logging in or signing up Oxygen therapy and airway management monoardi Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 8757 Category: Education License: All Rights Reserved Like it (8) Dislike it (0) Added: January 14, 2009 This Presentation is Public Favorites: 2 Presentation Description No description available. Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript TERAPI OKSIGEN dan PENATALAKSANAAN JALAN NAPAS : TERAPI OKSIGEN dan PENATALAKSANAAN JALAN NAPAS dr. Joko Murdiyanto, Sp.An dr. Ardi Pramono, SpAn Case Report : Case Report Seorang laki-laki dibawa ke IGD rumah sakit dengan penurunan kesadaran, napas damgkal dan lambat. Riwayat minum-minum alkohol +, terdapat bekas sayatan dan suntikan dio lengan pasien. Seorang perempuan dibawa ke IGD RS karena kecelakaan laulintas dengan tanda perdarahan di paha kanan +. Luka terbuka dengan banyak perdarahan. Tak lama kemudian pasien apneu dan GCS 111. Terapi Oksigen dan Penatalaksanaan Jalan Napas : Terapi Oksigen dan Penatalaksanaan Jalan Napas Pengantar Definisi Hipoksia Mekanisme Hipoksia Tujuan Terapi Oksigen Indikasi Terapi Oksigen Kontraindikasi Terapi Oksigen Metode Pemberian Oksigen Konsep Penatalaksanaan Jalan Napas Macam-Macam Alat Penatalaksanaan Jalan Napas Pengantar… : Pengantar… Oksigen ? substansi yg sgt penting dlm kehidupan manusia & mahluk hidup lainnya Oksigen diperlukan untuk pernapasan normal oganisme aerobik Oksigen ? 50% komponen penyusun planet bumi, 21% komponen udara, 89% komponen air. KURVA DISOSIASI OKSIGEN : KURVA DISOSIASI OKSIGEN Pasien jarang dapat bertahan hidup dengan nilai tekanan oksigen arterial pada daerah merah (tekanan ? 25 mmHg). Hipoksia : Hipoksia Adalah tidak adekuatnya aliran oksigen utk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan Terjadi 4-6 menit setelah ventilasi spontan berhenti Mekanisme Hipoksia : Mekanisme Hipoksia - Hipoksemia arteri - Berkurangnya aliran oksigen krn kegagalan transport, tanpa hipoksenia arteri - Penggunaan oksigen yang berlebihan di jaringan Slide 8: Aliran O2 ? atau penggunaan di jaringan? ? metabolisme aerob mjd anaerob produksi asam laktat ?? cepat timbul asidosis, gangguan metabolisme seluler dan kematian sel Gejala & Tanda Hipoksia Akut : Gejala & Tanda Hipoksia Akut Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan PaO2 arteri atau saturasi oksigen arteri Invasif: Analisis Gas Darah Non-invasif : pulse oximetry Terapi Oksigen : Terapi Oksigen Tujuan : mengoptimalkan oksigenasi jaringan dan meminimalkan asidosis respiratorik Indikasi Terapi Oksigen : Indikasi Terapi Oksigen Terapi oksigen jangka pendek - Hipoksemia akut (PaO2 <60mmHg; SaO2 <90%) - Cardiac arrest dan respiratory arrest - Hipotensi (TD sistolik <100 mmHg) - Curah jantung rendah dan asidosis metabolik (bikarbonat <18 mmol/L) - Respiratory distress (frek napas >24x/menit) Slide 13: 2. Terapi oksigen jangka panjang Pemberian oksigen secara kontinyu PaO2 istirahat <55mmHg atau saturasi O2 <88% PaO2 istirahat 56-59 mmHg atau saturasi O2 89% pada salah satu keadaan: Edema krn CHF P pulmonal pd pemeriksaan EKG (gel P >3mm pd lead II, III, aVF) Eritrosemia (hematokrit >56%) Pemberian Oksigen tidak kontinyu Selama latihan : PaO2 <55mmHg atau sat O2 <88% Selama tidur : PaO2 <55mmHg atau sat O2 <88%dg komplikasi seperti hipertensi pulmoner, somnolen dan aritmia Kontraindikasi Terapi Oksigen : Kontraindikasi Terapi Oksigen Suplementasi oksigen tidak direkomendasikan pada: Pasien dg keterbatasan jalan napas yg berat dg keluhan utama dispneu, tapi dengan PaO2 >60mmHg dan tdk mempunyai hipoksia kronis Pasien yg meneruskan merokok ? kemungkinan prognosis buruk dan dpt meningkatkan risiko kebakaran Pasien yg tidak dapat menerima terapi adekuat Metode Pemberian Oksigen : Metode Pemberian Oksigen Variable performance Fixed performance VARIABLE PERFORMANCE… : VARIABLE PERFORMANCE… Administer uncontrolled oxygen therapy The patient creates the inspired mixture by the act of breathing Ex : nasal catheter, nasal cannula, mask shells with or without rebreathing bag. Slide 17: Low capacity masks shell Nasal cannula High capacity systems (non re-breathing mask) Nasal catheter Variable performance… FIXED PERFORMANCE… : FIXED PERFORMANCE… Allow controlled oxygen dosage Create a constant proportion of air /oxygen mixture in excess of patient inspiratory flow rate and are independent of patient factors or fit to the face With gas flow constantly in excess of patient demand and with enhanced CO2 washout, rebreathing is virtually eliminated. Slide 19: Venturi Mask Ventimask Fixed performance… KONSEP PENATALAKSANAAN JALAN NAFAS : KONSEP PENATALAKSANAAN JALAN NAFAS ANATOMI Hubungan jalan napas dan dunia luar didapatkan melalui dua jalan: Hidung ? menuju nasofaring Mulut ? menuju orofaring Slide 21: OBSTRUKSI JALAN NAPAS Pasien tidak sadar / dalam keadaan teranestesi posisi terlentang: ? tonus otot jalan napas atas &otot genioglossus hilang ? lidah menyumbat hipofaring ? tjd obstruksi jalan napas total /parsial Slide 22: TANDA-TANDA OBSTRUKSI JALAN NAPAS Stridor Napas cuping hidung Retraksi trakhea Retraksi dinding dada Tidak terasa ada udara ekspirasi Slide 23: SPASME ATAU KEJANG LARING ?Terjadi karena pita suara menutup sebagian atau seluruh jalan napas ?Biasanya karena anestesi ringan atau pada orang yang mendapat rangsangan sekitar faring TERAPI : Manuver tripel jalan napas Ventilasi positif dengan oksigen 100% MANUVER TRIPEL JALAN NAPAS … : MANUVER TRIPEL JALAN NAPAS … 1. Kepala ekstensi pada sendi otot atlanto-oksipital 2. Mandibula didorong ke depan pada kedua angulus mandibula 3. Mulut dibuka Slide 25: Manuver Tripel Jalan napas Step 1 Step 2 Step 3 MACAM2 ALAT PENATALAKSANAAN JALAN NAFAS : MACAM2 ALAT PENATALAKSANAAN JALAN NAFAS Jalan Napas Faring ? NPA (naso-pharyngeal airway) ? OPA (oro-pharyngeal airway) Sungkup Muka Sungkup Laring Pipa Trakhea Laringoskopi dan Intubasi JALAN NAPAS FARING… : JALAN NAPAS FARING… NPA (naso-pharyngeal airway) -- bentuk spt pipa bulat berlubang tengahnya dibuat dari karet lateks lembut -- pemasangan ? pipa diolesi dengan jelly OPA (oro-pharyngeal airway) -- bentuk pipa gepeng lengkung seperti huruf C berlubang di tengahnya dengan salah satu ujungnya bertangkai dengan dinding lebih keras -- OPA juga dipasang bersama pipa trakhea atau sungkup laring utk menjaga patensi kedua alat tsbt dari gigitan pasien Slide 28: Naso-pharyngeal airway (NPA) Oro-pharyngeal airway (OPA) Jalan Napas Laring…. Slide 29: Sungkup muka (face mask) Sungkup laring (laryngeal mask) Pipa trakhea (endotracheal tube/ET) PIPA TRAKHEA (ENDOTRACHEAL TUBE / ET) : PIPA TRAKHEA (ENDOTRACHEAL TUBE / ET) Slide 31: CARA MEMILIH PIPA TRAKHEA UNTUK BAYI & ANAK KECIL : ? Diameter dalam pipa trakhea (mm) = 4.0 + ¼ umur (tahun) ? Panjang pipa oro-trakheal (cm) = 12 + ½ umur (tahun) ? Panjang pipa naso-trakheal (cm) = 12 + ½ umur (tahun) Slide 32: LARINGOSKOPI & INTUBASI ?Laringoskop : alat yang digunakan utk melihat laring secara langsung spy kita dpt memasukkan pipa trakhea dgn baik & benar. ?Dikenal dua macam laringoskop : Bilah, daun (blade) lurus (Macintosh) untuk bayi – anak – dewasa Bilah lengkung (Miller, Magill) untuk anak besar – dewasa Slide 33: Laringoskop Intubasi INDIKASI INTUBASI TRAKHEA : INDIKASI INTUBASI TRAKHEA Menjaga patensi jalan napas oleh sebab apapun Mempermudah ventilasi positif dan oksigenasi Pencegahan aspirasi dan regurgitasi EKSTUBASI : EKSTUBASI Ekstubasi ditunda sampai pasien benar- benar sadar, jika : intubasi kembali akan menimbulkan kesulitan paska ekstubasi ada resiko aspirasi Ekstubasi dikerjakan umumnya pada keadaan anestesi sudah ringan dengan catatan tidak akan terjadi spasme laring Sebelum ekstubasi, bersihkan rongga mulut – laring – faring dari sekret dan cairan lainnya PERBANDINGAN SIFAT ALAT JALAN NAPAS : PERBANDINGAN SIFAT ALAT JALAN NAPAS KONSEP VENTILASI MEKANIK : KONSEP VENTILASI MEKANIK Ventilasi mekanik adalah suatu metode untuk membantu atau menggantikan pernapasan spontan. Ventilasi mekanik dilakukan sebagai tindakan life saving dalam CPR, perawatan intensif, dan anestesi. Slide 38: Teknik Nasotracheal intubation Slide 39: ALHAMDULILLAH… You do not have the permission to view this presentation. In order to view it, please contact the author of the presentation.
Oxygen therapy and airway management monoardi Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 8757 Category: Education License: All Rights Reserved Like it (8) Dislike it (0) Added: January 14, 2009 This Presentation is Public Favorites: 2 Presentation Description No description available. Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript TERAPI OKSIGEN dan PENATALAKSANAAN JALAN NAPAS : TERAPI OKSIGEN dan PENATALAKSANAAN JALAN NAPAS dr. Joko Murdiyanto, Sp.An dr. Ardi Pramono, SpAn Case Report : Case Report Seorang laki-laki dibawa ke IGD rumah sakit dengan penurunan kesadaran, napas damgkal dan lambat. Riwayat minum-minum alkohol +, terdapat bekas sayatan dan suntikan dio lengan pasien. Seorang perempuan dibawa ke IGD RS karena kecelakaan laulintas dengan tanda perdarahan di paha kanan +. Luka terbuka dengan banyak perdarahan. Tak lama kemudian pasien apneu dan GCS 111. Terapi Oksigen dan Penatalaksanaan Jalan Napas : Terapi Oksigen dan Penatalaksanaan Jalan Napas Pengantar Definisi Hipoksia Mekanisme Hipoksia Tujuan Terapi Oksigen Indikasi Terapi Oksigen Kontraindikasi Terapi Oksigen Metode Pemberian Oksigen Konsep Penatalaksanaan Jalan Napas Macam-Macam Alat Penatalaksanaan Jalan Napas Pengantar… : Pengantar… Oksigen ? substansi yg sgt penting dlm kehidupan manusia & mahluk hidup lainnya Oksigen diperlukan untuk pernapasan normal oganisme aerobik Oksigen ? 50% komponen penyusun planet bumi, 21% komponen udara, 89% komponen air. KURVA DISOSIASI OKSIGEN : KURVA DISOSIASI OKSIGEN Pasien jarang dapat bertahan hidup dengan nilai tekanan oksigen arterial pada daerah merah (tekanan ? 25 mmHg). Hipoksia : Hipoksia Adalah tidak adekuatnya aliran oksigen utk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan Terjadi 4-6 menit setelah ventilasi spontan berhenti Mekanisme Hipoksia : Mekanisme Hipoksia - Hipoksemia arteri - Berkurangnya aliran oksigen krn kegagalan transport, tanpa hipoksenia arteri - Penggunaan oksigen yang berlebihan di jaringan Slide 8: Aliran O2 ? atau penggunaan di jaringan? ? metabolisme aerob mjd anaerob produksi asam laktat ?? cepat timbul asidosis, gangguan metabolisme seluler dan kematian sel Gejala & Tanda Hipoksia Akut : Gejala & Tanda Hipoksia Akut Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan PaO2 arteri atau saturasi oksigen arteri Invasif: Analisis Gas Darah Non-invasif : pulse oximetry Terapi Oksigen : Terapi Oksigen Tujuan : mengoptimalkan oksigenasi jaringan dan meminimalkan asidosis respiratorik Indikasi Terapi Oksigen : Indikasi Terapi Oksigen Terapi oksigen jangka pendek - Hipoksemia akut (PaO2 <60mmHg; SaO2 <90%) - Cardiac arrest dan respiratory arrest - Hipotensi (TD sistolik <100 mmHg) - Curah jantung rendah dan asidosis metabolik (bikarbonat <18 mmol/L) - Respiratory distress (frek napas >24x/menit) Slide 13: 2. Terapi oksigen jangka panjang Pemberian oksigen secara kontinyu PaO2 istirahat <55mmHg atau saturasi O2 <88% PaO2 istirahat 56-59 mmHg atau saturasi O2 89% pada salah satu keadaan: Edema krn CHF P pulmonal pd pemeriksaan EKG (gel P >3mm pd lead II, III, aVF) Eritrosemia (hematokrit >56%) Pemberian Oksigen tidak kontinyu Selama latihan : PaO2 <55mmHg atau sat O2 <88% Selama tidur : PaO2 <55mmHg atau sat O2 <88%dg komplikasi seperti hipertensi pulmoner, somnolen dan aritmia Kontraindikasi Terapi Oksigen : Kontraindikasi Terapi Oksigen Suplementasi oksigen tidak direkomendasikan pada: Pasien dg keterbatasan jalan napas yg berat dg keluhan utama dispneu, tapi dengan PaO2 >60mmHg dan tdk mempunyai hipoksia kronis Pasien yg meneruskan merokok ? kemungkinan prognosis buruk dan dpt meningkatkan risiko kebakaran Pasien yg tidak dapat menerima terapi adekuat Metode Pemberian Oksigen : Metode Pemberian Oksigen Variable performance Fixed performance VARIABLE PERFORMANCE… : VARIABLE PERFORMANCE… Administer uncontrolled oxygen therapy The patient creates the inspired mixture by the act of breathing Ex : nasal catheter, nasal cannula, mask shells with or without rebreathing bag. Slide 17: Low capacity masks shell Nasal cannula High capacity systems (non re-breathing mask) Nasal catheter Variable performance… FIXED PERFORMANCE… : FIXED PERFORMANCE… Allow controlled oxygen dosage Create a constant proportion of air /oxygen mixture in excess of patient inspiratory flow rate and are independent of patient factors or fit to the face With gas flow constantly in excess of patient demand and with enhanced CO2 washout, rebreathing is virtually eliminated. Slide 19: Venturi Mask Ventimask Fixed performance… KONSEP PENATALAKSANAAN JALAN NAFAS : KONSEP PENATALAKSANAAN JALAN NAFAS ANATOMI Hubungan jalan napas dan dunia luar didapatkan melalui dua jalan: Hidung ? menuju nasofaring Mulut ? menuju orofaring Slide 21: OBSTRUKSI JALAN NAPAS Pasien tidak sadar / dalam keadaan teranestesi posisi terlentang: ? tonus otot jalan napas atas &otot genioglossus hilang ? lidah menyumbat hipofaring ? tjd obstruksi jalan napas total /parsial Slide 22: TANDA-TANDA OBSTRUKSI JALAN NAPAS Stridor Napas cuping hidung Retraksi trakhea Retraksi dinding dada Tidak terasa ada udara ekspirasi Slide 23: SPASME ATAU KEJANG LARING ?Terjadi karena pita suara menutup sebagian atau seluruh jalan napas ?Biasanya karena anestesi ringan atau pada orang yang mendapat rangsangan sekitar faring TERAPI : Manuver tripel jalan napas Ventilasi positif dengan oksigen 100% MANUVER TRIPEL JALAN NAPAS … : MANUVER TRIPEL JALAN NAPAS … 1. Kepala ekstensi pada sendi otot atlanto-oksipital 2. Mandibula didorong ke depan pada kedua angulus mandibula 3. Mulut dibuka Slide 25: Manuver Tripel Jalan napas Step 1 Step 2 Step 3 MACAM2 ALAT PENATALAKSANAAN JALAN NAFAS : MACAM2 ALAT PENATALAKSANAAN JALAN NAFAS Jalan Napas Faring ? NPA (naso-pharyngeal airway) ? OPA (oro-pharyngeal airway) Sungkup Muka Sungkup Laring Pipa Trakhea Laringoskopi dan Intubasi JALAN NAPAS FARING… : JALAN NAPAS FARING… NPA (naso-pharyngeal airway) -- bentuk spt pipa bulat berlubang tengahnya dibuat dari karet lateks lembut -- pemasangan ? pipa diolesi dengan jelly OPA (oro-pharyngeal airway) -- bentuk pipa gepeng lengkung seperti huruf C berlubang di tengahnya dengan salah satu ujungnya bertangkai dengan dinding lebih keras -- OPA juga dipasang bersama pipa trakhea atau sungkup laring utk menjaga patensi kedua alat tsbt dari gigitan pasien Slide 28: Naso-pharyngeal airway (NPA) Oro-pharyngeal airway (OPA) Jalan Napas Laring…. Slide 29: Sungkup muka (face mask) Sungkup laring (laryngeal mask) Pipa trakhea (endotracheal tube/ET) PIPA TRAKHEA (ENDOTRACHEAL TUBE / ET) : PIPA TRAKHEA (ENDOTRACHEAL TUBE / ET) Slide 31: CARA MEMILIH PIPA TRAKHEA UNTUK BAYI & ANAK KECIL : ? Diameter dalam pipa trakhea (mm) = 4.0 + ¼ umur (tahun) ? Panjang pipa oro-trakheal (cm) = 12 + ½ umur (tahun) ? Panjang pipa naso-trakheal (cm) = 12 + ½ umur (tahun) Slide 32: LARINGOSKOPI & INTUBASI ?Laringoskop : alat yang digunakan utk melihat laring secara langsung spy kita dpt memasukkan pipa trakhea dgn baik & benar. ?Dikenal dua macam laringoskop : Bilah, daun (blade) lurus (Macintosh) untuk bayi – anak – dewasa Bilah lengkung (Miller, Magill) untuk anak besar – dewasa Slide 33: Laringoskop Intubasi INDIKASI INTUBASI TRAKHEA : INDIKASI INTUBASI TRAKHEA Menjaga patensi jalan napas oleh sebab apapun Mempermudah ventilasi positif dan oksigenasi Pencegahan aspirasi dan regurgitasi EKSTUBASI : EKSTUBASI Ekstubasi ditunda sampai pasien benar- benar sadar, jika : intubasi kembali akan menimbulkan kesulitan paska ekstubasi ada resiko aspirasi Ekstubasi dikerjakan umumnya pada keadaan anestesi sudah ringan dengan catatan tidak akan terjadi spasme laring Sebelum ekstubasi, bersihkan rongga mulut – laring – faring dari sekret dan cairan lainnya PERBANDINGAN SIFAT ALAT JALAN NAPAS : PERBANDINGAN SIFAT ALAT JALAN NAPAS KONSEP VENTILASI MEKANIK : KONSEP VENTILASI MEKANIK Ventilasi mekanik adalah suatu metode untuk membantu atau menggantikan pernapasan spontan. Ventilasi mekanik dilakukan sebagai tindakan life saving dalam CPR, perawatan intensif, dan anestesi. Slide 38: Teknik Nasotracheal intubation Slide 39: ALHAMDULILLAH…