Keutamaan Muharram dan Ay Syura

Views:
 
     
 

Presentation Description

Keutamaan Beribadah di Bulan Muharram

Comments

Presentation Transcript

Tahun Ummat Islam (Tahun 1433 Hijriyyah):

Tahun Ummat Islam (Tahun 1433 Hijriyyah) Oleh : Drs. Pasrum Affandi Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekalongan

Keutamaan Muharram dan Ay Syura :

Keutamaan Muharram dan Ay Syura Muqoddimah Bismillah wal hamdulillah, was sholatu was salamu ‘ala Rosulillah. Muharram dalam kalender hijriyah adalah bulan yang pertama, sebagaimana Januari sebagai bulan pertama dalam hitungan kalender Masehi. Sedangkan Asyura adalah istilah untuk hari kesepuluh dari bulan Muharram, alias tanggal 10 Muharram. Yang mana sepuluh dalam bahasa Arab disebut dengan ‘Asyroh. Sedangkan hitungan yang kesepuluh disebut ‘Asyir atau ‘Asyiroh. Hari kesepuluh di bulan Muharram disebut ‘Asyuro. Kata itulah yang diadopsi oleh orang Jawa (baca: Islam Kejawen) untuk menamakan bulan pertama dalam kalender mereka dengan nama bulan Suro.

Muharram bulan Suci :

Muharram bulan Suci Setahun dalam kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan, seperti halnya jumlah bulan dalam kalender Masehi. Allah berfirman dalam al-Qur’an dalam QS.At-Taubah: 36                                                                                                                                                                                                                                                                                        

Arinya : :

Arinya : 36. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram[640]. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri[641] kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersada: :

Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersada: “Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati: tiga bulan berturut-turut; Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab, yang terhimpit antara bulan Jumada Tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Keutamaan bulan Muharram :

Keutamaan bulan Muharram Allah adalah Dzat yang Maha Mulia, sehingga tidaklah suatu nama yang disandingkan di sisi nama-Nya, kecuali nama itu memang mulia atau menjadi bernilai istimewa di sisi-Nya. Para Ulama menyatakan bahwa penyandingan sesuatu pada yang lafdzul Jalalah memiliki makna tasyrif (pemuliaan).

PowerPoint Presentation:

Sebagaimana yang kita kenal selama ini, ada istilah Baitullah, Kitabullah, Jundullah, Malaikatullah, Asadullah, Saifullah dan sebagainya. Seperti nama nabi kita Muhammad, disebut sebagai Rasulullah (utusan Allah), sebutannya disandingkan dengan nama Allah. Begitu pula bulan Muharram, Rasulullah menyebutnya sebagai “Syahrullah” (bulan Allah). Rasulullah bersabda : “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (H.R. Muslim). Itu bermakna bahwa bulan ini memiliki keutamaan khusus karena disandingkan dengan lafdzul Jalalah (lafadz Allah).

PowerPoint Presentation:

Termasuk kemudahan dari Allah Ta’ala ketika menjadikan Hisab Syar’i Arabi dengan bulan-bulan Qamariyah (mulai dari munculnya hilal atau bulan sabit). Karena hal itu mudah diketahui dan dipahami oleh manusia secara umum yaitu dengan melihat hilal di ufuk barat setelah terbenamnya matahari. Kapan hilal itu terlihat, masuklah ke dalam bulan berikutnya dan usailah hitungan bulan yang lalu. Dari sini kita mengetahui bahwa awal waktu dari hari-hari itu dimulai dengan terbenamnya matahari bukan dengan bergesernya matahari ke arah barat karena awal bulan masuk dengan terbenamnya matahari.

Momentum Muharram :

Momentum Muharram Muharram adalah bulan yang sangat tepat untuk dijadikan sebagai momentum evaluasi diri berskala tahunan. Karena di bulan itu kita membuka lembaran baru dalam tahun baru. Kita syukuri usia (keberlangsungan hidup) yang diberikan Allah.

.        Sejarah Penentuan Bulan Hijriyah :

.        Sejarah Penentuan Bulan Hijriyah Telah dimulai kalender Hijriyah semenjak masa Umar bin Al-Khathab , ketika beliau mengumpulkan para sahabat pada tahun ke-16 atau ke-17 Hijriyah dan bermusyawarah dengan mereka kapan akan dimulainya awal tahun baru Islam?

PowerPoint Presentation:

Sebagian mengatakan, “Dimulai dari lahirnya Rasulullah ”, sebagian lagi mengatakan, “Dimulai dari diutusnya beliau ”, yang lain mengatakan, “Dimulai dari hijrahnya Rasulullah ”, yang lain mengatakan, “Dimulai dari meninggalnya beliau ”.

memilih untuk dimulai tahun baru Islam dari hijrahnya Rasulullah , karena memiliki beberapa pertimbangan ::

memilih untuk dimulai tahun baru Islam dari hijrahnya Rasulullah , karena memiliki beberapa pertimbangan : 1) Hijrah membedakan antara yang hak dan yang batil, 2) Hijrah merupakan awal membangun kekuatan umat Islam, 3) Hijrah merupakan awal pembentukan negeri Islam dengan kekuasaan yang berdiri sendiri.

Keputusan awal bulan:

Keputusan awal bulan Sebagian berpendapat untuk dimulai dari bulan Rabi’ul Awal, karena bulan itu Rasulullah  hijrah ke Madinah. Sebagian mengatakan untuk dimulai dari bulan Ramadhan karena bulan itu diturunkannya Al Qur’an. Akhirnya terjadi kesepakatan pendapat antara Umar, Utsman dan Ali  untuk mengawali tahun Hijriyah dengan bulan Muharam karena termasuk bulan yang dimuliakan

A.    Lakukan Evaluasi diri (Muhasabah). :

A.    Lakukan Evaluasi diri (Muhasabah). Seiring dengan bergantinya tahun, maka usia kita semakin bertambah, itulah anggapan masyarakat pada umumnya. Padahal hakikatnya, dengan bergantinya tahun, otomatis berkuranglah jatah usia yang telah ditentukan Allah bagi kita. Berputarnya waktu, berjalannya detik, menit, jam, hari, pecan, bulan dan tahun, maka berkuranglah usia kita. Datangnya Muharram mengajak kita untuk evaluasi, dalam rangka cari bekal untuk kebahagian hidup di akhirat.

(QS. al-Hasyr: 18).:

(QS. al-Hasyr: 18).                                                                                                                             18 . Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda ::

Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung-hitung amal baik (dan selalu merasa kurang) dan beramal shaleh sebagai persiapan menghadapi kematian”. (HR. Tirmidzi).

B.    Meneladani Hijrah Rasulullah. :

B.    Meneladani Hijrah Rasulullah. Sebenarnya dalam kitab Tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah adalah pada akhir bulan Shafar, dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabiul Awal. Jadi bukan pada tanggal 1 Muharram sebagaimana anggapan sebagian orang. Sedangkan penetapan Bulan Muharram sebagai awal bulan dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab ra tatkala mencanangkan penanggalan Islam

PowerPoint Presentation:

Pada saat itu ada yang mengusulkan Rabiul Awal sebagai bulan pertama, ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan Muharram, dengan pertimbangan pada bulan ini telah bulat keputusan Rasulullah saw untuk hijrah pasca peristiwa Bai’atul Aqabah, dimana terjadi bai’at 75 orang Madinah yang siap membela dan melindungi Rasulullah saw, apabila beliau datang ke Madinah. Dengan adanya bai’at ini, Rasulullah pun melakukan persiapan untuk hijrah, dan baru dapat terealisasi pada bulan Shafar, meski ancaman maut dari orang-orang Quraisy senantiasa mengintai beliau.

C.    Penggunaan Kalender Hijriyah. :

C.    Penggunaan Kalender Hijriyah. Barangkali kita tidak memperhatikan bahwa ibadah yang kita lakukan seringkali berkait erat dengan penanggalan Hijriyah. Akan tetapi hari yang istimewa bagi kebanyakan dari kita bukan hari Jum’at, melainkan hari Minggu. Karena kalender yang kita pakai adalah Kalender Masehi. Dan sekedar mengingatkan, hari Minggu adalah hari ibadah orang-orang Nasrani. Sementara Rasulullah saw menyatakan bahwa hari jum’at adalah sayyidul ayyam (hari yang utama diantara hari yang lain).

PowerPoint Presentation:

Demikian pula penetapan hari raya kita, baik Idul Adha maupun Idul Fitri pun mengacu pada hitungan kalender Hijriyah. Wukuf di Arafah yang merupakan satu rukun dalam ibadah haji, waktunya pun berpijak pada kalender hijriah. Begitu pula awal Puasa Ramadhan, puasa ayyamul Bidh ( tanggal 13,14,15 tiap bulan) dan sebagainya mengacu pada Penanggalan Hijriah. Untuk itu seyogyanya bagi setiap muslim untuk menambah perhatiannya pada Kalender Islam (Hijriyah).

Keutamaan Hari Asyura :

Keutamaan Hari Asyura Hari Asyuro’ bagi umat Islam adalah hari yang sangat monumental, di mana pada hari itu menurut keterangan Dr. Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki dengan sandaran yang jelas, Allah Subhana wa ta’ala menurunkan Nabi Adam ke dunia, Allah Subhana wata’ala menerima taubat Nabi pertama itu akibat kesalahannya memakan buah yang terlarang, diterimanya taubat kaum Nabi Yunus, berlabuhnya perahu Nabi Nuh di bukit Al Judiyyi (terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia), serta kemenangan Nabi Musa dan tenggelamnya Fir’aun. (Lihat Kitab Dzikroyat Wa Munasabat: 51).

PowerPoint Presentation:

Dalam suatu riwayat yang berasal dari Ibnu Abbas ra disebutkan, “Ketika Rasulullah saw tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura, maka Beliau bertanya : “Hari apa ini? Mereka menjawab: “Ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun bersabda: “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”. Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim).

PowerPoint Presentation:

Dalam riwayat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk berpuasa pada hari sebelum maupun setelah ‘Asyura dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi karena hari ‘Asyura –yaitu 10 Muharram- adalah hari di mana Allah selamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan para pengikutnya.

PowerPoint Presentation:

Dahulu orang-orang Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai syukur mereka kepada Allah atas nikmat yang agung tersebut. Allah telah memenangkan tentara-tentaranya dan mengalahkan tentara-tentara syaithan, menyelamatkan Musa dan kaumnya serta membinasakan Fir’aun dan para pengikutnya. Ini merupakan nikmat yang besar.

PowerPoint Presentation:

Oleh karena itu, setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal di Madinah, beliau melihat bahwa orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura [2]. Beliau pun bertanya kepada mereka tentang hal tersebut. Maka orang-orang Yahudi tersebut menjawab, “Hari ini adalah hari di mana Allah telah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta celakanya Fir’aun serta pengikutnya. Maka dari itu kami berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”.

PowerPoint Presentation:

Kenapa Rasulullah mengucapkan hal tersebut? Karena Nabi dan orang–orang yang bersama beliau adalah orang-orang yang lebih berhak terhadap para nabi yang terdahulu. Allah berfirman,“Sesungguhnya orang yang paling berhak dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman, dan Allah-lah pelindung semua orang-orang yang beriman”. (QS. Ali Imran: 68).

Puasa di bulan Muharram :

Puasa di bulan Muharram Bulan Muharram adalah salah satu bulan haram yang dianjurkan Rasulullah saw untuk banyak melakukan puasa di dalamnya berdasarkan sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurariroh berkata, ”Rasulullah saw bersabda, ’Puasa yang paling afdhol setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (al-Muharram), dan shalat yang paling afdhol setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”

Hadits Puasa Asyura :

Hadits Puasa Asyura Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam Kitab Syarhul Muslim (8/6), “Para ulama telah bersepakat bahwa puasa pada hari ‘Asyuro` hukumnya sekarang (yaitu ketika telah diwajibkannya puasa Ramadhan) adalah sunnah dan bukan wajib”. Dan ijma’ akan hal ini juga telah dinukil oleh Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah sebagaimana disebutkan dalam Kitab Fathul Bary: (2/246).

Ada banyak hadits shahih yang bisa dijadikan sebagai landasan atas diperintahkannya kita untuk berpuasa sunnah di bulan Muharram:

Ada banyak hadits shahih yang bisa dijadikan sebagai landasan atas diperintahkannya kita untuk berpuasa sunnah di bulan Muharram عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ -رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما-، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم- صَامَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَأَمَرَ بِصِياَمِهِ. – مُتَّفّقٌ عَلَيهِ

Artin Hadits ::

Artin Hadits : Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya”. (Muttafaqun ‘Alaihi).

Hadits ::

Hadits : عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ-، أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم- سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ. فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ رَوَاهُ مُسلِمٌ -

Arti hadits ::

Arti hadits : Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”. (HR. Muslim).

Cara Berpuasa Asyura :

Cara Berpuasa Asyura Shahabat Ibnu Abbas radhiyallohu’anhuma menggambarkan antusias (semangat) Rasulullah  untuk berpuasa di hari ‘Asyura’ dengan mengatakan: “Aku tidak melihat Nabi  begitu antusias berpuasa pada suatu hari yang diharapkan keutamaannya dibanding hari-hari lain selain hari ini, yaitu hari Asyuro, dan bulan ini, yaitu bulan Ramadhan.” (HR. al-Bukhari no.2006).

Ada tiga cara untuk berpuasa Asyura (di bulan Muharram): :

Ada tiga cara untuk berpuasa Asyura (di bulan Muharram): 1.    Berpuasa tiga hari , yaitu puasa tanggal 10 Muharram ditambah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. Berdasrkan riwayat berikut. Rasulullah bersabda, “Puasalah kalian hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya. (HR. Ahmad dan Al Baihaqy. Didhaifkan oleh As Syaikh Al-Albany di Dha’iful Jami’ hadits no. 3506).

2.    Berpuasa dua hari. Yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharram, dan inilah cara puasa yang Afdhol, sebagaimana dikatan oleh Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyah rahimahulloh. :

2.    Berpuasa dua hari. Yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharram, dan inilah cara puasa yang Afdhol, sebagaimana dikatan oleh Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyah rahimahulloh. Disebutkan dalam sebuah riwayat, ketika Rasulullah saw memerintahkan untuk puasa pada hari ‘Asyura, para shahabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.” (HR. Muslim).

PowerPoint Presentation:

Atau berpuasa pada tanggal 10 dan 11 Muharram. Berdasarkan riwayat berikut: Rasulullah bersabda, “Berpuasalah kalian pada hari ‘Asyuro` dan selisihilah orang-orang Yahudi padanya, (yaitu) berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”.

3.    Puasa pada tanggal 10 saja. :

3.    Puasa pada tanggal 10 saja. Berdasarkan riwayat berikut: Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma beliau berkata, “Nabi datang (hijrah) ke Madinah dan beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyuro`, maka beliau bertanya: “Apa ini?”, mereka (orang-orang Yahudi) menjawab: “Ini adalah hari baik, ini adalah hari Allah menyelamatkan Bani Isra`il dari musuh mereka maka Musa berpuasa padanya”, beliau bersabda : “Kalau begitu saya lebih berhak dengan Musa daripada kalian” maka beliaupun berpuasa dan memerintahkan (manusia) untuk berpuasa”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

PowerPoint Presentation:

Syekh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata, “Pendapat yang rajih (kuat) adalah bahwa tidak dimakruhkan berpuasa sehari di bulan Muharram, yaitu di hari  ‘Asyura saja. (Kitab Syarhul Mumthi’: VI)

.        Beberapa Penyimpangan Yang Terjadi Di Bulan Muharam:

.        Beberapa Penyimpangan Yang Terjadi Di Bulan Muharam 1.         Mengadakan perayaan tahun baru Islam dan malam muhasabah 2.         Sangat takut mengadakan walimah dan hajatan serta acara yang semisalnya di bulam Muharram 3.         Mengadakan sedekah bumi atau sedekah laut (labuhan). 4.         Melakukan puasa mutih 5.         Mengambil barakah kepada selain  Allah Ta’ala

(QS. Al-A’raf: 131):

(QS. Al-A’raf: 131)                                                                                                                                                                              

Arti ayat ::

Arti ayat : 131. kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "Itu adalah karena (usaha) kami". dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. ketahuilah, Sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Penutup :

Penutup Pada awal bulan Muharram, yang sering dikenal dengan istilah 1 Syuro , biasanya di tanah air kita sering diadakan acara ritual dan adat yang beraneka macam bahkan tidak jarang mengarah pada kesyirikan, seperti meminta berkah pada benda-benda yang dianggap keramat dan sakti, membuang sesajian ke laut agar Ratu penjaga laut tidak marah dan lain sebagainya. Hal-hal semacam ini harus dihindari oleh setiap muslim dimanapun mereka berada.

PowerPoint Presentation:

Bulan Muharram keberadaannya sejak zaman dahulu kala, sebelum Muhammad bin Abdullah diutus sebagai Rasulullah atau setelahnya. Kalau kita amati sejarah yang ada, kita jumpai bahwa orang Yahudi sangat memuliakan bulan Muharram, begitu juga kaum musyrikin (orang-orang Jahiliyah). Bentuk pemuliaan mereka diwujudkan dengan berpuasa pada hari kesepuluh Muharram, yaitu hari ‘Asyura. Mereka tidak melakukan ritual kesyirikan, seperti mandikan jimat atau benda pusaka. Kenapa banyak ummat Islam sekarang memuliakan bulan Muharram dengan ritual berbau syirik. Apakah itu bukan tindakan yang memalukan, lebih Jahil dari pada orang-orang jahiliyah zaman dahulu…???

Kegiatan masyarakat jawa dalam memperingati tahun baru Jawa:

Kegiatan masyarakat jawa dalam memperingati tahun baru Jawa

authorStream Live Help