Malaria dalam kehamilan

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Malaria dalam kehamilan:

Malaria dalam kehamilan

Pengertian:

Pengertian Malaria adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium , yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles dengan gambaran penyakit berupa demam yang sering periodik, anemia, pembesaran limpa dan berbagai kumpulan gejala oleh karena pengaruhnya pada beberapa organ misalnya otak, hati dan ginjal

Etiologi  Plasmodium:

Etiologi  Plasmodium Plasmodium vivax  m. vivax Plasmodium falcifarum  m. falsifarum , m. pernisiosa , m. black water fever Plasmodium malariae  malaria kuartana Plasmodium ovale  malaria ovale . Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax merupakan jenis yang paling sering dijumpai , namun yang paling mematikan adalah jenis Plasmodium falciparum .

patologi:

patologi Ciri khas demam malaria adalah periodisitasnya : Masa tunas intrinsik Masa Pre-paten , Masa tunas ekstrinsik patogenesis 1. melalui gigitan nyamuk anopheles betina yang mengandung parasit malaria. 2. Induksi yaitu jika stadium aseksual dalam eritrosit masuk ke dalam darah manusia

Gejala klinis :

Gejala klinis Demam yg mmiliki stadium khas Stadium menggigil Puncak demam Stadium berkeringat Splenomegali  khas pada malaria menahun Anemia karena: Penghancuran eritrosit Reduce survival time diseritropoesis

Manifestasi klinis:

Manifestasi klinis Malaria bisa mmberikan manifestasi dari ringan tanpa gejala sampai berat dengan komplikasi. Perbedaan manifestasi tersebut dipengaruhi oleh: Kekebalan Beratnya infeksi Jenis dan strain Status gizi Obat Keadaan khusus genetik

Penegakkan diagnosa (m. ringan):

Penegakkan diagnosa (m. ringan ) Anamnesis Berasal dari daerah endemis Rwyat prjalanan ke daerah endemis 2 mgg terakhir Pernah mndptkan pengobatan malaria Pemeriksaan fisik Suhu > 37,5 °C. Dapat ditemukan pembesaran limpa. Dapat ditemukan anemi . Gejala klasik malaria khas

Dx malaria berat:

Dx malaria berat Diagnosa berdasarkan gejala : Gangguan kesadaran sampai koma (malaria serebral ) Anemi berat ( Hb < 5 g%, Ht < 15 %) Hipoglikemi ( kadar gula darah < 40 mg%) Udem paru / ARDS Kolaps sirkulasi , syok , hipotensi ( sistolik < 70 mmHg pada dewasa dan < 50 mmHg pada anak-anak ), algid malaria dan septikemia . Gagal ginjal akut (ARF) Jaundice ( bilirubin > 3 mg%) Kejang umum berulang ( > 3 kali/24 jam) Asidosis metabolic Gangguan keseimbangan cairan , elektrolit dan asam-basa . Perdarahan abnormal dan gangguan pembekuan darah . Hemoglobinuri Kelemahan yang sangat ( severe prostration) Hiperparasitemi Hiperpireksi ( suhu > 40 °C)

Diagnosa laboratorium:

Diagnosa laboratorium Pemeriksaan sediaan darah Pewarnaan Giemsa pada sediaan apusan darah untuk melihat parasit. Pewarnaan Acridin Orange untuk melihat eritrosit yang terinfeksi. Pemeriksaan Fluoresensi Quantitative Buffy Coat (QBC) . Tera radio immunologik (RIA) Tera immuno enzimatik (ELISA)

Diagnosis malaria dalam kehamilan:

Diagnosis malaria dalam kehamilan Ditemukan parasit pada  drh maternal dan darah placenta Gamb aran klinis pada wanita hamil Non imun: ringan sapai berat Imun : tidak timbul gejala  tdk dpt didiagnosa klinis

Pengaruhnya pd janin:

Pengaruhnya pd janin IUFD Abortus Prematur BBLR Malaria placenta Malaria kongenital

Slide 12:

WHO merekomendasikan agar memberikan suatu dosis terapeutik anti malaria untuk semua wanita hamil di daerah endemik malaria pada kunjungan ANC yang pertama , kemudian diikuti kemoprofilaksis teratur . Pengobatan malaria di Indonesia menghendaki hanya memakai klorokuin untuk kemoprofilaksis pada kehamilan . Kemoprofilaksis Malaria dalam Kehamilan Perlindungan dari gigitan nyamuk , kontak antara ibu dengan vektor dapat dicegah dengan : Memakai kelambu yang telah dicelup insektisida ( misal : permethrin ). Pemakaian celana panjang dan kemeja lengan panjang . Pemakaian penolak nyamuk (repellent) . Pemakaian obat nyamuk ( baik semprot , bakar dan obat nyamuk listrik ) Pemakaian kawat nyamuk pada pintu-pintu dan jendela-jendela .

Slide 13:

Penatalaksanaan umum Perbaiki keadaan umum penderita ( pemberian cairan dan perawatan umum ). Monitoring vital sign antara lain: keadaan umum , kesadaran , pernafasan , tekanan darah , suhu , dan nadi setiap 30 menit ( selalu dicatat untuk mengetahui perkembangannya ), kontraksi uterus dan bunyi jantung janin juga harus dipantau . Jaga jalan nafas untuk menghindari terjadinya asfiksia , bila perlu beri oksigen . Pemberian antipiretik untuk mencegah hipertermi : Parasetamol 10 mg/ kgBB /kali, dan dapat dilakukan kompres . Jika kejang , beri antikonvulsan : diazepam 5-10 mg iv ( secara perlahan selama 2 menit ) ulang 15 menit kemudian jika masih kejang ; maksimum 100 mg/24 jam. Bila tidak tersedia diazepam, dapat dipakai fenobarbital 100 mg im /kali ( dewasa ) diberikan 2 kali sehari .

Slide 14:

PELAKSANAAN Pelaksanaan dilakukan berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Pelaksanaan yang efisien menyingkat waktu dan biaya serta menghasilkan mutu asuhan yang terjamin. EVALUASI Merupakan tahap akhir dari keseluruhan proses asuhan kebidanan. Evaluasi menilai apakah asuhan yang telah diberikan sudak efektif atau tidak.

authorStream Live Help