KONSEP MOL 2 (KELAS X)

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

By: dianpn (38 month(s) ago)

downloadnya gimana sih?

By: yasrianaratih (39 month(s) ago)

gimana cara downlodnya?lg butuh ni.....

By: Sahat (39 month(s) ago)

like it

By: alisty (39 month(s) ago)

gmn cara downloadnya?

By: cenfibra (39 month(s) ago)

like it

See all

Presentation Transcript

Slide 1: 

PENGGUNAAN KONSEP MOL PENENTUAN RUMUS KIMIA 2. PENENTUAN KADAR ZAT 3. PERHITUNGAN KIMIA

Slide 2: 

Konsep mol dapat digunakan untuk menetukan rumus kimia suatu senyawa yang belum diketahui. Rumus kimia suatu senyawa dapat menjelaskan atau menyatakan jumlah relatif atom yang terdapat dalam senyawa itu. Ada 2 jenis rumus kimia, yaitu : Rumus Empiris (RE) Rumus Molekul (RM)

Slide 3: 

Apakah Rumus Empiris itu ? Rumus empiris suatu senyawa adalah rumus kimia paling sederhana yang dimiliki suatu senyawa. Rumus empiris memberikan informasi mengenai perbandingan jumlah atom relatif dari setiap jenis atom yang terkandung dalam senyawa itu. Contoh : 1.Rumus empiris glukosa adalah CH2O, yang menyatakan perbandingan jumlah atom karbon, hidrogen dan oksigen adalah 1 : 2 : 1. 2.Rumus empiris air adalah H2O, yang menyatakan perbandingan jumlah atom hidrogen dan oksigen adalah 2 : 1.

Slide 4: 

Bagaimana cara menentukan Rumus Empiris suatu senyawa ?

Slide 5: 

Contoh Rumus Empiris: Suatu analisis terhadap senyawa ion menunjukkan bahwa senyawa tersebut mengandung 2,82 gram natrium; 4,35 gram klorin; dan 7,83 gram oksigen. Tentukan rumus empiris senyawa tersebut ! (Ar Na = 23; Cl = 35,5; O = 16) Penyelesaian : Tentukan massa setiap unsur = Na : Cl : O 2,82 : 4,35 : 7,83 Bagikan dengan Ar masing-masing = 2,82 : 4,35 : 7,83 23 35,5 16 Perbandingan mol terkecil = 0,123 : 0,123 : 0,489 1 : 1 : 2 Jadi Rumus Empirisnya adalah NaClO2

Slide 6: 

Suatu oksida nitrogen diketahui mengandung 36,37% berat oksigen. Tentukan rumus empiris oksida nitrogen tersebut! (Ar N=14, O=16) Penyelesaian : Tentukan persentase massa setiap unsur : N : O (100-36,37)% 36,37% Bagikan dengan Ar masing-masing : 63,63% : 36,37% 14 16 Perbandingan mol terkecil : 4,54 : 2,27 2 : 1 Jadi rumus empirisnya adalah N2O

Slide 7: 

Sebanyak 0,242 gram kalium dibakar dengan oksigen menghasilkan 0,44 gram kalium oksida. Tentukan rumus empiris dari kalium oksida tersebut ! (Ar K=39, O=16) Suatu senyawa mengandung 2,4% hidrogen, 39% sulfur, dan 58,6% oksigen. Tentukan rumus empiris seyawa tersebut ! (Ar H=1,S=32,O=16)

Slide 8: 

Apakah Rumus Molekul itu? Rumus empiris tidak menggambarkan jumlah unsur-unsur sebenarnya yang menyusun suatu senyawa. Jumlah unsur-unsur sebenarnya yang menyususn suatu senyawa dijelaskan oleh rumus molekul. Jadi, Rumus Molekul suatu zat menjelaskan jumlah atom setiap unsur dalam satu molekul zat itu. Contoh: 1. Rumus molekul karbon dioksida adalah CO2 Artinya : Setiap molekul karbon dioksida mengandung 1 atom karbon dan 2 atom oksigen. 2. Rumus molekul glukosa adalah C6H12O6 Artinya : Setiap molekul glukosa mengandung 6 atom karbon,12 atom hidrogen dan 6 atom oksigen.

Slide 9: 

Bagaimana cara menentukan Rumus Molekul suatu senyawa ?

Slide 10: 

Contoh : 1 Pirimidin tersusun dari 60% karbon, 5% hidrogen, dan sisanya nitrogen. Jika 1 gram pirimidin mengandung 7,5 x 1021 molekul, tentukan rumus molekulnya ! ( Ar C=12, H=1, N=14, Bilangan Avogadro = 6,02 x 1023). Penyelesaian : Tentukan rumus empiris = C : H : N 60% : 5% : 100%-65% 60% : 5% : 35% 12 1 14 5 : 5 : 2,5 2 : 2 : 1 Jadi RE nya adalah C2H2N

Slide 11: 

Hitung Mr Senyawa Mr = 1 x 6,02.1023 7,5.1021 Mr = 80 Tentukan kelipatannya (n) (C2H2N)n = 80 (2x12)n+(2x1)n+(1x14)n = 80 40n = 80 n = 2 Rumus molekulnya adalah = RE x n = C2H2N x 2 = G = n x Mr n = X L Mr = G atau Mr = G x L C4H4N2 n X

Slide 12: 

Contoh : 2 Vitamin C merupakan senyawa yang tersusun atas C, H, dan O. Senyawa yang biasanya terdapat dalam buah jeruk ini mempunyai massa molar 176 g/mol. Ketika 1 gram sampel vitamin C dibakar menggunakan alat analisis pembakaran, diperoleh data sebagai berikut : Tentukan rumus molekul vitamin C ! (Ar C=12, H=1, O=16)

Slide 13: 

Penyelesaian : Tentukan massa unsur C dan H dengan rumus: Massa unsur = jml atom x Ar unsur x massa senyawa Mr senyawa Massa C = 1 x 12 x 1,50 gram Massa H = 2 x 1 x 0,41 gram 44 18 = 0,409 gram = 0,046 gram Tentukan massa unsur O dengan rumus: Massa O = massa sampel vitamin C - (massa C + massa H) = 1- (0,409 + 0,046) = 0,545 gram Tentukan rumus empiris = C : H : O 0,409 : 0,046 : 0,545 12 1 16 0,0341 : 0,046 : 0,0341 3 : 4 : 3 Jadi RE nya = C3H4O3

Slide 14: 

Tentukan Mr vitamin C Mr vitamin C = massa molar vitamin C = 176 Tentukan kelipatannya (n) (C3H4O3)n = 176 (3x12)n+(4x1)n+(3x16)n = 176 88n = 176 n = 2 Rumus molekulnya adalah = RE x n = C3H4O3 x 2 = C6H8O6

Slide 15: 

Benzena mempunyai rumus empiris CH dan massa molarnya adalah 78 g/mol. Tentukan rumus molekulnya! (Ar C=12, H=1) 2. Kortison merupakan suatu obat antiinflamasi (anti bengkak). Dari hasil analisis diperoleh komposisi unsur-unsur 69,9% C; 7,83% H; dan 22,19% O. Jika setiap 2,1 gram senyawa tersebut mengandung 3,01 x 1022 molekul, tentukan rumus molekul kortison tersebut! (Ar C=12, H=1, O=16) Berdasarkan hasil analisis pembakaran terhadap 0,250 gram sampel senyawa yang mengandung C, H, dan O, diperoleh data sebagai berikut. Tentukan rumus molekul senyawa tersebut! (Ar C=12, H=1, O=16)

Slide 16: 

Penentuan Kadar Zat Jika rumus kimia suatu senyawa diketahui, maka kadar unsur dalam suatu senyawa dapat dihitung. % Unsur = jml atom x Ar unsur x 100% Mr senyawa Massa unsur = jml atom x Ar unsur x massa senyawa Mr senyawa

Slide 17: 

Contoh: Berapa % nitrogen dalam senyawa NaNO3? (Ar Na=23, N=14, O=16) Penyelesaian : Mr NaNO3 = (1 x Ar Na)+(1 x Ar N)+(3 x Ar O) = (1 x 23) + (1 x 14) + (3 x 16) = 85 % N = 1 x Ar N x 100% Mr NaNO3 = 1 x 14 x 100% 85 = 14 x 100% 85 = 16,4 %

Slide 18: 

Perhitungan Kimia Cara menentukan jumlah pereaksi dan zat hasil reaksi Koefisien reaksi pada persamaan reaksi merupakan perbandingan mol-mol terkecil atau perbandingan volume terkecil (untuk gas) dari zat-zat pada reaksi yang terjadi. Cara menentukan pereaksi pembatas Pereaksi pembatas dikenal sebagai pereaksi yang jumlah molnya habis lebih dahulu dibandingkan jumlah mol yang lain.

Slide 20: 

Tulis persamaan reaksi yang telah disetarakan Tentukan jumlah mol setiap pereaksi Bagi mol setiap pereaksi dengan koefisien reaksinya Hasil bagi mol paerkoefisien lainnya merupakan pereaksi yang bersisa Hasil bagi mol perkoefisien terkecil merupakan pereaksi pembatas Gunakan mol pereaksi pembatas sebagai patokan untuk menghitung jumlah pereaksi yang habis, jumlah pereaksi yang bersisa dan jumlah zat hasil reaksi yang terbentuk

Slide 21: 

Contoh : Pada pembakaran 114 gram oktana (C8H18) menghasilkan CO2 dan H2O. Tentukan massa oksigen yang diperlukan pada proses pembakaran tersebut! Sebanyak 2 gram metana (CH4) dibakar sempurna dengan gas oksigen. Gas CO2 yang terbentuk dialirkan ke dalam larutan air kapur (Ca(OH) 2) sehingga terbentuk endapan CaCO3. Tentukan massa endapan yang terbentuk. (Ar C=12, H=1, O=16, Ca=40) Sebanyak 2,7 gram aluminium direaksikan dengan 49 gram asam sulfat encer sehingga menghasilkan garam aluminium sulfat dan gas hidrogen. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Al(s) + H 2 SO 4(aq) Al 2(SO4) 3(aq) + H 2(g) Diketahui : Ar Al=27, H=1, S=32, O=16, N=14 Tentukan : a. Zat manakah yang merupakan pereaksi pembatas b. Berapa gram zat yang tidak ikut bereaksi c. Berapa gram garam yang terbentuk d. Berapa volume gas hidrogen yang terbentuk pada STP e. Berapa volume gas hidrogen yang terbentuk, jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama dengan massa 1liter gas NO yang bermassa 3 gram