Implementasi Kurikulum 2013

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Tinjauan tentang Kurikulum 2013 yang sangat bermanfaat untuk Sekolah, Guru, Walimurud, Masyarakat atau Pemerhati Pendidikan.

Comments

Presentation Transcript

think-cell Slide:

Drs. Agus Purnomo aguspurnomosite.blogspot.com aguspurnomosite.blogspot.com IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

PowerPoint Presentation:

KURIKULUM 2013 Ini adalah Materi Seminar yang disampaikan oleh : Drs. Parjito MP

KURIKULUM 2013:

PERAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Drs. Parjito, MP

PERAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013:

A. Pendahuluan

PowerPoint Presentation:

BABAK BARU KURIKULUM 2013

BABAK BARU KURIKULUM 2013 :

CITA-CITA PENDIDIKAN ( das sollen )

:

Kenyataan ( das sein )

Kenyataan (das sein) :

UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN Mengejar Mutu Pendidikan Menerapkan Desentralisasi Pendidikan Menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah Mengembangkan Kurikulum Memperbaiki Sistem Pembelajaran Meningkatkan Kesejahteraan Pendidik

UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN :

KURIKULUM SARANA PRASARANA LULUSAN YANG KOMPETEN KEBERHASILAN PENDIDIKAN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN IKLIM DAN BUDAYA SEKOLAH PESERTA DIDIK KOMITMEN SISTEM POLITIK REGULASI MINAT BAKAT MOTIVASI KESIAPAN

PowerPoint Presentation:

B. Kurikulum 2013

PowerPoint Presentation:

Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1947 Rencana Pelajaran → Dirinci dalam Rencana Pelajaran Terurai 1964 Rencana Pendidikan Sekolah Dasar 1968 Kurikulum Sekolah Dasar 197 3 Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) 1975 Kurikulum Sekolah Dasar 1984 Kurikulum 1984 1994 Kurikulum 1994 1997 Revisi Kurikulum 1994 2004 Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2006 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1945 1965 201 5 19 5 5 19 75 2005 19 8 5 19 95 2013 Kurikulum 2013

PowerPoint Presentation:

Alasan Pengembangan Kurikulum 2013 Tantangan Masa Depan Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, AFTA masalah lingkungan hidup kemajuan teknologi informasi konvergensi ilmu dan teknologi ekonomi berbasis pengetahuan kebangkitan industri kreatif dan budaya pergeseran kekuatan ekonomi dunia pengaruh dan imbas teknosains mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan Hasil TIMSS dan PISA Kompetensi Masa Depan Kemampuan berkomunikasi Kemampuan berpikir jernih dan kritis Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan Kemampuan menjadi warga negara yang efektif Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal Memiliki minat luas mengenai hidup Memiliki kesiapan untuk bekerja Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya Fenomena Negatif yang Mengemuka P erkelahian pelajar N arkoba Korupsi Plagiarisme Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..) Persepsi Masyarakat Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif Beban siswa terlalu berat Kurang bermuatan karakter

PowerPoint Presentation:

A. Kompetensi Lulusan 1 Berkarakter mulia 2 Keterampilan yang relevan 3 Pengetahuan -pengetahuan terkait B. Materi Pembelajaran 1 Relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan 2 Materi esensial 3 Sesuai dengan tingkat perkembangan anak Identifikasi Kesenjangan Kurikulum Konsep Ideal B. Materi Pembelajaran 1 Belum relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan 2 Beban belajar terlalu berat 3 Terlalu luas , kurang mendalam A. Kompetensi Lulusan 1 Sikap belum mencerminkan karakter mulia 2 Keterampilan belum sesuai kebutuhan 3 Pengetahuan -pengetahuan lepas Kondisi Saat Ini C. Proses Pembelajaran 1 Berpusat pada peserta didik (student centered active learning) 2 Sifat pembelajaran yang kontekstual 3 Buku teks memuat materi dan proses pembelajaran , sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan C. Proses Pembelajaran 1 Berpusat pada guru (teacher centered learning) 2 Sifat pembelajaran yang berorientasi pada buku teks 3 Buku teks hanya memuat materi bahasan

PowerPoint Presentation:

F. Pengelolaan Kurikulum 1 Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan 2 Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan , kebutuhan peserta didik , dan potensi daerah 3 Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman Identifikasi Kesenjangan Kurikulum Konsep Ideal F. Pengelolaan Kurikulum 1 Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum 2 Masih terdapat kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan , kebutuhan peserta didik , dan potensi daerah 3 Pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran Kondisi Saat Ini D. Penilaian 1 Menekankan aspek kognitif , afektif , psikomotorik secara proporsional 2 Penilaian test dan portofolio saling melengkapi D. Penilaian 1 Menekankan aspek kognitif 2 Test menjadi cara penilaian yang dominan 15 E. Pendidi k dan Tenaga Kependidikan 1 Memenuhi k ompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal 2 Motivasi mengajar 15 E. Pendidi k dan Tenaga Kependidikan 1 Memenuhi k ompetensi profesi saja 2 Fokus pada ukuran k inerja PTK

PowerPoint Presentation:

KTSP 2006 Kurikulum 2013 Ket Mata pelajaran tertentu mendukung k ompetensi tertentu Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap, keterampilan, pengetahuan] Semua Jenjang Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas Semua Jenjang Bahasa Indonesia sejajar dengan mapel lain Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain [sikap dan keterampilan berbahasa} SD Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama [saintifik] melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,.... Semua Jenjang Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah [ separated curriculum ] Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain [ cross curriculum atau integrated curriculum ] SD Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya SD Perbedaan Esensial Kurikulum 2013

PowerPoint Presentation:

KTSP 2006 Kurikulum 2013 Ket Tematik untuk kelas I – III [belum integratif] Tematik Integratif untuk Kelas I – VI SD TIK adalah mata pelajaran sendiri TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain SMP Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge SMP/ SMA/SMK Untuk SMA, ada penjurusan sejak kelas XI Tidak ada penjurusan di SMA. Ada mata pelajaran wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman minat SMA/SMK SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap. SMA/SMK Penjurusan di SMK sangat detil [sampai keahlian] Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang studi], didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman SMA/SMK Perbedaan Esensial Kurikulum 2013

PowerPoint Presentation:

TINGKATAN KEMAMPUAN Ranah Psikomotor (HARROW) NATURALIZATION Spontan dan otomatis ARTICULATION Akurat Dan Cepat PRECISION Lancar Dan Tepat MANIPULATION Tanpa Contoh Visual Dapat Meniru IMITATION Meniru Dengan Contoh TINGKATAN KEMAMPUAN RANAH AFEKTIF ( S ikap dan N ilai ) (KRATHWOHL) CHARACTERIZATION Menjadikan P ola H idup ORGANIZATION Mengatur D iri VALUING M enghargai RESPONDING M enanggapi RECEIVING Menerima 17

TINGKATAN KEMAMPUAN Ranah Psikomotor (HARROW):

Tingkat Kemampuan Kognitif

Tingkat Kemampuan Kognitif:

Elemen Perubahan Elemen Deskripsi SD SMP SMA SMK Kompetensi Lulusan Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan Kedudukan mata pelajaran (ISI) Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi matapelajaran dikembangkan dari kompetensi . Pendekatan (ISI) Kompetensi dikembangkan melalui: Tematik Integratif dalam semua mata pelajaran Mata pelajaran Mata pelajaran Vokasinal

Elemen Perubahan:

Elemen Perubahan Elemen Deskripsi SD SMP SMA SMK Struktur Kurikulum (Matapelajaran dan alokasi waktu) (ISI) Holistik berbasis sains (alam, sosial, dan budaya) Jumlah matapelajaran dari 10 menjadi 6 Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran TIK menjadi media semua matapelajaran Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler Jumlah matapelajaran dari 12 menjadi 10 Jumlah jam bertambah 6 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran Perubahan sistem: ada matapelajaran wajib dan ada matapelajaran pilihan Terjadi pengurangan matapelajaran yang harus diikuti siswa Jumlah jam bertambah 1 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran Penambahan jenis keahlian berdasarkan spektrum kebutuhan (6 program keahlian, 40 bidang keahlian, 121 kompetensi keahlian) Pengurangan adaptif dan normatif, penambahan produktif produktif disesuaikan dengan trend perkembangan di Industri

Elemen Perubahan:

Elemen Perubahan Elemen Deskripsi SD SMP SMA SMK Proses pembelajaran Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta. Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat Guru bukan satu-satunya sumber belajar. Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan Tematik dan terpadu IPA dan IPS masing-masing diajarkan secara terpadu Adanya mata pelajaran wajib dan pilihan sesuai dengan bakat dan minatnya Kompetensi keterampilan yang sesuai dengan standar industri

Elemen Perubahan:

Elemen Deskripsi SD SMP SMA SMK Penilaian hasil belajar Penilaian berbasis kompetensi Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil] Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal) Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian Ekstrakuri-kuler Pramuka (wajib) UKS PMR Bahasa Inggris Pramuka (wajib) OSIS UKS PMR Dll Pramuka (wajib) OSIS UKS PMR Dll Pramuka (wajib) OSIS UKS PMR Dll Elemen Perubahan

Elemen Perubahan:

No Komponen I II III IV V VI Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4 4 4 4 4 2 PPKN 5 6 6 4 4 4 3 Bahasa Indonesia 8 8 10 7 7 7 4 Matematika 5 6 6 6 6 6 5 IPA 3 3 3 6 IPS 3 3 3 Kelompok B 7 Seni Budaya & Prakarya (termasuk muatan lokal*) 4 4 4 5 5 5 8 Pend. Jasmani, OR & Kes (termasuk muatan lokal). 4 4 4 4 4 4 Jumlah 30 32 34 36 36 36 STRUKTUR KURIKULUM SD Catatan: Muatan lokal* dapat memuat Bahasa Daerah IPA dan IPS kelas I s.d. Kelas III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya

PowerPoint Presentation:

STRUKTUR KURIKULUM SMP * Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah No Komponen V II V III IX Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 2 Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan 3 3 3 3 Bahasa Indonesia 6 6   6 4 Matematika 5 5 5 5 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5 6 Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4  4  7 Bahasa Inggris 4 4 4 Kelompok B 8 Seni Budaya ( termasuk mulok ) * 3 3 3 9 Pend. Jasmani , OR & Kesehatan ( termasuk mulok ) 3 3  3 10 Prakarya ( termasuk mulok ) 2 2 2 Jumlah 38 38 38

PowerPoint Presentation:

Mata Plajaran Kelas X XI XII Kelompok Wajib Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 Matematika 4 4 4 5 Sejarah Indonesia 2 2 2 6 Bahasa Inggris 2 2 2 Kelompok B 7 Seni Budaya (termasuk muatan lokal) 2 2 2 8 Prakarya dan Kewirausahaan (termasuk muatan lokal) 2 2 2 9 Pendidikan Jasmani , Olah Raga, dan Kesehatan (termasuk muatan lokal) 3 3 3 Jumlah jam pelajaran Kelompok Wajib 24 24 24 Kelompok Peminatan Matapelajaran peminatan akademik (untuk SMA) 18 20 20 Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi (untuk SMK) 26 26 26 Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah

PowerPoint Presentation:

MATA PELAJARAN Kelas X XI XII Kelompok A dan B (Wajib) 24 24 24 Peminatan Matematika dan IPA       I 1 Matematika 3 4 4 2 Biologi 3 4 4 3 Fisika 3 4 4 4 Kimia 3 4 4 Peminatan Sosial       II 1 Geografi 3 4 4 2 Sejarah 3 4 4 3 Sosiologi & Antropologi 3 4 4 4 Ekonomi 3 4 4 Peminatan Bahasa       III 1 Bahasa dan Sastra Indonesia 3 4 4 2 Bahasa dan Sastra Inggeris 3 4 4 3 Bahasa dan Sastra Asing lainnya 3 4 4 4 Antropologi 3 4 4 Mata Pelajaran Pilihan dan Pendalaman         Pilihan Pendalaman Minat atau Lintas Minat 6 4 4 Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu 60 72 72 Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per minggu 42 44 44 Struktur Kurikulum Peminatan SMA

PowerPoint Presentation:

MATA PELAJARAN KELAS X XI XII Kelompok A (Wajib) 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4. Matematika 4 4 4 5. Sejarah Indonesia 2 2 2 6. Bahasa Inggris 2 2 2 Kelompok B (Wajib) 7. Seni Buadaya 2 2 2 8. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2 9. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 3 Jumlah kelompok A dan B 24 24 24 Kelompok C (Peminatan) Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi 24 24 24 TOTAL 48 48 48

PowerPoint Presentation:

C. Pergeseran Peran Guru

PowerPoint Presentation:

Pentingnya Peran Guru Kurikulum sebagai dokumen adalah variabel instrumen keberhasilan pendidikan . Akan tetapi yang menjadi variabel substansialnya adalah para guru. Guru merupakan Garda Depan bagi proses pembelajaran dan pendidikan . Dialah yang akan menentukan apakah pendidikan Indonesia berhasil atau tidak . Kurikulum bagaimanapun baiknya tentu masih sangat tergantung kepada para guru. Oleh karena itu perubahan mindset para guru tentu menjadi sangat penting sebagai prasyarat keberhasilan implementasi kurikulum . Dengan demikian , keberhasilan penerapan kurikulum 2013 juga sangat tergantung kepada perubahan mindset para guru di dalam mendidik para siswa . 

Pentingnya Peran Guru:

Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: P roduktif, Kreatif, Inovatif, Afektif melalui penguatan S ikap, Keterampilan, dan Pengetahuan yang terintegrasi Tema Kurikulum 2013 *Kurikulum: Kompetensi Lulusan , Isi, Struktur , Proses Pembelajaran, Proses P enilaian , S ilabus , Buku* Produktif Kreatif Inovatif Afektif

PowerPoint Presentation:

Fakta Kualitatif Yang Mendorong Perlunya Pergeseran Peran Guru: I HEAR, I FORGET I SEE, I REMEMBER I DO, I UNDERSTAND Hasil penelitian *, rata-rata manusia mengingat : * Rose, Colin dan Malcolm J. Nicholl, Accelerated Learning for the 21st Century 20% dari apa yang kita dengar 30% dari apa yang kita baca 40% dari apa yang kita lihat prosesnya 50% dari apa yang kita katakan 60% dari apa yang kita kerjakan 90% dari apa yang kita lihat , dengar , katakan dan kerjakan TELL ME AND I WILL FORGET. SHOW ME AND I WILL REMEMBER. INVOLVE ME AND I WILL UNDERSTAND.

Hasil penelitian*, rata-rata manusia mengingat : :

Pergeseran Peran Guru Sebagai penyampai pengetahuan , sumber utama informasi , ahli materi , sumber segala jawaban Sebagai F asilitator P embelajaran , Pelatih , Kolaborator , Navigator Pengetahuan , Mitra belajar , Pembimbing / Konselor become mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran Memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran “mengajar” (teaching) “membelajarkan” (learning how to learn) INSTRUKTUR FASILITATOR

PowerPoint Presentation:

TANTANGAN GREAT TEACHER EXCELLENT TEACHER GOOD TEACHER ORDINARY TEACHER INSPIRES CAN DEMONSTRATE CAN EXPLAIN ONLY CAN TELL

PowerPoint Presentation:

Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: Observing [mengamati] Questioning [menanya] Associating [menalar] Experimenting [mencoba] Networking [Membentuk jejaring] Proses yang Mendukung Kreativitas PENDEKATAN SAINTIFIK DAN KONTEKSTUAL penilaian berbasis portofolio pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaian spontanitas/ekspresif, dll PENILAIAN AUTENTIK PROSES PEMBELAJARAN PROSES PENILAIAN

PowerPoint Presentation:

Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas Dyers , J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review: 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan , 1/3 sisanya berasal dari genetik. Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik. Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: Observing [mengamati] Questioning [menanya] Associating [menalar] Experimenting [mencoba ] Networking [Membentuk jejaring ] Personal Inter-personal Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning Pembelajaran berbasis intelejensia tidak akan memberikan hasil siginifikan (hanya peningkatan 50%) dibandingkan yang berbasis kreativitas (sampai 200%)

PowerPoint Presentation:

Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas Sharp , C . 2004. Developing young children’s creativity: what can we learn from research? : Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui: tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar [banyak/semua jawaban benar], mentolerir jawaban yang nyeleneh, menekankan pada proses bukan hanya hasil saja, memberanikan peserta didik untuk mencoba, untuk menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasinya, untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresif Perlunya merumuskan kurikulum yang mencakup proses penilaian yang menekankan pada proses dan hasil sehingga diperlukan penilaian berbasis portofolio (pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaian spontanitas/ekspresif, dll)

PowerPoint Presentation:

D. Pergeseran Peran Guru Geografi

PowerPoint Presentation:

Ilmu Geografi mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan solutif kepada peserta didik . MENGAPA? K arena pada hakekatnya obyek studi Geografi adalah geospheric phenomena PERANAN

PERANAN:

TUGAS Mengidentifikasi problematik wilayah Mengenal faktor-faktor lingkungan (abiotik, biotik, sosial, ekonomik dan kultural) yang berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap problematik wilayah , Mengidentifikasi hubungan antar variabel yang berpengaruh dan menentukan munculnya permasalahan wilayah Mengidentifikasi dampak negatif maupun positif dan permasalahan yang timbul baik pada saat ini maupun saat yang akan datang Menemukan altematif pemecahannya baik secara preventif, kuratif maupun inovatif

TUGAS :

REALITAS Bagaimana Realitasnya ? Masih banyak guru geografi dalam proses pembelajaran lebih menekankan pada menyampaian / pendiskripsian , data, fakta dan fenomena-fenomena geosfer secara terpisah . Masih berhenti pada cara berpikir tingkat rendah Belum menginternalisasikan karakter-karakter yang bersifat “ nggeografeni ” Untuk merubah karakter masih sebatas pada mengajarkan karakter Kurikulum sekedar dokumen tertulis yg kurang ( tidak ) menjadi acuan dalam menjalankan kegiatan pembelajaran

REALITAS:

Dalam rangka implementasi kurikulum 2013, harus ada perubahan mind set guru geografi dalam melaksanakan proses pembelajaran . Memahami dan melaksanakan kurikulum : Kompetensi inti dan kompetensi dasar Menanamkan karakter mulia Menggeser kemampuan siswa berpikir tingkat rendah menuju berpikir tingkat tinggi

PowerPoint Presentation:

That's All Wassalamu'alaikum Wr.Wb. aguspurnomosite.blogspot.com