logging in or signing up distosia kelainan his novita91 Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 641 Category: Entertainment License: All Rights Reserved Like it (1) Dislike it (0) Added: August 08, 2011 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description Slide Distosia Kelainan HIS Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript Slide 1: Distosia Kelainan His ( Tenaga )Slide 2: Pengertian Distosia adalah kesulitan dalam jalannya persalinan . Distosia karena kelainan tenaga (his) yang tidak normal, baik kekuatan maupun sifatnya , sehingga menghambat kelancran persalinan . Dibawah ini dikemukakan lagi ringkasan dari his normal : Tonus otot rahim diluar his tidak seberapa tinggi , lalu meningkatkan pada waktu his. Pada kala pmbukaan servik ada 2 fase : fase laten dan fase aktif yang digambarkan pada srvikogram menurut friedman . Kotraksi rahim dimulai pada salah satu tanduk rahim , sebelah kanan atau kiri , lalu menjalar keseluruh otot rahim . Fundus uteri berkontraksi lebih dulu ( fundal dominan ) lebih lama dari bagian-bagian lain. Bagian tengah berkontraksi agak lebih lambat , lebih singkat dan tidak sekuat kontraksi fundus uteri bagian bawah ( segmen bawah rahim ) dan servik tetap pasif atau hanya berkontraksi sangat lemah . Sifat-sifat his : lamanya , kuatnya , keteraturannya , seringnya dan relaksasinya , serta sakitnya .Slide 3: Etiologi Kelainan his sering dijumpai pada primigravida tua sedangkan inersia uterisering dijumpai pada multigravida dan grandemulti . Faktor herediter mungkin memegang pula peranan dalam kelainan his dan juga factor emosi ( ketakutan ) mempengaruhi kelainan his. Salah satu sebab yang penting dalam kelainan his inersia uteri, ialah apabila bahwa janin tidak berhubungan rampat dengan segmen bawah rahim ini dijumpai pada kesalahan-kesalahan letak janin dan disproporsi sefalopelvik . Salah pimpinan persalinan atau salah pemberian obat-obatan seperti oksitosin dan obat penenang . Kelainan pada uterus misalnya uterus birkornis unikolis dapat pula mengakibatkan kelainan his.Slide 4: Penanganan Dalam menghadapi persalinan lama dilakukan evaluasi secara keseluruhan untuk mencari sebab-sebabnya . Tekanan darah diukur tiap emat jam. Pemeriksaan ini perlu dilakukan lebih sering apabia ada gejala pre- eklmpsia , denyut jantung janin dicatat tiap setengah jam dalam kala I dan lebih sering dalam kala II. Kemungkinan juga dehidrasi dan asidosis harus mendapat perhatian sepenuhnya . Pada persalinan lama selalu ada kemungkinan untuk melakukan tindkan pembedahan dengan narcosis, hendaknya jangan diberikan maknan biasa melainkan dalam bentuk cairan . Sebaiknya diberikan infus larutan glukosa 5% dan larutan NaCl isotonic secara intravena berganti-ganti . Bila his mengebabkan rasa sakit yang berlebihan diberikan injeksi pethidin 50 mg, pada pemulaan kala I dapat diberikan 10 mg morvin . Berikan antibiotic secukupnya,apalagi kalau ketuban sudah lama pecah .Slide 5: Jenis-jenis Kelainan His Inersia Uteri Adalah his yang sifatnya lebih lemah , lebih singkat , dan lebih jarang dibandingkan dengan his yang normal. Inersia uteri dibagi atas 2 keadaan : Inersia Uteri Primer Kelemahan his timbul sejak dari permulaan persalinan . Hal ini harus dibedakan dengan his pendahulu yang juga lemah dan kadang-kadang menjadi hilang (false labour ). Inersia Uteri Sekunder Kelemahan his yang timbul setelah adanya his yang kuat dan kuat teratur dan dalam waktu yang lama.Slide 6: Jenis-jenis Kelainan His Inersia Uteri ( Lanjutan ) Diagnosis inersia uteri memerlukan pengalaman dan pengawasan yang teliti terhadap persalinan . Pada fase laten diagnosis akan lebih sulit , tetapi bila sebelumnya telah ada kontraksi (his)yang kuat dan lama, maka diagnosis inersia uteri sekunder akan lebih mudah . Inersia uteri menyebabkan persalinan akan berlangsung lama dengan akibat-akibatnya . Terhadap ibu dan janin .Slide 7: Jenis-jenis Kelainan His Tetania Uteri Adalah his yang terlampau kuat dan terlalu sering sehingga tidak ada relaksasi rahim . Hal ini dapat menyebabkan terjadinya partus presipitatus yang dapat mengakibatkan persalinan diatas kendaran , dikamar mandi , dan tidak sempat dilakukan pertolongan . Akibatnya terjadilah luka-luka jalan lahir yang luas pada servik , vagina pada perineum, dan pada bayi dapat terjadi perdarahan intracranial. Bila ada kesempitan panggul dapat terjadi rupture uteri mengancam , dan bila tidak segera ditangani akan berlanjut menjadi rupture uteri.Slide 8: Sifat his yang berubah-ubah , tidak ada koordinasi dan sinkronasi antar kontraksi dan bagian-bagiannya . Jadi kontraksi tidak efisien dalam mengadakan pembukaan , apalagi dalam pengeluaran janin . Pada bagian atas dapat terjadi kontraksi tetapi bagian tengah tidak , sehingga menyebabkan terjadinya lingkaran kekejangan yang mengakibatkan persalinan tidak dapat maju .Slide 9: Penanganan : Sifat his yang berubah-ubah , tidak ada koordinasi dan sinkronasi antar kontraksi dan bagian-bagiannya . Jadi kontraksi tidak efisien dalam mengadakan pembukaan , apalagi dalam pengeluaran janin . Pada bagian atas dapat terjadi kontraksi tetapi bagian tengah tidak , sehingga menyebabkan terjadinya lingkaran kekejangan yang mengakibatkan persalinan tidak dapat maju . Apabila persalinan sudan berlangsung lama dan berlarut-larut , selesaikanlah partus menggunakan hasil pemeriksaan dan evaluasi , dengan ekstraksi vakum , forsep , atau seksio sesarea .Slide 10: Terima Kasih You do not have the permission to view this presentation. In order to view it, please contact the author of the presentation.
distosia kelainan his novita91 Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 641 Category: Entertainment License: All Rights Reserved Like it (1) Dislike it (0) Added: August 08, 2011 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description Slide Distosia Kelainan HIS Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript Slide 1: Distosia Kelainan His ( Tenaga )Slide 2: Pengertian Distosia adalah kesulitan dalam jalannya persalinan . Distosia karena kelainan tenaga (his) yang tidak normal, baik kekuatan maupun sifatnya , sehingga menghambat kelancran persalinan . Dibawah ini dikemukakan lagi ringkasan dari his normal : Tonus otot rahim diluar his tidak seberapa tinggi , lalu meningkatkan pada waktu his. Pada kala pmbukaan servik ada 2 fase : fase laten dan fase aktif yang digambarkan pada srvikogram menurut friedman . Kotraksi rahim dimulai pada salah satu tanduk rahim , sebelah kanan atau kiri , lalu menjalar keseluruh otot rahim . Fundus uteri berkontraksi lebih dulu ( fundal dominan ) lebih lama dari bagian-bagian lain. Bagian tengah berkontraksi agak lebih lambat , lebih singkat dan tidak sekuat kontraksi fundus uteri bagian bawah ( segmen bawah rahim ) dan servik tetap pasif atau hanya berkontraksi sangat lemah . Sifat-sifat his : lamanya , kuatnya , keteraturannya , seringnya dan relaksasinya , serta sakitnya .Slide 3: Etiologi Kelainan his sering dijumpai pada primigravida tua sedangkan inersia uterisering dijumpai pada multigravida dan grandemulti . Faktor herediter mungkin memegang pula peranan dalam kelainan his dan juga factor emosi ( ketakutan ) mempengaruhi kelainan his. Salah satu sebab yang penting dalam kelainan his inersia uteri, ialah apabila bahwa janin tidak berhubungan rampat dengan segmen bawah rahim ini dijumpai pada kesalahan-kesalahan letak janin dan disproporsi sefalopelvik . Salah pimpinan persalinan atau salah pemberian obat-obatan seperti oksitosin dan obat penenang . Kelainan pada uterus misalnya uterus birkornis unikolis dapat pula mengakibatkan kelainan his.Slide 4: Penanganan Dalam menghadapi persalinan lama dilakukan evaluasi secara keseluruhan untuk mencari sebab-sebabnya . Tekanan darah diukur tiap emat jam. Pemeriksaan ini perlu dilakukan lebih sering apabia ada gejala pre- eklmpsia , denyut jantung janin dicatat tiap setengah jam dalam kala I dan lebih sering dalam kala II. Kemungkinan juga dehidrasi dan asidosis harus mendapat perhatian sepenuhnya . Pada persalinan lama selalu ada kemungkinan untuk melakukan tindkan pembedahan dengan narcosis, hendaknya jangan diberikan maknan biasa melainkan dalam bentuk cairan . Sebaiknya diberikan infus larutan glukosa 5% dan larutan NaCl isotonic secara intravena berganti-ganti . Bila his mengebabkan rasa sakit yang berlebihan diberikan injeksi pethidin 50 mg, pada pemulaan kala I dapat diberikan 10 mg morvin . Berikan antibiotic secukupnya,apalagi kalau ketuban sudah lama pecah .Slide 5: Jenis-jenis Kelainan His Inersia Uteri Adalah his yang sifatnya lebih lemah , lebih singkat , dan lebih jarang dibandingkan dengan his yang normal. Inersia uteri dibagi atas 2 keadaan : Inersia Uteri Primer Kelemahan his timbul sejak dari permulaan persalinan . Hal ini harus dibedakan dengan his pendahulu yang juga lemah dan kadang-kadang menjadi hilang (false labour ). Inersia Uteri Sekunder Kelemahan his yang timbul setelah adanya his yang kuat dan kuat teratur dan dalam waktu yang lama.Slide 6: Jenis-jenis Kelainan His Inersia Uteri ( Lanjutan ) Diagnosis inersia uteri memerlukan pengalaman dan pengawasan yang teliti terhadap persalinan . Pada fase laten diagnosis akan lebih sulit , tetapi bila sebelumnya telah ada kontraksi (his)yang kuat dan lama, maka diagnosis inersia uteri sekunder akan lebih mudah . Inersia uteri menyebabkan persalinan akan berlangsung lama dengan akibat-akibatnya . Terhadap ibu dan janin .Slide 7: Jenis-jenis Kelainan His Tetania Uteri Adalah his yang terlampau kuat dan terlalu sering sehingga tidak ada relaksasi rahim . Hal ini dapat menyebabkan terjadinya partus presipitatus yang dapat mengakibatkan persalinan diatas kendaran , dikamar mandi , dan tidak sempat dilakukan pertolongan . Akibatnya terjadilah luka-luka jalan lahir yang luas pada servik , vagina pada perineum, dan pada bayi dapat terjadi perdarahan intracranial. Bila ada kesempitan panggul dapat terjadi rupture uteri mengancam , dan bila tidak segera ditangani akan berlanjut menjadi rupture uteri.Slide 8: Sifat his yang berubah-ubah , tidak ada koordinasi dan sinkronasi antar kontraksi dan bagian-bagiannya . Jadi kontraksi tidak efisien dalam mengadakan pembukaan , apalagi dalam pengeluaran janin . Pada bagian atas dapat terjadi kontraksi tetapi bagian tengah tidak , sehingga menyebabkan terjadinya lingkaran kekejangan yang mengakibatkan persalinan tidak dapat maju .Slide 9: Penanganan : Sifat his yang berubah-ubah , tidak ada koordinasi dan sinkronasi antar kontraksi dan bagian-bagiannya . Jadi kontraksi tidak efisien dalam mengadakan pembukaan , apalagi dalam pengeluaran janin . Pada bagian atas dapat terjadi kontraksi tetapi bagian tengah tidak , sehingga menyebabkan terjadinya lingkaran kekejangan yang mengakibatkan persalinan tidak dapat maju . Apabila persalinan sudan berlangsung lama dan berlarut-larut , selesaikanlah partus menggunakan hasil pemeriksaan dan evaluasi , dengan ekstraksi vakum , forsep , atau seksio sesarea .Slide 10: Terima Kasih