Stroke Hemoragik

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Stroke Hemoragik:

Stroke Hemoragik Nugroho Wirastanto 20060310067

PENDAHULUAN :

PENDAHULUAN Stroke merupakan masalah kesehatan utama, stroke adalah penyebab kematian nomor tiga, dan penyebab kecacatan nomor satu didunia. Salah satu klasifikasi stroke adalah stroke hemoragik. Tinginya anggka kematian dan kecacatan yang ditimbulkan oleh serangan stroke hemoragik memerlukan penanganan yang cepat, tepat danakurat . Peranan pemeriksaan penunjang khususnya di bidang radiologi sangat penting untuk membantu penegakan diagnosis yang tepat pada kasus stroke hem oragik

TINJAUAN PUSTAKA:

TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Stoke Hemoragik Stroke perdarahan adalah gangguan fungsional otak fokal maupun global yang terjadi secara akut , berlangsung lebih dari 24 jam sebagai akibat pecahnya pembuluh darah otak sehingga menyebabkan gangguan peredaran darah otak B. Klasifikasi Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik dan stroke hemorragik. 1.Stroke iskemik adalah serangan stroke yang disebabkan oleh suplai darah ke otak berkurang atau terhenti akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah otak . 2.stroke hemorragik .

ANATOMI PEMBULUH DARAH OTAK:

ANATOMI PEMBULUH DARAH OTA K Otak diperdarahi oleh 4 pembuluh darah besar  sepasang A.carotis dan A.vertebralis Sistem carotis ( carotis interna yg bercabang menjadi A. cerebri media dan anterior ) memperdarahi 2/3 bagian depan serebrum , sebagian besar ganglia basalis dan capsula interna sistem vertebrobasiler ( gabungan antara A. Vertebralis dng ventral batang otak ) memperdarahi cerebellum, batang otak, sebagian besar thalamus dan 1/3 bagian belakang serebrum

Patofisiologi Stroke hemoragik:

Patofisiologi Stroke hemoragik

DIAGNOSIS:

DIAGNOSIS Penegakan diagnosis stroke dilakukan melalui anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dalam anamnesa dan pemeriksaan fisik dapat digunakan beberapa metode diagnosa diantaranya : - Algoritma stroke gajah mada . - Skore stroke djosandi. Pemeriksaan penunjang Radiologi 2. Lab CT Scan Pungsi lumbal MRI Pemeriksaan kimia darah ( hiperglikemi)

PENATALAKSANAAN:

PENATALAKSANAAN Terapi Umum Dengan 5 B : Breath : Oksigenasi , pemberian oksigen dari luar Blood : Usahakan aliran darah keotak semaksimal mungkin dan pengontrolan tekanan darah pasien Brain : Menurunkan tekanan intra kranial dan menurunkan udema serebri Bladder : Dengan penasangan DC Bowel : Kontrol saluran pencernaan dan pembuangan

Gambaran Radiologi Stroke Hemoragik:

Gambaran Radiologi Stroke Hemoragik Ct-Scan Tampak daerah hiperdens karena terjadi konsolidasi di ruang inetertisial dan tekanan ke daerah sekitarnya ke arah kontra lateral. P P engaburan daerah kapsula interna, hilangnya batas antara insular ribbon kortek, Hilangnya batas antara substansia alba dan substansia grisea Hilangnya daerah sulci Bayangan hyperdense pada gray / white matter, dan hematoma yang solid.

PowerPoint Presentation:

MRI Pada MRI akan tampak gambaran perdarahan ( hiperdens ) pada lobus otak yang terkena .

GAMBARAN CT-SCAN DAN MRI PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK:

GAMBARAN CT-SCAN DAN MRI PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK Gambar 1: Gamabran CT-Scan kepala pada pasien wanita muda satu minggu post partum dengan stroke hemorrhagic ( Gambaran hiperdens ). Tidak ada riwayat Trauma sebelumnya . Tampak perdarahan pada ventrikel lateralis dextra dan fornix

PowerPoint Presentation:

Gambar 2: Gambaran Heat CT-Scan potongan transversal pasien post stroke iskemik dengan hipertensi, tampak perdarahan sekunder pada ventriculus lateralis dextra dan ceptum pelicidum tampak terdesak ke kiri.

PowerPoint Presentation:

Gambar 3: Gambaran CT-Scan potongan transversal pada pasien post serangan stroke, tampak perdarahan luas pada Ventriculus lateralis sinistra hingga ke vornix

PowerPoint Presentation:

Gambar 4 : Ct Scan kepala potongan Transversal Tampak perdarahan pada arteri cerebri kanan , menunjukkan adanya stroke hemoragic .

PowerPoint Presentation:

Gambar 5: Ct Scan kepala potongan Transversal pasien wanita 64 tahun 8 jam setelah serangan stroke. Tampak perdarahan pada Aquaductus

Gambaran radiologis MRI pada stroke Hemoragik:

Gambaran radiologis MRI pada stroke Hemoragik Gambar 6: Gambaran MRI potongan transversal pada pasien 55 th, tampak gambaran perdarahan ( hiperdens) pada cerebelum, foto diambil 30 jam set elah serangan

PowerPoint Presentation:

Gambar 7 : A, Unenhanced CT menunjukkan hematoma pada kapsul posterior putaminal kiri dan kapsul internal dengan edema yang ringan. Sebuah infarct parieto-oksipital yang lama terlihat di posterior nya . B, Peningkatan focus kecil terlihat pada perifer gambar sumber CTA, konsisten dengan tanda spot (panah hitam). C, CT Postcontrast menunjukkan pembesaran pada spot sign , konsisten dengan ekstravasasi (panah putih). D, Unenhanced CT foto 1 hari setelah presentasi menunjukkan perluasan hematoma dan perdarahan intraventricular

PowerPoint Presentation:

Gambar 8 : Gambaran MRI potongan transversal 6 jam setelah serangan strok tampak gambaran Hiperdens pada regio Frontalis dextra yang menunjukkan adanya cairan ( darah) pada regio itu.

KESIMPULAN:

KESIMPULAN Stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbesar saat ini . Salah satu kalsifikasi stroke yang merupakan penyebab utama ketidakmampuan penderita adalah stroke perdarahan . Penegakan diagnosa yang cepat dan tepat sangat berpengaruh terhadap hasil akhir dari pengobatan. Peran pemeriksaan penunjang khususnya Radiologi sangat penting untuk membantu penegakan diagnosa stroke. Pemeriksaan Radiologi yang digunakan pada penentuan diagnosis pasien stroke hemoragik adalah CT-Scan dan MRI Pada Stroke Hemoragik pemeriksaan CT-Scan akan t ampak daerah hiperdens karena terjadi konsolidasi di ruang inetrtisial yang kadang disertai tekanan ke daerah sekitarnya ke arah kontra lateral, begitu juga pada MRI akan tampak gambaran perdarahan ( hiperdens ) pada lobus otak yang terkena .

DAFTAR PUSTAKA :

DAFTAR PUSTAKA 1. Computed Tomography, diambil dari http :/en wiki/wikipedia/computed tomography.html diambil tanggal 24 Februari 2010-02-28 2. Arjatmo Tjokronegoro & Henra utama. 2002. Update In Neuroemergencies. Balai Penerbit Jakarta : penerbit FKUI 3. FKUI. (2006). Updates in Neuroemergencies. Jakarta : Penerbit FKUI 4. MRI , diambil dari http :/en wiki/wikipedia/computed tomography.html diambil tanggal 24 Februari 2010-02-28 5. Aschenbrenner, D.S., Cleveland, L.W., & Venable, S.J. 2002. Drug Therapy inNursing. St. Louis : Lippincott Williams & Walkin 6. Guyton and hill, fisiologi Kedokteran, 2000. EGC, Jakarta 7. Sid. (2009). Stroke Pathophysiology. http://www.strokepathopysiology.com Diambil pada tanggal 25 Februari 2010 8. Rasyid, Al., & Soertidewi L. 2007. Unit Stroke; manajemen stroke komprehensif. Jakarta : Balai penerbit FKUI 9. RS Sarjito, SPM Penyakit Syaraf 2006, Jogjakarta, FK UGM 10. Djusman dkk, Ct-Scan antara manfaat dan resiko, FK Unair 2009, diakses dari WWW. Fk-unair.ac.id tanggal 29 februari 2010

PowerPoint Presentation:

TERIMA KASIH

authorStream Live Help