struktur dan fungsi tumbuhan

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

ditujukan ntuk melengkapi tugas biologi ict

Comments

By: ch1erahman (37 month(s) ago)

bagus sekali

By: rona25fina (37 month(s) ago)

bagus bangettt.........:)

By: CesariaMeiNastiti (38 month(s) ago)

Bagus bngeet,.. sangat bermanfaat bwt aq.. Thx yahh..

By: meletup2001 (44 month(s) ago)

sangat bagus sekali, baig-bagi lagi yah. trims

By: meletup2001 (44 month(s) ago)

sangat bagus sekali, baig-bagi lagi yah. trims

See all

Presentation Transcript

Struktur dan fungsi jaringan TUMBUHANoleh : fariha. Nbiologi uhamka : 

Struktur dan fungsi jaringan TUMBUHANoleh : fariha. Nbiologi uhamka www.themegallery.com

Standar kompetensi : 

Standar kompetensi Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan, serta penerapannya dalam konteks Salingtemas. KOMPETENSI DASAR Mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengaitkannya dengan fungsinya, menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan

indikator : 

indikator Membedakan berbagai jaringan penyusun organ tumbuhan Menunjukan letak epidermis, korteks, dan stele Mendeskripsikan fungsi masing-masing jaringan tumbuhan Mengaitkan totipotensi jaringan dengan teknik kultur jaringan 4 1 2 3

Pokok bahasan : 

Pokok bahasan Jaringan Tumbuhan Proses Pengangkutan pada Tumbuhan Organ pada Tumbuhan Totipotensi Pembudidayaan Tumbuhan Langka

Jaringan tumbuhan : 

Jaringan tumbuhan Tubuh tumbuhan tersusun atas banyak sel. Sel-sel itu pada tempat tertentu membentuk jaringan. Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi sama dan terikat oleh bahan antar sel membentuk satu kesatuan. Berdasarkan tahap perkembangannya, jaringan penyusun tubuh tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa. Berikut ini akan dibahas tentang kedua jaringan tersebut.

Jaringan Meristem : 

Jaringan Meristem Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional, artinya mampu terus-menerus membelah diri untuk menambah sel tubuh. Ciri-ciri sel meristem misalnya berdinding tipis, banyak mengandung protoplasma, vakuola kecil, inti besar, dan plastida belum matang. Berdasarkan letaknya dalam tumbuhan, ada 3 macam meristem, yaitu meristem apical, meristem lateral, dan meristem interkalar.

Jaringan meristem : 

Jaringan meristem Meristem interkalar merupakan bagian dari meristem apical yang terpisah dari ujung (apeks) selama pertumbuhan. Meristem intekalar (antara) terdapat diantara jaringan dewasa, misalnya di pangkal ruas batang rumput. Meristem lateral terdapat misalnya pada cambium pembuluh dan cambium gabus. Berdasarkan asal bentuknya, meristem dibedakan menjadi meristem primer dan meristem sekunder.

Meristem Primer : 

Meristem Primer Meristem primer adalah meristem yang berkembang dari sel embrional. Meristem primer terdapat misalnya pada kuncup ujung batang dan ujung akar. Meristem primer menyebabkan pertumbuhan primer pada tumbuhan. Pertumbuhan primer memungkinkan akar dan batang bertambah panjang. Dengan demikian, tumbuhan bertambah tinggi.

Meristem primer : 

Meristem primer Daerah meristematik di belakang promeristem mempunyai tiga jaringan meristem, yaitu protoderma, prokambium, dan meristem dasar. Protoderma akan membentuk epidermis, prokambium akan membentuk jaringan ikatan pembuluh primer (xylem primer dan floem primer) dan cambium. Meristem dasar akan membentuk jaringan dasar tumbuhan yang mengisi empulur dan korteks seperti parenkima, kolenkima, dan sklerenkima.

Meristem Sekunder : 

Meristem Sekunder Meristem sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi (sudah terhenti pertumbuhannya) tetapi kembali bersifat embrional. Contoh meristem sekunder adalah cambium gabus yang terdapat pada batang dikotil dan Gymnospermae, yang dapat terbentuk dari sel-sel korteks di bawah epidermis.

Jaringan Dewasa : 

Jaringan Dewasa Text Jaringan dewasa merupakan jaringan yang terbentuk dari diferensiasi dan spesialisasi sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem. Jaringan dewasa meliputi jaringan epidermis, gabus parenkima, xylem, dan floem. Selain itu ada bagian tumbuhan tertentu yang memiliki jaringan kolenkima dan sklerenkima.

Jaringan dewasa : 

Jaringan dewasa Epidermis Jaringan epidermis merupakan jaringan terluar tumbuhan yang menutupi seluruh tubuh tumbuhan mulai dari akar, batang, hingga daun. Epidermis biasanya hanya terdiri dari selapis sel yang berbentuk pipih dan tersusun rapat.Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan di dalamnya sebagai tempat pertukaran zat.

Jaringan dewasa : 

Jaringan dewasa Jaringan epidermis daun terdapat pada permukaan atas dan bawah daun. Jaringan tersebut tidak berklorofil, kecuali pada sel penjaga (sel penutup) stomata Sekelompok sel epidermis membentuk stomata atau mulut daun. Stomata merupakan suatu celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel penutup atau sel penjaga. Melalui mulut daun ini terjadi pertukaran gas. Jaringan epidermis daun

Jaringan dewasa : 

Jaringan dewasa Seperti halnya jaringan epidermis daun, jaringan epidermis batang ada yang mengalami modifikasi membentuk lapisan tebal yang dikenal sebagai kutikula, membentuk bulu sebagi alat perlindungan. Jaringan epidermis batang

Jaringan dewasa : 

Jaringan dewasa Jaringan epidermis akar berfungsi sebagai pelindung dan tempat terjadinya difusi dan osmosis. Epidermis akar sebagian bermodifikasi membentuk tonjolan yang disebut rambut akar dan berfungsi untuk menyerap air tanah. Jaringan epidermis akar

Jaringan gabus : 

Jaringan gabus Jaringan gabus atau periderma adalah jaringan pelindung yang dibentuk untuk menggantikan epidermis batang dan akar yang telah menebal akibat pertumbuhan sekunder. Jaringan gabus tampak jelas pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae. Jaringan gabus berfungsi sebagai pelindung tumbuhan dari kehilangan air. Pada tumbuhan gabus (Quercus suber), lapisan gabus dapat bernilai ekonomi, misalnya untuk penutup botol.

Jaringan dewasa : 

Jaringan dewasa Parenkima Disebelah dalam jaringan epidermis terdapat jaringa parenkima. Jaringan ini terdapat mulai dari sebelah dalam epidermis hingga ke empulur. Parenkima tersusun atas sel-sel bersegi banyak. Antara sel yang satu dengan sel yang lain terdapat ruang antar sel. Parenkima disebut pula jaringan dasar karena menjadi tempat bagi jaringan-jaringan yang lain. Parenkima terdapat pada akar, batang, dan daun, mengitari jaringan lainnya, misalnya pada xylem dan floem.

Jaringan dewasa : 

Jaringan dewasa Jaringan penguat Untuk memperkokoh tubuhnya, tumbuhan memerlukan jaringan penguat atau penunjang yang disebut juga sebagai jaringan mekanik. Ada dua macam jaringan penguat yang menyusun tubuh tumbuhan, yaitu kolenkima dan sklerenkima. Kolenkima mengandung protoplasma dan dindingnya mengalami penebalan dari zat lignin (lignifikasi).

Jaringan dewasa : 

Jaringan dewasa Kolenkima Sel kolenkima merupakan sel hidup dan mempunyai sifat mirip parenkima. Sel-selnya ada yang mengandung kloroplas. Kolenkima umumnya terletak dipermukaan dan di bawah epidermis pada batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Fungsi jaringan kolenkima adalah sebagai penyokong pada bagian tumbuhan muda yang sedang tumbuh dan pada tumbuhan herba.

Jaringan dewasa : 

Jaringan dewasa Jaringan sklerenkima terdiri dari sel-sel mati. Dinding sel sklerenkima sangat tebal, kuat, dan mengandung lignin (komponen utama kayu). Dinding sel mempunyai penebalan primer dan kemudian penebalan sekunder oleh zat lignin. Fungsi sklerenkima adalah menguatkan bagian tumbuhan yang sudah dewasa. Sklerenkima juga melindungi bagian-bagian lunak yang lebih dalam, seperti pada kulit biji jarak, buah kenari, dan tempurung kelapa. Sklerenkima

Jaringan Pengangkut : 

Jaringan Pengangkut Jaringan pengangkut terdiri dari xylem dan floem berfungsi menyalurkan air dan mineral dari akar ke daun. Elemen xylem terdiri dari unsur pembuluh, serabut xylem, dan parenkima xylem. Unsur pembuluh ada dua, yaitu pembuluh kayu (trakea) dan trakeid. Trakea dan trakeid merupakan sel mati, tidak memiliki sitoplasma dan hanya tersisa dinding selnya. Sel-sel tersebut bersambung sehingga membentuk pembuluh kapiler yang berfungsi sebagai pengangkut air dan mineral. Xilem

Jaringan pengangkut : 

Jaringan pengangkut berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuuhan. Pada umumnya elemen floem disusun oleh unsur-unsur tipis, sel pengiring, serabut floem, sklereid, dan parenkima floem. Unsur utama adalah pembuluh tipis dan parenkima floem. Parenkima floem berfungsi menyimpan cadangan makanan. Persebaran serabut floem sering kali sangat luas dan berfungsi untuk memberi sokongan pada tubuh tumbuhan. Floem

totipotensi : 

totipotensi Totipotensi yaitu kemampuan setiap sel tumbuhan untuk menjadi individu yang sempurna. Teori totipotensi ini di kemukakan oleh G. Heberlandt tahun 1898. Dia adalah seorang ahli fisiologi dari Jerman. Pada tahun 1969, F.C Steward menguji ulang teori tersebut dengan menggunakan objek empulur wortel. Dengan mengambil satu sel empulur wortel, F.C Steward bisa menumbuhkannya menjadi individu wortel. Pada tahun 1954, kultur jaringan dipopulerkan oleh Muer, Hildebrandt, dan Riker.

totipotensi : 

totipotensi Kultur jaringan menggunakan empulur wortel

Kultur jaringan : 

Kultur jaringan Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok selatau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.

Skema kultur jaringan : 

Skema kultur jaringan

Manfaat kultur jaringan : 

Dapat membuat individu yang mirip aslinya 2. Dapat menghasilkan individu dalam jumlah yang besar dalam waktu yang relatif singkat 3. Dapat digunakan untuk seleksi individu unggul 4. Pelestarian individu yang memiliki sifat tertentu Manfaat kultur jaringan

pembudidayaan tumbuhan langka : 

pembudidayaan tumbuhan langka Di Indonesia terdapat beberapa jenis tumbuhan langka seperti jambu monyet, durian burung, kemiri, aren, sawo kecik, endana dan lain-lain. Kategori yang menyebabkan tumbuhan disebut langka yaitu punah (extinct), genting (endangered), rawan (vulnerable), jarang (rare), dan terkikis (indeterminate). Untuk menjaga kelestariannya, tanaman langka, dapat dibudidayakan melalui perbanyakan dengan biji, stek dan mencangkok.

Tumbuhan langka : 

Tumbuhan langka

Thank You! : 

www.themegallery.com Thank You!