METODE PENELITIAN LK

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

DASAR DAN METODE PENELITIAN: Teknik Sipil:

Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc. Program Studi Teknik Sipil DASAR DAN METODE PENELITIAN: Teknik Sipil

Course Outline:

Course Outline SKS : 2 jam/minggu Matakuliah Penunjang : Bahasa Inggris Statistika dan Probabilitas Fiqih Matakuliah Terkait : Tugas Akhir Kerja Praktek Materi Kuliah : Pendahuluan : Sejarah Perkembangan Ilmu , Ilmu dan Al- Qur -an, Landasan Penelaahan Ilmu dalam Islam Sarana Berpikir Ilmiah dan Pendekatan Kebenaran Metode Ilmiah dan Kebenaran Ilmiah Metode dan Sarana Penelitian Jenis Penelitian

Course Outline (contd.):

Course Outline (contd.) Materi Kuliah : Langkah-Langkah Penelitian Teknik Perumusan Masalah dan Tinjauan Pustaka Desain Eksperimen Teknik Penulisan Usulan dan Laporan Penelitian Teknik Penulisan Ilmiah Etika Dalam Penelitian Referensi : Leedy , P.D., 1997, “Practical Research: Planning and Design”, Sixth Edition, Prentice Hall, New Jersey. Sharp, J.A., and Howard, K., 1983, “The Management of A Student Research Project”, Gower, London. Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat UGM., 1996, “ Filsafat Ilmu ”, Liberty, Yogyakarta. Montgomery, D.C., and Runger , G.C., 2003, “Applied statistics and probability for engineers”, Third Edition, John Wiley & Son’s, New York Montgomery, D.C., 2001, “Design and Analysis of Experiments”, Fifth Edition, John Wiley & Sons

Course Outline (contd.):

Course Outline (contd.) Penilaian : Tugas Laporan (60%) Tugas (30%) Kehadiran di kelas (10%) Konsultasi : Setiap hari (13.00 – 14.00 WIB) Lain-lain : Segala perbuatan curang tidak diperbolehkan dalam ujian / mengerjakan tugas . Jika ada pertanyaan tentang materi kuliah , dapat menghubungi : muntohar@umy.ac.id

TUGAS (Term Project):

TUGAS (Term Project) Membuat Usulan Penelitian dengan topik : “Pemanfaatan Limbah Karbit”. Usulan Penelitian dikumpulkan dalam bentuk Buku (dijilid warna putih) Tugas dikerjakan oleh 2 orang. Usulan penelitian akan dipresentasikan. Siapkan juga bahan presentasi dalam format .ppt

I. Pendahuluan:

I. Pendahuluan Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc. Program Studi Teknik Sipil 9 September 2008

Apa itu penelitian atau Riset?:

7 Apa itu penelitian atau Riset? Penelitian sebagai perangkat ilmu Merupakan bagian tak terpisahkan dari proses ilmu untuk mengembangkan dirinya dalam upaya mencapai tujuan ilmu. Tujuan pokok ilmu adalah memahami gejala-gejala alam semesta. Tahapan untuk memahami ilmu: (1) deskripsi, (2) eksplanasi, dan (3) prediksi

Dari mana proses ilmu dimulai?:

8 Dari mana proses ilmu dimulai? Menurut Aliran Rasional (aliran Baconian) Proses ilmu dimulai dari data. Kumpulkan sejumlah fakta, cari hubungan-hubungan, dan simpulkan dalam bentuk teori. Ilmu dikembangkan secra induktif. Model ini melahirkan pendekatan penelitian kualitatif. Menurut Aliran Hipotetiko-Deduktif (Model Ilmu Tradisional) Proses ilmu dimulai dengan serangkaian aksioma yang berasal dari berbagai sumber (teori), kemudian mengubah teori ke dalam konsep yang dapat diamati. Teori menjadi landasan utama dalam mengugkapkan fenomena yang diamati. Model ini melahirkan pendekatan penelitian kuantitatif.

Penelitian sebagai Kegiatan Ilmiah:

9 Penelitian sebagai Kegiatan Ilmiah Penelitian adalah serangkaian upaya yang bertujuan untuk mengungkapkan fenomena dalam rangka mencari kebenaran ilmiah. Upaya penelitian harus: sistematis, logis, dan metodologis. Penelitian adalah upaya yang sistematis, logis, dan metodologis yang bertujuan untuk mengidentifikasikan, mendeskripsikan, mengeksplanasikan, dan memprediksikan fenomena dengan cara memandang fenomena tersebut sebagai sekumpulan variabel atau hubungan antarvariabel.

Gaya Berpikir (style of thinking):

Gaya Berpikir ( style of thinking ) Postulational Self-evident truth Method of authority Scientific method Literacy Untested opinion Existentialism (informal process) Idealism (highly interpretative ideas) Rationalism (formal structural proofs) Empiricism (observable, concrete data)

Metode Mencari Kebenaran:

11 Metode Mencari Kebenaran Metode Keteguhan (Method of Tenacity) Orang berpegang teguh pada suatu pendapat karena pendapat itu sudah diyakini kebenarannya sejak lama. Metode Otoritas (Method of Authority) Sesuatu diyakini kebenarannya dengan cara merujuk pada pernyataan orang yang dianggap ahli atau memiliki otoritas. Metode Intuisi (Method of Instuition) Sesuatu dikatakan benar berdasarkan kayakinan yang tidak perlu pembuktian lagi. Metode Ilmiah (Scientific Method) Kebenaran diperoleh dengan menggunakan prosedur yang berlandaskan pada kaidah-kaidah ilmu.

Kebenaran Anggapan Umum vs. Kebenaran Ilmiah:

12 Kebenaran Anggapan Umum vs. Kebenaran Ilmiah Informasi anggapan umum biasanya tidak disertai dengan penjelasan mengapa hal itu terjadi Informasi dalam anggapan umum mengandung konsep yang luas atau kabur Anggapan umu m diterima tanpa diuji kebenarannya. Anggapan umum tidak pernah mempersoalkan kontrol. Ilmu mengorganisasikan dan mengklasifikasikan pengetahuan berdasarkan penjelasan ilmiah, yakni pernyataan-pernyataan tentang kondisi-kondisi penentu terjadinya persistiwa. Kecermatan ilmu diungkapkan dalam bentuk kuantifikasi berdasarkan skala tertentu. Kebenaran ilmu bersifat Testabilitas. Ilmu selalu berusaha mengontrol variabel-variabel yang melekat pada suatu peristiwa. Kebenaran Anggapan Umum Kebenaran Ilmu

KAIDAH-KAIDAH ILMU:

13 KAIDAH-KAIDAH ILMU ORDE: Ilmu percaya bahwa alam semesta ini teratur, tidak serampangan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam semesta ini mengikuti aturan yang teratur, dalamsuatu pola yang tertentu, dalam suatu orde (tatanan). DETERMINISME : Ilmu percaya bahwa setiap peristiwa mempunyai sebab, determinan, atau anteseden (pendahulu) yang dapat diselediki. PARSIMONI : Dalam mengungkapkan realitas, ilmu lebih menyukai penjelasan yang sederhana daripada penjelasan yang kompleks. EMPIRISME : Kesimpulan-kesimpulan ilmu harus didasarkan pada pengalaman yang dapat diamati, pada peristiwa yang empiris.

Pengertian Metode Penelitian:

Pengertian Metode Penelitian Cara ilmiah : didasarkan pada ciri-ciri keilmuan Rasional : masuk akal, ada logika, diterima nalar Empiris : dapat diamati oleh indera manusia Sistematis : langkah-langkah tertentu yang logis Mendapatkan data : empiris dan valid (reliabel: konsisten; dan obyektif : disepakati bersama) Tujuan dan kegunaan tertentu : Penemuan : data betul-betul baru Pembuktian : data untuk membuktikan keragu-raguan Pengembangan : memperdalam dan memperluas pengetahuan yang ada

Metode Penelitian dalam Bidang Ilmu Teknik (Engineering):

Metode Penelitian dalam Bidang Ilmu Teknik (Engineering) Teknik (Engineering) ... mengembangkan cara –cara … Secara teknis, ekonomis, etis, dll, harus feasible (layak) Bagaimana ?

V. Jenis Penelitian:

V. Jenis Penelitian Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc. Program Studi Teknik Sipil 14 Oktober 2008

Penelitian Menurut Tujuan:

Penelitian Menurut Tujuan Penelitian Dasar (Basic Research) : tujuannya sekadar untuk memahami masalah secara mendalam agar dapat mengembangkan ilmu Penelitian Terapan (Applied Research): tujuannya untuk mendapatkan informasi guna memecahkan masalah

Penelitian Menurut Metode:

Penelitian Menurut Metode Penelitian survai : menggunakan sampel guna menarik generalisasi Penelitian ex-post facto : meneliti peristiwa yang telah terjadi; tidak dapat memberi perlakuan terhadap variabel bebas Penelitian eksperimen : ada perlakuan dan kontrol yang ketat terhadap variabel bebas Penelitian naturalistic : kualitatif Penelitian kebijakan : untuk memecahkan masalah sosial yang mendasar Penelitian tindak (action) : peneliti terlibat untuk mengubah situasi, perilaku dan organisasi Penelitian evaluasi : menjelaskan fenomena/gejala Penelitian sejarah : kejadian-kejadian logis yang berlangsung di masa lalu

Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi:

Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi Penelitian deskriptif : mengetahui nilai variabel mandiri; satu atau lebih variabel tanpa membuat perbandingan atau berusaha menghubungkan dengan variabel lain Penelitian komparatif : bersifat membandingkan variabel-variabel penelitian Penelitian asosiatif : mengetahui hubungan/pengaruh dua variabel atau lebih

Ruang Lingkup Penelitian Teknik Sipil:

Ruang Lingkup Penelitian Teknik Sipil Geoteknik : perilaku tanah, perbaikan tanah, fondasi, tanah longsor, likuifaksi, geosintetik, dll yang berkaitan dengan tanah. Struktur : analisis statik dan dinamik, analisis dan desain struktur beton dan baja, dll. Bahan Konstruksi : sifat-sifat dan perilaku bahan, bahan konstruksi alternatif, dll Keairan : sumber daya air, analisis hidrologi, model hidraulika Manajemen Konstruksi : manajemen proyek, estimasi biaya Transportasi : survey lalu lintas, bahan perkerasan, desain perkerasan, dll. Lingkungan : pencemaran lingkungan, perbaikan lingkungan ANALISIS DAN DESAIN DALAM BIDANG

VI. Tahapan Penelitian:

VI. Tahapan Penelitian Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc. Program Studi Teknik Sipil 14 Oktober 2008

Langkah-Langkah Penelitian:

Langkah-Langkah Penelitian Perumusan Masalah ( problem statement ) Penetapan Tujuan ( set objectives ) Penyusunan Tinjauan Pustaka ( review the related literatures ) Perumusan hipotesa Pengumpulan dan Pengolahan Data ( design of experiment ) Pembahasan ( in-depth analysis and discussion ) Penarikan Kesimpulan ( conclusion )

VII. Teknik Perumusan Masalah:

VII. Teknik Perumusan Masalah Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc. Program Studi Teknik Sipil 14 Oktober 2008

Perumusan Masalah:

Perumusan Masalah Masalah merupakan inti dari penelitian atau dikenal dengan “the heart of research”. Perumusan masalah merupakan hal yang sangat penting dan utama dalam penelitian (paramount in importance). Perumusan masalah sebagai pembeda antara penelitian yang satu dengan yang lainnya. Syarat pertama dalam merumuskan masalah harus dengan jelas (unwavering clarity) dan dinyatakan secara tepat (precise) dan tanpa kesalahan (unmistakable).

Kaidah-Kaidah Perumusan Masalah:

Kaidah-Kaidah Perumusan Masalah

VIII. Teknik Penyusunan Tinjauan Pustaka:

VIII. Teknik Penyusunan Tinjauan Pustaka Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc. Program Studi Teknik Sipil 21 Oktober 2008

Tujuan Membuat Tinjauan Pustaka (1/2):

Tujuan Membuat Tinjauan Pustaka (1/2) Untuk mengetahui apakah ada penelitian yang sama dengan penelitian yang akan dilakukan, bagaimana peneliti lain menyusun metodologi dan desain penelitiannya. Untuk membantu dalam merumuskan metode guna menyelesaikan kesulitan atau masalah dalam penelitian. Untuk menunjukkan sumber-sumber data atau informasi yang belum diketahui. Untuk lebih menyakinkan ( confidence ) dalam pemilihan topik penelitian.

Tujuan Membuat Tinjauan Pustaka (2/2):

Tujuan Membuat Tinjauan Pustaka (2/2) Untuk memperkenalkan personel yang terlibat dalam penelitian, sehingga dapat dijadikan sebagai narasumber dalam diskusi. Untuk membantu dalam pembuatan kerangka penelitian atau peta-alur (road map) penelitian yang akan dilakukan. Untuk memberikan ide-ide baru ( inspire ) yang belum terpikirkan. Untuk membantu guna mengevaluasi hasil penelitian dengan hasil-hasil penelitian yang sejenis

Jenis-Jenis Pustaka:

Jenis-Jenis Pustaka Jurnal-jurnal ilmiah/penelitian: Science, Canadian Geotechnical Journal, Geotechnical Testing Journal, Journal of Materials in Civil Engineering, Construction and Building Material, dll Dimensi Teknik Sipil, Dinamika Teknik Sipil, Jurnal Teknik Sipil, dll Naskah ilmiah dalam seminar/konferensi: Seminar Nasional Konferensi International (International Conference) Majalah ilmiah Buku Teks: sebaiknya hanya sebagai sumber informasi saja

Sumber Pustaka:

Sumber Pustaka Perpustakaan (library) - fisik Perpustakaan digital (e-library) Internet

Langkah-Langkah:

Langkah-Langkah Rumuskan/tetapkan Masalah Kumpulkan Jenis-Jenis Pustaka yang sejenis Kelompokkan berdasarkan topik/masalah Buat Tabel Ringkasan Susun dalam Paragraf-Paragraf

Tabel Tinjauan Pustaka:

Tabel Tinjauan Pustaka Referensi Topik/Masalah Metode Penelitian Hasil Nama Penulis, Tahun, Judul, Nama Jurnal, Volume, hal. Nama Penulis, Judul Naskah, Nama Seminar/Konferensi, Tempat, Tanggal. Nama Penulis, Judul, http://www.xxx.xx.xx (diakses tanggal dd-mm-yy) Nama Penulis, Judul Buku, Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Bab.

Contoh: Tabel Tinjauan Pustaka (1):

Contoh: Tabel Tinjauan Pustaka (1) Referensi Topik/Masalah Metode Penelitian Hasil Jaturapitakkul, C., and Roongreung, B., 2003, Cementing Material from Calcium Carbide Residue-Rice Husk Ash, Journal of Materials in Civil Engineering , Vol. 15 No. 5, 470-475. Limbah karbit atau calcium-carbide residue (CCR) banyak mengandung unsur Ca(OH) 2 . Jika unsur ini dapat direaksikan dengan bahan pozzolan akan menghasilkan bahan pembentuk semen. Abu sekam padi atau rice husk ash (RHA) memiliki kandungan SiO 2 yang sangat tinggi dimana merupakan bahan pozzolan. Reaksi antara CCR dan RHA dapat menghasilkan bahan seperti hasil hidrasi semen yaitu CAH dan CSH. Sehingga dapat menggantikan semen (cement substitution) untuk pembuatan mortar. Campuran CCR dan RHA dibuat dengan beberapa variasi perbandingan berat: 20:80,35:65, 50:50, 65:35, dan 80:20 untuk membuat mortar dengan w.c.r = 0,65. Jenis pengujian yang dilakukan: konsistensi, setting time, dan kuat tekan. Ukuran benda uji untuk uji kuat tekan berbentuk kubus dengan lebar sisi-sisi 5 cm dan diuji pada umur 1, 3, 7, 14, 28, 60, 90, dan 180 hari. Mortar semen dibuat sebagai variabel kontrol. Setting time awal dan akhir dari campuran pasta CCR – RHA cukup lama, dan belum dapat digunakan untuk beton . Sehingga masih diperlukan kajian terhadap setting time ini . Mortar dengan campuran 50% CCR dan 50% RHA mencapai kuat tekan yang paling tinggi yaitu 15,6 MPa dan 19,1 MPa masing-masing pada umut 28 dan 180 hari .

Contoh: Tabel Tinjauan Pustaka (2):

Contoh: Tabel Tinjauan Pustaka (2) Referensi Topik/Masalah Metode Penelitian Hasil Krammart, P., and Tangtermsirikul, S., 2003, A Study on Cement Made by Partially Replacing Cement Raw Materials with Municipal Solid Waste Ash and Calcium Carbide Waste, Science Asia , Vol. 29, 77-84. Limbah rumah tangga atau municipal solid waste (MSW) yang telah dibakar dapat menghasilkan bahan pozzolan sebagai bottom ash. Limbah karbit atau calcium-carbide waste (CCW) memiliki kandungan mengandung unsur Ca(OH) 2 . Kedua bahan tersebut dapat direaksikan yang akan menghasilkan bahan pembentuk semen. Campuran MSW dan CCW yang optimum akan menghasilkan kuat tekan yang tinggi dan dapat menggantikan semen (cement replacement) untuk pembuatan mortar. Bottom ash dihasilkan dari pembakaran MSW dalam oven selama 24 jam dengan suhu 105 o C. Kadar MSW dan CCW yang dicampur dalam semen: 5% dan 10% untuk membuat mortar dengan w.c.r = 0,70. Benda uji dari semen (OPC) dibuat sebagai control dengan w.c.r. = 0,53. Jenis pengujian yang dilakukan: konsistensi, setting time, dan kuat tekan.Ukuran benda uji untuk uji kuat tekan berbentuk kubus dengan lebar sisi-sisi 5 cm dan diuji pada umur, 7, 14, dan 28, hari. Setting time dari campuran pasta MSW – semen dan CCW – semen tidak banyak berbeda dengan OPC. Kuat tekan mortar dengan campuran MSW dan CCW lebih rendah dibandingkan dengan mortar OPC.

Contoh: Penyusunan Paragraf:

Contoh: Penyusunan Paragraf Limbah karbit atau calcium carbide residue (CCR) banyak mengandung unsur Ca(OH) 2 yang mana jika direaksikan dengan bahan pozzolan SiO 2 seperti abu sekam padi atau rice husk ash (RHA) dapat digunakan sebagai bahan pengganti semen. Jaturapitakkul dan Roongreung (2003) mengkaji pasta dan mortar dari campuran CCR dan RHA dengan variasi perbandingan 20:80,35:65, 50:50, 65:35, dan 80:20. Mortar tersebut dibuat dengan perbandingan air-semen sebesar 0,65. Dua jenis pengujian yang dilakukan adalah uji setting time pasta campuran CCR dan RHA dan kuat tekan mortar. Kuat tekan mortar diuji pada umur benda uji 1, 3, 7, 14, 28, 60, 90, dan 180 hari. Sebagai variabel kontrol dibuat pula benda uji dengan bahan semen atau orginal portland cement (OPC). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kuat tekan mortar mencapai nilai yang tertinggi dengan campuran CCR dan RHA sebanyak 50 : 50 namun masih lebih rendah dibandingan dengan OPC. Kuat tekan mortar meningkat seiring dengan bertambahnya umur (Gambar 1). Namun demikian, setting time pasta campuran CCR dan RHA masih lebih lama dibandingkan dengan pasta OPC sebagaimana disajikan pada Tabel 1. Sehingga masih diperlukan kajian yang mendalam jika akan digunakan sebagai bahan beton. Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh Krammart dan Tangtermsirikul (2003) yang mana melakukan kajian terhadap pasta dan mortar dari semen yang dicampur dengan bottom ash yang berasal dari limbah padat rumah tangga atau municipal solid waste (MSW) dan juga limbah karbit atau calcium carbide waste (CCW). Setting time pasta semen – MSW dan semen – CCW tidak jauh berbeda dengan setting time OPC, dan kuat tekan mortarnya lebih rendah dibandingkan dengan kuat tekan OPC. Kadar masing – masing MSW dan CCW yang dicampur dengan semen adalah 5% dan 10% dari berat semen.

PowerPoint Presentation:

Tabel 1 Nilai konsistensi dan setting time pasta CCR – RHA (Jaturapitakkul dan Roongreung, 2003) Gambar 1 Hubungan kuat tekan mortar CCR – RHA dan umur (Jaturapitakkul dan Roongreung, 2003)

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka:

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka Terdapat beberapa selingkung (style) dalam penulisan pustaka, diantaranya yang sering digunakan adalah: Harvard Style Vancouver Style Chicago Manual Style

Selingkung Harvard: Penulis – Tahun (author-date):

Selingkung Harvard: Penulis – Tahun (author-date) Pengacuan Dalam Teks Penulisan Daftar Pustaka Rahman (1987) melakukan kajian … . Reaksi pozzolan terjadi … (Ali dkk, 1992). Ali, F.H.A., Adnan, A., dan Choy, C.K., 1992, Geotechnical properties of a chemically stabilised soil from Malaysia with rice husk ash as an additive, Geotechnical and Geological Engineering , Vol. 10, pp. 117-134 Rahman, M.A., Effect of cement-rice husk ash mixtures on geotechnical properties of lateritic soils. Soils and Foundations , Vol. 27 No. 2, pp. 61-65 … (Grispoon & Bakalar, 1993). Grinspoon , L. & Bakalar , J.B. (1993), Marijuana: the forbidden medicine , Yale University Press, London.

Selingkung Harvard: Penulis – Tahun (author-date)-2:

Selingkung Harvard: Penulis – Tahun (author-date)-2 Dalam selingkung Harvard, daftar pustaka disusun urut berdasarkan abjad penulis (A – Z). Penulisan umum selingkung Harvard: Jurnal: Nama Belakang Penulis, Singkatan Nama Depan. Singkatan Nama Tengah (jika ada), (Tahun), Judul Artikel, Nama Jurnal (ditulis miring), Volume, Nomor, Halaman. Satu Penulis: Muntohar, A.S., (2006), The swelling of expansive subgrade at Wates-Purworejo roadway, Sta. 8+12, Jurnal Dimensi Teknik Sipil , Vol. 8 No. 2, pp: 106-110. Dua atau Lebih Penulis: Muntohar, A.S., dan Hashim, R., 2005, Determination of plastic limit using cone penetrometer: Re-appraisal, Jurnal Teknik Sipil , Vol. 11, No. 3, pp. 92-98.

Selingkung Harvard: Penulis – Tahun (author-date)-3:

Selingkung Harvard: Penulis – Tahun (author-date)-3 Buku: Nama Belakang Penulis, Singkatan Nama Depan. Singkatan Nama Tengah (jika ada), (Tahun), Judul Buku (ditulis miring), Edisi (Jika lebih dari satu edisi), Nama Penerbit, Tempat/Kota. Satu Penulis: Muntohar, A.S., (2005), Pengantar Rekayasa Geoteknik , Penerbit A&R, Yogyakarta. Dua atau Lebih Penulis: Supriyadi, B., dan Muntohar, A.S., 2006, Jembatan , Edisi ke-4, Beta Offset, Yogyakarta.

Selingkung Vancouver: Penulis – Nomor (author-number):

Selingkung Vancouver: Penulis – Nomor (author-number) Pengacuan Dalam Teks Penulisan Daftar Pustaka Rahman [1] melakukan kajian … . Reaksi pozzolan terjadi … [2] [1] Rahman MA. Effect of cement-rice husk ash mixtures on geotechnical properties of lateritic soils. J Soils Foundations. 1987; 27(2):61-5 [2] Ali FHA, Adnan A., Choy CK. Geotechnical properties of a chemically stabilised soil from Malaysia with rice husk ash as an additive, Geotech. Geol Engrg. 1992; 10:117-134 Grispoon dan Bakalar [3] … Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the forbidden medicine. London: Yale University Press; 1993.

Selingkung Vancouver: Penulis – Nomor (author-number)-2:

Selingkung Vancouver: Penulis – Nomor (author-number)-2 Selingkung Vancouver menulis secara “hemat”, daftar pustaka disusun urut berdasarkan urutan pustaka yang dikutip pertama kali dan seterusnya. Ditulis dalam [1], [2], dst. Penulisan umum selingkung Vancouver: Jurnal: [Nomor] Nama Belakang Penulis Singkatan Nama Depan Singkatan Nama Tengah (jika ada). Judul Artikel. Nama Jurnal (Disingkat sesuai acuan baku). Tahun; Volume(Nomor); Halaman. Buku: Nama Belakang Penulis Singkatan Nama Depan Singkatan Nama Tengah (jika ada). Judul Buku. Tempat/Kota: Nama Penerbit; Tahun.

VIII. Pengumpulan dan Pengolahan Data (design of experiments):

VIII. Pengumpulan dan Pengolahan Data ( design of experiments ) Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc. Program Studi Teknik Sipil 25 November 2008

Proses Penelitian Kuantitatif:

Proses Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif : logico-hypothetico-verifikatif Berdasarkan asumsi-asumsi obyektif-empiris Asumsi 1 : Bahwa obyek dapat diklasifikasi menurut sifat, jenis, struktur, bentuk, warna dan sebagainya Asumsi 2 : Bahwa setiap gejala ada penyebabnya Asumsi 3 : Bahwa suatu gejala tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu

Proses Penelitian Kuantitatif:

Proses Penelitian Kuantitatif Kajian Masalah: Empiris Teoritis Rumusan Masalah Konsep & Teori Yang relevan Penemuan Yang relevan Pengajuan Hipotesis Praduga Terhadap Hubungan antar Variabel Strategi Pendekatan Penelitian Penyusunan Instrumen Penelitian Penemuan Kesimpulan Berfikir membaca Hasil Penelitian Deduksi Induksi Yang menyatakan memilih Operasionalisasi Pengumpulan Analisis data

Penelitian Kuantitatif: Eksperimen:

Penelitian Kuantitatif: Eksperimen Eksperimen : cara penelitian yang sering dilakukan dibidang ilmu eksakta. Eksperimen : pengamatan dibawah kondisi buatan (artificial condition) dimana kondisi terebut dibuat dan diatur oleh peneliti. Penelitian Eksperimen : penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap obyek penelitian dan dikontrol. Percobaan dilakukan untuk menguji hipotesa.

Tujuan Penelitian Eksperimen:

Tujuan Penelitian Eksperimen Menyelidiki hubungan sebab – akibat antar dua variabel dan bentuk hubungannya dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu dan kontrol pada percobaan. Kontrol pada eksperimen dapat berupa: Manipulasi fisik Seleksi terhadap material atau obyek

Prosedur Umum Eksperimen (1):

Prosedur Umum Eksperimen (1) Tetapkan dan sesuaikan kebutuhan eksperimen, anggaran, tenaga, waktu. Rencanakan eksperimen secara rinci, tegaskan sasaran eksperimen, periksa unjuk kerja alat, buat analisis teoritis fenomena fisik. Tetapkan variabel primer yang harus diukur (gaya, regangan, debit, tekanan, suhu, dsb.) Tentukan ketelitian, jumlah pengukuran variable primer. Analisis kemungkinan kesalahan hasil pengukuran.

Prosedur Umum Eksperimen (2):

Prosedur Umum Eksperimen (2) Pilih alat yang sesuai dengan ketelitian yang diharapkan, jika perlu modifikasi alat. Lakukan eksperimen dengan melakukan beberapa pengukuran awal, dan lanjutkan dengan analisis pendahuluan. Lakukan modifikasi peralatan eksperimen dan atau prosedur pengukuran apabila hasil analisis awal menyatakan perlu perubahan. Lakukan ekperimen secara lengkap dan lakukan analisis data. Susun dan bahas serta publikasikan penemuan dan hasil eksperimen.

Instrumen Penelitian:

Instrumen Penelitian Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode dan instrumen pengumpul data penelitian: Tujuan penelitian: menentukan jenis variabel Sampel penelitian: jumlah Lokasi Pelaksana Biaya dan waktu

Contoh: Penyusunan Instrumen Penelitian:

Contoh: Penyusunan Instrumen Penelitian Judul : Pembuatan Semen dari Campuran Limbah Karbit dan Abu Sekam Padi. Tujuan : untuk mempelajari sifat-sifat fisis dan mekanis semen dari limbah karbit dan abu sekam padi. Variabel yang dikaji: Bebas (independent): rasio campuran kapur dan abu sekam padi, umur. Misal: 20K:80ASP, 30K:70ASP, 50K:50ASP, 70K:30ASP, 80K:20ASP. Variasi umur: 1, 3, 7, 14, 28 hari. Terikat (dependent): konsistensi, setting time pasta, kuat tekan mortar Kontrol: semen, faktor air semen. Metode Pengujian: Uji konsistensi: data yang diperoleh konsistensi Uji vicat: data yang diperoleh setting time Uji kuat tekan: data yang diperoleh kuat tekan mortar

Penyajian dan Analisis Data:

Penyajian dan Analisis Data Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc. Program Studi Teknik Sipil 21 Oktober 2008

Macam-macam Data:

Macam-macam Data Data : Kualitatif: deskriptif Kuantitatif : Diskrit Kontinum : Ordinal Interval Rasio

DATA KUANTITATIF:

DATA KUANTITATIF Data yang dinyatakan dalam angka atau data kualitatif yang diangkakan Data kuantitatif dibedakan menjadi dua: Diskrit/nominal : data yang hanya dapat digolong- golongkan secara terpisah, diskrit atau kategori. Data diperoleh dari hasil menghitung. Misal : dalam I kelas setelah dihitung terdapat 50 mahasiswa terdiri atas 30 pria dan 20 wanita Kontinum: data yang bervariasi menurut tingkatan dan diperoleh dari hasil pengukuran

DATA KONTINUM ORDINAL:

DATA KONTINUM ORDINAL Data kontinum ordinal adalah data yang berbentuk rangking atau peringkat, misalnya : juara I, II, III Atau, data yang dinyatakan dalam skala, dengan jarak satu data dengan data yang lain tidak sama I II III IV V VI 88 83 66 60 40 30

DATA KONTINUM RATIO:

DATA KONTINUM RATIO Data kontinum ratio adalah data yang jaraknya sama dan mempunyai nilai nol mutlak, misal: berat 0 kg berarti tidak ada bobotnya Data ini juga dapat dirubah ke dalam interval dan ordinal atau dapat dijumlahkan / dikalikan

DATA KONTINUM INTERVAL:

DATA KONTINUM INTERVAL Data kontinum interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidak mempunyai nilai nol (0) absolut/mutlak, misal : skala thermometer, walaupun ada nilai 0ºC tetapi tetap ada nilainya Data interval dapat dibuat menjadi data ordinal (peringkat). -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Data ordinal

Data dan Penyajian Data :

Data dan Penyajian Data Tugas peneliti adalah mendapatkan data untuk ‘mengisi’ variabel penelitian Data akan sangat bergantung dari definisi operasional variabel penelitian. Data untuk penelitian experiment lebih sering disajikan dalam bentuk Tabel atau Grafik. DATA INFORMASI KESIMPULAN

Contoh::

Contoh:

Analisis Data: Statistik:

Analisis Data: Statistik

Latihan Analisis Data:

Latihan Analisis Data Rabu, 24 Desember 2008 Pukul 13.30 WIB Laboratorium Komputer Jurusan Teknik Sipil

Analisis Statistik:

Analisis Statistik Data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka atau bisa diangkakan, analisis statistik lebih tepat digunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial Statistik deskriptif digunakan untuk membantu memaparkan (menggambarkan) keadaan yang sebenarnya (fakta) dari satu sampel penelitian  penelitian deskriptif Penelitian deskriptif tidak untuk menguji suatu hipotesis.

Analisis Statistik:

Analisis Statistik Statistik hanyalah alat yang membantu peneliti untuk memudahkan memahami dan memberikan makna dari data penelitian yang diperoleh Tugas peneliti untuk memberikan interpretasi terhadap data yang diperoleh dan membahasnya lebih lanjut secara lebih mendalam dan komprehensif berdasarkan teori-teori yang mendukung serta fakta yang terjadi di lapangan. Pada ruang ‘interpretasi hasil analisis data’ inilah karya monumental seorang peneliti diperoleh

Statistika inferensial :

Statistika inferensial Digunakan untuk mengolah data kuantitatif dengan tujuan untuk menguji kebenaran suatu teori baru yang diajukan peneliti yang dikenal dengan hipotesis  penelitian inferensial Dalam penelitian inferensial, teknik analisis statistik yang digunakan mengacu kepada suatu pengujian hipotesis

Langkah-langkah pokok dalam pengujian hipotesis ::

Langkah-langkah pokok dalam pengujian hipotesis : Membuat asumsi  kondisi apa yang dapat “diterima “ oleh peneliti Menentukan statistik uji Memilih suatu tingkat Signifikansi Menghitung harga statistik uji Membuat keputusan uji (diterima / ditolak)

Rambu-rambu Pemilihan Teknik Analisis Statistika:

Rambu-rambu Pemilihan Teknik Analisis Statistika Tipe penelitian (deskriptif, inferensial) Jenis variabel (terikat, bebas) Tingkat pengukuran variabel (nominal, ordinal, interval) Banyaknya variabel (satu, lebih dari satu ) Maksud statistik (kecenderungan memusat, variabilitas, hubungan (korelasi, asosiasi), pembandingan (komparasi), interaksi, kecocokan, dan sebagainya).

A. Banyaknya variabel : 1 (satu):

A. Banyaknya variabel : 1 (satu) No Pengukuran Variabel Maksud Statistik Teknik Analisis 1 Nominal Tendensi sentral Mode (modus) Dispersi Frekuensi relatif Frekuensi Frekuensi realtif, prosentase Uji kecocokan Chi kuadrat

A. Banyaknya variabel : 1 (satu):

A. Banyaknya variabel : 1 (satu) No Pengukuran Variabel Maksud Statistik Teknik Analis 2 Ordinal Tendensi sentral Median Dispersi Deviasi antar kuartil Frekuensi Frekuensi relatif, prosentase Uji kecocokan Kolmogorov, Kolmogorov– Smirnov

A. Banyaknya variabel : 1 (satu):

A. Banyaknya variabel : 1 (satu) No Pengukuran Variabel Maksud Statistik Teknik Analis 3 Interval Tendensi sentral Mean Dispersi Deviasi standard Kesimetrikan Kemiringan Keruncingan Kurtosis Frekuensi Frekuensi relatif, prosentase Uji kecocokan Lilliefors ( normalitas )

B. Banyaknya variabel 2 (dua) atau lebih:

B. Banyaknya variabel 2 (dua) atau lebih No Variabel & Tingkat Pengukuran Maksud statistik Teknik Analisis 1 VT = 1; interval VB = 1; interval VT(Variabel terikat) VB (variabel bebas) Hubungan antar variabel : kekuatan hubungan Korelasi sederhana bentuk hubungan Regresi sederhana Prediksi Regresi sederhana Sumbangan prediktor Analisis kebersamaan

B. Banyaknya variabel 2 (dua) atau lebih:

B. Banyaknya variabel 2 (dua) atau lebih No Variabel & Tingkat Pengukuran Maksud statistik Teknik Analisis 2 VT = 1; interval VB > 1; interval Hubungan antar variabel : kekuatan hubungan Korelasi ganda, parsial bentuk hubungan Regresi ganda Prediksi Regresi ganda Sumbangan prediktor Analisis kebersamaan

B. Banyaknya variabel 2 (dua) atau lebih:

B. Banyaknya variabel 2 (dua) atau lebih No Variabel & tingkat pengukuran Maksud statistik Teknik Analisis 3 VT = 1; interval VB = 1; nominal Perbedaan efek Var bebas Analisis varian satu jalan Perbedaan beberapa mean Uji beda dua mean

B. Banyaknya variabel 2 (dua) atau lebih:

B. Banyaknya variabel 2 (dua) atau lebih No Variabel & tingkat pengukuran Maksud statistik Teknik Analisis 4 VT = 1; interval VB > 1; nominal Perbedaan efek Var bebas Analisis varian multi jalan Kombinasi (interkasi) VB Analisis varian multi jalan Perbedaan beberapa mean Komparasi ganda ( Metode Newman- Keuls Duncan)

B. Banyaknya variabel 2 (dua) atau lebih:

B. Banyaknya variabel 2 (dua) atau lebih No Variabel & tingkat pengukurannya Maksud statistik Teknik Analisis 5 VT  1 ; interval VB  1; ordinal Perbedaan efek variabel bebas (interaksi VB) Analisis varian multi jalan. Prosedure : ubah data ordinal menjadi nominal Perbedaan beberapa mean Komparasi Ganda. Prosedure : ubah data ordinal menjadi nominal Hubungan rank (jenjang) Korelasi rank Spearman; korelasi rank Kendall. Prosedur : ubah data interval menjadi ordinal

B. Banyaknya variabel 2 (dua) atau lebih:

B. Banyaknya variabel 2 (dua) atau lebih No Variabel & tingkat pengukurannya Maksud statistik Teknik Analisis 6 VT  1; ordinal VB  1; interval Perbedaan efek variabel bebas Analisis variansi Friedmann Prosedure : ubah data interval menjadi nominal Hubungan rank (jenjang) Korelasi rank. Prosedure : ubah data interval menjadi ordinal

IX. Penyusunan Usulan Penelitian:

IX. Penyusunan Usulan Penelitian Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc. Program Studi Teknik Sipil 3 Desember 2008

Isi Usulan Penelitian:

Isi Usulan Penelitian I. JUDUL II. PENDA-HULUAN III. RUMUSAN MASALAH IV. TINJAUAN PUSTAKA V. TUJUAN PENELITIAN VI. KONSTRI-BUSI PENELITIAN VII. METODE PENELITIAN VIII. JADWAL PENELITIAN (Dimodifikasi dari Sistematika Usul Penelitian Dosen Muda)

Sistematika Usulan Penelitian (1):

Sistematika Usulan Penelitian (1) Judul : Singkat dan spesifik, tetapi cukup jelas memberi gambaran mengenai penelitian yang diusulkan Contoh: Penelitian tentang stabilisasi tanah dengan kapur. “Pengaruh Kadar Kapur terhadap Sifat-Sifat Fisik Tanah”. Judul kurang baik, karena penggunaan kata “pengaruh” tidak spesifik. Lebih baik dipilih judul: “ Perbaikan Sifat-Sifat Fisik Tanah Lempung Ekspansif dengan Kapur ”. Penelitian tentang simpang bersinyal. “ Analisis Lampu Lalulintas pada Simpang Bersinyal ”. Judul kurang baik dan kurang jelas apa yang akan ditelitinya lampu lalu lintas atau simpang bersinyal, berapa jumlah simpang. Lebih baik dipilih misalnya: “ Optimasi lebar jalan pada simpang tiga bersinyal di Yogyakarta ”.

Sistematika Usulan Penelitian (2):

Sistematika Usulan Penelitian (2) Pendahuluan : Penelitian dilakukan untuk menjawab keingintahuan peneliti untuk mengungkapkan suatu gejala/dugaan atau menerapkannya untuk suatu tujuan. Argumentasi pentingnya penelitian atau latar belakang atau hal-hal yang mendorong penelitian dilakukan termasuk proses untuk identifikasi masalah. Perumusan Masalah : Rumusan masalah yang akan diteliti dinyatakan dengan jelas, termasuk hipotesis atau dugaan yang akan dibuktikan. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup atau batasan penelitian. Penulisan rumusan masalah hendaknya dalam pernyataan-pernyataan bukan dalam bentuk kalimat pertanyaan.

Sistematika Usulan Penelitian (4):

Sistematika Usulan Penelitian (4) Tinjauan Pustaka : Menguraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian yang akan dilakukan. Tinjauan Pustaka mencakup: teori, temuan, dan bahkan penelitian lain yang diperoleh dari acuan atau hasil penelitian terdahulu yang dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan. Tinjuan Pustaka hendaknya dari pustaka terkini, relevan, dan asli dari jurnal ilmiah. Buku teks, bahan ajar, atau panduan praktikum tidak layak dijadikan sebagai acuan dalam Tinjauan Pustaka. Semua pustaka yang diacu dalam Tinjauan Pustaka tertulis dalam Daftar Pustaka.

Sistematika Usulan Penelitian (5):

Sistematika Usulan Penelitian (5) Tujuan Penelitian : Memberikan pernyataan singkat mengenai tujuan penelitian. Penelitian dapat bertujuan untuk mempelajari, menguraikan, menerangkan, membuktikan, membuktikan atau menerapkan suatu gekala, konsep atau dugaan, atau membuat suatu prototype. Kontribusi Penelitian : Menguraikan manfaat atau sumbangan penelitian pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, pemecahan masalah pembangunan. Perlu diuraikan secara detail dimana letak kontribusinya.

Sistematika Usulan Penelitian (6):

Sistematika Usulan Penelitian (6) Metode Penelitian : Menjelaskan metode penelitian yang akan digunakan secara rinci. Uraian meliputi variabel penelitian, model yang digunakan, rancangan penelitian, bahan dan alat yang digunakan, teknik pengumpulan dan analisis data, cara penyimpulan hasil. Tahapan penelitian dan prosedur pengujian perlu dijelaskan dengan rinci, bila perlu dapat dibuat diagram alir penelitian dan prosedur pengujian. Jadwal Penelitian : Jawal penelitian dibuat secara rinci dalam bentuk bar-chart yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan dan analisis data (mengacu pada Metode Penelitian), penyusunan laporan.

Lampiran Usulan Penelitian:

Lampiran Usulan Penelitian Personalia Penelitian: ketua dan anggota penelitian Perkiraan Biaya Penelitian: honorarium, bahan dan alat, perjalanan, dll. Daftar Pustaka

X. Penulisan Laporan Penelitian:

X. Penulisan Laporan Penelitian Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc. Program Studi Teknik Sipil 3 Desember 2008

Pengantar:

Pengantar Laporan lengkap suatu penelitian ilmiah ditulis setelah seluruh kegiatan penelitian termasuk pembahasan hasil-hasilnya telah selesai dilakukan. Laporan ditulis dengan maksud supaya peneliti dapat mengkomunikasikan pikiran tentang penemuan-penemuannya secara sistematis. Laporan ditulis supaya orang lain dapat mengikuti, memahami, dan memberikan kritik-kritikan yang konstruktif tentang pokok masalah dalam penelitian. Laporan penelitian disusun dengan cara-cara yang lazim dalam tradisi Perguruan Tinggi

Kerangka Laporan:

Kerangka Laporan Sistematika penulisan laporan penelitian dissesuaikan dengan masing-masing instansi atau perguruan tinggi.

Kerangka Laporan (Kerlinger):

Kerangka Laporan ( Kerlinger ) I. Masalah 1. Teori 2. Penelitian Sebelumnya, kepustakaan II. Metodologi Pengumpulan Data 1. Sampel dan Metode Sampling 2. Cara Pengujian Hipotesa 3. Pengukuran Variabel 4. Metode analisis statistik 5. Pengujian dan kajian percontohan/pilotstudy III. Hasil: Tafsir dan Kesimpulan

KERANGKA LAPORAN (DONALD ARY):

KERANGKA LAPORAN ( DONALD ARY ) Halaman Permulaan A. Halaman Judul B. Halaman Pengesahan C. Prakata D. Daftar Isi E. Daftar Tabel F. Daftar Gambar

PowerPoint Presentation:

Batang Tubuh A. Pendahuluan 1. Pernyataan masalah dan dasar pemikiran penyelidikan 2. Tujuan 3. Batasan Masalah 4. Tinjauan kepustakaan yang berkaitan B. Bagian Metode dan Hasil Penelitian 1. Subyek 2. Prosedur 3. Instrumen Alat Pengukur 4. Penyajian dan Analisis Data C. Bagian dan Pembahasan Hasil Penelitian 1. Penafsiran Hasil Penyelidikan 2. Implikasi 3. Penerapan D. Kesimpulan dan Ringkasan 1. Kesimpulan 2. Ringkasan

PowerPoint Presentation:

Halaman Lampiran A. Daftar Kepustakaan B. Apendiks C. Riwayat Hidup (Kalau Diminta) D. Abstrak

Kerangka Laporan Yang Lazim (2):

Kerangka Laporan Yang Lazim (2) Bagian Awal 1. Kulit Luar 2. Halaman Kosong 3. Halaman Judul 4. Halaman Pengesahan 5. Halaman Ungkapan/Pernyataan isi Hati (Kalau Ada) 6. Halaman Kata Pengantar 7. Halaman Daftar Isi 8. Halaman Daftar Tabel 9. Halaman Daftar Grafik 10.Halaman Daftar Gambar

Kerangka Laporan Yang Lazim (2):

Kerangka Laporan Yang Lazim (2) Bagian Inti 1. Halaman-halaman Pendahuluan 2. Halaman-halaman Landasan Teori 3. Halaman-halaman Metodologi Penelitian 4. Halaman Analisis Data dan Pembahasan Analisis Data 5. Halaman-halaman Kesimpulan dan Saran C. Bagian Akhir 1. Ringkasan 2. Halaman-halaman Daftar Pustaka 3. Halaman-halaman Lampiran

Format Penulisan Laporan:

Format Penulisan Laporan 1. Kertas Laporan Penelitian pada umumnya diketik/diprint diatas kertas A4 dengan spasi 1,5 . 2. Margin Tepi kiri 4 cm, Atas 4cm, Kanan 3 cm dan bawah 3 cm 3. Penomoran Halaman Halaman-halaman awal diberi nomor halaman dengan angka Romawi (i, ii, iii ...) dan ditulis dibagian tengah bawah. Halaman isi dimulai dari Bab Pendahuluan diberi dengan nomor halaman dengan angka Arab (1,2,3..). Halaman pertama setiap Bab ditulis ditengah bawah dan untuk halaman berikutnya ditulis di bagian kanan atas, sistem seperti ini menganut sistem paginasi praktis dan convenient.

HALAMAN JUDUL:

HALAMAN JUDUL Halaman Judul berisi: Judul Laporan - Diketik seluruhnya dengan huruf besar dan tidak boleh ada kata yang disingkat - Judul lebih dari satu baris ketikan harus dalam bentuk piramida terbalik (Huruf V) - Kalimat Judul tidak perlu ditutup dengan tanda titik atau tanda-tanda lainnya. Jenis Laporan - Skripsi/Thesis/Paper/Disertasi ditulis dengan huruf besar tepat ditengah-tengah halaman Nama fakultas dan Universitas atau Institut Diajukan kepada Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagai Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Teknik 4. Nama Penulis Nama Kota Universitas atau Institut yang menerima laporan dan tahun atau bulan diajukan aporan penelitian tersebut.

HALAMAN PENGESAHAN:

HALAMAN PENGESAHAN Halaman pengesahan pada umumnya diperlukan untuk skripsi, thesis atau disertasi tetapi tidak dituntut untuk paper ataupun laporan research. Halaman pengesahan akan menempati halaman nomor dua, sebab halaman judul tidak boleh lebih dari satu halaman.

HALAMAN KATA PEMBUKA DAN KATA PENGHARGAAN:

HALAMAN KATA PEMBUKA DAN KATA PENGHARGAAN Kata pembuka dibuat sepadat-padatnya jangan bertele-tele dan segera dilanjutkan dengan ucapan terimakasih Lebih baik bila dituliskan cukup dalam satu halaman.

HALAMAN DAFTAR ISI:

HALAMAN DAFTAR ISI Dimaksudkan untuk memeberikan gambaran atau petunjuk secara global mengenai seluruh isi yang terdapat dalam buku atau karya yang disajikan Daftar isi disusun secara runtun dari halaman pertama sampai halaman terakhir Penulisan Judul, halaman pengesahan, Kata pembuka, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Grafik, Daftar Gambar dan judul masing-masing BAB harus ditulis dengan huruf besar semua

HALAMAN DAFTAR GRAFIK, DIAGRAM ATAU GAMBAR:

HALAMAN DAFTAR GRAFIK, DIAGRAM ATAU GAMBAR Dimaksudkan untuk memeberikan gambaran secara global dan mempermudah pembaca dalam mencari informasi mengenai grafik, diagram maupun gambar yang tersaji secara runtun dari halaman pertama sampai halaman terakhir

BAB PENGANTAR:

BAB PENGANTAR Unsur-unsur penting yang terdapat dalam Bab Pengantar antara lain: Pembeberan Persoalan atau penegasan mengenai judul Pentingnya penelitian atau alasan pemilihan judul Arti dan kedudukan penelitian tersebut dalam ilmu pengetahuan yang bersangkutan Pembatasan Sistematika Laporan Semata-mata hanya mengantarakan pada persoalan pokok, tidak perlu diuraikan secara bertele-tele, dalam bab ini hanya disinggung tentang adanya persoalan dan pentingnya persoalan itu dipecahkan.

BAB ANALISA DAN LANDASAN TEORI:

BAB ANALISA DAN LANDASAN TEORI Tujuan penting dari bab ini adalah untuk memberikan pertanggung jawaban mengenai dasar-dasar landasan teoritik deduktif hipotesa hipotesa yang dijadikan pusat dari kegiatan studi atau research yang diselenggarakan. Unsur-unsur penting dalam bab ini yaitu: Analisa yang kompak pendapat, ide dan penemuan-penemuan dimasa lampau dari para ahli mengenai masalah-masalah yang berhubungan dengan pokok persoalannya. Eksposisi atau mengetengahkan anggapan-anggapan dasar yang menjadi tiang-tiang penyangga dari hipotesa-hipotesa yang dikemukakan Stetemen tentang hipotesa-hipotesa yang hendak diselidiki, setelah diberi landasan-landasan dalam langkah kedua ini juga perlu dirumuskan secara terpisah dan dikemukakan secara eksplisit Hasil-hasil yang diharapkan dari pengetasan hipotesa-hipotesa tersebut, beserta konsekuensi-konsekuensinya yang logik untuk praktek dalam kondisi jika hipotesa-hipotesa terbukti kebenarannya

BAB ANALISA DAN PENETAPAN METODOLOGI YANG DIPAKAI:

BAB ANALISA DAN PENETAPAN METODOLOGI YANG DIPAKAI Penegasan mengenai populasi penyelidikan, penetapan sampelnya,dan teknik samplingnya. Penganalisaan dan penetapan metode-metode pengumpulan data yang hendak digunakan, serta keterangan-keterangan seperlunya mengenai prosedur pelaksanaannya. Alasan dan ulasan mengenai metode-metode analisa data yang dipilih, serta prosedur penerapan metode-metode itu terhadap jenis-jenis data yang akan dikumpulkan

BAB PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA:

BAB PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA Bab ini dimulai dengan uraian atau deskripsi singkat mengenai data dikumpulkan. Hal-hal yang tidak relevan tidak perlu dilaporkan Data dapat disajikan dalam bentuk textular (dalam kata-kata), dalam bentuk grafik (dalam gambar atau lukisan), maupun dalam bentuk tabelaris (dalam susunan yang bergolong-golong)

BAB ANALISA DATA:

BAB ANALISA DATA Bab analisa data didahului dengan penyajian bukti-bukti mengenai validita dan reliabilita alat pengumpulan datanya, jika diperlukan. Unsur-unsur yang perlu diperhatikan untuk bab analisa data adalah : 1. Analisa Statistik 2. Analisa Kualitatif 3. Analisa Komparatif 4. Kesimpulan-kesimpulan Hasil-Analisa

BAB RINGKASAN DAN SARAN-SARAN:

BAB RINGKASAN DAN SARAN-SARAN Bab ini disediakan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai apa saja yang telah dihasilkan oleh suatu penelitian Unsur-unsur yang sangat diperlukan dalam bab ringkasan dan saran-saran adalah: 1. Ungkapan kembali pokok-pokok persoalannya 2. Pernyataan kembali metode yang digunakan. 3. Pernyataan kembali pemecahan persoalannya dan hasil-hasil pemecahan yang dipakai 4. Saran-saran atau rekombinasi.

ANALISA STATISTIK:

ANALISA STATISTIK Suatu analisa yang membuktikan hipotesa-hipotesa dengan kenyataan-kenyataan dalam bentuk angka-angka ( facts and figures ), sehingga dapat memecahkan suatu persoalan pada suatu level yang perlu dilengkapi dengan suatu analisa yang lebih mendalam.

ANALISA KUALITATIF:

ANALISA KUALITATIF Suatu analisa yang biasa disebut juga analisa isi atau content analysis dapat juga merupakan analisa yang berdiri sendiri bukan sebagai pelengkap analisa statistik.

ANALISA KOMPARATIF:

ANALISA KOMPARATIF Suatu analisa yang menggunakan lebih dari satu kasus yang dapat dilakukan secara statistik maupun secara kualitatif, akan tetapi tidak semua analisa statistik dan analisa kualitatif adalah analisa komparatif. Jika statistik digunakan untuk pengetesan hipotesa menurut pengertian stastistik, maka analisa statistik semacam ini sudah termasuk dalam analisa komparatif.

KESIMPULAN-KESIMPULAN HASIL ANALISA:

KESIMPULAN-KESIMPULAN HASIL ANALISA Suatu ringkasan yang dimaksudkan untuk membuktikan kebenaran atau kesalahan pada hipotesa-hipotesa

XI. Penulisan Artikel Ilmiah: Jurnal dan Seminar:

XI. Penulisan Artikel Ilmiah: Jurnal dan Seminar Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc. Program Studi Teknik Sipil 10 Desember 2008

Publikasi Hasil Penelitian:

Publikasi Hasil Penelitian Hasil-hasil penelitian seharusnya dipublikasikan pada jurnal ilmiah guna menjamin kejujuran dan keterbukaan serta diseminasi ilmu. Dengan dipublikasikannya hasil penelitian pada jurnal ilmiah maka seorang peneliti dapat mengukur kualitas penelitiannya. Jurnal Ilmiah sebaiknya Jurnah bertaraf International, atau setidaknya Jurnal Nasional (Indonesia) Terakreditasi karena terdapat proses peer-review.

Sistematika dan Format Penulisan Jurnal Ilmiah:

Sistematika dan Format Penulisan Jurnal Ilmiah Setiap Jurnal Ilmiah memiliki sistematika dan formatnya masing-masing. Setiap naskah yang hendak dipublikasikan seharusnya mengikuti Petunjuk Penulisan atau lebih dikenal dengan Guide for Author (GFA) atau Instruction for Author (IFA). Naskah jurnal dibatasi jumlah halamannya (lazimnya: 6-12 halaman).

Sistematika (Umum) Penulisan Jurnal Ilmiah:

Sistematika (Umum) Penulisan Jurnal Ilmiah Judul Nama Penulis (sendiri dan kelompok) Afiliasi Penulis Abstrak atau Ringkasan Kata-kata kunci Isi: Pendahuluan Metode Penelitian Hasil Pembahasan Kesimpulan Daftar Pustaka

Judul (Title):

Judul (Title) Hal pertama yang dibaca. Ciri judul yang baik: Sederhana dan ringkas, tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Lazimnya < 12 kata. Tidak menggunakan singkatan. Lazimnya tidak berupa kata kerja. Menunjukkan sesuatu yang baru dan penting (menarik). Mengandung kata-kata kunci ( keywords ). Mencerminkan isi naskah.

Abstrak (Abstract):

Abstrak ( Abstract ) Sering juga ditulis sebagai “Ringkasan” atau “Inti Sari ( summaries ). Kebanyakan jurnal membatasi jumlah kata tidak lebih 200 kata. Ditulis dengan bahasa yang Berisi semua kata-kata kunci. Abstrak akan berdiri sendiri, sehingga harus ditulis lengkap berisi: Latar belakang, Tujuan, Metode, Hasil Penelitian yang utama, dan Kesimpulan.

Abstrak:

Abstrak Seharusnya tidak berisikan : Penulisan latar belakang yang sangat panjang, Menyebutkan atau mengacu pustaka lainnya, Singkatan-singkatan atau istilah baru yang membingungkan pembaca, Ilustrasi, gambar, atau tabel, atau merujuk pada gambar atau tabel.

Contoh Penulisan Abstrak: Satu Paragraf:

Contoh Penulisan Abstrak: Satu Paragraf Besarnya penurunan dapat didiperkirakan dengan menggunakan teori Boussinesq. Namun metode ini didasarkan pada keterbatasan anggapan model tanah. Model embankment sederhana di laborarium dibuat untuk mempelajari karakteristik penurunan embankment di atas tanah lempung lunak. Model embankment dibuat dari bahan flexiglass dan bersifat kaku (rigid) dengan skala dimensi panjang (L) 1 : 100. Uji model penurunan dilakukan untuk dua lapisan tenah lempung yang berbeda yaitu 10 cm (P-1) dan 20 cm (P-2). Uji konsolidasi dilakukan untuk mengetahui sifat pemampatan tanah lempung yang digunakan dalam pengujian model. Penghitungan penurunan konsolidasi ini didasarkan pada 3 metode yang berbeda yaitu metode one-point, aturan 1/6 Simpson, dan sub-layers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sub-layers lebih sesuai dengan teori distribusi tegangan dalam tanah dibandingkan dua metode lainnya. Jumlah pembagian lapisan tanah sejumlah n = 20, cukup memberikan tingkat konvergensi penurunan yang baik. Kesesuaian dan ketepatan penggunaan metode sub-layers ini juga dibuktikan dengan pembandingan terhadap hasil uji model. Secara umum disimpulkan bahwa metode sub-layers lebih sesuai diterapkan untuk memperkirakan penurunan konsolidasi pada lapisan tanah lempung lunak dengan h > lebar fondasi embankment (B f ). Kata-kata kunci: penurunan, konsolidasi, embankment, lempung lunak.

Contoh Penulisan Abstrak: Tiga Paragraf:

Contoh Penulisan Abstrak: Tiga Paragraf Besarnya penurunan dapat didiperkirakan dengan menggunakan teori Boussinesq. Namun metode ini didasarkan pada keterbatasan anggapan model tanah. Model embankment sederhana di laborarium dibuat untuk mempelajari karakteristik penurunan embankment di atas tanah lempung lunak. Model embankment dibuat dari bahan flexiglass dan bersifat kaku (rigid) dengan skala dimensi panjang (L) 1 : 100. Uji model penurunan dilakukan untuk dua lapisan tenah lempung yang berbeda yaitu 10 cm (P-1) dan 20 cm (P-2). Uji konsolidasi dilakukan untuk mengetahui sifat pemampatan tanah lempung yang digunakan dalam pengujian model. Penghitungan penurunan konsolidasi ini didasarkan pada 3 metode yang berbeda yaitu metode one-point, aturan 1/6 Simpson, dan sub-layers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sub-layers lebih sesuai dengan teori distribusi tegangan dalam tanah dibandingkan dua metode lainnya. Jumlah pembagian lapisan tanah sejumlah n = 20, cukup memberikan tingkat konvergensi penurunan yang baik. Kesesuaian dan ketepatan penggunaan metode sub-layers ini juga dibuktikan dengan pembandingan terhadap hasil uji model. Secara umum disimpulkan bahwa metode sub-layers lebih sesuai diterapkan untuk memperkirakan penurunan konsolidasi pada lapisan tanah lempung lunak dengan h > lebar fondasi embankment (B f ). Kata-kata kunci: penurunan, konsolidasi, embankment, lempung lunak.

Kata-Kata Kunci (keywords):

Kata-Kata Kunci (keywords) Merupakan kata-kata yang akan digunakan sebagai katalog atau indek. Biasanya terdiri 3-6 kata. Kata-kata kunci sebaiknya terkandung dalam judul. Pada beberapa jurnal, kata-kata kunci sudah dibuatkan standar pengelompokannya.

Penulis (author(s)) dan Alamat (address):

Penulis (author(s)) dan Alamat (address) Ditulis secara konsisten, misal: Agus Setyo Muntohar, A.S. Muntohar, bukan Agus S.M. Tidak disertai gelar akademik: Ir., M.Sc., Dr., Prof. Jika penulis lebih dari satu, dituliskan urut sesuai dengan peran dari masing-masing. Penulis yang memiliki hak penelitian ditulis paling dulu. Alamat merupakan alamat pada saat penulis mengerjakan penelitian tersebut.

XII. Etika Penelitian:

XII. Etika Penelitian Dr.Eng. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc. Program Studi Teknik Sipil 10 Desember 2008

Definisi:

Definisi Etika sebagai salah satu cabang Aksiologi (cabang Filsafat) yang membahas masalah nilai baik dan buruk. Etika merujuk pada nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Etika penelitian termasuk etika normatif yang khusus terkait dengan tanggung jawab profesi (peneliti). Etika penelitian setidaknya dimaksudkan untuk mencegah plagiat dan kebohongan.

Sikap Peneliti:

Sikap Peneliti Kompeten: menguasai dalam bidang ilmunya, memiliki rekam jejak (track record) dalam bidang ilmunya. Obyektif: tidak mencampur-adukan pendapat pribadi dengan fakta hasil penelitian dan kaidah-kaidah keilmuan. Jujur: mengungkapkan berbagai kendala, kekurangan, kesalahan dalam penelitian dengan tidak memaksakan pendapat pribadi menjadi suatu fakta. Terbuka: bersedia menerima bukti atau fakta penelitian. Mematuhi etika ilmiah/penelitian. Disiplin.