logging in or signing up Kuliah Bayi baru lahir dengan ibu bermasalah natly Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 456 Category: Entertainment License: All Rights Reserved Like it (1) Dislike it (0) Added: April 27, 2011 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description No description available. Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript Bayi baru lahir dengan ibu bermasalah: Bayi baru lahir dengan ibu bermasalah Sebagian besar Bayi Baru Lahir yang terlahir dari Ibu yang bermasalah dalam arti menderita suatu penyakit , tidak menunjukkan gejala sakit pada saat dilahirkan atau beberapa waktu setelah lahir . Bukan berarti bayi baru lahir tersebut aman dari gangguan akibat dari penyakit yang diderita ibu . Hal tersebut dapat menimbulkan akibat yang merugikan bagi Bayi Baru Lahir (BBL), dan dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas bayi . Ibu bermasalah disini diartikan sebagai Ibu yang menderita sakit,sebelum , selama hamil , atau pada saat menghadapi proses persalinan .MDG 2015 Milenium Development Goal 2015: MDG 2015 Milenium Development Goal 2015 1.Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan 2.Pendidikan dasar bagi semua 3.Kesetaraan Gender 4.Menurunkan Angka kematian anak 5.Meningkatkan kesehatan Ibu 6.Memerangi HIV/AIDS 7.Memastikan keberlangsungan lingkungan hidup 8.Meningkatkan kerjasama global untuk mencapai pembangunanState of the World’s Newborn Save The Children 2001, : State of the World’s Newborn Save The Children 2001, Dari State of the World’s Newborn, terdapat Rumus : Dua per tiga yaitu , Lebih dari 7 juta bayi meninggal setiap tahun antara lahir hingga umur 12 bulan ., hampir : D ua pertiga bayi yang meninggal , terjadi pada bulan pertama,dari yang meninggal tersebut , D ua pertiga meninggal pada umur satu minggu , dan Dua pertiga diantaranya meninggal pada dua puluh empat jam pertama kehidupannya . Disini sangat jelas bahwa masalah kesehatan Neonatal tidak dapat dilepaskan dari masalah kesehatan perinatal dimana proses kehamilan , dan persalinan memegang faktor yang amat pentingSlide 4: SDKI 2002; Angka kematian Balita : 46 per 1000 kelahiran hidup Angka kematian Bayi : 46 per 1000 kelahiran hidup mayoritas angka kematian neonatus Target MDG 2015 turun 2/3 nyaKenyataan yang ada :: Kenyataan yang ada : Bayi yang berumur kurang dari tujuh hari , kelainan yang di derita lebih banyak terkait dengan kehamilan dan persalinan , sedangkan bayi 7 hari – 2 bulan banyak terkait dengan pola penyakit anak . Karena kebanyakan bayi baru lahir yang sakit jarang dibawa oleh orang tua ke pusat pelayanan karena kultur masyarakat , maka kunjungan rumah bagi tenaga kesehatan sangat diperlukan , dengan ASUH yaitu awal sehat untuk hidup sehat . Karena kelainan BBL sangat erat hubungannya dengan saat berada di dalam kandunganPeny.ibu yang seringbayi: Peny.ibu yang sering bayi Bayi Baru Lahir (BBL) dari ibu yang mengalami penyakit yang relatif sering , seperti 1.kecurigaan infeksi intra uterin , 2. Hepatitis B, 3.Tuberkulosis , 4Diabetes Mellitus, 5 Sifilis , 6.dan HIV yang tampaknya jumlah penderita semakin meningkat serta Ibu dengan 7.kecanduan Obat .IBU DENGAN KECURIGAAN INFEKSI INTRA UTERIN : IBU DENGAN KECURIGAAN INFEKSI INTRA UTERIN Tanda-tanda ibu yang diduga mengalami infeksi dalam kandungan yang dapat berakibat infeksi atau bakteriemi pada bayinya adalah bila : Ibu mengalami panas tubuh lebih atau sama dengan 38 0 C selama proses persalinan sampai 3 hari pasca persalinan , Cairan ketuban hijau keruh apalagi berbau busuk , Cairan ketuban pecah 18 sampai 24 jam sebelum bayi lahir , Atau pecah pada saat umur kehamilan baru menginjak 37 minggu . Pada keadaan tersebut , BBL sangat rawan terhadap terjadinya infeksi yang dapat mengancam jiwanya , karena BBL tersebut dapat menderita sepsis. Perubahan Neonatus ke arah kondisi yang buruk berlangsung sangat cepat . Apabila suatu sebab , keluarga meminta pulang sebelum waktunya , pengawasan yang perlu dilakukan oleh keluarga terhadap bayi adalah : apakah pernapasan bayi menjadi cepat , bayi lethargi hipotermi atau panas muntah setiap minum , kembung , merintih BAYI DARI IBU DENGAN KECURIGAAN INFEKSI INTRA UTERIN : BAYI DARI IBU DENGAN KECURIGAAN INFEKSI INTRA UTERIN Bayi = 35 minggu / 2000 gram Bayi < 35 minggu / < 2000 gram Infeksi Ibu , KPD Berikan antibiotika Kultur (-)→ Stop antibiotika Kultur (+)→ teruskan antibiotika Kultur tidak dilakukan , Infeksi bayi ?→ antibiotika stop 5 hari , amati 24 jamKPD .Infeksi Ibu ? : KPD . Infeksi Ibu ? Tidak perlu antibiotika Amati tiap 4 jam sampai 48 jam : Bila infeksi bayi (-)→ pulang Bia infeksi bayi (+)→ antibiotika Bila kultur tidak dilakukan , bayi baik , pulang setelah umur 3 hari IBU DENGAN HEPATITIS B: IBU DENGAN HEPATITIS B Kriteria ibu mengidap atau menderita hepatitis B kronik : 1. Bila ibu mengidap HBsAg positif untuk jangka waktu lebih dari 6 bulan dan tetap positif selama masa kehamilan dan melahirkan . 2. Bila status HbsAg positif tidak disertai dengan peningkatan SGOT/PT maka , status ibu adalah pengidap hepatitis B. 3. Bila disertai dengan peningkatan SGOT/PT pada lebih dari kali pemeriksaan dengan interval pemeriksaan @ 2-3 bulan , maka status ibu adalah penderita hepatitis B kronik . 4. Status HbsAg positif tersebut dapat disertai dengan atau tanpa HBeAg positif .Tindakan Bila Ibu Hepatitis B: Tindakan Bila Ibu Hepatitis B Berikan dosis awal Vaksin Hepatitis B (VHB) 0,5 ml segera setelah lahir , seyogyanya dalam 12 jam sesudah lahir disusul dosis ke-2, dan ke-3 sesuai dengan jadwal imunisasi hepatitis. Bila tersedia pada saat yang sama beri Imunoglobulin Hepatitis B 200 IU IM (0,5 ml) disuntikkan pada paha yang lainnya , dalam waktu 24 jam sesudah lahir ( sebaiknya dalam waktu 12 jam setelah bayi lahir ). Mengingat mahalnya harga immunoglobulin hepatitis B, maka bila orang tua tidak mempunyai biaya , dilandaskan pada beberapa penelitian , pembelian HBIg tersebut tidak dipaksakan . Dengan catatan , imunisai aktif hepatitis B tetap diberikan secepatnya . Yakinkan ibu untuk tetap menyusui dengan ASI, apabila vaksin diatas sudah diberikan ( Rekomendasi CDC), tapi apabila ada luka pada puting susu dan ibu mengalami Hepatitis Akut , sebaiknya tidak diberikan ASI. BAYI BARU LAHIR DENGAN IBU TUBERKULOSIS : BAYI BARU LAHIR DENGAN IBU TUBERKULOSIS Bila menderita Tuberkulosis paru aktif dan mendapat pengobatan kurang dari 2 bulan sebelum melahirkan , atau didiagnosis TBC setelah melahirkan : Jangan diberi vaksin BCG saat setelah lahir ; Beri profilaksis Isoniazid (INH) 5 mg/kg sekali sehari secara oral; Pada umur 8 minggu lakukan evaluasi kembali , catat berat badan dan lakukan pemeriksaan tes Mantoux dan radiologi bila memungkinkanbila ditemukan kecurigaan TBC aktif: bila ditemukan kecurigaan TBC aktif mulai berikan pengobatan anti TBC lengkap ( sesuaikan dengan program pengobatan TBC pada bayi dan anak dan bila bayi baik dan dan hasil tes negatif , lanjutkan pencegahan dengan isoniazid selama waktu 6 bulan . Tunda pemberian vaksin BCG sampai 2 minggu setelah pengobatan selesai . Bila vaksin BCG sudah terlanjur diberikan , ulang pemberiannya 2 minggu setelah pengobatan INH selesai . Yakinkan ibu bahwa ASI tetap boleh diberikan . Lakukan tindak lanjut terhadap bayinya tiap 2 minggu untuk menilai kenaikan berat bayi . Obat yang diminum ibunya seperti INH, Rifampisin , Ethambutol , aman untuk Breast Feeding.IBU DENGAN DIABETES MELLITUS: IBU DENGAN DIABETES MELLITUS Bayi lahir dari ibu dengan Diabetes Melitus , berisiko untuk terjadi hipoglikemia pada 3 hari pertama setelah lahir , walaupun bayi sudah dapat minum dengan baik . Ibu dengan DM mempunyai resiko kematian bayi lima kali dibanding ibu tidak dengan DM. Tanda bayi hipoglikemia adalah : Distres nafas , malas minum , jitteriness, mudah terangsang , sampai kejang . KADAR GLUKOSE DARAH RENDAH (HIPOGLIKEMIA) ,PENGELOLAAN HIPOGLIKEMIA : PENGELOLAAN HIPOGLIKEMIA a. Glukose darah kurang 25 mg/ dL (1,1 mmol /L) atau terdapat tanda hipoglikemi Pasang jalur IV jika belum terpasang . Berikan glukose 10% 2 mL /kg secara IV bolus pelan dalam lima menit . Infus glukose 10% sesuai kebutuhan rumatan . Periksa kadar glukose darah satu jam setelah bolus glukose dan kemudian tiap tiga jam : Jika kadar glukose darah masih kurang 25 mg/ dL (1,1 mmol /L), ulangiJika kadar glukose darah 25-45 mg/dL (1,1-2,6 mmol/L), : Jika kadar glukose darah 25-45 mg/ dL (1,1-2,6 mmol /L), lanjutkan infus dan ulangi pemeriksaan kadar glukose setiap tiga jam sampai kadar glukose 45 mg/ dL (2,6 mmol /L) atau lebih ; Bila kadar glukose darah 45 mg/ dL (2,6 mmol /L) atau lebih dalam dua kali pemeriksaan berturut-turut , ikuti petunjuk tentang frekuensi pemeriksaan kadar glukose darah setelah kadar glukose darah kembali normal. Anjurkan ibu menyusui . Bila bayi tidak dapat menyusu , berikan ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum . Jika jalur IV tidak dapat dipasang dengan cepat , berikan larutan glukose melalui pipa lambungdengan dosis yang sama Glukose darah 25 mg/dL (1,1 mmol/L)-45 mg/dL (2,6 mmol/L) tanpa tanda Hipoglikemia : Glukose darah 25 mg/ dL (1,1 mmol /L)-45 mg/ dL (2,6 mmol /L) tanpa tanda Hipoglikemia Anjurkan ibu menyusui . Bila bayi tidak dapat menyusu , berikan ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum . Pantau tanda hipoglikemia dan bila dijumpai tanda tersebut , tangani seperti tersebut di atas . Periksa kadar glukose darah dalam tiga jam atau sebelum pemberian minum berikutnya : Jika kadar glukose darah kurang 25 mg/ dL (1,1 mmol /L), atau terdapat tanda hipoglikemia , tangani seperti tersebut di atas ; Jika kadar glukose darah masih antara 25-45 mg/ dL (1,1-2,6 mmol /L), naikkan frekuensi pemberian minum ASI atau naikkan volume pemberian minum dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum ;FREKUENSI PEMERIKSAAN GLUKOSE DARAH SETELAH KADAR GLUKOSE DARAH NORMAL : FREKUENSI PEMERIKSAAN GLUKOSE DARAH SETELAH KADAR GLUKOSE DARAH NORMAL Jika bayi mendapatkan cairan IV, untuk alasan apapun , lanjutkan pemeriksaan kadar glukose darah setiap 12 jam selama bayi masih memerlukan infus . Jika kapan saja kadar glukose darah turun , tangani seperti tersebut di atas . Jika bayi sudah tidak lagi mendapat infus cairan IV, periksa kadar glukose darah setiap 12 jam sebanyak dua kali pemeriksaan : Jika kapan saja kadar glukose darah turun , tangani seperti tersebut di atas ; Jika kadar glukose darah tetap normal selama waktu tersebut , maka pengukuran dihentikan .IBU DENGAN SIFILIS: IBU DENGAN SIFILIS Bila hasil tes pada ibu positif dan sudah diobati dengan Penisillin 2,4 juta unit dimulai sejak 30 hari sebelum melahirkan , bayi tidak perlu diobati . Bila ibu tidak diobati atau diobati secara tidak adekuat atau tidak diketahui status pengobatannya , maka : - Beri bayi Benzathine Benzylpenicillin IM dosis tunggal ( lihat Dosis Pemberian Antibiotika ) ; - Beri Ibu dan Bapaknya Benzathine penicillin 2,4 juta unit I.M dibagi dalam dua suntikan pada tempat yang berbeda ; - Rujuk Ibu dan Bapaknya ke rumah sakit yang melayani penyakit menular seksual untuk tindak lanjut .IBU DENGAN HIV: IBU DENGAN HIV Bayi yang dilahirkan ibu dengan HIV positif maka : - Hormati kerahasiaan ibu dan keluarganya , dan lakukan konseling pada keluarga ; - Rawat bayi seperti bayi yang lain, dan perhatian khususnya pada pencegahan infeksi ; - Bayi tetap diberi imunisasi rutin , kecuali terdapat tanda klinis defisiensi imun yang berat , jangan diberi vaksin hidup (BCG, OPV, Campak , MMR); - Pada waktu pulang , periksa DL, hitung Lymphosit T, serologi anti HIV, PCR DNA/RNA HIV. Beri dukungan mental pada orang tuanya Anjurkan suaminya memakai kondom , untuk pencegahan penularan infeksi .Slide 21: Kelola bayi dan ibu sesuai dengan protokol dan kebijakan yang ada , tujuannya untuk Profilaksis - Bila ibu sudah mendapat Zidovudine ( AZT ) 4 minggu sebelum melahirkan,maka setelah lahir bayi diberi AZT 2 mg/kg berat badan per oral tiap 6 jam selama 6 minggu , dimulai sejak bayi umur 12 jam. - Bila ibu sudah mendapat Nevirapine dosis tunggal selama proses persalinan dan bayi masih berumur kurang dari 3 hari , segera beri bayi Nevirapine dalam suspensi 2 mg/kg berat badan secara oral pada umur 12 jam.IBU DENGAN KECANDUAN OBAT: IBU DENGAN KECANDUAN OBAT Obat-obatan yang kita bahas hanya terbatas obat Narcotic misalnya Heroin dan Methadone, atau obat stimulant (non narcotic) misalnya Cocain karena disamping macam obat yang sangat banyak tapi tempat terbatas , juga karena obat tersebut sering digunakan oleh Ibu-ibu pengguna .Slide 23: Kita harus waspada terhadap ibu-ibu pengguna obat apabila kita temui Ibu yang habis melahirkan tanpa prenatal care yang disertai tanda-tanda pengguna diantaranya adalah ada bekas jaringan-jaringan parut disertai hepatitis, yang sangat tergesa-gesa ingin meninggalkan Rumah Sakit , atau meminum obat dengan dosis besar dan berulang selama di Rumah Sakit . Bayi Baru Lahir dapat mengalami Withdrawel karena obat-obat tersebut dapat melalui plasenta .Slide 24: Withdrawel tergantung beberapa fakror , yaitu Dosis Obat yang dikonsumsi , Durasi kecanduan , dan dosis terakhir yang dikonsumsi . Bila dosis 6mg/ hari , Bayi mengalami gejala ringan , atau tanpa gejala . Bila kecanduan telah lebih dari satu tahun , withdrawel pada bayi dapat terjadi lebih dari 70%. Bila obat dikonsumsi terutama dalam 24 jam sebelum melahirkan,maka kejadian withdrawel akan tinggi . Diagnosis Banding adalah Hipoglikemia dan Hipocalcemia . Ibu pengguna Heroin atau Methadone , dapat mempunyai bayi dengan Abstinence Syndrome dengan ciri khas iritable , jitteriness, kejang , hipertoni , bersin-bersin , takikardi , diare , dan gangguan minum . Gangguan ini dapat lama terutama pada Ibu pengguna Methadone. Sebaiknya dirujuk You do not have the permission to view this presentation. In order to view it, please contact the author of the presentation.
Kuliah Bayi baru lahir dengan ibu bermasalah natly Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 456 Category: Entertainment License: All Rights Reserved Like it (1) Dislike it (0) Added: April 27, 2011 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description No description available. Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript Bayi baru lahir dengan ibu bermasalah: Bayi baru lahir dengan ibu bermasalah Sebagian besar Bayi Baru Lahir yang terlahir dari Ibu yang bermasalah dalam arti menderita suatu penyakit , tidak menunjukkan gejala sakit pada saat dilahirkan atau beberapa waktu setelah lahir . Bukan berarti bayi baru lahir tersebut aman dari gangguan akibat dari penyakit yang diderita ibu . Hal tersebut dapat menimbulkan akibat yang merugikan bagi Bayi Baru Lahir (BBL), dan dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas bayi . Ibu bermasalah disini diartikan sebagai Ibu yang menderita sakit,sebelum , selama hamil , atau pada saat menghadapi proses persalinan .MDG 2015 Milenium Development Goal 2015: MDG 2015 Milenium Development Goal 2015 1.Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan 2.Pendidikan dasar bagi semua 3.Kesetaraan Gender 4.Menurunkan Angka kematian anak 5.Meningkatkan kesehatan Ibu 6.Memerangi HIV/AIDS 7.Memastikan keberlangsungan lingkungan hidup 8.Meningkatkan kerjasama global untuk mencapai pembangunanState of the World’s Newborn Save The Children 2001, : State of the World’s Newborn Save The Children 2001, Dari State of the World’s Newborn, terdapat Rumus : Dua per tiga yaitu , Lebih dari 7 juta bayi meninggal setiap tahun antara lahir hingga umur 12 bulan ., hampir : D ua pertiga bayi yang meninggal , terjadi pada bulan pertama,dari yang meninggal tersebut , D ua pertiga meninggal pada umur satu minggu , dan Dua pertiga diantaranya meninggal pada dua puluh empat jam pertama kehidupannya . Disini sangat jelas bahwa masalah kesehatan Neonatal tidak dapat dilepaskan dari masalah kesehatan perinatal dimana proses kehamilan , dan persalinan memegang faktor yang amat pentingSlide 4: SDKI 2002; Angka kematian Balita : 46 per 1000 kelahiran hidup Angka kematian Bayi : 46 per 1000 kelahiran hidup mayoritas angka kematian neonatus Target MDG 2015 turun 2/3 nyaKenyataan yang ada :: Kenyataan yang ada : Bayi yang berumur kurang dari tujuh hari , kelainan yang di derita lebih banyak terkait dengan kehamilan dan persalinan , sedangkan bayi 7 hari – 2 bulan banyak terkait dengan pola penyakit anak . Karena kebanyakan bayi baru lahir yang sakit jarang dibawa oleh orang tua ke pusat pelayanan karena kultur masyarakat , maka kunjungan rumah bagi tenaga kesehatan sangat diperlukan , dengan ASUH yaitu awal sehat untuk hidup sehat . Karena kelainan BBL sangat erat hubungannya dengan saat berada di dalam kandunganPeny.ibu yang seringbayi: Peny.ibu yang sering bayi Bayi Baru Lahir (BBL) dari ibu yang mengalami penyakit yang relatif sering , seperti 1.kecurigaan infeksi intra uterin , 2. Hepatitis B, 3.Tuberkulosis , 4Diabetes Mellitus, 5 Sifilis , 6.dan HIV yang tampaknya jumlah penderita semakin meningkat serta Ibu dengan 7.kecanduan Obat .IBU DENGAN KECURIGAAN INFEKSI INTRA UTERIN : IBU DENGAN KECURIGAAN INFEKSI INTRA UTERIN Tanda-tanda ibu yang diduga mengalami infeksi dalam kandungan yang dapat berakibat infeksi atau bakteriemi pada bayinya adalah bila : Ibu mengalami panas tubuh lebih atau sama dengan 38 0 C selama proses persalinan sampai 3 hari pasca persalinan , Cairan ketuban hijau keruh apalagi berbau busuk , Cairan ketuban pecah 18 sampai 24 jam sebelum bayi lahir , Atau pecah pada saat umur kehamilan baru menginjak 37 minggu . Pada keadaan tersebut , BBL sangat rawan terhadap terjadinya infeksi yang dapat mengancam jiwanya , karena BBL tersebut dapat menderita sepsis. Perubahan Neonatus ke arah kondisi yang buruk berlangsung sangat cepat . Apabila suatu sebab , keluarga meminta pulang sebelum waktunya , pengawasan yang perlu dilakukan oleh keluarga terhadap bayi adalah : apakah pernapasan bayi menjadi cepat , bayi lethargi hipotermi atau panas muntah setiap minum , kembung , merintih BAYI DARI IBU DENGAN KECURIGAAN INFEKSI INTRA UTERIN : BAYI DARI IBU DENGAN KECURIGAAN INFEKSI INTRA UTERIN Bayi = 35 minggu / 2000 gram Bayi < 35 minggu / < 2000 gram Infeksi Ibu , KPD Berikan antibiotika Kultur (-)→ Stop antibiotika Kultur (+)→ teruskan antibiotika Kultur tidak dilakukan , Infeksi bayi ?→ antibiotika stop 5 hari , amati 24 jamKPD .Infeksi Ibu ? : KPD . Infeksi Ibu ? Tidak perlu antibiotika Amati tiap 4 jam sampai 48 jam : Bila infeksi bayi (-)→ pulang Bia infeksi bayi (+)→ antibiotika Bila kultur tidak dilakukan , bayi baik , pulang setelah umur 3 hari IBU DENGAN HEPATITIS B: IBU DENGAN HEPATITIS B Kriteria ibu mengidap atau menderita hepatitis B kronik : 1. Bila ibu mengidap HBsAg positif untuk jangka waktu lebih dari 6 bulan dan tetap positif selama masa kehamilan dan melahirkan . 2. Bila status HbsAg positif tidak disertai dengan peningkatan SGOT/PT maka , status ibu adalah pengidap hepatitis B. 3. Bila disertai dengan peningkatan SGOT/PT pada lebih dari kali pemeriksaan dengan interval pemeriksaan @ 2-3 bulan , maka status ibu adalah penderita hepatitis B kronik . 4. Status HbsAg positif tersebut dapat disertai dengan atau tanpa HBeAg positif .Tindakan Bila Ibu Hepatitis B: Tindakan Bila Ibu Hepatitis B Berikan dosis awal Vaksin Hepatitis B (VHB) 0,5 ml segera setelah lahir , seyogyanya dalam 12 jam sesudah lahir disusul dosis ke-2, dan ke-3 sesuai dengan jadwal imunisasi hepatitis. Bila tersedia pada saat yang sama beri Imunoglobulin Hepatitis B 200 IU IM (0,5 ml) disuntikkan pada paha yang lainnya , dalam waktu 24 jam sesudah lahir ( sebaiknya dalam waktu 12 jam setelah bayi lahir ). Mengingat mahalnya harga immunoglobulin hepatitis B, maka bila orang tua tidak mempunyai biaya , dilandaskan pada beberapa penelitian , pembelian HBIg tersebut tidak dipaksakan . Dengan catatan , imunisai aktif hepatitis B tetap diberikan secepatnya . Yakinkan ibu untuk tetap menyusui dengan ASI, apabila vaksin diatas sudah diberikan ( Rekomendasi CDC), tapi apabila ada luka pada puting susu dan ibu mengalami Hepatitis Akut , sebaiknya tidak diberikan ASI. BAYI BARU LAHIR DENGAN IBU TUBERKULOSIS : BAYI BARU LAHIR DENGAN IBU TUBERKULOSIS Bila menderita Tuberkulosis paru aktif dan mendapat pengobatan kurang dari 2 bulan sebelum melahirkan , atau didiagnosis TBC setelah melahirkan : Jangan diberi vaksin BCG saat setelah lahir ; Beri profilaksis Isoniazid (INH) 5 mg/kg sekali sehari secara oral; Pada umur 8 minggu lakukan evaluasi kembali , catat berat badan dan lakukan pemeriksaan tes Mantoux dan radiologi bila memungkinkanbila ditemukan kecurigaan TBC aktif: bila ditemukan kecurigaan TBC aktif mulai berikan pengobatan anti TBC lengkap ( sesuaikan dengan program pengobatan TBC pada bayi dan anak dan bila bayi baik dan dan hasil tes negatif , lanjutkan pencegahan dengan isoniazid selama waktu 6 bulan . Tunda pemberian vaksin BCG sampai 2 minggu setelah pengobatan selesai . Bila vaksin BCG sudah terlanjur diberikan , ulang pemberiannya 2 minggu setelah pengobatan INH selesai . Yakinkan ibu bahwa ASI tetap boleh diberikan . Lakukan tindak lanjut terhadap bayinya tiap 2 minggu untuk menilai kenaikan berat bayi . Obat yang diminum ibunya seperti INH, Rifampisin , Ethambutol , aman untuk Breast Feeding.IBU DENGAN DIABETES MELLITUS: IBU DENGAN DIABETES MELLITUS Bayi lahir dari ibu dengan Diabetes Melitus , berisiko untuk terjadi hipoglikemia pada 3 hari pertama setelah lahir , walaupun bayi sudah dapat minum dengan baik . Ibu dengan DM mempunyai resiko kematian bayi lima kali dibanding ibu tidak dengan DM. Tanda bayi hipoglikemia adalah : Distres nafas , malas minum , jitteriness, mudah terangsang , sampai kejang . KADAR GLUKOSE DARAH RENDAH (HIPOGLIKEMIA) ,PENGELOLAAN HIPOGLIKEMIA : PENGELOLAAN HIPOGLIKEMIA a. Glukose darah kurang 25 mg/ dL (1,1 mmol /L) atau terdapat tanda hipoglikemi Pasang jalur IV jika belum terpasang . Berikan glukose 10% 2 mL /kg secara IV bolus pelan dalam lima menit . Infus glukose 10% sesuai kebutuhan rumatan . Periksa kadar glukose darah satu jam setelah bolus glukose dan kemudian tiap tiga jam : Jika kadar glukose darah masih kurang 25 mg/ dL (1,1 mmol /L), ulangiJika kadar glukose darah 25-45 mg/dL (1,1-2,6 mmol/L), : Jika kadar glukose darah 25-45 mg/ dL (1,1-2,6 mmol /L), lanjutkan infus dan ulangi pemeriksaan kadar glukose setiap tiga jam sampai kadar glukose 45 mg/ dL (2,6 mmol /L) atau lebih ; Bila kadar glukose darah 45 mg/ dL (2,6 mmol /L) atau lebih dalam dua kali pemeriksaan berturut-turut , ikuti petunjuk tentang frekuensi pemeriksaan kadar glukose darah setelah kadar glukose darah kembali normal. Anjurkan ibu menyusui . Bila bayi tidak dapat menyusu , berikan ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum . Jika jalur IV tidak dapat dipasang dengan cepat , berikan larutan glukose melalui pipa lambungdengan dosis yang sama Glukose darah 25 mg/dL (1,1 mmol/L)-45 mg/dL (2,6 mmol/L) tanpa tanda Hipoglikemia : Glukose darah 25 mg/ dL (1,1 mmol /L)-45 mg/ dL (2,6 mmol /L) tanpa tanda Hipoglikemia Anjurkan ibu menyusui . Bila bayi tidak dapat menyusu , berikan ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum . Pantau tanda hipoglikemia dan bila dijumpai tanda tersebut , tangani seperti tersebut di atas . Periksa kadar glukose darah dalam tiga jam atau sebelum pemberian minum berikutnya : Jika kadar glukose darah kurang 25 mg/ dL (1,1 mmol /L), atau terdapat tanda hipoglikemia , tangani seperti tersebut di atas ; Jika kadar glukose darah masih antara 25-45 mg/ dL (1,1-2,6 mmol /L), naikkan frekuensi pemberian minum ASI atau naikkan volume pemberian minum dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum ;FREKUENSI PEMERIKSAAN GLUKOSE DARAH SETELAH KADAR GLUKOSE DARAH NORMAL : FREKUENSI PEMERIKSAAN GLUKOSE DARAH SETELAH KADAR GLUKOSE DARAH NORMAL Jika bayi mendapatkan cairan IV, untuk alasan apapun , lanjutkan pemeriksaan kadar glukose darah setiap 12 jam selama bayi masih memerlukan infus . Jika kapan saja kadar glukose darah turun , tangani seperti tersebut di atas . Jika bayi sudah tidak lagi mendapat infus cairan IV, periksa kadar glukose darah setiap 12 jam sebanyak dua kali pemeriksaan : Jika kapan saja kadar glukose darah turun , tangani seperti tersebut di atas ; Jika kadar glukose darah tetap normal selama waktu tersebut , maka pengukuran dihentikan .IBU DENGAN SIFILIS: IBU DENGAN SIFILIS Bila hasil tes pada ibu positif dan sudah diobati dengan Penisillin 2,4 juta unit dimulai sejak 30 hari sebelum melahirkan , bayi tidak perlu diobati . Bila ibu tidak diobati atau diobati secara tidak adekuat atau tidak diketahui status pengobatannya , maka : - Beri bayi Benzathine Benzylpenicillin IM dosis tunggal ( lihat Dosis Pemberian Antibiotika ) ; - Beri Ibu dan Bapaknya Benzathine penicillin 2,4 juta unit I.M dibagi dalam dua suntikan pada tempat yang berbeda ; - Rujuk Ibu dan Bapaknya ke rumah sakit yang melayani penyakit menular seksual untuk tindak lanjut .IBU DENGAN HIV: IBU DENGAN HIV Bayi yang dilahirkan ibu dengan HIV positif maka : - Hormati kerahasiaan ibu dan keluarganya , dan lakukan konseling pada keluarga ; - Rawat bayi seperti bayi yang lain, dan perhatian khususnya pada pencegahan infeksi ; - Bayi tetap diberi imunisasi rutin , kecuali terdapat tanda klinis defisiensi imun yang berat , jangan diberi vaksin hidup (BCG, OPV, Campak , MMR); - Pada waktu pulang , periksa DL, hitung Lymphosit T, serologi anti HIV, PCR DNA/RNA HIV. Beri dukungan mental pada orang tuanya Anjurkan suaminya memakai kondom , untuk pencegahan penularan infeksi .Slide 21: Kelola bayi dan ibu sesuai dengan protokol dan kebijakan yang ada , tujuannya untuk Profilaksis - Bila ibu sudah mendapat Zidovudine ( AZT ) 4 minggu sebelum melahirkan,maka setelah lahir bayi diberi AZT 2 mg/kg berat badan per oral tiap 6 jam selama 6 minggu , dimulai sejak bayi umur 12 jam. - Bila ibu sudah mendapat Nevirapine dosis tunggal selama proses persalinan dan bayi masih berumur kurang dari 3 hari , segera beri bayi Nevirapine dalam suspensi 2 mg/kg berat badan secara oral pada umur 12 jam.IBU DENGAN KECANDUAN OBAT: IBU DENGAN KECANDUAN OBAT Obat-obatan yang kita bahas hanya terbatas obat Narcotic misalnya Heroin dan Methadone, atau obat stimulant (non narcotic) misalnya Cocain karena disamping macam obat yang sangat banyak tapi tempat terbatas , juga karena obat tersebut sering digunakan oleh Ibu-ibu pengguna .Slide 23: Kita harus waspada terhadap ibu-ibu pengguna obat apabila kita temui Ibu yang habis melahirkan tanpa prenatal care yang disertai tanda-tanda pengguna diantaranya adalah ada bekas jaringan-jaringan parut disertai hepatitis, yang sangat tergesa-gesa ingin meninggalkan Rumah Sakit , atau meminum obat dengan dosis besar dan berulang selama di Rumah Sakit . Bayi Baru Lahir dapat mengalami Withdrawel karena obat-obat tersebut dapat melalui plasenta .Slide 24: Withdrawel tergantung beberapa fakror , yaitu Dosis Obat yang dikonsumsi , Durasi kecanduan , dan dosis terakhir yang dikonsumsi . Bila dosis 6mg/ hari , Bayi mengalami gejala ringan , atau tanpa gejala . Bila kecanduan telah lebih dari satu tahun , withdrawel pada bayi dapat terjadi lebih dari 70%. Bila obat dikonsumsi terutama dalam 24 jam sebelum melahirkan,maka kejadian withdrawel akan tinggi . Diagnosis Banding adalah Hipoglikemia dan Hipocalcemia . Ibu pengguna Heroin atau Methadone , dapat mempunyai bayi dengan Abstinence Syndrome dengan ciri khas iritable , jitteriness, kejang , hipertoni , bersin-bersin , takikardi , diare , dan gangguan minum . Gangguan ini dapat lama terutama pada Ibu pengguna Methadone. Sebaiknya dirujuk