TUGAS ASKEB NEO BU.DESI ( OBSTIPASI N KONSTIPASI )

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PowerPoint Presentation: 

OBSTIPASI dan KONSTIPASI KELOMPOK 3 LELYA KHOIRUL LENI RAHMA WATI LISTYA SETYORINI MALINDA ROSIANA MILLATA AINUN F NENEN SARI NETI SARI TRI H NI KETUT NINDYA NIKA SARI NOVIA NITA NURUL RIYANIATI RUCIRA SAFITRI SARI WIDIASTUTI SIFA ULFA N

OBSTIPASI: 

OBSTIPASI A.Pengertian Obstipasi berasal dari bahasa Latin Ob berarti in the way = perjalanan Stipare berarti to compress = menekan Secara istilah obstipasi adalah bentuk konstipasi parah dimana biasanya disebabkan oleh terhalangnya pergerakan feses dalam usus (adanya obstruksi usus).

PowerPoint Presentation: 

B.Penatalaksanaan Obstipasi Mencari penyebab. Menegakkan kembali kebiasaan defekasi yang normal dengan memperhatikan gizi,tambahan cairan dan kondisi psikis. Pengosongan rectum dilakukan jika tidak ada kemajuan setelah dianjurkan untuk menegakkan kembali kebiasaan defekasi.

PowerPoint Presentation: 

4. Perawatan medis : meliputi resusitasi untuk mengoreksi cairan dan elektrolit tubuh, nasograstis decompression pada obstruksi parah untuk mencegah muntah dan aspirasi, dan pengobatan lain untuk mencegah semakin parahnya sakit 5. Operasi : untuk mengatasi obstruksi sesuai dengan penyebab obstruksi, dan untuk mencegah perforasi usus akibat tekanan tinggi. Obstipasi obstruksi total bersifat sangat urgent untuk dilakukan tindakan segera dimana jika terlambat dilakukan dapat mengakiabtkan perforasi usus karena peningkatan tekanan feses yang besar. 6. Diet : pada obstruksi total dianjuran tidak makan apa-apa, pada obstruksi parsial dapa diberikan makanan cair dan obat-obat oral.

KONSTIPASI: 

KONSTIPASI A.Pengertian Konstipasi merupakan dimana terjadi penurunan motilitas (pergerakan) usus, yang ditandai dengan kesulitan buang air besar (BAB).

PowerPoint Presentation: 

B.Penatalaksanaan 1. Monitor tanda-tanda dan gejala konstipasi 2. Monitor tanda-tanda dan gejala impaksi 3. Monitor pergerakan usus, meliputi frekuensi, konsistensi, bentuk, volume, dan warna dengan tepat. 4. Monitor bunyi/bising usus. 5. Konsul dokter tentang adanya penurunan/peningkatan frekuensi bunyi usus. 6. Monitor tanda-tanda dan gejala ruptur usus dan atau peritonitis. 7. Jelaskan pada pasien etiologi dan rasional tindakan. 8. Identifikasi faktor-faktor seperti (pengobatan, bed rest, dan diet) yang dapat menyebabkan atau memperbesar terjadinya konstipasi. 9. Dorong pasien meningkatkan intake cairan, kecuali bila ada kontra indikasi. 10. Evaluasi riwayat pengobatan terhadap efek samping gastrointestinal.

PowerPoint Presentation: 

11. Anjurkan pasien atau keluarga untuk mencatat warna , volume, frekuensi , dan konsistensi feses . 12. Ajarkan pasien / keluarga bagaimana menjaga makanan setiap hari . 13. Ajarkan pasien / keluarga diet tinggi serat , dengan tepat . 14. Ajarkan pasien / keluarga menggunakan laxative dengan tepat . 15. Ajarkan pasien / keluarga hubungan diet, exercise, dan intake cairan dengan konstipasi / impaksi . 16. Evaluasi catatan intake kandungan nutrisi . 17. Konsul dokter jika tanda-tanda dan gejala konstipasi atau impaksi berlangsung lama. 18. Berikan laxative atau enema dengan tepat . 19. Informasikan pada pasien untuk prosedur pengeluaran tinja secara manual. 20. Keluarkan tinja impak secara manual, dengan tepat . 21. Berikan enema atau irigasi , dengan tepat . 22. Timbang berat badan pasien secara teratur .

PowerPoint Presentation: 

TERIMA KASIH