jaringan tumbuhan dan hewan

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas biologi ict

Comments

By: henri1984 (36 month(s) ago)

Mantap deh

By: mawaddaturrohmah (36 month(s) ago)

good job.like it!!

Presentation Transcript

BIOLOGI ICT:

BIOLOGI ICT Nama : Mega Purwati Ningsih Smt/Kelas : 2/c Prodi : Pendidikan Biologi Email :megarengdoi@ymail.com

Slide 2:

SK dan KD Tujuan Pembelajaran Jaringan Meristem Jaringan Dewasa

KD: 2.1 Mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengkaitkannya dengan fungsinya, menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan 2.2 Mendeskripsikan struktur jaringan hewan veterberata dan mengkaitkan dengan fungsinya :

KD: 2.1 Mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengkaitkannya dengan fungsinya, menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan 2.2 Mendeskripsikan struktur jaringan hewan veterberata dan mengkaitkan dengan fungsinya SK : Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi sel jaringan tumbuhan dan hewan serta penerapannya dalam konteks saling temas

TUJUAN PEMBELAJARAN:

TUJUAN PEMBELAJARAN JARINGAN TUMBUHAN Setelah mempelajari bab ini,siswa diharapkan dapat: 1. Membedakan berbagai penyusun organ tumbuhan. 2. Menunjukan letak epidermis korteks, dan stele (silinder pusat). 3. Mendeskripsikan fungsi masing-masing jaringan tumbuhan. 4. Mengaitkan sifat totipotensi jaringan dengan teknik kultur jaringan. JARINGAN HEWAN Setelah mempelajari bab ini,siswa diharapkan dapat: 1.Membedakan berbagai jaringan pada tubuh hewan. 2.Menjelaskan fungsi tiap-tiap jaringan pada hewan. 3.Menggunakan pengetahuan tentang jaringan untuk pemecahan masalah, seperti penggunaan transplantasi kulit untuk luka bakar.

Materi ::

Materi : 2.1Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Tumbuhan tersusun atas banyak sel. Sel di tempat tertentu membentuk jaringan. Jaringan adalah sekeompok sel yang mempunyai struktur dan terikat oleh bahan antarsel membentuk sutu kesatuan. Jaringan penyusun tubuh tumbuham dapat dibedaknan menjadi dua macam yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen .

1. Jaringan meristem:

1. Jaringan meristem Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunya bersifat embrional, artinya mampu terus-manarus membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. Ciri-ciri sel meristem yaitu: Berdinding tipis Banyak mengandung protoplasma Vakoula kecil Inti besar Plastida belum matang Jaringan meristem terdiri dari meristem apikal atau titik tumbuh pada ujung batang dan ujung akar, dan meristem interkalar atau kambium. Berdasarkan bentuknya meristem dibedakan menjadi dua yaitu: 1. Meristem Primer 2.Meristem Skunder

1. Meristem Primer 2. Meristem Skunder :

1. Meristem Primer 2. Meristem Skunder

a. Meristem primer:

a. Meristem primer Meristem primer adalah meristem yang berkembang dari sel embrional. Meristem dapat dibedakan dengan perkembangan sel.pada ujung batang terdapat meristem apikal, dan didekat meristem apikal terdapat promeristem. Daerah meristematik terdiri dari sekelompok sel yang telah mengalami diferensiasi sampai tingkat tertentu. Daerah meristematik di belakang promeristem mempunyai tiga jaringan meristem, yaitu: protoderma , prokambium , dan meristem dasar. Protoderma akan membentuk epidermis. Prokambium akan membentuk jaringan ikat pembulu primer. Meristem dasar akan membentuk jaringan dasar tumbuhan yang mangisi empulur dan korteks seperti parenkim, kolenkim, dan skelerenkim.

b. Meristem skunder :

b. Meristem skunder Meristem skunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi (sudah terhenti pertumbuhannya) tetapi kembali bersifat embrional.

2. Jaringan Dewasa:

2. Jaringan Dewasa Jaringan dewasa adalah jaringan hasil diferensiasi dan spesialisasi sel-sel jaringan meristem misalnya epidermis, parenkim, kolenkim, xilem, floem, dan jaringan gabus.

a. Epidermis:

a. Epidermis Jaringan epidermis merupakan jaringan terluar tumbuhanyang menutupi seluruh tubuh tumbuhan mulai dari akar, batang, hingga daun. Epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan didalamnya dan sebagai tempat pertukaran zat.

b. Parenkim:

b. Parenkim Parenkim tersusun atas sel-sel bersegi banyak. Antara sel yang satu dengan sel yang lain terdapat ruang antar sel. Parenkim di sebut pula jaringan dasar karena menjadi tempat bagi jaringan-jaringan yang lain. Parenkim terdapat pada akar, batang, dan daun, mengitari jaringan lainnya, misalnya pada xilem dan floem.

c. Kolenkim:

c. Kolenkim Sel kolenkim merupakan sel hidup dan mempunyai sifat mirip perenkim. Sel-selnya ada yang mengandung kloroplas. Kolenkim umumnya terletak didekatpermukaan dan dibawah epidermis pada batang, tangkai daun, tangkai bungandan ibu tulang daun. Fungsi jaringan kolenkim adalah sebagai penyokong pada bagian tumbuhan muda yang sedang tumbuh dan pada tumbuhan herba.

d. Xilem :

d. Xilem Xilem berfungsi menyalurkan air dan mineraldari akar ke daun. Elemen xilem terdiri dari unsur pembulu, serabut xilem, dan parenkim xilem. Unsur pembulu ada dua, yaitu pembulu kayu trakea dan trakeid. Trakea dan trakeid merupakan sel mati, tidak memiliki sitoplasma dan hanya tersisa dinding selnya. Sel-sel tersebut bersambungan sehingga membentuk pembulu kapiler yang berfungsi sebagai pengangkut air dan mineral.

e. Floem:

e. Floem Floem berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Pada umumnya elemen floem disusun oleh unsur-unsur tipis, sel pengiring, serabut floem, sklereid, dan parenkim floem. Unsur utama adalah pembulu tapis dan parenkim floem. Parenkim floem berfungsi menyimpan cadangan makanan. Pesebaran serabut floem sering kali sangat luas dan berfungsi untuk memberi sokongan pada tubuh tumbuhan.

Organ pada Tumbuhan :

Organ pada Tumbuhan Jaringan pada tumbuhan membentuk sistem jaringan dan beberapa sistem jaringan membentuk organ. Organ pokok pada tumbuhan yang bersifat vegetatif adalah akar, batang, dan daun. Organ pokok tumbuhan yang bersifat generatif adalah bungan.

  1. Akar :

1. Akar Semuan tumbuhan berpembulu (vaskular) mempunyai akar. Akar merupakan air dan mineral dari tanah menuju ke seluruh bagian bagian tumbuhan. Akar juga berfungsi untuk meletakkan dan menopang tubuh tumbuhan agar kokoh. Beberapa tumbuhan akar juga menjadi tempat menyimpan cadangan makanan. Pertumbuhan akar dikontrololeh aktivitas meristemapikal ujung akar. Meristem ini dilindungi oleh tudung akar yang berfungsi sebagai jaringan pelindung.

  2. Batang :

2. Batang Batang merupakan bagian tumbuhan yang berada di permukaan tanah. Batang berfungsi sebagai tempat duduk daun, sarana lintasan air, mineral, dan makanan antarbagian tunbuhan, yaitu antarakar, batang, daun. Batang disebut juga sebagai bagian penghasil alat-alat lateral. Selama fase vegetatif atau pertumbuhan, alat lateral yang dihasilkan adalah daun dan tunas, sedangkan selama fase reproduksi, alat lateral yang dihasikan adalah bunga.

Struktur primer batang. :

Struktur primer batang. Struktur primer batang monokotil Struktur primer batang monokotil terdiri dari epidermis pada bagian luar, dan batang pada bagian dalam terdiri atas ikatan pembulu, empulur, dan skelerenkim. Ikatan pembulu pada struktur primer batang monokotil tersebar acak hingga ke empulur, sehingga korteks dan silinder pusat tidak tampak.

Struktur primer batang dikotil Struktur primer batang dikotil di bangun oleh jaringan-jaringan primer sebagai berikut: :

Struktur primer batang dikotil Struktur primer batang dikotil di bangun oleh jaringan-jaringan primer sebagai berikut: Epideemis merupakan jaringan terbentuk sel-sel pipih yang berfungsi melindung jaringan didalamnya. Dinding sel epidermis tebal dan dilapisi oleh kutin atau kutikula. b. Korteks merupakan jaringan yang terletak dibawah epidermis yang tersusun dari sel-sel parenkim yang berbentuk bulat,berdindind tipis, dan bervakoula besar. Fungsi utamanya adalah menyimpan cadangan makanan. Pada beberapa jenis tumbuhan dindingnya mengalami penebalan membentuk kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi memperkuat batang. Stele atau silinder pusat, merupakan bagian terdalam dari batang. Lapisan terluar dari silinder pusat dibatasi oleh perisikel atau perikambium. Stele tersebut disusun oleh xilem primer, floem primer kambium vaskular dan empulur.

Perbedaan Struktur Anatomi Batang Monokotil dan Dikotil:

Perbedaan Struktur Anatomi Batang Monokotil dan Dikotil Monokotil : Batang tidak bercabang-cabang Pembulu angkut tersebar Tidak mempunyai kambium vaskular, sehingga tidak dapat tumbuh membesar Mempunyai meristem interkalar Tidak memiliki jari-jari empulur Tidak dapat dibedakan antara daerah korteks dan empulur Dikotil : Batang bercabang-cabang Pembulu angkut teratur dalam susunan lingkaran atau berseling radial Mempunyai kambium vaskular, sehingga dapat tumbuh membesar Tidak mempunyai meristem interkalar Jari-jari empulur berupa deretan parenkim di antara berkas pengangkut Dapat dibedakan antara daerah korteks dan empulur

3. Daun:

3. Daun Daun merupakan bagian tumbuhan yang biasanya berbentuk lembaran pipih, berwarna hijau. Ada beberapa jenis daun yang berbentuk jarum seperti pada pinus, atau seperti sisik misalnya pada kaktus. Seain itu masih banyak modifikasi bentuk lain dari daun. Daun tumbuhan duduk pada batang dengan pola teratur dan tertentu. Daun biasanya memiliki umur tertentu, dan aknan gugur setelah usia tertentu. Daun berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan bagi tumbuhan melalui proses fotosintesis. Struktur anatomis daun terdiri dari jaringan Kulit (epidermis) Jaringan dasar (parenkim palisade dan spons) Jaringan pengangkut (xilem dan floem)

2.2 Struktur dan Fungsi Jaringan Hewan :

2.2 Struktur dan Fungsi Jaringan Hewan Tubuh makhluk hidup tersusun atas sel. Sel-sel pada tempat tertentu yang memiliki bentuk dan fungsi disebut jaringan. Sekelompok jaringan yang bekerja bersama-sama melakukan fungsi tertentu disebut organ, contohnya usus, hati, dan lambung. Jaringan dan orga bekerja sama melaksanakan fungsi tertentu dan disebut sistem organ, contohnya sistem pencernaan, eksresi, dan sirkulasi. back

A. Jaringan hewan Jaringan hewan terdiri dari jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan saraf. :

A. Jaringan hewan Jaringan hewan terdiri dari jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan saraf. 1. Jaringan Epitel Jaringan epitel merupakan jaringan penutup permukaan tubuh, baik permukaan tubuh sebelah luar maupun sebelah dalam. Berdasarkan lapisannya, epitelium dapat dibedakan menjadi epitel sederhana, dan berlapis. Epitelium adalah epitel yang selnya hanya selapis, sedangkan epitelium berlapis tersusun dari beberapa lapis sel. Sifat-sifat jaringan epitel : Terdiri atas beberapa lapis sel Bentuk sel penyusunnya sangat bervariasi Terdapat lamina bersialis yang merupakan suatu struktur ekstraseluler Dilengkapi dengan mikrovili, streosilia, dan flagela Fungsi jaringan epitel adalah sebagai penutup dan sebagai kelenjar.

2. Jaringan Ikat:

2. Jaringan Ikat Jaringan ikat atau jaringan penyambung merupakan jaringan yang selalu berhubungan dengan jaringan lainnya atau organ-organ. Jaringan memiliki fungsi antara lain: Meletakkan suatu jaringan ke jaringan lain Membungkus organ-organ Mengisi rongga pada organ-organ Menghasilkan imunitas. Jaringan ikat tersusun atas tiga komponen utama, yaitu sel, serabut, dan zat gen, elastin dan retikulum. Jaringan ikat di klasifikasikan menjadi jaringan ikat biasa, jaringan ikat khusus, dan jaringan ikat penyongkong. Penyusun Jaringan ikat adalah Matriks dan sel-sel jaringan.

3. Jaringan Otot :

3. Jaringan Otot Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot. Otot berperan dalam pergerakan organ tubuh atau bagian tubuh. Kemampuan otot untuk berkontraksi disebabkan adanya serabut kontraktil. Serabut kontraktil ini tersusun atas filamen atau benang aktin dan miosin. Jaringan otot dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu otot rangka, otot jantung, dan otot polos.

4. Jaringan Saraf :

4. Jaringan Saraf Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf atau neuron yang berfungsi menerima dan memindahkan rangsangan dari bagian tubuh yang satu ke bagian yang lain. Neoron terdiri atasperikrion, dendrit, dan akson. Berdasarkan fungsinya, neuron di bedakan menjadi neoron sensori, motor, dan asosiasi. Neoron sensori berfungsi menyampaikan impuls dari indra ke saraf pusat Neoron motor berperan menyampaikan impuls dari saraf pusat ke organ efektor Neoron asosiasi berfungsi menyampaikan impuls dari neuron sensori ke neuron motor.

B. Organ dan Sistem Organ pada Hewan:

B. Organ dan Sistem Organ pada Hewan Organ tubuh pada dasarnya merupakan gabungan dari berbagai jaringan yang menghasilkan satu fungsi atau lebih. Contoh organ adalah usus. Usus merupakan salah satu organ penyusun sistem pencernaan yang tersusun atas berbagai jaringan, misalnya jaringan epitelium yang terletak di lumen usus berfungsi menyerap sari makanan, menghasilkan mukus (lendir), serta mensekresi enzim pencernaan. Jaringan otot yang tersusun secara melingkar (sirkulasi) dan membujur (longitudinal) berperan dalam gerakan peristaltik. Jaringan ikat pada pembulu darah berfungsi mengangkut sari makanan. Jaringan saraf berfungsi dalam mengkoordinasi kerja ketiga jaringan tersebut melakukan satu fungsi yaitu mencerna makanan. Sistem pencernaan berperan dalam mencerna dan menyediakan makananyang dibutuhkan oleh sel tubuh. Organ penyusun sistem pencernaan adalah organ-organ pencernaan makanan dan kelenjar pencernaan makanan. Selama proses pencrnaan, makana akan mengalami pemecahan yang dikerjakan secara mekanis oleh gigi dan lidah, dan dibantu secara kimiawi oleh senyawa-senyawa kimia hasil sekresi kelenjar pencernaan untuk dijadikan sari-sari makanan yang siap diserap oleh usus, dan selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh melelui sistem peredaran darah. Dan kerusakan pada salah satu anggota dari satu system organ akan mengganggu fungsi dari sistem organ yang bersangkutan.

selesai:

selesai thanks The end