RESUS EFUSI PLEURA

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

REFLEKSI KASUS EFUSI PLEURA:

REFLEKSI KASUS EFUSI PLEURA Oleh : MIA MARELLA RACHMAN 20060310143

IDENTITAS PASIEN:

IDENTITAS PASIEN Nama pasien : Tn. Z Alamat : Pringsurat Umur : 50 th Jenis kelamin : Laki-laki Tanggal masuk : 24 November 2010

ANAMNESIS:

ANAMNESIS Pasien datang ke IGD RSUD Temanggung dengan keluhan kaki kiri kemeng, sesak napas, nyeri dada, berdebar-debar, dan pusing. Sebelumnya pasien tidak pernah menderita penyakit serupa.

PEMERIKSAAN FISIK:

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum : Tampak kesakitan Kesadaran : Compos mentis Vital sign Tekanan darah : 120/70mmHg Nadi : 104 x/menit Pernafasan : 28 x/menit Suhu : 37 o C

Cont..:

Cont.. Kepala Konjungtiva anemis : (-/-) Sklera ikterik : (-/-) Thorax Inspeksi : simetris Palpasi : simetris Perkusi : redup di SIC VI-VII Auskultasi : sonor Cor Auskultasi : S1-S2 reguler, takikardi

Cont..:

Cont.. Abdomen Inspeksi : datar Auskultasi : peristaltik (+) Perkusi : redup di epigastrium Palpasi : nyeri tekan (-) Ekstremitas Akral dingin : superior (-/-), inferior (-/-) Edema : superior (-/-), inferior (-/-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG:

PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Hemoglobin : 11,6 g/dl Hematokrit : 38% Jml Leukosit : 13,5 . 10 3 /ul Jml Eritrosit : 4,44 . 10 6 /ul Jml Trombosit : 396 . 10 3 /ul Ureum : 46,9mg/dl Kreatinin : 1,57 mg/dl SGOT : 132,6 U/L SGPT : 171,6 U/L

Cont..:

Cont.. Radiologi Rontgen thorax PA view, Asimetris. Hasil : Opasitas hemithorax dextra suspect efusi pleura. Adanya massa belum dapat dikesampingkan. Besar cor tak valid dinilai. Pleural reaction sinistra. Sistema tulang yang tervisualisasi, tak tampak kelainan. Saran : CT Scan Thorax

PEMBAHASAN:

PEMBAHASAN

DEFINISI:

DEFINISI Efusi pleura adalah penumpukan cairan di dalam ruang pleural, proses penyakit primer yang jarang terjadi namun biasanya terjadi sekunder akibat penyakit lain. Efusi dapat berupa cairan jernih, yang mungkin merupakan transudat, eksudat, atau dapat berupa darah atau pus.

ETIOLOGI:

ETIOLOGI Hambatan resorbsi cairan dari rongga pleura, karena adanya bendungan. Pembentukan cairan yang berlebihan, karena radang (tuberculosis, pneumonia, virus), bronkiektasis, abses amuba subfrenik yang menembus ke rongga pleura, karena tumor dimana masuk cairan berdarah dan karena trauma. Kelebihan cairan rongga pleura dapat terkumpul pada proses penyakit neoplastik, tromboembolik, kardiovaskuler, dan infeksi. Ini disebabkan oleh sedikitnya satu dari empat mekanisme dasar : Peningkatan tekanan kapiler subpleural atau limfatik Penurunan tekanan osmotic koloid darah Peningkatan tekanan negative intrapleural Adanya inflamasi atau neoplastik pleura

PATOFISIOLOGI:

PATOFISIOLOGI Dalam keadaan normal, selalu terjadi filtrasi cairan ke dalam rongga pleura melalui kapiler pada pleura parietalis tetapi cairan ini segera direabsorpsi oleh saluran limfe, sehingga terjadi keseimbangan antara produksi dan reabsorpsi. Apabila antara produk dan reabsorpsinya tidak seimbang (produksinya meningkat atau reabsorpsinya menurun) maka akan timbul efusi pleura. Akumulasi cairan pleura dapat terjadi bila: 1.   Meningkatnya tekanan intravaskuler dari pleura meningkatkan pembentukan cairan pleura melalui pengaruh terhadap hukum Starling.Keadaan ni dapat terjadi pada gagal jantung kanan, gagal jantung kiri dan sindroma vena kava superior. 2.   Tekanan intra pleura yang sangat rendah seperti terdapat pada atelektasis, baik karena obstruksi bronkus atau penebalan pleura visceralis 3.   Meningkatnya kadar protein dalam cairan pleura dapat menarik lebih banyak cairan masuk ke dalam rongga pleura 4.   Hipoproteinemia seperti pada penyakit hati dan ginjal bisa menyebabkan transudasi cairan dari kapiler pleura ke arah rongga pleura 5.   Obstruksi dari saluran limfe pada pleum parietalis. Saluran limfe bermuara pada vena untuk sistemik. Peningkatan dari tekanan vena sistemik akan menghambat pengosongan cairan limfe.

DIAGNOSIS:

DIAGNOSIS Penegakkan diagnosis efusi pleura berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesa didapatkan : 1.   Sesak nafas 2.   Rasa berat pada dada 3.   Berat badan menurun pada neoplasma 4.   Batuk berdarah pada karsinoma bronchus atau metastasis 5.   Demam subfebris pada TBC, demam menggigil pada empiema 6.   Ascites pada sirosis hepatis

Cont..:

Cont.. Dari pemeriksaan fisik didapatkan (pada sisi yang sakit) : 1.   Dinding dada lebih cembung dan gerakan tertinggal 2.   Vokal fremitus menurun 3.   Perkusi dull sampal flat 4.   Bunyi pernafasan menruun sampai menghilang 5.   Pendorongan mediastinum ke sisi yang sehat dapat dilihat atau diraba pada treakhea 6. Nyeri dada pada pleuritis : sakit yang tiba-tiba seperti ditikam dan diperberat oleh bernafas dalam atau batuk. Nyeri biasanya dirasakan pada tempat-tempat terjadinya pleuritis, tapi bisa menjalar ke daerah lain.

Cont..:

Cont.. Pemeriksaan penunjang meliputi : 1. Pemeriksaan laboratorium (analisis cairan efusi yang di thorakosentesis) 2. Pemeriksaan radiologi, pada foto thorax terlihat hilangnya sudut kostofrenikus dan akan terlihat permukaan yang melengkung jika jumlah ciran efusi lebih dari 300 ml, pergeseran mediastinum kadang ditemukan. 3. CT scan dada akan terlihat adanya perbedaan densitas cairan dengan jaringan sekitarnya. 4. Ultrasonografi dapat menentukan adanya cairan rongga pleura. 5. Bronkoskopi pada kasus-kasus neoplasma, korpus aleunum dan abses paru. 6. Thorakoskopi (tiber optic pleura) pada kasus dengan neoplasma tuberculosis pleura. 7. Biopsi pleura.

PENATALAKSANAAN:

PENATALAKSANAAN 1.   Pengobatan Kausal Pleuritis TB diberi pengobatan anti TB. Pleuritis karena bakteri piogenik diberi kemoterapi sebelum kultur dan sensitivitas bakteri didapat, ampisilin 4 x 1 gram dan metronidazol 3 x 500 mg. 2.   Thoraxosentesis, indikasinya : Menghilangkan sesak yang ditimbulkan cairan Bila terapi spesifik pada penyakit primer tidak efektif atau gagal Bila terjadi reakumulasi cairan 3.   Water Sealed Drainage, sering dilakukan pada empyema dan efusi maligna. 4.   Pleurodesis Tindakan melengketkan pleura visceralis dengan pleura parietalis dengan menggunakan zat kimia atau tindakan pembedahan.

GAMBARAN RADIOLOGI EFUSI PLEURA:

GAMBARAN RADIOLOGI EFUSI PLEURA Gambar 1a. Pada X-ray dada posisi tegak lurus : terlihat tanda meniscus yang kecil pada sinus phrenicocostal kiri.

Cont..:

Cont.. Gambar 1b. Posisi lateral dekubitus kiri : terlihat lapisan cairan dengan ketebalan >1,5 cm (sekitar 300 ml cairan pleura).

Cont..:

Cont.. Gambar 2a. Hanya terlihat perubahan letak medial dari sudut costophrenicus pada X-ray dada posisi tegak lurus.

Cont..:

Cont.. Gambar 2b. Terdapat lapisan cairan setebal 1 cm (200 mm cairan) pada posisi lateral dekubitus kiri.

Cont..:

Cont.. Gambar 3. Terlihat lapisan cairan pleura setebal 1 cm pada posisi lateral dekubitus kanan pada pasien dengan penyakit jaringan ikat sistemik.

Cont..:

Cont.. Gambar 4a. Radiografi X-ray dada dengan posisi lateral dekubitus kiri pada pasien dengan kanker paru lobus kiri bawah. Foto diambil pada saat inspirasi dan tidak menunjukkan adanya efusi pleura.

Cont..:

Cont.. Gambar 4b. Radiografi X-ray dada dengan posisi lateral dekubitus kiri pada pasien dengan kanker paru lobus kiri bawah. Foto diambil pada saat ekspirasi yang menunjukkan dengan jelas adanya lapisan cairan dengan ketebalan sekitar 5 mm.

Cont..:

Cont.. Gambar 5. Sonogram pada pasien dengan kanker paru lobus kanan atas. Gambar menunjukkan adanya akumulasi cairan selama inspirasi (setebal 6 mm; berbentuk kurva,-gambar kiri) dimana gambar tersebut lebih jelas dibanding selama ekspirasi ( setebal 11 mm; berbentuk kurva-gambar kanan).

PowerPoint Presentation:

TERIMA KASIH

authorStream Live Help