BUDIDAYA TANAMAN KORO PEDANG

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

BUDIDAYA TANAMAN KORO PEDANG:

BUDIDAYA TANAMAN KORO PEDANG Kelompok 2: Agni Novitasari Adhi Gusti Gusman Anggy Faisal Beni Wijaya Lola Choirunisa’

DEFINISI TANAMAN KORO PEDANG:

DEFINISI TANAMAN KORO PEDANG Tanaman koro pedang merupakan tanaman pemanjat bertahunan yang tumbuh cepat dan berkayu dengan panjang 3-10m. Berdaun tiga, daun berbentuk membundar telur, melancip, berbulu jarang pada kedua sisinya. Bah polong berbentuk memita-lonjong, melebar pada ujungnya, berisi 8-16 biji.

PENYIAPAN LAHAN:

PENYIAPAN LAHAN Penyiapan lahan untuk koro pedang tipe tegak di lahan kering dapat dilakukan sebagaimana tanaman kacang-kacangan, seperti kedelai atau kacang tanah. Sedangkan untuk tipe menjalar tidak perlu penyiapan lahan secara khusus, karena biasa ditanam secara tumpang sari.

TANAM:

TANAM Untuk tanaman koro tipe tegak, biji ditanam secara berbaris dengan jarak tanam 80cm-100cm di dalam baris tanaman akan tumbuh cepat, 6 minggu setelah tanam tanah sudah tertutup rapat dan pada mur 4-5bulan setelah ditanam daun koro dapat digunakan sebagai pupuk hijau/ pakan.

WAKTU TANAM:

WAKTU TANAM Waktu penanaman yang paling tepat adalah pada akhir musim hujan sekitar bulan Maret di lahan tegal karena untuk pertumbuhan awal tanaman masih cukup air untuk pertumbuhan membentuk percabangan yang rimbun.

PEMUPUKAN:

PEMUPUKAN Pemupukan tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan tingkat hasil yang ingin di capai. Tanaman koro pedang di Indonesia jarang di budidayakan secara intensif. Namun dosis pupuk 50kg Urea, 100kg SP 36 dan 75kg KCL dapat digunakam sebagai patokan.

PANEN:

PANEN Tanaman koro pedang tipe tegak dapat di penen pada umur 9-12 bulan, yang ditandai oleh polong ta yang berwarna kuning jerami. Panen dapat dilakukan sekali ata dua kali, sebab polong tidak mudah pecah. Sedangkan tanaman koro pedang tipe merambat dapat di panen pada umur 12-15 bulan.

HASIL:

HASIL Hasil biji koro tergantung dari populasi tanaman, varietas dan teknik produksi. Hasil biji tertinggi di laporkan mencapai 4,5 ton biji kering, namun hasil biji koro di tingkat petani yang ditanam tidak teratur di laporkan mencapai 0,7-1,0 t/ha dan ukuran biji 40-60 kg/biji.

authorStream Live Help