sistem saraf

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

sistem Koordinasi Hewan vetebrata

Comments

Presentation Transcript

Sistem Saraf vetebrata : 

Sistem Saraf vetebrata Manar Imam Muhammadi Mailanti Nayla Syifa Nurholis

Sistem Saraf Manusia : 

Sistem Saraf Manusia

Materi Yang akan di bahas : 

Materi Yang akan di bahas

Sistem Saraf Manusia : 

Sistem Saraf Manusia Fungsi sistem saraf: Penghubung antara tubuh dengan dunia luar melalui indra Pengatur respon terhadap rangsangan Mengatur dan mengendalikan kerja organ-organ tubuh sehingga dapat bekerja sesuai fungsinya

Gambar : Pengenalan informasi oleh sistem saraf : 

Gambar : Pengenalan informasi oleh sistem saraf back

Struktur saraf : 

Struktur saraf Jaringan saraf terdiri dari tiga macam sel yang mempunayi struktur dan fungsi yang berbeda, yaitu sel saraf (neuron), sel schwan dan sel penyokong (neuroglia)

Struktur Sel Saraf terdiri dari : 

Struktur Sel Saraf terdiri dari Neuron Neuron merupakan unit terkecil dan unit fungsional dari sistem saraf. Neuron terdiri dari tiga bagian yaitu badan sel (soma atau perikarion), dendrit ( uluran-uluran yang keluar dari badan sel) dan akson (uluran panjang).

Struktur Sel Saraf terdiri dari : 

Struktur Sel Saraf terdiri dari Selubung mielin pada sistem saraf perifer di bentuk dari sel Schwann. Bagian dari sel Schwann yang menyelubungi selubung mielin disebut neurilemma yang berperan dalam membantu proses regenerasi akson yang sedikit luka.

Struktur Sel Saraf terdiri dari : 

Struktur Sel Saraf terdiri dari Sel Glia/Sel Penyokong adalah sel pendukung sistem syaraf. Berfungsi : Mendukung neuron Regulasi konsentrasi ekstraseluler ion dan neurotransmiter Memberi nutrisi Macam-macam jenis sel penyokong seperti atrosit, mikroglia, sel ependima, oligodendrosit

Klasifikasi Neuron : 

Klasifikasi Neuron Atas dasar fungsi : Neuron sensorik Neuron motorik Neuron asosiasi/penghubung

Slide 12: 

Penggolongan Sistem Saraf Sistem saraf Saraf pusat Saraf tepi Otak Sumsum tulang belakang Otak besar Otak tengah Otak depan Otak kecil Sumsum lanjutan Saraf somatik Saraf otonom 12 pasang saraf otak (saraf kranial) 31 pasang saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal) Saraf simpatetik Saraf parasimpatetik Saraf tak sadar Saraf sadar

Saraf Pusat : 

Saraf Pusat Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak terletak di rongga kepala dan dilindungi oleh tempurung kepala. otak diselubugi oleh membran yang disebut meninges. Meninges terdiri dari tiga lapisan : duramater, selaput arachnoid, dan piamater. Diantara meninges terdapat cairan cerebrospinal.

Otak : 

Otak

Otak besar : 

Otak besar

Otak kecil : 

Otak kecil

Otak tengah dan Sumsum Lanjutan (medula oblongata) : 

Otak tengah dan Sumsum Lanjutan (medula oblongata) Otak tengah berkaitan dengan refleks mata, tonus (kontraksi terus-menerus) otot, dan posisi tubuh Sumsum lanjutan berperan mengatur denyut jantung, penyempitan pembuluh darah, gerak menelan, batuk, bersin, bersendawa dan muntah. Bagian Sumsum lanjutan yang menghubungkan otak adalah pons, berfungsi sebagai pengatur pernafasan

Sumsum Tulang Belakang (medula spinalis) : 

Sumsum Tulang Belakang (medula spinalis) Sumsum tulang belakang terdiri dari dua bagian, yaitu: Ventral (mengarah ke perut) : Ventral mengandung badan neoron motorik dan neuritnya kearah efektor. Dorsal (mengarah ke punggung) :Dorsal mengandung badan neuron sensorik .

Sistem Saraf Tepi (perifer) : 

Sistem Saraf Tepi (perifer) Sistem saraf tepi berfungsi menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ-organ tubuh. Berdasarkan arah impuls, saraf tepi terbagi menjadi: Sistem saraf Aferen : membawa impuls dari reseptor ke saraf pusat Sistem saraf Eferen : membawa impuls dari saraf pusat ke efektor

Sistem saraf tepi terbagi menjadi dua, yaitu: : 

Sistem saraf tepi terbagi menjadi dua, yaitu:

Gerak Sadar : 

Gerak Sadar Rangsang Neuron Sensoris Neuron Motorik Mekanisme gerak sadar

Gerak refleks : 

Gerak refleks Sumsum Tulang Belakang Neuron Sensorik Neuron Motorik Neuron Penghubung

Sistem Koordinasi Burung : 

Sistem Koordinasi Burung

Slide 25: 

- Sistem Saraf Utama terdiri dari otak dan Saraf tulang belakang Sistem Saraf Tepi terdiri dari kranial,saraf otonom dan ganglia,dan indera pada burung. Sistem Koordinasi Burung

Fungsi Sistem Koordinasi Burung : 

Fungsi Sistem Koordinasi Burung Menangkap informasi dari luar dan dari dalam tubuh melalui reseptor motorik Merespon informasi tersebut

Fungsi Sistem Koordinasi Burung : 

Fungsi Sistem Koordinasi Burung Menangkap dan menyimpan informasi sebagai memori dan pembelajaran Mengatur impuls keluar yang mengarah ke otot dan organ-organ dalam(otot jantung,otot polos,dan kelenjar-kelenjar)

Slide 28: 

Perbandingan dari tali tulang belakang seekor burung (kiri), ular (tengah), dan manusia (kanan).  Di sumsum tulang belakang burung, pembesaran di daerah leher disebabkan oleh banyaknya akson yang diperlukan untuk mengendalikan otot-otot sayap. Pembesaran lumbal dikarenakan banyaknya akson yang mengontrol kaki.Bagian torakalis agak kurus karena pergerakan sayap dan kaki tidak perlu dikoordinasikan.

Otak Burung : 

Otak Burung Dikarenakan berasal dari keturunan yang sama,otak dari reptil dan burung memiliki kesamaan.Tetapi,burung memiliki belahan otak(cerebral hemispheres) dan cerebella.

Slide 30: 

Perbandingan antara otak pterosaurian,avian(burung) dan reptil.

Otak Burung Terdiri dari : 

Otak Burung Terdiri dari medulla - bagian dari otak yang mengandung banyak neuron yang membantu mengontrol detak jantung,pernapasan,dan tekanan darah. Lobus Optik - Bagian dari otak tengah,pada burung relatif lebih besar dibanding dengan vertebrata lainnya.(mencerimnkan pentingnya pengelihatan untuk burung)

Otak Burung Terdiri dari : 

Otak Burung Terdiri dari cerebellum - Berperan dalam koordinasi dari aktivitas otot rangka.(mencerminkan kebutuhan dari koordinasi yang sangat tepat dari aktivitas otot selama terbang) cerebrum - Terdiri dari dua belahan otak ditambah lobus penciuman.

Slide 34: 

Gambar otak dari burung Zebra Finch.Gambar di sebelah kanan menunjukkan perbandingan ukuran dari otak burung dan otak manusia.

Saraf Tulang Belakang Burung : 

Saraf Tulang Belakang Burung Burung memiliki ruas tulang belakang yang terletak disepanjang tubuhnya dan membentuk saraf tulang belakang. Saraf tulang belakang adalah bagian dari sistem koordinasi pada burung dan memiliki fungsi untuk pengantar pesan dan informasi ke otak. Pada saat burung memutuskan untuk bergerak,saraf tulang belakang mengirimkan pesan ke otak kemudian ke otot yang berhubungan dengan pergerakan itu dan menghasilkan gerakan.

Saraf Tulang Belakang Burung : 

Saraf Tulang Belakang Burung Saraf Tulang belakang berwarna abu-abu dengan sel saraf tubuh terletak sangat dekat dengan kanal utama. Koneksi dengan sel-sel lain dibuat di sekitar bagian yang berwarna abu-abu dengan bantuan bagian yang berwarna putih pada tulang belakang. Akar dari saraf tulang belakang tidak bergabung hanya dengan bagian luar dari ruas tulang belakang seperti yang terjadi pada vertebrata lainnya. Saraf Tulang Belakang menambah panjang dari ruas tulang belakang dengan gumpalan saraf motorik dan sensorik.

SISTEM SARAF AMPHIBI : 

SISTEM SARAF AMPHIBI

Bagian-bagian otak : 

Bagian-bagian otak Otak tengah (mesensefalon) Otak kecil (serebelum) Sumsum lanjutan (medulla oblongata)

Slide 41: 

Terletak di depan otak kecil. Pada bagian atas (dorsal) otak tengah juga terdapat lobus optikus dan sepasang nervus optikus yang saling bersilangan. Lobus ini merupakan pusat penglihat, karena berfungsi mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata. Lobus optikus pada amphibi lebih berkembang daripada lobus olfaktorius. Otak Tengah ( mesensefalon)

Slide 42: 

Otak kecil (serebelum) koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. Serebelum pada amphibi mereduksi, karena aktifitas otot relative berkurang.

Sumsum lanjutan (medulla oblongata) : 

Sumsum lanjutan (medulla oblongata) Menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. - Mempengaruhi refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.

Slide 44: 

Gerak refleks pada amphibi tanpa kontrol dari otak sehingga dapat berlangsung dengan cepat Stimulus pada organ reseptor –> sel saraf sensorik –> sel penghubung (asosiasi) pada sumsum tulang belakang –> sel saraf motorik –> respon pada organ efektor.

Slide 45: 

Macam gerak refleks Refleks otak terjadi apabila saraf penghubung (asosiasi) terdapat di dalam otak, seperti gerak mengedip atau mempersempit pupil pada saat ada cahaya yang masuk ke mata. Refleks sumsum tulang belakang terjadi apabila sel saraf penghubung terdapat di dalam sumsum tulang belakang seperti refleks pada lutut.

Ciri gerak refleks : 

• Dapat diramalkan jika rangsangannya sama • Memiliki tujuan tertentu bagi organisme tersebut • Memiliki reseptor tertentu dan terjadi pada efektor tertentu • Berlangsung cepat, tergantung pada jumlah sinapsis yang dilalui impuls • Spontan, tidak dipelajarai dulu • Fungsi sebagai pelindung dan pengatur tingkah laku hewan • Respon terus menerus dapat menyebabkan kelelahan Ciri gerak refleks

Sistem Saraf Reptil : 

Sistem Saraf Reptil Sistem saraf pada reptil terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem Saraf Pusat = meliputi otak dan sumsum tulang belakang Otak (ensefalon) terdiri dari a. otak besar(serebrum) b. Otak tengah (mesensefalon) c. Otak kecil (serebelum) d. Jembatan varol (pons varoli) e. Sumsum sambung (medulla oblongata)

Slide 48: 

2. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis) Ransangan dikirim ke saraf sensori dari reseptor(alat indra) dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan rangsangan dari saraf motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor (reaksi).

Sistem Saraf Tepi : 

Sistem Saraf Tepi Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak, sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat.

1. Sistem saraf sadar : 

1. Sistem saraf sadar Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang belakang, yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.

Sistem saraf tak sadar ( otonom) : 

Sistem saraf tak sadar ( otonom) Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek, sedangkan saraf parasimpatik mempunyai ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Urat saraf menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh saraf simpatik.

SISTEM SARAF IKAN : 

SISTEM SARAF IKAN

Bagian-bagian Otak : 

Bagian-bagian Otak Telencephalon Diencephalon Mesencephalon Metencephalon Myelencephalon.

Telencephalon (otak besar) : 

Telencephalon (otak besar) Membangun lobus alfaktori dan cerebrum. tersusun atas massa ganglion basal yang dikenal sebagai korpus striatum dan selapis tipis epitel disebut pallium. pada vertebrata tinggi diinvagina substansi grisea(lapisan kelabu) menjadi pusat aktivitas mental.

Diencephalon : 

Diencephalon Pusat impuls pembau dan mata yang diasosiasikan oleh beberapa sensori dan glandula. Bagian ventral diencephalon berkembang menjadi tangkai ( stalk) atau infundibulum hipofisis di bagian lobus posterior. Sensori dan lapisan pigmen retina mata, ada yang tumbuh keluar dari dinding diencephalon menjadi tangkai optik yang menghubungkan bagian ventral dengan bagian otak.

Mesencephalon : 

Mesencephalon Bagian dorsal, berkembang dua bangunan ke depan yang dikenal sebagai lobus optikus, berperan dalam penerimaan visual.

Metencephalon : 

Metencephalon pusat koordinasi otot ,peningkatan koordinasi aktivitas tubuh. Jenis ikan yang tubuhnya besar seperti ikan hiu, umumnya memiliki cerebellum relatif besar.

Myelencephalon : 

Myelencephalon Medulla pada ikan berperan sebagai penghubung linea lateralis dengan pendengaran. Ikan juga memiliki 10 saraf kranial seperti amphibi. Umumnya saraf sensori ikan adalah di bagian dorsal dan saraf motorik di bagia ventral, keluar dari kolumna vertebralis.

BIOELEKTRIKATeori membran yang disepakati oleh para ahli :1. Dalam keadaan istirahat serabut saraf berada dalam keadaan polarisasi (permukaan luar membrane bermuatan positif sedangkan permukaan dalam membrane bermuatan negative) : 

BIOELEKTRIKATeori membran yang disepakati oleh para ahli :1. Dalam keadaan istirahat serabut saraf berada dalam keadaan polarisasi (permukaan luar membrane bermuatan positif sedangkan permukaan dalam membrane bermuatan negative)

Lanjutan…2. Bila serabut saraf dirangsang, di tempat dimana serabut saraf dirangsang terjadi depolarisasi (permukaan luar membrane menjadi bermuatan negative dan permukaan dalam membrane menjadi positif) : 

Lanjutan…2. Bila serabut saraf dirangsang, di tempat dimana serabut saraf dirangsang terjadi depolarisasi (permukaan luar membrane menjadi bermuatan negative dan permukaan dalam membrane menjadi positif)

Lanjutan…3. Antara daerah yang mengalami depolarisasi dengan daerah yang mengalami polarisasi timbul suatu aliran listrik. Aliran l istrik ini disebut arus local atau sirkuit setempat. Adanya arus local ini akan menyebabkan depolarisasi di daerah sebelahnya. Kemudian timbul lagi arus local dan diikuti depolarisasi didaerah sebelahnya lagi dan seterusnya. : 

Lanjutan…3. Antara daerah yang mengalami depolarisasi dengan daerah yang mengalami polarisasi timbul suatu aliran listrik. Aliran l istrik ini disebut arus local atau sirkuit setempat. Adanya arus local ini akan menyebabkan depolarisasi di daerah sebelahnya. Kemudian timbul lagi arus local dan diikuti depolarisasi didaerah sebelahnya lagi dan seterusnya.

Lanjutan…4. Dengan demikian depolarisasi selalu akan berpindah tempat atau menjalar serabut saraf. Depolarisasi yang menjalar ini disebut impuls saraf. : 

Lanjutan…4. Dengan demikian depolarisasi selalu akan berpindah tempat atau menjalar serabut saraf. Depolarisasi yang menjalar ini disebut impuls saraf.

Lanjutan…5. Setelah mengalami depolarisasi, daerah tersebut kemudian akan berada dalam keadaan refrakter, artinya daerah tersebut tidak peka lagi terhadap rangsang. Masa refrakter berlangsung sebentar sekaali yaitu 1 – 5 milidetik. : 

Lanjutan…5. Setelah mengalami depolarisasi, daerah tersebut kemudian akan berada dalam keadaan refrakter, artinya daerah tersebut tidak peka lagi terhadap rangsang. Masa refrakter berlangsung sebentar sekaali yaitu 1 – 5 milidetik.

Alur penghantar impuls saraf :Saraf dalam keadaan polarisasi -> rangsangah -> depolarisasi -> timbul aliran listrik -> timbul impuks saraf -> dendrit -> badan sel saraf -> akson -> neuron lainnya. : 

Alur penghantar impuls saraf :Saraf dalam keadaan polarisasi -> rangsangah -> depolarisasi -> timbul aliran listrik -> timbul impuks saraf -> dendrit -> badan sel saraf -> akson -> neuron lainnya.

Proses menjalarnya impuls : 

Proses menjalarnya impuls d. Impuls syaraf berjalan e. Neuron kembali terpolarisasi

Potensial aksia. Potensial aksi monofase potensial aksi yang terdiri dari kurva naik dan kurva turun. : 

Potensial aksia. Potensial aksi monofase potensial aksi yang terdiri dari kurva naik dan kurva turun.

Slide 67: 

b. Potensial aksi difasePotensial aksi yang terdiri dari kurva naik, kurva turun, kurva turun lagi dan kurva naik.

impuls saraf (BIOELEKTRIKA) : 

Hukum “semua atau tidak” Arah pergerakan impuls Kelelahan saraf impuls saraf (BIOELEKTRIKA) Kecepatan penjalaran impuls Blokade impuls saraf Ada tidaknya Myelin Diameter impuls saraf Suhu tubuh

perbedaan impuls saraf yang menjalar di sepanjang saraf dan yang di kabel listrik : 

perbedaan impuls saraf yang menjalar di sepanjang saraf dan yang di kabel listrik

Blokade Anestetik, sedatif, Hipnotik : 

Blokade Anestetik, sedatif, Hipnotik

Thank You… : 

Thank You…