Presentasi Komunikasi kep anak

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

MEMPRAKTEKKAN DAN MENGAPLIKASIKAN KOMUNIKASI PERAWAT DENGAN PASIEN ANAK:

MEMPRAKTEKKAN DAN MENGAPLIKASIKAN KOMUNIKASI PERAWAT DENGAN PASIEN ANAK OLEH : KELOMPOK IX

1. KONSEP TEORI:

1. KONSEP TEORI Komunikasi berarti suatu pertukaran pikiran dan perasaan. Pertukaran tersebut tidak hanya dapat dilaksanakan dalam bentuk bahasa seperti isyarat, ungkapan emosional, atau bahasa tulisan saja, namun perlu dilakukan dengan melalui bicara agar lebih komunikatif.

PowerPoint Presentation:

Komunikasi dapat berbentuk Verbal, Non Verbal dan Abstrak. Komunikasi verbal (dengan kata-kata) , misalnya : ekspresi vokal dalam bentuk tertawa, merintih, berteriak atau menangis. Komunikasi non-verbal (sering disebut dengan bahasa tubuh), misalnya : isyarat, gerak-gerik, lenggak-lenggok, ekspresi wajah, postur tubuh dan reaksi terhadap sesuatu. Komunikasi abstrak , misalnya : permainan, ekspresi artistik (seni), simbol, photografi, dan cara memilih pakaian. komunikasi abstrak kurang dapat dipercaya untuk menunjukkan perasaan yang sebenarnya , khususnya dalam berkomunikasi dengan anak-anak.

PowerPoint Presentation:

Bagian dari keberhasilan dalam wawancara adalah Kondisi fisik dan psikologis si pewancara itu sendiri. Perkenalan yang tepat, penjelasan peranan, menerangkan alasan wawancara serta menjamin kebebasan dan rahasia. Untuk mempermudah kelangsungan berkomunikasi dengan anak, maka perawat tidak dapat melepaskan pendekatan pada keluarga. Untuk itu agar intervensi tindakan keperawatan dapat dilaksanakan dengan baik, maka sebelum berkomunikasi dengan anak, perawat harus berkomunikasi dengan keluarga.

Komunikasi dengan anak:

Komunikasi dengan anak Kemampuan komunikasi pada anak merupakan salah satu indikator perkembangan anak. Dua unsur penting dalam komunikasi untuk memahami fungsi pertukaran pikiran , yaitu : Harus menggunakan bentuk bahasa yang bermakna bagi orang yang diajak komunikasi Anak harus memahami bahasa yang digunakan orang lain.

Tingkat perkembangan anak:

Tingkat perkembangan anak Proses berfikir pada anak dimulai dari yang kongkrit ke fungsional sampai akhirnya kepada yang abstrak. Komunikasi pada anak dapat dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangannya, antara lain: Masa Bayi Karena bayi tidak mampu mengunakan kata-kata maka dia menggunakan komunikasi non verbal. Mereka akan tersenyum dan mendekat bila situasi menyenangkan. Bayi dapat merespon tingkah laku non verbal pemberi perawatan, mereka akan tenang dengan kontak fisik yang dekat. Bayi juga akan merasa nyaman dengan suara yang lembut meskipun dengan kata-kata yang tidak dimengerti. Masa toddler dan Prasekolah Pada usia ini umumnya anak sudah mampu berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal. Anak dibawah usia 5 tahun, hampir semuanya egosentris, mereka melihat segala sesuatu hanya dari sudut pandang mereka sendiri. Anak tidak dapat membedakan antara fantasi atau kenyataan.

PowerPoint Presentation:

Masa Usia Sekolah Anak berusia 5-8 tahun kurang mengandalkan pada apa yang mereka lihat tetapi lebih pada apa yang mereka ketahui bila dihadapkan dengan masalah baru. Mereka butuh penyelesaian untuk segala sesuatu tetapi tidak membutuhkan pengesahan dari tindakan yang dilakukan. pada masa ini anak sudah dapat memahami penjelasan sederhana dan mampu mendemonstrasikannya. Anak perlu diijinkan untuk mengekspresikan rasa takut dan keheranan yang dia alami. Masa Remaja Masa ini anak berfikir antara anak dan dewasa. Oleh karena itu pada saat anak mengalami ketegangan mereka mencari rasa aman yang biasa dia dapatkan pada masa kanak-kanak. Perawat harus menghindari sikap menilai atau mengahakimi terhadap apa yang dilakukan. Remaja harus di beri kesempatan untuk mengekspresikan perasaannya. Apabila remaja berbicara disertai emosional maka cara terbaik untuk memberikan dukungan (Support) adalah memberi perhatian, mencoba untuk tidak menyela ( interupsi) dan menghindari komentar/ekspresi yang menimbulkan kesan terkejut atau mencela.

2. Masalah yang terkait dengan komunikasi:

2. Masalah yang terkait dengan komunikasi Anak tidak mau menjawab pertanyaan perawat Anak menangis dan takut disentuh perawat Anak belum bisa memahami kata-kata dengan baik Kegiatan anak yang berpindah-pindah(Hiperaktif) Sifat anak dibawah usia 5 tahun yang cenderung egosentris Anak merasa cemas dengan keadaan/lingkungan baru

3. Tehnik berkomunikasi pada anak:

3. Tehnik berkomunikasi pada anak A. Tehnik komunikasi verbal : 1. Tehnik orang ketiga 2. Neuro Linguistic Programing (NLP) 3. Facilitative Responding 4. Bercerita (Story Telling) 5. Bibliotherapi 6. Fantasy 7. Mimpi 8. Pertanyaan Bagainama Bila 9. Tiga Permintaan (Tree Wishes) 10. Rating Game 11. Word Association Game 12. Sentence Completion 13. Pros and Cons (Pro dan Kontra)

PowerPoint Presentation:

1. Tehnik Orang ketiga tehnik ini digunakan ekspresi perasaan orang ketiga, seperti “dia atau mereka“. Tehnik tersebut mengurangi parasaan terancam dari pada langsung bertanya bagaimana perasaannya Tehnik pendekatan ini memberikan kasempatan pada anak dalam tiga pilihan : setuju, tidak setuju, dan tetap diam (mungkin mempunyai suatu perasaan tatapi tidak mempu mengekspresikan) 2. Linguistic Programing (NLP ) Pendekatan ini untuk mengerti proses komunikasi yang memperhatikan cara/ gaya/ kelakuan dimana informasi dapat diterima dan dimengerti oleh individu. Orang biasanya menggunakan salah satu dari tiga sensorik seperti : penglihatan, pendengaran atau kinesthetik.

PowerPoint Presentation:

3. Fasilitative Responding mendengarkan secara seksama dan membayangkan kembali perasaan-perasaan pasien dan isi pertanyaan anak. Seperti : respon yang empati, tidak menghakimi dan mengesahkan perasaan-perasaan seseorang. Rumus Fasilitative Responding “ Engkau merasa_______karena______” contoh : Bila seorang anak mengatakan “ Saya benci ke RS dan mendapatkan suntikan “ dan fasilitative respon adalah “ Engkau merasa tidak bahagia karena semuanya dilakukan padamu “. 4. Bercerita Bercerita menggunakan bahasa anak, dan menyelidiki perasaannya, dan menghindarkan ketakutan-ketakutan dengan meminta anak menceritakan suatu kejadian spesifik “berada di rumah sakit “.

PowerPoint Presentation:

5. Bibliotherapy melibatkan penggunaan buku-buku dalam rangka proses therapeutik dan supportive. Sasarannya adalah membantu anak mengungkapkan perasaan-perasaan dan perhatiannya melalui aktivitas membaca. 6. Fantasi menggunakan dongeng fantasi misalnya : si kancil mencuri ketimun, bawang merah bawang putih, gajah dan semut, dll. Figur dan kejadian pada dongeng dapat mengilustrasikan suatu peristiwa seperti butuh kasih sayang, takut akan mati, pentingnya kejujuran,dll.

PowerPoint Presentation:

7. Mimpi mimpi sering diartikan sebagai ungkapan sesuatu sasaran tidak sadar dan akan menekan kembali perasaan dan pikiran seseorang. Salah satu cara pada psikoterapi dapat menggunakan interpretasi dari mimpi dan menanyakan pada anak dan orang tuanya. 8. Pertanyaan “Bagaimana Bila” mendorong anak untuk menjelajahi situasi dan menentukan berbagai pemecahan masalah Contoh: Perawat dapat bertanya “Bagaimana bila engkau sakit dan harus masuk rumah sakit ?“. Anak akan mengatakan perasaan-perasaan yang telah dia ketahui .

PowerPoint Presentation:

9. Tiga Permintaan (Three Wishes) Satu strategi untuk mengundang anak dalam percakapan. Satu pertanyaan sederhana : “ Apabila engkau ingin memiliki tiga hal di dunia, apakah itu ? “. Biasanya anak menjawab tentang apa yang dia rasakan, Seperti “ Saya tidak mau sakit lagi “ 10. Rating Game Permainan ini terutama membantu anak yang lebih besar untuk berani berbicara. Anak-anak pada tingkat usia sekolah dapat menggunakan cara ini yaitu dengan menulis pengalamannya/perasaan mereka selama dirawat dirumah sakit.

PowerPoint Presentation:

11. Word Association Game Cara pendekatan ini dapat dimulai dengan sejumlah kata-kata kunci dan meminta anak untuk menyebut kata pertama yang dia kenal. Lebih baik dimulai dari kata yang netral seperti menulis, mengambar, berdo’a. Kemudian tahap berikutnya kita kenalkan dengan kata-kata yang mengundang kecemasan seperti penyakit, jarum suntik, rumah sakit, bius, dll. Kunci kata-kata di sesuaikan dengan situasi kehidupan anak. 12. Sentence Completion (melengkapi kalimat ) Cara pendekatan ini khususnya digunakan untuk anak-anak pra remaja atau remaja. Contoh : “ sesuatu yang menyenangkan adalah......... “

PowerPoint Presentation:

B. Tehnik komunikasi non verbal : 1. Menulis 2. Menggambar 3. Gerakan Gambar Keluarga 4. Sisiogram 5. Menggambar bersama dalam keluarga 6. Bermain

PowerPoint Presentation:

13. Pros and Cons ( Pro dan kontra ) Suatu pendekatan yang agak berbeda untuk emndorong menjelajahi perasaan-perasaannya adalah memilih topik seperti “ berada di RS “. Dan meminta anak membuat 5 hal yang baik dan 5 hal yang buruk .Tehnik ini diterapkan untuk menciptakan hubungan baik

PowerPoint Presentation:

1. Menulis menulis adalah suatu alternatif pendekatan komunikasi bagi anak, remaja muda dan remaja. Perawat dapat memeriksa atau meminta untuk membaca beberapa bagian tulisan. 2. Menggambar menggambar adalah salah satu bentuk komunikasi yang berharga melalui pengamatan gambar. Dasar asumsi dalam menginterpretasikan gambar adalah bahwa anak-anak mengungkapkan tentang dirinya .

PowerPoint Presentation:

3. Gerakan Gambar Keluarga Menggambar suatu kelompok, berpengaruh pada perasaan anak-anak dan respon emosi, dia akan menggambarkan pikirannya tentang dirinya dan keluarga yang lain. Gambar yang paling berharga bagi anak adalah keluarga. 4. Sisiogram jenis gambar yang sesuai dengan anak usia 5 tahun adalah sisiogram (gambar ruang kehidupan). Menggambar suatu lingkaran adalah untuk melambangakan orang-orang yang hampir mirip dengan kehidupan anak, dan gambar bundaran-bundaran dekat melambangakan keakraban/kedekatan.

PowerPoint Presentation:

5. Menggambar bersama dalam keluarga menggambar bersama dalam keluarga merupakan suatu alat yang berguna untuk mengungkapkan dinamika dan hubungan keluarga. 6. Bermain Bermain adalah salah satu bentuk komuniksi yang paling penting dan dapat menjadi tehnik yang paling efektif untuk berhubungan dengan mereka. Therapeutik Play sering digunakan untuk mengurangi trauma akibat sakit atau masuk rumah sakit atau untuk mempersiapkan anak sebelum dilakukan prosedur medis/perawatan.