SEL

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Materi ini di buat untuk tugas Biologi ICT

Comments

Presentation Transcript

SEL : 

SEL Rizka Fahriyah biologi 2D

Slide 2: 

Standar Kompetensi : Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Kompetensi Dasar : mendeskripsikan komponen kimiawi sel, struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Biologi SMA kelas2 Hal 1-14

SEL : 

SEL Sejarah penemuan sel Pengertian sel Struktur sel

Pengertian Sel : 

Pengertian Sel Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Setiap Organisme di dunia ini tersusun atas sel-sel yang saling berintegrasi membentuk suatu fungsi tertentu dalam tubuh makhluk hidup. Baik organisme tingkat seluler (Uniseluler) maupun organisme Multiseluler.

Sejarah penemuan sel : 

Sejarah penemuan sel Anthony van Leeuwenhoek Robert Hooke Robert Brown Johannes E. Purkinye Mathias J. Schleiden Theodore Schwann Rudolf Virchow Louis Pasteur

Anthony van Leeuwenhoek : 

Anthony van Leeuwenhoek Anthony van Leeuwenhoek (1632-1723) berkebangsaan Belanda, orang pertama meneliti organisme mikroskopis pada tetesan air kolam menggunakan mikroskop sederhana. Organisme itu dinamakan animakula (animacules).

Robert Hooke : 

Robert Hooke Istilah sel pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuan Inggris yang bernama Robert Hooke (1665).

Slide 8: 

Hasil pengamatan Robert Hooke menunjukkan adanya ruang-ruang kecil yang strukturnya mirip sarang lebah pada sayatan penampang gabus.Robert Hooke menamai ruang-ruang kecil itu ”sel” (dari bahasa Yunani, yaitu cella atau cellula yang berarti ruang atau kamar yang kecil).

Robert Brown : 

Robert Brown Robert Brown (1773-1858) menemukan inti di dalam sel tanaman anggrek yang selanjutnya diberi nama nukleus.

Johannes E. Purkinye : 

Johannes E. Purkinye Johannes E. Purkinye (1787- 1858) memperkenalkan istilah protoplasma (dari bahasa Yunani protas yang berarti pertama dari plasma yang berarti pembentukan).

Mathias J. Schleiden : 

Mathias J. Schleiden Tahun 1838, Mathias J. Schleiden (1804-1882), seorang ahli botani berkebangsaan Jerman, menyatakan bahwa tubuh tumbuhan tersusun atas sel.

Theodore Schwann : 

Theodore Schwann Pada tahun 1839, Theodore Schwann (1810-1882), seorang ahli zoologi berkebangsaan Jerman, menyatakan bahwa tubuh hewan tersusun atas sel.

Slide 13: 

Schwann mengusulkan dua asas yang dikenal sebagai teori sel sebagai berikut : Semua organisme terdiri atas sel. sel merupakan unit dasar organisasi kehidupan.

Rudolf Virchow : 

Rudolf Virchow Rudolf Virchow (1821-1902), ilmuan Jerman yang mempelajari reproduksi sel, mengusulkan asas ketiga teori sel. 3. Semua sel berasal dari sel yang telah ada sebelumnya (omnis cellula e cellula).

Louis Pasteur : 

Louis Pasteur Louis Pasteur (1822-1895) mengemukakan teori biogenesis yang menyatakan bahwa setiap makhluk hidup sebelumnya (omne vivum e vivo).

Struktur sel : 

Struktur sel Struktur sel Prokariota Struktur sel Eukariota a. Membran Plasma b. Sitoplasma c. Nukleus atau inti sel d. Ribosom e. Retikulum endoplasma f. Badan Golgi g. Lisosom h. Mitokondria i. Mikrobodi dan badanmikro j. Rangka sitosol k. Sentriol

Struktur sel Prokariota : 

Struktur sel Prokariota Dinding sel bakteri mengandung peptidoglikan, yaitu molekul kompleks yang terdiri dari polisakarida dan asam amino. Berfungsi melindungi dan memberi bentuk yang tetap pada sel. Beberapa jenis bakteri memiliki dinding sel yang diselubungi lapisan gelatin disebut kapsul. Bakteri yang dapat bergerak memiliki flagela. Bakteri juga memiliki pili yang berfungsi melekatkan diri pada permukaan.

Slide 18: 

Bakteri tidak memiliki nukleus sejati. Nukleus pada bakteri berupa materi genetika yang terpusat di bagian tengah sel. Daerah tempat materi genetika terpusat pada bakteri disebut nukleoid. Sejumlah bakteri memiliki DNA tambahan berbentuk lingkar disebut plasmid. organel sel pada bakteri hanya ribosom, merupakan tempat sintesis protein. Ribosom berukuran sangat kecil, berdiameter 15-20 nm (1 nanometer = meter).

a. Membran Plasma : 

a. Membran Plasma Berfungsi melindungi sel dari lingkungan luar dan membantu menjaga lingkungan dalam sel. Membran plasma juga berfungsi mengatur pertukaran materi antara sel dan lingkungan luar serta sebagai penerima rangsang (reseptor) dari lingkungan luar. Membran plasma tersususun atas lipid, protein, dan karbohidrat. Hal tersebut menyebabkan membran plasma mempunyai sifat hidrofobik di bagian tengah dan sifat hidrofilik di permukaan luar.

Slide 20: 

Lipid membran, terutama, terdiri atas fosfolipid,glikolipid, dan sterol. Lipid membentuk dua lapisan lipid pada membran plasma yang disebut lipid dwilapis.

b. Sitoplasma : 

b. Sitoplasma sitoplasma atau plasma sel adalah cairan yang berada di dalam sel. Materi penyusunnya terdiri atas padatan dan cairan. Sitosol atau matriks sitoplasma merupakan cairan yang bersifat koloid dan menyusun 50% volum suatu sel. Sebagian besar sitosol, terdiri atas air. Selain itu, terdapat juga protein, asam amino, vitamin. Nukleotida, asam lemak, gula, dan ion-ion. Padatan sitoplasma terdiri atas organel-organel sel. Setiap organel tersebut memiliki fungsi khusus, contohnya retikulum endoplasma, ribosom, dan badan golgi. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yamg berperan dalam metabolisme sel. Di dalam sitoplasma, berlangsung kegiatan metabolism sel berupa pembongkaran dan penyusunan zat-zat melalui reaksi kimia. Contohnya, sintesis protein dan asam lemak.

c. Nukleus atau inti sel : 

c. Nukleus atau inti sel Nukleus berfungsi sebagai pusat metabolisme yang menentukan sifat-sifat sel. Nukleus merupakan pusat pengaturan sel karena mengandung DNA (deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat). DNA membawa informasi bagi pembangunan atau pembentukan protein, selanjutnya protein yang dihasilkan berfungsi menentukan struktur dan fungsi sel.

Slide 23: 

Nukleus tidak selalu terdapat pada bagian tengah sel. Pada sel-sel otot rangka, nukleus terdapat pada bagian tepi. Kandungan nukleus terpisah dari sitoplasma oleh dua membran yang secara bersama-sama membentuk selaput inti disebut membran inti. Pada tempat-tempat tertentu, membran luar dari selaput inti menyatu dengan membran dalam dan membentuk pori inti. Sitosol dan nukleoplasma secara terus-menerus tetap berhubungan melalui pori inti. Pori inti dikelilingi granula-granula dan secara bersama-sama membentuk kompleks pori. Membran luar inti mempunyai ribosom yang melekat pada permukaan sitosol dan juga dapat membentuk hubungan yang bersambungan dengan membran reticulum endoplasma. Ruang di antara membran luar dan membran dalam inti disebut ruang perinukleus. Di dalam inti terdapat anak inti atau nucleolus, yang berperan sebagai tempat pembentukan RNA ribosom atau rRNA.

d. Ribosom : 

d. Ribosom Ribosom merupakan partikel kecil yang terdapat pada sitoplasma dan terdiri atas RNA dan protein. Ribosom terdiri atas dua subunit, yaitu subunit besar dan subunit kecil. Ribosom memiliki fungsi penting karena berperan dalam sintesis protein. Beberapa ribosom menyintesis protein yang sama berkelompok membentuk polisom. Polisom terdapat bebas di sitoplasma atau menempel pada retikulum endoplasma.

e. Retikulum endoplasma : 

e. Retikulum endoplasma Di dalam sitoplasma terdapat jalinan saluran-saluran yang berbatas membran dan saling beranastomosis, secara bersama-sama disebut retikulum endoplasma. Retikulum endoplasma kasar permukaannya terdapat ribosom berperan di dalam mekanisme detoksifikasi, dan sintesis lemak, kolesterol, steroid, serta sebagai jalur transportasi di dalam sel.

Slide 26: 

Retikulum endoplasma halus atau licin tidak mengandung ribosom berperan dalam sintesis protein dengan adanya ribosom yang menempel pada permukaan membrannya. Protein tersebut merupakan protein sekretori untuk disekresikan dari sel.

f. Badan Golgi : 

f. Badan Golgi Badan golgi sering disebut apparatus golgi, terdiri atas tumpukan kantong-kantong pipih disebut sisterna. Badan golgi memiliki dua permukaan, yaitu permukaan matang atau trans dan permukaan pembentukan atau cis. Badan golgi dikelingi oleh vesikel-vesikel dengan berbagai ukuran. Vesikel-vesikel tersebut dilepaskan dari bagian tepi badan golgi pada permukaan trans, sedangkan antara badan golgi dan retikulum endoplasma dijumpai vesikel-vesikel transpor yang mengangkut materi dari retikulum endoplasma menuju kompleks golgi pada permukaan cis.

Slide 28: 

Berfungsi memodifikasi produk sekresi; sekresi enzim-enzim; glioksilasi protein-protein yang disintesis oleh retikulum endoplasma kasar; pembuatan membran untuk vesikel yang dikeluarkan dari permukaan trans; dan proliferasi membran plasma dengan menambahkan bahan-bahan membran untuk organel-organel di dalam sel dan membran plasma.

g. Lisosom : 

g. Lisosom Pada umumnya, di dalam sel terdapat struktur berbentuk vesikel yang ukurannya lebih kecil dari mitokondria. Struktur berbentuk vesikel tersebut dinamakan lisosom, yang dihasilkan oleh badan golgi. Permukaan lisosom dibatasi oleh suatu membran tunggal, serta mengandung sejumlah enzim hidrolitik yang mampu mencerna protein, asam nukleat, polisakarida, dan bahan lain. Di bawah kondisi normal, aktivitas enzim tersebut terbatas pada bagian dalam lisosom. Jika membran lisosom pecah, enzim-enzim dilepaskan sehingga dapat menghancurkan sel. Lisosom bertanggung jawab dalam pencernaan intraseluler dan peroses endositosis.

h. Mitokondria : 

h. Mitokondria Mitokondria dibatasi oleh dua membran, yaitu membran luar dan membran dalam. Pada membran dalam, terdapat sejumlah lipatan disebut krista yang menambah luas daerah permukaan membran dalam. Ruang yang terdapat di antara krista mitokondria disebut matriks. Pada mitokondria berlangsung sejumlah fungsi metabolik, meliputi produksi energi dari metabolisme karbohidrat dan lipid.

i. Mikrobodi dan badan mikro : 

i. Mikrobodi dan badan mikro Mikrobodi terdapat pada sel hewan dan tumbuhan. Terdapat dua jenis mikrobodi, yaitu peroksisom dan glioksisom, jenis mikrobodi tersebut dibatasi oleh membran tunggal dan mengandung sejumlah enzim yang berfungsi dalam metabolisme hidrogen peroksida dan asam glioksilat. Peroksisom adalah badan mikro yang mengandung enzim peroksidase. Peroksisom berbentuk vesikel dengan diameter sekitar 0,5mm dan terbungkus selaput tunggal.

Slide 32: 

Terdapat dua macam peroksisom. Pertama pada daun sebagai katalisator dalam oksidasi hasil sampingan reaksi fiksasi karbondioksida (fotorespirasi). Kedua pada biji yang sedang tumbuh berperan pada perombakan asam lemak yang tersimpan di dalam biji menjadi gula yang diperlukan untuk tumbuh. Glioksisom banyak dijumpai pada daun yang melakukan fotosintesis. Glioksisom mengandung enzim yang dapat memetabolisme molekul-molekul yang berperan dalam proses fotosintesis. Glioksisom juga dijumpai pada biji yang sedang berkecambah. Diduga, glioksisom dapat mengubah molekul minyak menjadi gula yang digunakan sebagai nutrien dalam proses perkecambahan.

j. Rangka sitosol : 

j. Rangka sitosol Berfungsi menjaga bentuk sel dan memungkinkan adanya pergerakan sel dan molekul-molekul di dalam sel. Rangka sitosol terdiri atas 3 jenis elemen, yaitu mikrotubulus, mikrofilamen, dan filamen antara.

k. Sentriol : 

k. Sentriol Sentriol berbentuk silindris dengan diameter 0,15nm dan panjang 0,3-0,5nm. Sentriol berasal dari perkembangan sentrosom, sedangkan sentrosom berupa struktur berbentuk silindris yang dibentuk oleh tabung-tabung halus atau mikrotubulus. Sentriol terdapat sepasang pada sel yang sedang tidak membelah. Pada sel yang akan membelah, sentriol akan membentuk sentriol baru sehingga terdapat dua pasang sentriol yang membentuk struktur seperti jala (benang spindel) bertugas untuk menarik kromosom menuju ke kutub masing-masing, Sentriol ditemukan dekat inti. Hewan memilki sentriol, sedangkan tumbuhan tidak.

Slide 35: 


authorStream Live Help