VIDEO intaran_lab versi

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

diskusi dan diskusi

Comments

Presentation Transcript

PIKIRAN INDONESIA:

PIKIRAN INDONESIA Mempersembahkan : Sub.tema : Arsitektur Nusantara

RESONANSI:

RESONANSI Memang menjadi tandatanya besar bagi kita , dengan segala keragaman budaya dan tradisi Indonesia hari ini , arsitektur Indonesia tak mampu berbicara banyak di panggung international. Dan justru tanah air kita yang ‘ dijajah ’ oleh budaya arsitektur luar negeri . Tak usahlah kita bahas contohnya satu persatu , karena bukti itu sudah mudah dilihat didepan mata . Kenapa ? Sejarah terus bergerak maju kedepan dan tak pernah mundur ( panta rei , istilah yang diajukan oleh Herakleitos-filsuf Yunani , yang berarti ; semuanya mengalir , berlalu dengan tiada kembali ke asalnya ). Tidak mungkin kita menengok-nengok lagi ke belakang , bangunan-bangunan yang sudah berdiri tak mungkin kita hancurkan lagi , baju-baju yang sudah terlanjur melekat dibadan sudah tak mungkin ditanggalkan . bahasa asing yang kita pakai sebagai papan nama usaha / merk dagang tak mungkin kita turunkan dan dipaku ulang . Hari apakah hari ini ? Beberapa menyarankan untuk menikmati saja takdir ini . Takdir yang kita semua tahu dan mengerti dibuat oleh ‘ pihak lain’ dan itu sayangnya dari luar negeri ( di luar Indonesia). Kenapa kita tak mampu menentukan takdir kita ! Masalah paling mendasar untuk setiap negara muda ( berdiri setelah era kolonialisme 1945) adalah kemelekatan rasa kebangsaan yang lekang , ibarat lekangnya buah salak dengan bijinya . Walaupun dibungkus dengan lagu-lagu nasional dan pembangunan karakter nasional , masih saja ada sebagian masyarakat yang merasa asing di tanah nya sendiri . Keterasingan yang dianggap potensi indentitas sekaligus momok persinggungan . Arsitektur Indonesia; menjadi asing dan janggal , seperti tulisan Indonesianya sendiri . Masalah kemajemukan Indonesia seolah-olah tak selesai-selesai sampai hari ini terus dibedah dan diurai seperti mengurai tepung di air sungai mengalir , belum selesai pekerjaannya , air sungai sudah menghapus semuanya bersama aliran . Sebenarnya , kalau saja kita mau memudahkan urusan ke -Indonesia-an ini cukup berhenti seperti definisi founding fathers ( Soekarno,Hatta,Shahrir,Agus Salim ) alangkah ‘ gampang ’nya semua urusan ini . Beberapa pakar , mencoba membuat penjelasan yang tak kurang samalah artinya seperti penjelasan founding fathers , dan entah mengapa pembicaraan mereka menjadi begitu penting bagi reporter TV dan Koran hari ini . Tak lengkap rasanya terus maju membicarakan arsitektur dan teori-teori keilmuannya tanpa menyinggung ‘ tanah ’ tempat arsitektur itu dipraktekkan . Ground ( tanah ) menjadi penting sekali dikala menganalisis arsitektur ; karena tak mungkin juga membedah arsitektur tanpa membahas masyarakat , kehidupan dan aktivitasnya . Kenapa masyarakat perlu berkreasi menciptakan lingkungan dan merenovasinya ketika tua , adalah soul sangat penting dikala kita membicarakan arsitektur . Arsitektur memang sering dikaitkan dengan arsitek sebagai profesi yang dipercaya untuk mewujudkan arsitektur . Tetapi sejujurnya , kebudayaan , sejarah dan bangunan-bangunan saling bertautan membentuk konteks dan irama tertentu . Proyek perkotaan yang maha besarpun , akhirnya dikembalikan lagi kepada masyarakat untuk mewujudkannya , karena mudah saja , tanah (ground) itu terdaftar atas namanya , bukan nama pemerintah (status hak milik ). Bahkan di negeri-negeri sosialis sekalipun , pemerintah tak mampu membongkar massal bangunan sesuai keinginannya ; karena mudah juga , pemerintah adalah warga biasa yang menjabat jabatan tertentu . Maka dari itu , perkembangan arsitektur sebuah bangsa sangat terkait dengan tumbuhnya rasa kebangsaan putra-putrinya . Prof.Gunawan Cahyono , menegaskan hal ini kepada Yori Antar , yang suka mencari pencerahan keluar negeri , dan di ‘ sentil ’ oleh professor, bahwa didalam negeri juga banyak kandungan yang dapat dibongkar . Maka , lahirlah Wae Rebo yang fenomenal !

authorStream Live Help