sistem transportasi

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Sistem Transportasi pada Tumbuhan, Transportasi pada Hewan, Transportasi pada Manusia

Comments

By: anugrahanukasep (36 month(s) ago)

oke

By: iqbal19 (36 month(s) ago)

bagaimana cara download ny ?

Presentation Transcript

SISTEM TRANSPORTASI:

SISTEM TRANSPORTASI

Pengertian Sistem Transportasi:

Pengertian Sistem Transportasi Transportasi adalah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh .

Slide 3:

Tubuh memerlukan makanan atau zat-zat yang diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan , maupun untuk melakukan aktivitas sehari-hari . Untuk dapat masuk ke dalam seluruh jaringan atau sel tubuh , zat-zat yang diperlukan melalui suatu mekanisme sistem transportasi .

Transportasi Pada Tumbuhan:

Transportasi Pada Tumbuhan Transportasi tumbuhan adalah proses pengambilan dan pengeluaran zat-zat ke seluruh bagian tubuh tumbuhan .

Slide 5:

Pada tumbuhan tingkat rendah penyerapan air dan zat hara yang terlarut di dalamnya dilakukan melalui seluruh bagian tubuh tumbuhan . Contoh : ganggang Pada tumbuhan tingkat tinggi proses pengangkutan dilakukan pembuluh pengangkut yang terdiri dari xylem dan phloem. Contoh : spermatophyta Tumbuhan memperoleh bahan untuk hidup dari lingkungan berupa O 2, CO 2 , air dan unsur hara . Zat diserap dalam bentuk larutan ion kecuali , gas O 2 dan CO 2 . Mekanisme proses penyerapan dapat belangsung karena adanya proses imbibisi , difusi , osmosis dan transpor aktif .

Pengangkutan Zat Melalui Xylem:

Pengangkutan Zat Melalui Xylem Pengangkutan Zat Pada tumbuhan Pengangkutan vaskuler Pengangkutan ekstravaskuler

Slide 7:

Pengangkutan vaskuler ( intravaskuler ) : pengangkutan melalui berkas pembuluh pengangkut . Pengangkutan ekstravaskuler : pengangkutan air dan garam mineral di luar berkas pembuluh pengangkut . Pengangkutan ini berjalan dari sel ke sel dan dengan arah horisontal . Skema pengangkutan di dalam akar melalui : bulu akar >epidermis > korteks >endodermis>xylem

Pengangkutan Ekstravaskuler Dibedakan::

Pengangkutan Ekstravaskuler Dibedakan : - Transportasi lintasan apoplas : menyusupnya air tanah secara bebas atau transpor pasif melalui semua bagian tak hidup dari tumbuhan ( dinding sel dan ruang antar sel ) - Transportasi lintasan simplas : bergeraknya air dan garam mineral melalui bagian hidup dari sel tumbuhan ( sitoplasma dan vakoula ).

Komponen utama penyusun Xylem:

Komponen utama penyusun Xylem Elemen pembuluh trakea dan trakeid sel-sel yang mati karena tidak mempunyai sitoplasma dan hanya mempunyai dinding sel. Sel parenkim ( parenkim kayu ) sel hidup yang berfungsi untuk menyimpan banyak makanan . Serabut kayu serabut kayu berfungsi sebagai penguat ( penyokong ).

Proses pengangkutan air dan zat-zat terlarut dari akar sampai ke daun dipengaruhi oleh::

Proses pengangkutan air dan zat-zat terlarut dari akar sampai ke daun dipengaruhi oleh : Daya kapilaritas Daya tekan akar Daya hisap daun Pengaruh sel-sel yang hidup

Pengangkutan Melalui Phloem:

Pengangkutan Melalui Phloem Air dan zat terlarut yang diserap akar diangkut menuju daun akan dipergunakan sebagai bahan fotosintesis yang hasilnya berupa zat gula / amilum / pati . Pengangkutan hasil fotosintesis berupa larutan melalui phloem secara vaskuler ke seluruh bagian tubuh disebut translokasi .

Slide 12:

Beberapa tumbuhan menyimpan hasil fotosintesis pada akarnya atau batangnya . Pada umumnya jaringan phloem tersusun oleh 4 komponen , yaitu : - buluh tapis - sel pengiring - parenkim phloem - serabut-serabut

Transportasi Pada Hewan:

Transportasi Pada Hewan Sistem transportasi pada hewan dibedakan menjadi 3, yaitu : Sistem difusi : terjadi pada avertebrata tingkat rendah seperti amoeba, paramecium maupun hydra belum mempunyai sistem sirkulasi berupa jantung dengan salurannya yang merupakan jalan untuk peredaran zat makanan . Zat makanan umumnya beredar keseluruh tubuh karena adanya aliran protoplasma . Sistem peredaran darah terbuka : jika dalam peredarannya darah tidak selalu berada dalam pembuluh . Misal : Arthropoda Sistem peredaran tertutup : jika dalam peredarannya darah selalu berada dalam pembuluh . Misal : Annelida , Mollusca , Vertebrata.

Transportasi Pada Hewan Avertebrata:

Transportasi Pada Hewan Avertebrata Protozoa Air yang mengandung makanan dan oksigen yang dibutuhkan oleh Protozoa mengalir melalui seluruh permukaan tubuh secara difusi .

Porifera:

Porifera Belum memiliki sistem sirkulasi khusus , tubuhnya terdiri atas dua lapisan sel , lapisan dalam terdiri atas sel-sel yang disebut koanosit . Koanosit berfungsi menangkap makanan secara fagosit yang selanjutnya disebarkan ke seluruh tubuh oleh amoebosit .

Coelenterata:

Coelenterata Coelenterata tidak memiliki alat transportasi khusus . Makanan dan oksigen diedarkan oleh sel-sel melalui difusi , osmosis dan transport aktif . Misalnya pada Hydra , dinding sebelah dalam dari tubuh Hydra berfungsi juga sebagai pencerna dan sebagai alat sirkulasi .

Platyhelminthes :

Platyhelminthes Sel mesenkim berfungsi membantu makanan yang telah dicernakan . Makanan yang tidak dicerna dikeluarkan melalui mulut , misalnya pada Planaria yang menggunakan sistem gastrovaskuler yang bercabang-cabang .

Sistem gastrovaskuler adalah saluran pencernaan yang juga berfungsi sebagai alat sirkulasi. Sistem gastrovskuler yang bercabang-cabang membuat permukaan saluran pencernaan menjadi luas dan lebih efisien untuk menyerap dan mengedarkan zat makanan ke seluruh tubuh.:

Sistem gastrovaskuler adalah saluran pencernaan yang juga berfungsi sebagai alat sirkulasi . Sistem gastrovskuler yang bercabang-cabang membuat permukaan saluran pencernaan menjadi luas dan lebih efisien untuk menyerap dan mengedarkan zat makanan ke seluruh tubuh .

Nemathelminthes:

Nemathelminthes Saluran peredaran darah tidak ada , tetapi cacing ini mempunyai cairan yang fungsinya menyerupai darah . Pada Nelmaheminthes menggunakan pseudocoelom .

Annelida:

Annelida Memiliki sistem peredaran darah tertutup , yang terdiri dari pembuluh darah dorsal, pembuluh darah ventral dan lima pasang lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung . Misal pada cacing tanah . Arah aliran darah : Lengkung aorta> pembuluh ventral> kapiler ( seluruh jaringan tubuh )> pembuluh dorsal> lengkung aorta ( pembuluh jantung )

Mollusca:

Mollusca Memiliki sistem peredaran darah terbuka. Pada jantung sudah terdapat atrium (serambi) dan ventrikel (bilik) serta terdapat pembuluh darah vena dan arteri, misal pada keong (Pila globosa).

Arthropoda:

Arthropoda Arah aliran darah : Bila jantung p embuluh berdenyut maka hemolimfa mengalir melalui arteri > r ongga tubuh > jaringan tubuh tanpa melalui kapiler > jantung pembuluh melalui ostium. Memiliki sistem peredaran darah terbuka. Organ peredaran terdiri dari jantung dan a rteri, belum memiliki bilik. Jantung disebut jantung pembuluh yang terdiri dari sebuah kantong otot pada tiap ruas yang memiliki sepasang lubang yang dinamakan ostium. Darah dan cairan tubuhnya disebut hemolimfa. Hemolimfa tidak mengandung hemoglobin sehingga tidak mengikat oksigen dan darah tidak berwarna merah.

Echinodermata:

Echinodermata Echinodermata tidak memiliki sistem peredaran darah tetapi memiliki sistem hemal dibuat untuk membantu mendistribusikan makanan ke berbagai bagian tubuh . Distribusi bahan lain (nitrogen limbah , gas terlarut ) dapat dicapai melalui arus dalam cairan selom .

Transportasi Pada Hewan Vertebrata :

Transportasi Pada Hewan Vertebrata Pisces Sistem peredaran darah pada ikan berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah tunggal . Pada sistem peredaran darah tunggal , darah melalui jantung hanya satu kali dalam satu kali peredaran .

Amphibi:

Amphibi Sistem peredaran darah pada katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda . Pada sistem peredaran darah ganda , darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran . Jantung katak terdiri dari tiga ruang , yaitu dua atrium (atrium kanan dan kiri ) dan sebuah ventrikel . Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium.

Reptil:

Reptil Mempunyai sistem peredaran ganda . Jantung kadal terdiri dari empat ruang yaitu serambi kiri , serambi kanan , bilik kiri dan bilik kanan . Pada buaya, sekat ventrikel terdapat suatu lobang yang disebut foramen panizzae y ang memungkinkan pemberian O2 ke alat pencernaan dan untuk keseimbangan tekanan dalam jantung sewaktu penyelam di air. Dari jantung keluar dua buah aorta aorta kanan dan aorta kiri . Aorta kanan keluar dari bilik kiri dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh . Aorta kiri keluar dari perbatasan bilik kiri dan bilik kanan mengalirkan darah ke bagian belakang tubuh .

Aves:

Aves Jantung aves berbentuk kerucut terbalik dan terbungkus oleh selaput jantung (perikardium). Terbagi menjadi 4 ruang, yaitu 2 atrium (atrium dexter/serambi kanan & atrium sinister/ serambi kiri) dan 2 ventrikel (ventrikel dexter / bilik kanan & ventrikel sinister / bilik kiri).

Peredaran darah kecil: Darah dari seluruh tubuh yang mengandung karbondioksida mengalir ke ventrikel kanan, lalu dipompa menuju paru-paru. Di paru-paru, karbondioksida dilepaskan dan oksigen diikat. Darah yang mengandung oksigen ini masuk ke atrium kiri lalu menuju ventrikel kiri. Sedangkan pada peredaran darah besar, darah dari ventrikel kiri yang mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. Di sel-sel tubuh ini, oksigen dilepaskan dan karbondioksida diikat. Darah yang mengandung karbondioksida ini kemudian dibawa ke jantung.:

Peredaran darah kecil: Darah dari seluruh tubuh yang mengandung karbondioksida mengalir ke ventrikel kanan, lalu dipompa menuju paru - paru. Di paru - paru, karbondioksida dilepaskan dan oksigen diikat. Darah yang mengandung oksigen ini masuk ke atrium kiri lalu menuju ventrikel kiri. Sedangkan pada peredaran darah besar, darah dari ventrikel kiri yang mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. Di sel - sel tubuh ini, oksigen dilepaskan dan karbondioksida diikat. Darah yang mengandung karbondioksida ini kemudian dibawa ke jantung .

Sistem Transportasi pada Manusia:

Sistem Transportasi pada Manusia Sistem transportasi pada manusia berupa sistem peredaran darah dan sistem limfatik ( peredaran getah bening ).

Sistem Peredaran Darah:

Sistem Peredaran Darah Sistem peredaran darah manusia merupakan sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda . Sistem peredaran darah berfungsi untuk : Mensuplai oksigen (O2) dan sari makanan yang diabsorpsi dari sistem pencernaan ke seluruh jaringan tubuh Membawa gas sisa berupa karbon dioksida (CO2) ke paru-paru Mengembalikan sisa metabolism ke ginjal untuk diekskresikan Menjaga suhu tubuh Mendistribusikan hormon-hormon untuk mengatur fungsi sel-sel tubuh

Darah:

Darah Darah merupakan unit fungsional seluler pada manusia untuk membantu proses fisiologis . Darah terdiri dari dua komponen , yaitu plasma darah dan sel-sel darah .

Slide 33:

Plasma Darah Plasma darah adalah bagian darah yang cair . Plasma darah tersusun dari 91,5% air dan 8,5% zat-zat terlarut . Zat - zat terlarut itu adalah molekul-molekul dan berbagai ion. Ion-ion dan molekul-molekul tersebut akan diedarkan keseluruh tubuh atau berfungsi untuk membantu peredaran zat lainnya . Kira-kira 7% plasma darah terdiri dari molekul-molekul protein, yaitu serum albumin 4%; serum globulin 2,7%; dan fibrinogen 0,3%. Serum adalah cairan darah yang tidak mengandung fibrinogen. Protein plasma juga berperan sebagai antibodi . Antibodi merupakan protein yang dapat mengenali dan mengikat antigen tertentu . Sedangkan antigen merupakan protein asing yang memacu pembentukan antibodi . Antibodi terbentuk jika ada antigen yang masuk ke dalam tubuh

Sel-Sel Darah:

Sel-Sel Darah Sel-sel darah dikelompokkan menjadi tiga kelompok , yaitu eritrosit ( sel darah merah ), leukosit ( sel darah putih ), trombosit ( keping darah ) Eritrosit ( Sel Darah Merah ) Tidak berinti, mengandung Hb (protein yang mengandung senyawa hemin dan Fe yang mempunyai daya ikat terhadap O 2 dan CO 2 ), bentuk bikonkav, dibuat dalam sumsum merah tulang pipih sedang pada bayi dibentuk dalam hati. Dalam 1 mm 3 terkandung ± 5 juta eritrosit (laki-laki) dan ± 4 juta eritrosit (wanita). Setelah tua sel darah merah akan dirombak oleh hati dan dijadikan zat warna e mpedu (bilirubin)

Leukosit (Sel Darah Putih):

Leukosit ( Sel Darah Putih ) Mempunyai inti, setiap 1 mm3 mengandung 6000 – 9000 sel darah putih, bergerak bebas secara ameboid, berfungsi melawan kuman secara fagositosis, dibentuk oleh jaringan retikulo endothelium di sumsum tulang untuk granulosit dan kelenjar limpa untuk agranulosit. Granulosit ( mer u pakan sel darah putih yang bergranula ): Neutrofil : granula merah kebiruan, bersifat fagosit . Basofil : granula biru, fagosit . Eosinofil : granula merah, fagosit . Agranulo s it ( merupakan sel darah putih yang sitoplasmanya tidak bergranula ): Monosit : inti besar, bersifat fagosit, dapat bergerak cepat. Lim f osit : inti sebuah, untuk imunitas, tidak dapat bergerak.

Trombosit (Keping Darah):

Trombosit ( Keping Darah ) Tidak berinti dan mudah pecah, bentu tidak teratur, berperan dalam pembekuan darah, keadaan normal 1 mm3 mengandung 200.000 – 300.000 butir trombosit. Mekanisme pembekuan darah : Trombosit dan sel-sel darah yang rusak melepaskan enzim trombokinase . Enzim trombokinase akan mengubah protrombin menjadi trombin dengan bantuan ion Ca2+ serta dipengaruhi oleh vitamin K. trombin mengkatalis fibrinogen menjadi benang-benang fibrin Untuk keperluan tertentu, misal dalam proses pengambilan darah dari donor, maka pembekuan darah dapat dihindarkan dengan jalan : Mendinginkan darah mendekati titik bekunya. Tujuannya untuk menhalangi pembentukan trombin. Memberi garam natrium oksalat atau natrium sitrat. Tujuan mengendapkan ion Ca, sehingga pengubahan protrombin menjadi trombin terhambat. Pemberian heparin atau dikumarol yang merupakan zat antikoagulan (anti pembekuan darah). Zat ini digunakan untuk mencegah pembekuan darah dalam transfusi darah dan pada saat operasi. Mencegah persentuhan dengan permukaan yang kasar, misal menggunakan alat pengambil darah yang sangat tajam dan permukaan alat yang licin dan halus.

Golongan Darah:

Golongan Darah Terdapat 3 sistem penggolongan darah pada manusia : Sistem MN : golongan darah digolongkan menjadi 3 yaitu M, MN dan N. Sistem Rh (Rhesus) : golongan darah manusia di golongkan menjadi 2 yaitu Rh+ dan Rh-. Orang bergolongan Rh+ di dalam eritrositnya terkandung aglutinogen Rhesus, 85% dimiliki orang berkulit berwarna. Sedang yang bergolongan Rh- dalam eritrositnya tidak terdapat aglutinogen Rhesus, 85% dimiliki orang berkulit putih. Apabila bayi bergolongan Rh+ berada dalam kandungan ibu bergolongan RH- , dimana dareah ibu sudah terbentuk zat anti Rh+ , maka tubuh bayi akan kemasukan zat anti Rh+, dan anak itu akan menderita penyakit kuning sejak lahir yang disebut erythroblastosis foetalis (sel-sel darah merahnya tidak dapat dewasa).

Slide 38:

Sistem A, B, O : Dr. Landsteiner dan Donath membedakan glongan darah m anusia menjadi 4, yaitu A, B, AB dan O. Golongan darah A : sel darah merahnya mengandung aglutinogen A, sedang dalam plasmanya terdapat aglutinin b atau zat anti B. Golongan darah B : sel darah merahnya mengandung aglutinogen B, sedang dalam plasmanya terdapat aglutinin a atau zat anti A. Golongan darah AB : sel darah merah mengandung aglutinogen A dan B, sedang dalam plasmanya tidak terdapat aglutinin a dan b. Golongan darah O : sel darah merahnya tidak terdapat aglutinogen A dan B, tetapi plasma nya mengandung aglutinin a dan b. Aglutinogen (antigen) berarti zat yang digumpalkan, sedang aglutinin (zat anti) b erarti zat yang menggumpalkan .

Alat-Alat Peredaran Darah:

Alat-Alat Peredaran Darah Jantung Merupakan alat pemompa darah. Jantung terdiri dari otot jantung (miokardium), selaput jantung (perikardium) dan selaput yang membatasi ruangan jantung (endokardium). Jantung manusia terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel. Atrium (serambi) Merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Atrium kanan (dekter) dan atrium kiri (sinister) terdapat katup valvula bikuspidalis. Pada fetus antara atrium kanan danatrium kiri terdapat lubang disebut foramen ovale. Ventrikel (bilik) Jantung manusia berdenyut kira-kira 70 – 80 kali setiap menit, sehingga dalam sehari ± 100.000 kali. Pada bayi yang baru lahir berdenyut ± 130 setiap menit. Umur 20 tahun ± 72 / menit dan 45 tahun ± 75 / menit.

Pembuluh Darah:

Pembuluh Darah Pembuluh nadi ( arteri ): pembuluh darah yang membawa darah dari jantung . Pembuluh vena ( balik ): pembuluh darah yang membawa darah ke jantung . Pembuluh kapiler : Berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran O 2 dari darah dengan CO 2 dari j aringan, pertukaran zat antara darah dengan cairan jaringan (Contohnya: makanan, hormon, bahan lain pada plasma darah dan cairan jaringan), menghubungkan arteriol dengan venula. Ciri-cirinya : Dindingnya tipis, tidak terdapat otot halus dan jaringan ikat, serta tersusun atas s elapis j aringan endotelium.

Sistem Limfatik (Peredaran Getah Bening):

Sistem Limfatik ( Peredaran Getah Bening ) Sistem limfatik adalah sistem tubuh yang berperan utama untuk menghasilkan imunitas (kekebalan tubuh). Sistem limfatik tersusun dari cairan limfe yang mengalir di dalam pembuluh limfatik , organ dan jaringan limfatik , dan sumsum tulang merah

Sistem limfatik memiliki tiga fungsi, yaitu sebagai berikut::

Sistem limfatik memiliki tiga fungsi , yaitu sebagai berikut : Mengalirkan cairan interstitial. Pembuluh limfatik mengalirkan kelebihan cairan interstitial yang berasal dari ruang antarsel . Mentranspor lemak dari makanan . Pembuluh limfatik mentranspor lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K) yang diserap oleh saluran pencernaan untuk dialirkan ke darah . Memfasilitasi reaksi imun . Jaringan limfatik membangkitkan reaksi spesifik yang sangat tinggi terhadap mikroorganisme tertentu atau sel yang abnormal. Limfosit dibantu oleh makrofag akan mengenali se lasing tersebut dan menghancurkannya .

Pembuluh Limfatik:

Pembuluh Limfatik Saluran pembuluh limfatik dimulai dari kapiler limfatik . Kapiler limfatik adalah suatu saluran dengan ujung tertutup yang terletak pada ruang antarsel yang terdapat di seluruh tubuh , kecuali jaringan yang tidak berpembuluh , sistem saraf pusat , sebagian dari limpa dan sumsum tulang merah . Kapiler-kapiler limfatik akan bertemu dan membentuk pembuluh limfatik yang ukurannya lebih besar daripada kapiler limfatik . Melalui pembuluh limfatik , cairan limfe mengalir menuju dua saluran utama , yaitu pembuluh limfe kiri dan pembuluh limfe kanan . Pembuluh limfe kiri menerima cairan limfe dari kepala bagian kiri , leher , dada, lengan kiri bagian atas dan seluruh bagian tubuh yang terletak di bawah tulang rusuk . Pembuluh limfe tersebut kemudian mengalirkan cairan limfe ke pembuluh vena. Pembuluh limfe kanan menerima cairan limfe dari bagian atas kanan tubuh dan mengalirkannya menuju pembuluh darah vena.

Jaringan dan Organ Limfatik:

Jaringan dan Organ Limfatik Jaringan dan organ limfatik dikelompokkan menjadi dua berdasarkan fungsi , yaitu organ limfatik primer dan organ serta jaringan limfatik sekunder . Organ limfatik primer meliputi sumsum tulang merah dan kelenjar timus . Organ dan jaringan limfatik sekunder meliputi nodus limfe , limpa da nodulus limfatikus . Sumsum tulang merah Sumsum tulang merah terdapat di dalam tulang pipih dan epifise tulang pipa pada orang dewasa . Sumsum tulang merah merupakan tempat pembentukan limfosit Kelenjar timus yang terletak di rongga dada bagian atas tulang dada. Fungsi kelenjar timus salah satunya memproduksi hormon yang berfungsi dalam pematangan sel limfosit T.

Slide 45:

Nodus limfe adalah 600 organ y ang berbentuk seperti kacang dan terletak di sepanjang pembuluh limfe. Mengandung limfosit B dan limfosit T yang berperan dalam menghancurkan berbagai senyawa dan sel asing. Selain itu nodus limfe juga berfungsi untuk menyaring cairan limfe yang mengalir dalam pembuluh Limpa berbentuk oval dan merupakan jaringan limfatik terbesar di dalam tubuh. Panjangnya 12 cm, dan terletak di antara perut dan diafragma. Terdiri dari bagian yang disebut pulpa putih dan pulpa merah . Pulpa putih mengandung limfosit dan makrofag, sedangkan pulpa merah yang mengandung pembuluh darah. Darah yang mengalir ke dalam limpa dan akan bertemu dengan sel - sel limfosit dan makrofag di bagian pulpa putih. Sel - sel limfosit dan makrofag akan menjalankan fungsi imun terhadap patogen - patogen y ang terdapat dalam darah.

Slide 46:

Nodulus limfatikus merupakan sekumpulan jaringan limfatik yang tersebar di sepanjang jaringan ikat yang terdapat pada membran mukus yang membatasi dinding saluran pencernaan, saluran reproduksi, saluran urin, dan saluran respirasi. Beberapa bentuk nodulus limfatikus yaitu: Tosil yang terdapat di tenggorokan , Folikel limfatik yang terdapat di permukaan dinding usus halus. Letaknya sangat strategis untuk berperan dalam respon imun melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan atau pernafasan.

Kelainan dan Penyakit pada Sistem Transportasi Manusia:

Kelainan dan Penyakit pada Sistem Transportasi Manusia Hemofili a adalah penyakit darah sukar membeku akibat faktor keturunan (genetis). Anemia adalah suatu keadaan kekurangan eritrosit . Hal ini dapat disebabkan karena hilangnya darah secara cepat atau terlalu lambatnya produksi eritorsit . Polisitemia adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan jumlah sel darah merah akibat pembentukan sel darah merah yang berlebihan oleh sumsum tulang . Polisitemia primer: Kelainan akibat adanya pembelahan abnormal yang tidak terkendali dari sel induk darah merah Polisitemia sekunder : Kejadian alamiah yang disebabkan penderita tinggal di daerah yang kadar oksigennya rendah ( di daerah pegunungan tinggi ) sehingga tubuh mengantisipasi kondisi ini dengan memproduksi sel darah merah lebih banyak

Slide 48:

Leukemia adalah jenis kanker yang mempengaruhi sumsum tulang dan jaringan getah bening . Semua kanker bermula di sel , yang membuat darah dan jaringan lainnya . Sel-sel baru terbentuk meski tubuh tidak membutuhkannya dan sel-sel lama tidak mati seperti seharusnya . Leukopenia (juga dikenal sebagai leukocytopenia, atau leukopenia) adalah penurunan jumlah sel darah putih (leukosit) ditemukan dalam darah, yang menempatkan individu pada peningkatan risiko infeksi. Neutropenia adalah sub-jenis leukopenia yang mengacu pada penurunan jumlah beredar granulosit neutrofil, sel-sel darah putih paling banyak. Para leukopenia syarat dan neutropenia kadang-kadang dapat digunakan bergantian, sebagai jumlah neutrofil adalah indikator yang paling penting risiko infeksi.

Slide 49:

Thalassemia adalah penyakit keturunan dengan gejala utama pucat , perut tampak membesar karena pembengkakan limpa dan hati , apabila tidak diobati dengan baik akan terjadi perubahan bentuk tulang muka dan warna kulit menjadi menghitam . Penyakit thalassemia disebabkan oleh adanya kelainan / perubahan / mutasi pada gen globin alpha atau gen globin beta sehingga produksi rantai globin tersebut berkurang atau tidak ada . Akibatnya produksi Hb berkurang dan sel darah merah mudah sekali rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal (120 hari ). Sklerosis adalah penyakit pengerasan pada pembuluh nadi akibat endapan senyawa lemak atau zat kapur. Aterosklerosis, bila endapannya lemak. Arteriosklerosis, bila endapannya zat kapur.

Slide 50:

Trombus & embolus adalah suatu pembekuan darah yang terjadi pada aliran darah sampai pembuluh darah menyempit dan menutup sirkulasi . Jantung koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh gangguan aliran darah pada pembuluh darah koroner . Pemicunya biasanya adalah arteriosklerosis . Varises adalah pelebaran pembuluh vena dan umumnya di bentis, sedang yang di anus disebut am b eien (hemoroit). Hipertensi atau Darah Tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis ( dalam waktu yang lama). Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri . Satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara teratur .

Slide 51:

Hipotensi merupakan kondisi tekanan darah yang terlalu rendah , yaitu apabila tekanan darah sistolik < 90 mmHg dan tekanan darah diastolik < 60 mmHg. Eritroblastosis fetalis adalah penyakit kuning bayi, karena kerusakan darah bayi yang baru lahir akibat kemasukan aglutinin dari luar. Blue baby adalah bayi warna biru waktu lahir akibat kelainan jantung (foramen ovale tidak menutup).

Slide 52:

THANKS FOR YOUR ATTENTION