logging in or signing up MATERI PEMBELAJARAN SD MODUL 4 POWER muh.sulfianto Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 565 Category: Entertainment License: All Rights Reserved Like it (1) Dislike it (0) Added: October 04, 2011 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description ppt gerak pada manusia Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript Slide 1: MODUL 4 SISTEM FONOLOGI Fonologi adalah ilmu bahasa yang membahas tentang bunyi-bunyi bahasa dan bagimana bunyi itu diucapkan oleh alat ucap manusia. Fonolgi terbagi atas dua bagian; Fonemik (fonem) , dan fonetik. Fonemik adalah ilmu bahasa yang membahas tentang bunyi-bunyi bahasa sebagia (fonem). Sedangkan fonem adalah ilmu bahasa yang membahas tentang bagaimana bahasa itu dihasilkan oleh alat ucap manusia.Slide 2: fonologi Bunyi ujar & fonem fonem Apabila kita berujar lalu arus ujar itu kita potong-potong atas bagian-bagiannya, dan bagian-bagian itu dipotong-potong lagi sampai kepda unsur-unsurnya yang terkecil . Bunyi ujar yang dapat membedakan arti disebut dengan fonem. Ini dapat dipahami dengan melirik contoh berikut; yaitu dari, daki, dasi, dahi, atau lari, tari, mari, sari, dan masih banyak lagi yang lain. Kejelasan ucapan dan ketepatan berujar dapat dilatih sedini mungkin. Fonem-fonem ini akan membentuk satuan yaitu suku kata. Suku kata dapat diidentifikasi dengan jalan mengidentifikasi fonem fokalnya karna fonem vokal merupakan puncak sonoritas (kenyaringan).Slide 3: FONETIK Udara Artikulator Titik Artikulasi Fonetik membahas bunyi-bunyi bahas yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, serta bagiamana bunyi yang dihasilkan. Ada tiga macam alat ucapan yang berkenaan dengan bunyi ujar ; Udara adalah yang di alirkan ke luar dariparu-paru, ketika berbicara. Artikolator adalah bagian alat ucap yang dapat digerakkan/digeser ketika bunyi diucapkan. Titik artikulasi adalah bagian alat ucap yang menjadi tujuan sentuh dari artikulator.Slide 4: Intonasi Intonasi adalah kerja sama antara nada , tekanan, durasi dan penghentian-penghentian yang menyertai suatu tutur dari awal sampai penghentian terakhir. Landasan dari intonasi adalah nada-nada yang diwarnai oleh tekanan, durasi, penghentian, suara menaik, merata, dan merendah. ejaan Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ujar dan bagaimana interelasi antara lambang-lambang itu dalam bahasa indonesia. Ejaan yang beraluku dalam bahasa indonesia adalah ejaan yang di sempurnakan (EYD). Adapun tujuan penyempurnaan ejaan itu adalah; Menyesuaikan ejaan bahasa indonesia dengan perkembangan bahasa indonesia; Membina ketertiban dlam penulisan huruf dan tanda baca; Usaha pembukaan bahasa indonesia; Mendorong pengembangan bahasa indonesia.Slide 5: Sistem Morfologi (Kata) dalam Bahasa Indonesi Morfologi adalah ilmu bahasa yang membahas tentang bentuk-bentuk kata. Morfem adalah satuan bahasa yang menjadi unsur pembentuk kata. Morfem bardasarkan bentuknya terbagi atas dua bagian yakni; Morfem bebas Morfem bebas yaitu morfem yang mempunyai potensi untuk berdiri sendiri sebagai kata dan dapat langsung membentuk kalimatSlide 6: Morfem terikat Morfem terikat adalah morfem yang belum mengandung arti maka merfem ini belum mempunyai potensi sebagi kata. Morfem terikat dalam bahasa indonesia ada 2 macam, yakni morfem terikat morfologis dan morfem terikat sintaksis; Morfem terikat morfologis Morfem terikat morfologis adalah imbuhan dalam bahsa indonesia berfungsi sebagia (1). Penetu jenis kata dan (2). Penentu makna kata. Contoh; Morfem dasar adalah sebagai berikut; prefiks = awalan; pe-, me-, ter-, di-, ber-, dan lain-lain. Infiks = sisipan; el-, em-, er-, Sufiks = akhiran; an-, kan,-i. Konfiks = imbuhan gabungan senyawa; per-an, ke-an, dan lain-lain.Slide 7: Morfem terikat sintaktis Morfem terikat sintaktis adalah morfem dasar yang tidak mampu berdiri sendiri sebagai kata . Sebagi contoh dia yang menulis dan menjual buku itu. Morfem terika morfologis, ada yang mempinyai variasi atau mengalami perubahan bentuk jika melekat pada kata-kata tertentu. Morfem ini adalah awalan me,-ber, -ter, gejala ini disebut alomorf. Alomorf adalah fariasi bentuk dari suatu morfem terikat, yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang dimasukinya.Slide 8: Pembelajaran Fonologi, Ejaan, dan Morfologi Bahasa Indosesia Sekolah Dasar Dalam tataran pembelajaran fonologi, ejaan, dan morfologi berbahasa indonesia khususnya disekolah dasar , pada prinsipnya dapat dijadikan pedomannya, antara lain (1). Pembelajaran diberikan dari yang mudah ke yang sukar, (2) pembelajaran diberikan secara tematik/terpadu khususnya antaraspek bahasa, (3) pembelajaran disesuaikan dengan konteksnya. Adapun penyususnan perencanaan pembelajaran fonologi, ejaan, dan morfologi terdiri atas tiga tahap, yaitu; persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Adapun komponen-komponen yang dicantumkan dalam perencanaan pembelajan adalah (a) identitas, (b) KBK, HB dan indikator, (c) rumusan TPK , (d) langkah pembelajaran (e) bahan, caranya dan sumber, dan (f) penilaian. You do not have the permission to view this presentation. In order to view it, please contact the author of the presentation.
MATERI PEMBELAJARAN SD MODUL 4 POWER muh.sulfianto Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 565 Category: Entertainment License: All Rights Reserved Like it (1) Dislike it (0) Added: October 04, 2011 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description ppt gerak pada manusia Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript Slide 1: MODUL 4 SISTEM FONOLOGI Fonologi adalah ilmu bahasa yang membahas tentang bunyi-bunyi bahasa dan bagimana bunyi itu diucapkan oleh alat ucap manusia. Fonolgi terbagi atas dua bagian; Fonemik (fonem) , dan fonetik. Fonemik adalah ilmu bahasa yang membahas tentang bunyi-bunyi bahasa sebagia (fonem). Sedangkan fonem adalah ilmu bahasa yang membahas tentang bagaimana bahasa itu dihasilkan oleh alat ucap manusia.Slide 2: fonologi Bunyi ujar & fonem fonem Apabila kita berujar lalu arus ujar itu kita potong-potong atas bagian-bagiannya, dan bagian-bagian itu dipotong-potong lagi sampai kepda unsur-unsurnya yang terkecil . Bunyi ujar yang dapat membedakan arti disebut dengan fonem. Ini dapat dipahami dengan melirik contoh berikut; yaitu dari, daki, dasi, dahi, atau lari, tari, mari, sari, dan masih banyak lagi yang lain. Kejelasan ucapan dan ketepatan berujar dapat dilatih sedini mungkin. Fonem-fonem ini akan membentuk satuan yaitu suku kata. Suku kata dapat diidentifikasi dengan jalan mengidentifikasi fonem fokalnya karna fonem vokal merupakan puncak sonoritas (kenyaringan).Slide 3: FONETIK Udara Artikulator Titik Artikulasi Fonetik membahas bunyi-bunyi bahas yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, serta bagiamana bunyi yang dihasilkan. Ada tiga macam alat ucapan yang berkenaan dengan bunyi ujar ; Udara adalah yang di alirkan ke luar dariparu-paru, ketika berbicara. Artikolator adalah bagian alat ucap yang dapat digerakkan/digeser ketika bunyi diucapkan. Titik artikulasi adalah bagian alat ucap yang menjadi tujuan sentuh dari artikulator.Slide 4: Intonasi Intonasi adalah kerja sama antara nada , tekanan, durasi dan penghentian-penghentian yang menyertai suatu tutur dari awal sampai penghentian terakhir. Landasan dari intonasi adalah nada-nada yang diwarnai oleh tekanan, durasi, penghentian, suara menaik, merata, dan merendah. ejaan Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ujar dan bagaimana interelasi antara lambang-lambang itu dalam bahasa indonesia. Ejaan yang beraluku dalam bahasa indonesia adalah ejaan yang di sempurnakan (EYD). Adapun tujuan penyempurnaan ejaan itu adalah; Menyesuaikan ejaan bahasa indonesia dengan perkembangan bahasa indonesia; Membina ketertiban dlam penulisan huruf dan tanda baca; Usaha pembukaan bahasa indonesia; Mendorong pengembangan bahasa indonesia.Slide 5: Sistem Morfologi (Kata) dalam Bahasa Indonesi Morfologi adalah ilmu bahasa yang membahas tentang bentuk-bentuk kata. Morfem adalah satuan bahasa yang menjadi unsur pembentuk kata. Morfem bardasarkan bentuknya terbagi atas dua bagian yakni; Morfem bebas Morfem bebas yaitu morfem yang mempunyai potensi untuk berdiri sendiri sebagai kata dan dapat langsung membentuk kalimatSlide 6: Morfem terikat Morfem terikat adalah morfem yang belum mengandung arti maka merfem ini belum mempunyai potensi sebagi kata. Morfem terikat dalam bahasa indonesia ada 2 macam, yakni morfem terikat morfologis dan morfem terikat sintaksis; Morfem terikat morfologis Morfem terikat morfologis adalah imbuhan dalam bahsa indonesia berfungsi sebagia (1). Penetu jenis kata dan (2). Penentu makna kata. Contoh; Morfem dasar adalah sebagai berikut; prefiks = awalan; pe-, me-, ter-, di-, ber-, dan lain-lain. Infiks = sisipan; el-, em-, er-, Sufiks = akhiran; an-, kan,-i. Konfiks = imbuhan gabungan senyawa; per-an, ke-an, dan lain-lain.Slide 7: Morfem terikat sintaktis Morfem terikat sintaktis adalah morfem dasar yang tidak mampu berdiri sendiri sebagai kata . Sebagi contoh dia yang menulis dan menjual buku itu. Morfem terika morfologis, ada yang mempinyai variasi atau mengalami perubahan bentuk jika melekat pada kata-kata tertentu. Morfem ini adalah awalan me,-ber, -ter, gejala ini disebut alomorf. Alomorf adalah fariasi bentuk dari suatu morfem terikat, yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang dimasukinya.Slide 8: Pembelajaran Fonologi, Ejaan, dan Morfologi Bahasa Indosesia Sekolah Dasar Dalam tataran pembelajaran fonologi, ejaan, dan morfologi berbahasa indonesia khususnya disekolah dasar , pada prinsipnya dapat dijadikan pedomannya, antara lain (1). Pembelajaran diberikan dari yang mudah ke yang sukar, (2) pembelajaran diberikan secara tematik/terpadu khususnya antaraspek bahasa, (3) pembelajaran disesuaikan dengan konteksnya. Adapun penyususnan perencanaan pembelajaran fonologi, ejaan, dan morfologi terdiri atas tiga tahap, yaitu; persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Adapun komponen-komponen yang dicantumkan dalam perencanaan pembelajan adalah (a) identitas, (b) KBK, HB dan indikator, (c) rumusan TPK , (d) langkah pembelajaran (e) bahan, caranya dan sumber, dan (f) penilaian.