AMPD

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PEMERINTAH DAERAH DENGAN KONSEP VALUE FOR MONEY PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI YOGYAKARTA

Comments

Presentation Transcript

Slide1:

Nur Ilyas Hendriansyah 20170420236 Rifqi achmad firmansyah 20170420214 Analisis Pengukuran Kinerja Pemerintah Daerah dengan Konsep Value for Money pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Yogyakarta

Pendahuluan :

Pemerintah daerah dituntut untuk dapat menciptakan sistem manajemen yang dapat mendukung operasi regional. Salah satu aspek yang harus dipantau dengan cermat oleh pemerintah daerah adalah masalah mengelola keuangan daerah dan anggaran daerah. Evaluasi kinerja sangat penting untuk menilai akuntabilitas pemerintah daerah dalam menyediakan layanan publik yang lebih baik. Akuntabilitas tidak hanya menunjukkan kemampuan untuk menggunakan dana publik, tetapi juga menunjukkan kemampuan untuk menggunakan dana publik secara ekonomis, efektif dan efektif berdasarkan konsep nilai untuk uang. Value for money adalah konsep mengelola organisasi sektor publik, yang didasarkan pada tiga elemen utama, yaitu ekonomi, efisiensi dan efektivitas. Secara ekonomis, dapatkan input kualitas dan kuantitas tertentu dengan harga terendah. Ekonomi adalah perbandingan input dan nilai input dalam satuan moneter. Pendahuluan

Rumusan masalah :

Rumusan masalah Bagaimana indikator dan ukuran kinerja operasi organisasi sektor publik Bagaimana hasil perbandingan antara outcome dengan output Value for money Bagaimana tindakan pemda dalam mengatasi pemborosan dan kehilangan modal penganggaran

Tujuan penelitian :

Tujuan penelitian Untuk mengetahui indikator dan ukuran kinerja operasi organisasi sektor publik Untuk mengetahui hasil perbandingan antara outcome dengan output Value for money Untuk mengetahui tindakan pemda dalam mengatasi pemborosan dan kehilangan modal penganggaran

Indikator kinerja:

Indikator kinerja Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhitungkan indikator sebagai berikut : Indikator masukan (input) Indikator keluaran (output) Indikator hasil (outcome) Indikator manfaat (benefit) Indikator dampak (impact)

Value for Money:

Value for Money Value for money adalah sebuah konsep pengukuran kinerja untuk mengukur tiga elemen utama, yaitu ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Ekonomi memiliki arti sumber daya input seperti tenaga kerja yang diperoleh dengan harga lebih rendah atau harga yang mendekati harga pasar. Efisiensi adalah hubungan sejauh mana input yang digunakan dapat menghasilkan output tersebut. Efektivitas terkait dengan hubungan antara hasil yang diharapkan dengan hasil yang sesungguhnya dicapai.

Pengukuran Value for Money:

Pengukuran Value for Money Menurut Mardiasmo (2004: 133) langkah-langkah pengukuran value for money adalah sebagai berikut: Pengukuran Ekonomi Pengukuran Efisiensi Pengukuran Efektifitas Pengukuran Outcome

Slide8:

Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Pemerintah Daerah Provinsi Yogyakarta. Objek dalam penelitian ini adalah Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Yogyakarta. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini hanya menggunakan sumber data sekunder. Data sekunder pada umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip yang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan. M etode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Pemerintah Provinsi Yogyakarta yang ada pada laporan keuangan audited periode 2017-2019 dan mengumpulkan data pada keuangan berupa laporan anggaran dan realisasi anggaran. Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif,

HASIL PENELITIAN:

HASIL PENELITIAN Rasio Ekonomis Berdasarkan hasil analisis rasio ekonomis pada tabel diatas , dapat diketahui bahwa persentase raiso ekonomis pada BKD DIY pada tahun 2016 sebesar 98,11%. Pada tahun 2017 tingkat ekonomis menurun sebanyak 0,26% menjadi 97,85%. Tahun 2018 naik sebanyak 1,72% menjadi 99,57% dan secara keseluruhan rata-rata persentase raiso ekonomis sebesar 98,51%. Rasio Efisiensi Berdasarkan hasil analisis rasio efisiensi pada tabel diatas , dapat diketahui bahwa persentase raiso ekonomis pada BKD DIY pada tahun 2016 sebesar 108,78%, lebih dari 100%. Pada tahun 2017 tingkat ekonomis menurun sebanyak 13,38% menjadi 95,40%. Tahun 2018 naik sebanyak 58,42% menjadi 36,98% dan secara keseluruhan rata-rata persentase raiso efisiensi sebesar 80,38%.

Slide10:

Rasio efektifitas Berdasarkan hasil analisis rasio efektifitas pada tabel diatas , dapat diketahui bahwa persentase raiso ekonomis pada BKD DIY pada tahun 2016 sebesar 101,49%. Pada tahun 2017 tingkat ekonomis menurun sebanyak 3,73% menjadi 97,76%. Tahun 2018 turun sebanyak 6,28% menjadi 91,48% dan secara keseluruhan rata-rata persentase raiso efektifitas sebesar 96,91%.

Kesimpulan:

Kesimpulan Berdasarkan data diatas , dapat disimpulkan bahwa kinerja Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berada pada titik kurang efektif . Dari data periode tiga tahun , periode 2017 dan 2018 berada dibawah 100%. Dapat diartikan bahwa anggaran pendapatan kurang dalam mencapai rencana realisasi pendapatan dan hanya periode 2017 yang dapat dikatakan efektif . Dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan BKD Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan rasio efektifitas mengalami penurunan kinerja .

Saran:

Saran Tugas dari pemerintah Yogyakarta, untuk meningkatkan kinerjanya agar predikat kinerjanya yang cukup ini dapat menjadi kinerja yang sangat ekonomi , efektif dan sangat efisien . Kinerja pemerintah provinsi Yogyakarta masih perlu di tingkatkan lagi dengan cara output realisasi sesuai dengan output yang direncarakan sehingga dapat terealisasi sesuai target mencapai 100% yang bermakna baik .

authorStream Live Help