme

MANIFESTASI KLINIK:

MANIFESTASI KLINIK Subhe I 50 % pada kejang neonatus Gerakan berulang pada alis Gerakan pada mulut menghisap Gerakan extremitas 2. Tonik kekakuan flexi extasi Klonik bergeser Moklomik flexi masif dari kepala + badan dan flexi atau extasi extremitas Alternes atau kejang ?

PEMERIKSAAN FISIK:

PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik rutine pada neonatus Pemeriksaan penunjang Septic Work Up EEG Screnning obat-obatan Saaraves neonatal Seizure work up Etiologi harus di identifikasi Langkah – langkah : darah , urine, CT Scan, MRC

PENATALAKSANAAN:

PENATALAKSANAAN Manajemen awal kejang : Pasang infus IV beri cairan dosis rumatan Atasi kejang dengan beri injeksi fenobarbital 20 mg / ks BB IV pelan dalam waktu 5 menit bila jalur IV belum terpasang berikan IM 30 menit masih kejang ulangi luminal 10 mg / ks BB dapat Bila GDS < 45 mg / al koreksi Kejang berlanjut FENITOIN 20 mg / ks BB IV Encloram dengan 15 ml cairan Nacl dengan kecepatan 0,5 ml / menit

PACLAC MANUAL AND GUIDE LINES:

PACLAC MANUAL AND GUIDE LINES NICU Terapi : Suportip Pasang infuse dextrose Oxigen bantuan respirasi Koreksi gangguan meta bolik Medikamentosa : Fenobarbital Loading dose : 20 – 40 mg/ ks BB mulai 20 mg IV 5 – 10 menit Rumatan : 3 - 5 mg / ks BB / dalam 2 dosis Fenitoin Rumatan : 5 – 8 mg / ks BB dalam 2 – 3 dosis Lorazepam Dosis : 0,05 – 0,10 mg / ks BB Efek : ± 5 menit

PERHATIAN:

PERHATIAN Jangan menggunakan diasepam untuk kejang pada neonatus, karena diasepam yang diberikan bersamaan fenobarbital akan menaikkan resiko kolaps vasculer dan gagal nafas

RINGKASAN:

RINGKASAN Kejang dapat ok kelainan SSP primer atau sekunder Manifestasi klinisnya berbeda dengan kejang pada anak, kadang sulit dikenali Konfirmasi diagnostik : anamnesis, pemeriksaan fisik neonatal seizure work up Manajemen komprehensif Fenobarbital obat pilihan utama Pasca kejang perlu pemantauan lebih lanjut

HIPOTERMIA dan HIPOGLIKEMIA PADA NEONATUS:

HIPOTERMIA dan HIPOGLIKEMIA PADA NEONATUS

HIPOTERMIA:

HIPOTERMIA Definisi : suhu ketiak < 36,5°C Bayi baru lahir Hipotermia sering terjadi Terpapar lingkungan dingin Merupakan tanda bahaya Mekanisme Radiasi Konduksi Konveksi Evaporasi

PowerPoint Presentation:

Evaporasi ---- penguapan Radiasi --- pemancaran panas dari tubuh bayi ke lingkungan sekitar yang lebh dingin ---AC Konduksi --- kontak dengan objek yang lebih dingin – timbangan Konveksi --- melalui aliran udara – dekat jendela Ingat : permukaan tubuh baru lahir relatif kecil dibanding permukaan kepala bayi --- kepala bayi potensial menjadi sumber kehilangan panas

Hipotermia :

Hipotermia Keadaan dimana terjadi penurunan suhu badan normal Suhu badan normal 36,5-37,5 ⁰C ( aksila ) Klasifikasi : Hipotermia sedang : 36-36,4⁰C Hipotermia berat : < 36⁰C

PowerPoint Presentation:

Dingin ↑ konsumsi O 2 ↓ ambilan O 2 oleh paru-paru ↓ O 2 ke jaringan ↑ Glikolisis anaerobik ↑ Frekuensi pernafasan Vasokonstriksi paru Vasokonstriksi perifer Dalam PO 2 dan PH Asidosis metabolik Efek stres dingin

termoregulasi:

termoregulasi Suhu badan BBL turun karena lingkungan eksternal lebih dingin dari lingkungan dalam uterus Neonatus menghasilkan panas dengan dengan cara ; menggigil , aktivasi otot volunter dan termogenesis tanpa menggigil Kehilangan panas terjadi melalui ; evaporasi , konveksi , konduksi dan radiasi

Klasifikasi hipotermia:

Klasifikasi hipotermia Sedang (32-36,4°C) Ggn nafas, HR < 100 Letargi, malas minum Berat < 32°C Kulit keras Nafas pelan & dalam Suhu tidak stabil (36-39°C) Sepsis

Cara menghangatkan bayi:

Cara menghangatkan bayi Kontak kulit Kangaroo mother care Pemancar panas Lampu Inkubator Boks penghangat Ruangan hangat

Promotif / pencegahan:

Promotif / pencegahan Ruangan hangat, hindari benda dingin Transportasi dlm keadaan hangat Selalu diselimuti (resusitasi, IV line) Pemancar panas Ganti popok Jangan sentuh dg tangan dingin Monitor suhu (1-2 X/hr)

Tatalaksana:

Tatalaksana Hipotermia sedang Ganti pakaian dingin Skin contact / inkubator Sering susukan Amati penyulit Pertahankan kadar gula darah Pantau kenaikan 0,5 °C

PowerPoint Presentation:

Hipotermia berat Inkubator / pemancar Ganti baju, selimut Hindari panas berlebihan GGN nafas :O2 IV line Koreksi hipoglikemia Perhatikan penyulit Periksa suhu tiap jam

Perawatan dengan inkubator:

Perawatan dengan inkubator 35 ° C 34 33 32 <1500 1-10 hr 11 hr-3mg 3-5mgg > 5mg 1500-2000 1-10 hr 11 hr-4mg > 4mg 2100-2500 1-2 hr 3hr-3mg >3mg > 2500 1-2 hr >2hr

Patofisiologi :

Patofisiologi Etiologi luka / tali pusat Tetanospasmin Via mioneural junction dan Pembuluh limfe ke sirkulasi tetanospasmin – tdk dpt di netraliri oleh antitoxin SSP ( aktivasi tetanospamin ) Menghambat pelepasan mempengaruhi asetilkolin sistem saraf simp . Tonus otot meningkat overaktivitas simpatis - takikardia , hipertensi labil , keringat (++) Kontraksi otot -- spasme T E T A N U S

Manifestasi klinik :

Manifestasi klinik Bayi – tiba-tiba tak mau netek By sebelumya netek biasa Mulut mencucu seperti mulut ikan Mudah kejang Suhu badan meningkat Kaku kuduk – opistotonus Risus sardonikus Spasme otot pernafasan Retensi urine Spasme otot lambung Perut keras seperti papan

Pengkajian :

Pengkajian Data subjektif Data objektif Dx : tetanus

Penatalaksanaan :

Penatalaksanaan Cukupi kebutuhan nutrisi dan cairan ( Segera --- pemberian IVFD ) antikonvulsan Rawat khusus – hindari rangsangan Hindari obstruksi jalan nafas Berikan oxygen Pemberian ATS, antibiotika Konseling ke ortu : cegah terjadi luka , rawat luka adekuat , imunisasi aktif , melahir ke sarana kesehatan

PowerPoint Presentation:

Kehamilan & Diabetes Mellitus

PowerPoint Presentation:

Menurut American Diabetes Association, diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Etiologi Fungsi sel pankreas dan sekresi insulin yang berkurang Perubahan karena lanjut usia sendiri yang berkaitan dengan resistensi insulin, akibat kurangnya massa otot dan perubahan vaskular. Aktivitas fisik yang berkurang, banyak makan, badan kegemukan. Keberadaan penyakit lain, sering menderita stress, operasi. Sering menggunakan bermacam-macam obat-obatan. Adanya faktor keturunan.

PowerPoint Presentation:

Klasifikasi dan Karakteristik Diabetes Melitus Diabetes melitus tipe I: Destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut baik melalui proses imunologik maupun idiopatik . Pasien diabetes tipe ini mewarisi kerentanan genetik yang merupakan predisposisi untuk kerusakan autoimun sel beta pankreas. Respon autoimun dipacu oleh aktivitas limfosit, antibodi terhadap sel pulau langerhans dan terhadap insulin itu sendiri.

PowerPoint Presentation:

Diabetes melitus tipe II: Bervariasi mulai yang predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin. Jumlah insulin normal, tetapi jumlah reseptor insulin yang terdapat pada permukaan sel yang kurang sehingga glukosa yang masuk ke dalam sel sedikit dan glukosa dalam darah menjadi meningkat.

PowerPoint Presentation:

Patofisiologi saluran pencernaan karbohidrat  glukosa protein  asam amino lemak  asam lemak makanan energi proses kimia/ metabolisme insulin

PowerPoint Presentation:

Tanda dan Gejala Diabetes Melitus poliuria, polidipsia, polifagia

PowerPoint Presentation:

DM TIPE I Mudah terjadi ketoasidosis Pengobatan harus dengan insulin Onset akut Biasanya kurus Biasanya terjadi pada umur yang masih muda Berhubungan dengan HLA-DR3 dan DR4 Didapatkan antibodi sel islet 10%nya ada riwayat diabetes pada keluarga 30-50 % kembar identik terkena DM TIPE II Sukar terjadi ketoasidosis Pengobatan tidak harus dengan insulin Onset lambat Gemuk atau tidak gemuk Biasanya terjadi pada umur > 45 tahun Tidak berhubungan dengan HLA Tidak ada antibodi sel islet 30%nya ada riwayat diabetes pada keluarga ± 100% kembar identik terkena

PowerPoint Presentation:

Gestational Diabetes Mellitus

PowerPoint Presentation:

Preexixting Diabetes yaitu diabetes didiagnosis sebelum kehamilan. Jarang terjadi, kasus ditemukan selama ANC. Untuk perawatan selanjutnya sama dengan Gestasional Diabetes Mellitus. Gestasional Diabetes Mellitus (GDM) didefinisikan sebagai derajat intoleransi glukosa selama kehamilan, terjadi ketika hormon kehamilan atau faktor lain mengganggu kemampuan tubuh menggunakan insulin. Biasanya tidak bergejala, berkembang selama paruh kedua kehamilan dan hilang setelah melahirkan

PowerPoint Presentation:

Gejala diabetes (poliuria, polidipsia, dan atau adanya penurunan berat badan yang significant ) ditambah dengan kadar glukosa darah acak sama atau lebih besar dari 200 mg / dL. Glukosa darah puasa (minimal 8 jam tanpa makan) sama dengan atau lebih besar dari 126 mg / dL. Glukosa darah 2 jam sesudah makan (2 jam post prandial), sama atau lebih besar dari 200 mg / dL. Nilai positif pada setiap tes ini harus dikonfirmasi pada hari berikutnya dengan mengulangi salah satu tes. Kriteria Diagnostik Diabetes Mellitus Sebelum Kehamilan (Preexisting DM)

PowerPoint Presentation:

(The criteria for the diagnosis of GDM are based on the original work of O'Sullivan and Mahan and modified by Carpenter and Coustan) Glucose Tolerance Tes Jika hasil pengujian tidak menunjukkan diabetes, maka harus diuji ulang antara UK 24 dan 28 minggu . Wanita dengan faktor risiko : Obesitas Riwayat GDM Glycosuria Riwayat keluarga

PowerPoint Presentation:

Pengelolaan Diabetes Mellitus pada Kehamilan “mempertahankan konsentrasi gula darah kurang dari 95mg/dL (5,3 mmol/L) sebelum makan dan kurang dari 140 dan 120 mg/dL (7,8 dan 6,7 mmol/L), satu atau dua jam setelah makan” Pemberian Insulin Mangatur Diet

PowerPoint Presentation:

Pengaruh Diabetes Meliitus Gestasional Pengaruh DM Terhadap Kehamilan Abortus dan partus prematurus Pre eklamsia Hidroamnion Insufisiensi plasenta Pengaruh DM terhadap janin/bayi Kematian hasil konsepsi dalam kehamilan muda mengakibatkan abortus Cacat bawaan Dismaturitas Janin besar (makrosomia) Kematian dalam kandungan Kematian neonatal Kelainan neurologik dan psikologik

Bayi dari ibu DM:

Bayi dari ibu DM Kadar glukose maternal ↗ Pertumbuhan >>, Dan deposisi lemak Etiologi Insulin fetal ↑ Makrosomia Hiperinsulinisme Lahir , glukosa maternal (-), insulin (+) Hipoglikemia ↓ sintesis surfaktan RDS

PowerPoint Presentation:

TEORI ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN DIABETES MELLITUS

PowerPoint Presentation:

DATA SUBJEKTIF Keluhan yang biasa di keluhkan oleh ibu yaitu: polifagia, mata kabur, poliuria, penambahan berat badan berlebihan , polidipsi, mual dan muntah , lemas dan sering kesemutan. Ibu mengatakan pernah melahirkan anak dengan berat > 4000 gr, dengan cacat bawaan dan atau bayi meninggal dalam kandungan. Ibu mengatakan ada riwayat penyakit diabetes milletus. Ibu mengatakan ada riwayat Abortus, partus prematurus, pre eklamsia dan kembar air (hidramnion) pada kehamilan sebelumnya.

PowerPoint Presentation:

DATA OBJEKTIF Pemeriksaan Fisik - Edema pada pergelangan kaki atau tungkai - Peningkatan tekanan darah - Nadi cepat, pucat, diaforesis atau hipoglikemi Nutrisi dan Cairan - Polidipsi - Poliuri - Obesitas - Ketonuria - Nyeri tekan abdomen - Kulit : Sensasi kulit lengan, paha, pantat dan perut dapat berubah karena ada bekas injeksi insulin yang sering - Mata : Kerusakan penglihatan atau retinopati - Uterus : tinggi fundus uteri mungkin lebih tinggi atau lebih rendah dari normal terhadap usia gestasi . Hasil pemeriksaan laboratorium darah : kadar glukosanya > 130 mg/dL dan 140 mg/dL.

PowerPoint Presentation:

Darah National Diabetes data Group Carpenter and Coustan Puasa 105 mg/dL (5,8 mmol/L) 95 mg/dL (5,3 mmol/L) 1 jam 190 mg/dL (10,5 mmol/L) 180 mg/dL (10,0 mmol/L) 2 jam 165 mg/dL (9,2 mmol/L) 155 mg/dL (8,6 mmol/L) 3 jam 145 mg/dL (8,0 mmol/L) 140 mg/dL (7,8 mmol/L) Test TTGO dengan hasilnya :

PowerPoint Presentation:

ASSESMENT G..P..... Uk … minggu dengan diabetes mellitus Masalah: Polifagia, Mata kabur ,Poliuria, Polidipsi, Lemas dan sering Kesemutan. Kebutuhan: HE pola nutrisi Identifikasi diagnose dan masalah potensial: abortus, hipoglikemia

PowerPoint Presentation:

PLANING Beritahu hasil pemeriksaan Rasional ibu mengetahui kondisi yang dialaminya sekarang. Timbang berat badan setiap kunjungan prenatal. Rasional: Penambahan berat badan adalah kunci petunjuk untuk memutuskan penyesuaian kebutuhan kalori. Kaji masukan kalori dan pola makan dalam 24 jam. Rasional : Membantu dalam mengevaluasi pemahaman pasien tentang aturan diet. Tinjau ulang tentang pentingnya makanan yang teratur bila memakai insulin. Rasional : Makan sedikit dan sering menghindari hiperglikemia , sesudah makan dan kelaparan. Perhatikan adanya mual dan muntah khususnya pada trimester pertama. Rasional : Mual dan muntah dapat mengakibatkan defisiensi karbohidrat yang dapat mengakibatkan metabolisme lemak dan terjadinya ketosis. Kaji pemahaman stress pada diabetic. Rasional : Stress dapat mengakibatkan peningkatan kadar glukosa, menciptakan fluktuasi kebutuhan insulin.

PowerPoint Presentation:

Ajarkan pasien tentang metode finger stick untuk memantau glukosa sendiri. Rasional : Kebutuhan insulin dapat dinilai berdasarkan temuan glukosa darah serum secara periodik. Tinjau ulang dan diskusikan tanda gejala serta kepentingan hipo atau hiperglikemia. Rasional : Hipoglikemia dapat terjadi secara cepat dan berat pada trimester pertama karena peningkatan penggunaan glukosa dan glikogen oleh ibu dan perkembangan janin. Hiperglikemia berefek terjadinya hidramnion. Pemantauan keton urine. Rasional : Ketidakcukupan masukan kalori ditunjukkan dengan ketonuria, menandakan kebutuhan terhadap peningkatan karbohidrat. Kolaborasi dengan team medis: Diskusikan tentang dosis , jadwal dan tipe insulin. Rasional : Pembagian dosis insulin mempertimbangkan kebutuhan basal maternal dan rasio waktu makan. Rujuk pada ahli gizi. Rasional : Diet secara spesifik pada individu perlu untuk mempertahankan normoglikemi. Observasi kadar Glukosa darah. Rasional : Insiden abnormalitas janin dan bayi baru lahir menurun bila kadar glukosa darah antara 60 – 100 mg/dl, sebelum makan antara 60 -105 mg/dl, 1 jam sesudah makan dibawah 140 mg/dl dan 2 jam sesudah makan kurang dari 200 mg/dl. Tentukan hasil HbA1c setiap 2 – 4 minggu. Rasional : Memberikan keakuratan gambaran rata rata control glukosa serum selama 60 hari . Kontrol glukosa serum memerlukan waktu 6 minggu untuk stabil.

PowerPoint Presentation:

Kaji gerakan janin dan denyut janin setiap kunjungan. Rasional : Terjadi insufisiensi plasenta dan ketosis maternal mungkin secara negatif mempengaruhi gerakan janin dan denyut jantung janin. Observasi tinggi fundus uteri setiap kunjungan. Rasional : Untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan abnormal Pantauan adanya tanda tanda edema, proteinuria, peningkatan tekanan darah. Rasional : sekitar 12% – 13% dari diabetes akan berkembang menjadi gangguan hipertensi karena perubahan kardiovaskuler berkenaan dengan diabetes. Tinjau ulang prosedur dan rasional untuk Non stress Test setiap minggu. Rasional : Aktifitas dan pergerakan janin merupakan petanda baik dari kesehatan janin. Siapkan untuk ultrsonografi pada gestasi minggu ke 8, 12, 18, 28, 36 sampai minggu ke 38. Rasional : Ultrasonografi bermanfaat dalam memastikan tanggal gestasi dan membantu dalam evaluasi retardasi pertumbuhan intra uterin. Bantu untuk belajar memantau glukosa darah di rumah yang dilakukan 6 kali sehari. Rasional: Memungkinkan keakuratan tes urin yang lebih besar karena ambang ginjal terhadap glukosa menurun selama kehamilan

PowerPoint Presentation:

thank you…

authorStream Live Help