unsur unsur intriinsik cerpen

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERPEN : 

UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERPEN Oleh: Waridin, S.Pd. M.Hum.

Unsur Ekstrinsik : 

Unsur Ekstrinsik Unsur-unsur yang berada di luar karya sastra itu, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan cerita itu. Variabelnya antara lain sikap penulis, keyakinan, keadaan sosial, politik, ekonomi, dsb.

Unsur Intrinsik : 

Unsur Intrinsik Unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Variabelnya adalah tema, amanat, plot/alur, penokohan, latar/seting, sudut pandang, dan bahasa.

TEMA : 

TEMA Adalah pokok persoalan yang akan diungkapkan oleh penulis. Tema Utama/Tema Mayor Tema Tambahan/Tema Minor

Tema Utama/Tema Mayor : 

Tema Utama/Tema Mayor Makna pokok cerita yang menjadi dasar gagasan dasar umum karya itu.

Tema Tambahan/Tema Minor : 

Tema Tambahan/Tema Minor Makna yang hanya terdapat pada bagian-bagian tertentu cerita.

Langkah Menentukan Tema : 

Langkah Menentukan Tema Membaca keseluruhan isi cerpen; Mencermati jalinan cerita; Menentukan pokok cerita.

Amanat : 

Amanat Pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca melalui cerita yang dibuatnya.

Langkah Menentukan Amanat : 

Langkah Menentukan Amanat Membaca keseluruhan isi cerpen; Mencermati dialog tokoh; Mencermati jalan cerita; Menemukan pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui cerpen, baik yang tersirat maupun tersurat .

Alur : 

Alur Peristiwa demi peristiwa yang susul-menyusul.

Plot : 

Plot Cerita yang berisi urutan kejadian, tiap kejadian dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain

Kaidah Pemplotan : 

Kaidah Pemplotan Plausibilitas, suatu hal yang dapat dipercaya berhubungan dengan sebab akibat sesuai logika cerita. Suspense, membangkitkan rasa ingin tahu di hati pembaca.

Slide 13: 

Surprise, memberikan kejutan kepada pembaca. Keutuhan/Unity, berbagai unsur yang ditampilkan memiliki keterkaitan antara yang satu dengan yang lain.

Penahapan Plot : 

Penahapan Plot Awal-Tengah-Akhir

Rincian Tahapan Plot : 

Rincian Tahapan Plot 1) Penyituasian/Situation, pelukisan dan pengenalan situasi latar dan tokoh cerita. Pemunculan konflik/generating circumstances, masalah-masalah dan peristiwa-peristiwa yang menyulut terjadinya konflik mulai dimunculkan.

Slide 16: 

Peningkatan Konflik/rising action, konflik yang dimunculkan pada tahap sebelumnya semakin berkembang dan dikembangkan kadar intensitasnya. Klimaks/climax, konflik yang dilakui dan atau ditimpakan kepada para tokoh cerita mencapai titik intensitas puncak. Penyelesaian/denouement, konflik yang telah mencapai klimaks diberi penyelesaian.

Diagram Struktur Plot : 

Diagram Struktur Plot

Plot Berdasarkan Urutan Waktu : 

Plot Berdasarkan Urutan Waktu 1) Kronologis/Lurus/Maju/Progresif, A--------B--------C--------D--------E 2) Tak Kronologis/ Sorotbalik/ mundur/ Flash-back/regresif D1------A------B------C------D2------E 3) Plot Campuran E------D1------A------B------C------D2

Plot Berdasarkan Kepadatan : 

Plot Berdasarkan Kepadatan Plot Padat, mengandung cerita utama sehingga tak dapat dihilangkan. 2) Plot Longgar, merupakan peristiwa tambahan sehingga dapat dihilangkan.

Penokohan : 

Penokohan Berdasarkan Segi Peranan Berdasarkan Fungsi Penampilan Tokoh Berdasarkan Perwatakan

Berdasarkan Segi Peranan : 

Berdasarkan Segi Peranan Tokoh Utama, sangat menentukan perkembangan plot secara keseluruhan. Tokoh Tambahan, dimunculkan sekali atau beberapa kali, porsi penceritaan relatif pendek.

Berdasarkan Fungsi Penampilan Tokoh : 

Berdasarkan Fungsi Penampilan Tokoh 1) Protagonis, tokoh yang kita kagumi, sebagai pengejawantahan norma-norma ideal. 2) Antagonis, tidak sesuai dengan norma-norma ideal hingga muncul konflik dengan protagonis. 3) Tritagonis, penengah antara protagonis dengan antagonis.

Berdasarkan Perwatakan : 

Berdasarkan Perwatakan 1) Tokoh sederhana, hanya memiliki satu sifat. 2) Tokoh Bulat/Kompleks, memiliki lebih dari satu sifat.

Teknik Penokohan : 

Teknik Penokohan 1) Teknik Analitis/Ekspositoris, pelukisan tokoh secara langsung. 2) Teknik Dramatik, pelukisan tokoh secara tidak langsung. Yaitu dengan cakapan, tingkah laku, pikiran/ perasaan, pelukisan fisik dll.

Latar/Setting (Landas Tumpu) : 

Latar/Setting (Landas Tumpu) Tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan

Unsur-Unsur Latar : 

Unsur-Unsur Latar 1) Latar Tempat 2) Latar Waktu 3) Latar Sosial

Latar Tempat : 

Latar Tempat Mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya.

Latar Waktu : 

Latar Waktu Berhubungan dengan masalah “kapan” terjadinya peristiwa-peristiwa.

Latar Sosial : 

Latar Sosial Hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masayarakat dalam cerita.

Sudut Pandang/point of view : 

Sudut Pandang/point of view Strategi, teknik, siasat yang secara sengaja dipilih oleh pengarang untuk mengemukakan gagasan ceritanya.

Jenis-Jenis Sudut Pandang : 

Jenis-Jenis Sudut Pandang Sudut Pandang Persona Ketiga Dia Serba tahu Dia Terbatas Sudut Pandang Persona Pertama Aku Tokoh Utama Aku Tokoh Tambahan Sudut Pandang Campuran

Sudut Pandang Persona Ketiga : 

Sudut Pandang Persona Ketiga Narator adalah seseorang yang berada di luar cerita dan menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama atau kata gantinya : ia, dia, mereka.

Dia Serba Tahu : 

Dia Serba Tahu Pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja hal-hal yang menyangkut tokoh dia tersebut.

Dia Terbatas : 

Dia Terbatas Dia sebagai Pengamat Pengarang melukiskan apa yang dilihat, didengar, dialami, dipikir, dan dirasakan tokoh cerita, tetapi terbatas hanya pada seorang tokoh saja.

Sudut Pandang Persona Pertama : 

Sudut Pandang Persona Pertama Narator atau pengarang adalah seseorang yang ikut terlibat dalam cerita.Pengarang adalah si Aku tokoh yang berkisah.

Aku Tokoh Utama : 

Aku Tokoh Utama Si aku menjadi fokus, pusat kesadaran, dan pusat cerita.

Aku Tokoh Tambahan : 

Aku Tokoh Tambahan Tokoh aku menceritakan tokoh lain, tokoh lain mengisahkan sendiri sekaligus sebagai tokoh utama.

Sudut Pandang Campuran : 

Sudut Pandang Campuran Teknik penceritaan dengan lebih dari satu sudut pandang.

Gaya Bahasa : 

Gaya Bahasa Ciri khas dalam mengungkapkan pikiran atau perasaan melalui bahasa dalam bentuk lisan atau tulisan. Majas

LATIHAN : 

LATIHAN

1. Ketika burung telah pulang ke sarangnya, ayah menerima kabar dari seseorang bahwa teman ayah tewas tertembus timah panas. Hal ini sangat memalukan, sebab ada sepotong suratnya yang berbunyi, “Aku sudah malu padamu, Tuhan, karena aku tidak menjalankan hidupku sebagai manusia yang wajar dan baik yang Kamu firmankan.” Tatkala mentari telah mengintip bumi, ayah bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temannya ke dalam bumi ini. : 

1. Ketika burung telah pulang ke sarangnya, ayah menerima kabar dari seseorang bahwa teman ayah tewas tertembus timah panas. Hal ini sangat memalukan, sebab ada sepotong suratnya yang berbunyi, “Aku sudah malu padamu, Tuhan, karena aku tidak menjalankan hidupku sebagai manusia yang wajar dan baik yang Kamu firmankan.” Tatkala mentari telah mengintip bumi, ayah bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temannya ke dalam bumi ini.

Latar waktu dan suasana pada kutipan cerpen tersebut adalah …a. Malam hari yang hening, menegangkan.b. Pagi dan siang hari, memalukan.c. Siang dan sore hari, mencemaskan.d. Malam dan pagi hari, mengenaskan.e. Siang dan malam hari, mengenaskan.Jawaban: d : 

Latar waktu dan suasana pada kutipan cerpen tersebut adalah …a. Malam hari yang hening, menegangkan.b. Pagi dan siang hari, memalukan.c. Siang dan sore hari, mencemaskan.d. Malam dan pagi hari, mengenaskan.e. Siang dan malam hari, mengenaskan.Jawaban: d

2. Amanat kutipan cerpen tersebut adalah … : 

2. Amanat kutipan cerpen tersebut adalah … Hadapi hidup ini tanpa rasa malu. Kita tidak boleh putus asa. Kewajiban orang tua memberi teladan. Semua yang hidup pasti akan mati. Jangan takut dengan kematian. Jawaban: b

3. Betapa sulit hidup di perantauan ini. Segala kesulitan kuatasi sendiri. Mau tidak mau aku harus bekerja dan belajar. Aku tidak akan kembali ke kampung halaman sebelum aku selesai dalam studiku. Akan kutunjukkan kepada keluargaku bahwa aku mampu dan bisa belajar sambil bekerja. Rasa bangga dan penuh keharuan, kedua orang tuaku melihat perjuanganku. : 

3. Betapa sulit hidup di perantauan ini. Segala kesulitan kuatasi sendiri. Mau tidak mau aku harus bekerja dan belajar. Aku tidak akan kembali ke kampung halaman sebelum aku selesai dalam studiku. Akan kutunjukkan kepada keluargaku bahwa aku mampu dan bisa belajar sambil bekerja. Rasa bangga dan penuh keharuan, kedua orang tuaku melihat perjuanganku.

Sudut pandang pengarang dalampenggalan cerpen tersebut adalah ...a. Orang pertama pelaku utama.b. Orang pertama pelaku tambahan.c. Orang ketiga pelaku utama.d. Orang ketiga serba tahu.e. Orang ketiga terbatas Jawaban : a : 

Sudut pandang pengarang dalampenggalan cerpen tersebut adalah ...a. Orang pertama pelaku utama.b. Orang pertama pelaku tambahan.c. Orang ketiga pelaku utama.d. Orang ketiga serba tahu.e. Orang ketiga terbatas Jawaban : a

Slide 46: 

Selesai