SISTEM SARAF

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Slide 1: 

Perkembangan Otak Disusun oleh : Manar I M Mella K Nurcholis Nurkhairil A D Rismaya

Slide 3: 

Pembentukan tabung saraf Lipatan cephalic Proliferasi neuron Migrasi Sinaptogenesis Pertumbuhan sel-sel penyangga otak Tahap pertumbuhan dan perkembangan otak

Slide 4: 

FASE PERKEMBANGAN OTAK 3-4 minggu : Pembentukan tabung saraf 5-10 minggu : Fase prosencephalic, pembentukan hemisfer 8-18 minggu : Proliferasi neuronal 12-24 minggu : Migrasi >25 minggu : Pembentukan sel pendukung, Arborisasi neuron, Sinaptogenesis, Apoptosis 40 minggu : Myelinisasi

NEURALISASI : 

NEURALISASI Neurulisasi adalah “fase pembentukan otak dan medula spinalis yang dimulai dari bagian dorsal embryo”. Proses tersebut dibagi menjadi 2 yaitu pembentukan otak dan pembentukan medula spinalis. Neurulasi : - Neurulasi Primer - Neurulasi Sekunder

Slide 6: 

Dimulai dengan terbentuknya tabung saraf pada usia 3-4 minggu kehamilan. Susunan saraf pusat dibentuk pertama dari bagian dorsal embryo yang mempunyai bentuk berupa lempeng jaringan yang kemudian mengalami diferensiasi di bagian tengah lapisan ektoderm. Bagian dasar notochord dan chordal mesoderm akan membentuk lempeng saraf pada usia kehamilan 18 hari yang dilanjutkan dengan bagian lateral lempeng saraf mengalami invaginasi dan bagian dorsal menutup hingga membentuk tabung saraf. Selama fase penutupan, cikal bakal sel neuron mulai diproduksi, dan sel-sel tersebut akan menjadi ganglia radix dorsalis, ganglia sensoris nervi cranialis, ganglia autonomik, sel Schwann dan sel pia dan arachnoid (dikenal sebagai malanosit, sel medulla adrenal dan elemen tulang tertentu dari kepala dan wajah). Neuralisasi primer

Slide 7: 

Tabung saraf akan menjadi susunan saraf pusat. Fusi pertama dari lempeng saraf terjadi pada bagian medulla bagian bawah pada usia kehamilan 22 hari. Ujung anterior tabung saraf akan menutup paling lambat pada usia 24 hari kehamilan, dan bagian ujung posterior menutup pada usia 26 hari kehamilan. Pada bagian posterior, penutupan tabung paling bawah berada pada ketinggian lumbosacral, dan segmen saraf yang lebih bawah akan dibentuk melalui proses diferensasi perkembangan selanjutnya. Interaksi antara tabung saraf dengan jaringan mesoderm sekitarnya akan membentuk dura dan tulang axial misalnya tulang tengkorak dan vertebrae. Perubahan bentuk lempeng saraf menjadi tabung saraf diatur oleh mekanisme seluler dan molekuler. Mekanisme seluler yang terpenting adalah fungsi jaringan sitoskeletal mikrotubulus dan mikrofilamen. Neuralisasi primer

Slide 8: 

Dibawah pengaruh kecenderungan pertumbuhan vertikal mikrotubulus, sel-sel lempeng saraf yang sedang berkembang akan memanjang dan bagian basal akan melebar. Dibawah pengaruh mikrofilamen, terjadi kecenderungan arah pertumbuhan secara pararel pada permukaan apikal, bagian apikal sel akan menyempit. Perubahan tersebut akan menekan permukaan lempeng saraf dan membuat bentukan lipatan saraf yang pada akhirnya akan berubah menjadi tabung saraf. Gambar 1. fase neurulisasi

Slide 9: 

Pada usia 28 hingga 32 hari kehamilan, terjadi fusi sel-sel yang belum mengalami diferensiasi pada bagian kaudal tabung saraf menjadi vakuola. Vacuola-vacuola tersebut akan menyatu, membesar dan berhubungan dengan kanalis sentralis yang merupakan bagian dari tabung saraf yang terbentuk dalam proses neurulisasi primer. Proses kanalisasi akan berlanjut hingga usia 7 minggu kehamilan dan dilanjutkan dengan proses diferensiasi retrogresif. Selama proses diferensiasi retrogresif sejak usia 7 minggu kehamilan hingga beberapa waktu setelah lahir, terjadi regresi beberapa massa sel kaudal. Mengingat strukturnya adalah ventrikulus terminalis, lokasi terutama di konus medularis dan filum terminalis. Neurulisasi sekunder (pembentukan tabung saraf caudal)

Perkembangan prosensefalic : 

Perkembangan prosensefalic 1. terjadi dari mesoderm prekordal. Waktu puncak adalah bulan ke dua dan ketiga kehamilan, dengan fase prominen dini pada minggu ke 5 dan 6 kehamilan. 2. Interaksi utama yang terjadi adalah antara mesoderm notokhord-prekhordal dan otak depan terjadi didepan ujung rostral embrio yang mempengaruhi pembentukan permukaan otak depan, adanya gangguan pada fase perkembangan otak ini sering menyebabkan anomali fasialis. Gambar 2. Usia kehamilan 5-6minggu

Slide 11: 

Pembentukan prosensefalic, Pembentukan celah Prosensefalic (cleavage) dan Perkembangan garis tengah prosencephalic. Tahap Perkembangan Prosensefalic

Slide 12: 

Pembentukan prosencephalic Dimulai pada ujung rostral tabung saraf pada akhir bulan pertama kehamilan dan berlanjut hingga bulan ke dua, segera setelah penutupan bagian anterior tabung saraf. Pembentukan celah prosencephalic Mulai aktif terjadi pada minggu ke 5 dan 6 kehamilan dan meliputi 3 prinsip dasar : (1) horizontal hingga membentuk sepasang vesikel optikus, bulbus olfaktorius dan tractus (2) transversal untuk memisahkan telecephalon dari diencephalon (3) sagital untuk membentuk bagian dari telencephalon sepasang cerebral hemisphere, ventrikel lateralis dan basal ganglia

Slide 13: 

Perkembangan garis tengah prosencephalic Terjadi sejak pertengahan bulan ke 2 kehamilan hingga bulan ke 3 dengan terjadinya penebalan 3 lempeng jaringan yang penting; dari dorsal ke ventral, merupakan komisura, chiasma dan lempeng hipothalamus. *keterangan : fase perkembangan prosencephalic terjadi secara berurutan.

Slide 14: 

Dilanjutkan dengan berturut-turut corpus calosum dan septum pelucidum, nervus optikus dan chiasma dan hipothalamus. Dari bentukan tersebut yang paling menonjol adalah pembentukan. Corpus calosum yang mulai tampak pada usia 9 minggu; pada usia 12 minggu bentukan corpus calosum dapat diidentifikasi secara jelas. Dengan pertumbuhan 2 arah yang dimulai dengan pertemuan genu dan corpus, keseluruhan corpus calosum berkembang (yang pertama genu, diikuti oleh corpus, splenium dan rostrum) yang sempurna pada usia 20 minggu kehamilan. Lipatan cephalic

Fase Ploriferasi : 

Fase Ploriferasi pertama pada usia 2 hingga 4 bulan kehamilan, bersamaan secara primer dengan proliferasi neuronal dan radial glia secara umum Kedua pada usia 5 bulan kehamilan hingga >1 tahun post natal, secara primer berkaitan dengan multiplikasi glia Pada tahap akhir - terjadi proliferasi percabangan vaskuler, - sistim arterial terbentuk lebih dahulu daripada sistim vena, - Dimulai dengan terbentuknya pleksus leptomeningeal pembuluh darah (bulan ke 3 kehamilan dengan arah perkembangan secara radial) pada saat terbentuk tidak bercabang, - pada bulan ke 4 kehamilan dan usia selanjutnya akan terbentuk percabangan arah horisontal

Slide 16: 

Migrasi Neuronal “Peristiwa yang terjadi secara berkelanjutan dimana jutaan sel saraf berpindah dari tempat asal di zona ventrikel-subventrikuler ke tempat yang spesifik di SSP dan sel-sel tersebut akan menetap sepanjang hidup” Periode puncak: usia 3 hingga 5 bulan kehamilan,

TAHAP MIGRASI : 

TAHAP MIGRASI Migrasi radial dari sel-sel yang berasal dari zona ventrikuler dan subventrikuler merupakan mekanisme utama dalam pembentukan korteks dan struktur nukleus profundus. Didalam cerebelum, migrasi radial menyebabkan terbentuknya sel purkinje, nukleus dentatus dan nukleus bagian atas yang lainnya. Migrasi tangensial sel-sel yang berasal dari zona germinal dalam regio rhombic lip dan migrasi melalui permukaan cerebellum akan membentuk lapisan granular eksternal. Sel-sel tersebut mengadakan migrasi secara radial kearah dalam dengan tujuan membentuk lapisan sel granular internal dari korteks cerebellum

Migrasi korteks cerebri : 

Migrasi korteks cerebri “Pada stadium dini, sebelum migrasi sel dapat membentuk lempeng kortikal, sel glia radial akan menyebar dari permukaan ventrikuler sampai permukaan glia dimana ujung penyebaran akan membatasi pembentukan membran glia pada permukaan pial”

Slide 19: 

Periode organisasi mencapai puncaknya pada bulan ke 5 kehamilan hingga beberapa tahun setelah lahir. Tahap perkembangan: Pembentukan dan diferensiasi neuron subplate Membentuk bagian tepi yang sesuai, menentukan arah pengembangan dan melapisi neuron kortikal Pengembangan dendrit dan percabangan axonal Pembentukan kontak sinaptik Apoptosis dan eliminasi selektif dalam proses neuronal dan sinaps 6. proliferasi dan diferensiasi glia.9 Proses organisasi neural pada masa mendatang didefinisikan sebagai kejadian regresif kedua, eliminasi selektif proses neural dan sinapsis Eliminasi sinaps secara selektif merupakan hal yang esensial untuk membentuk kematangan fungsi otak secara maksimal ORGANISASI

Slide 20: 

“suatu proses pembentukana membran myelin sepanjang axon”. Periode myelinisasi terjadi dalam waktu yang panjang, dimulai pada trimester II dan berlanjut hingga usia dewasa. Myelinisasi pada belahan otak merupakan proses yang sangat cepat yang terjadi setelah lahir. fase myelinisasi - proliferasi oligodendroglia dan diferensiasi - terjadi penumpukan myelin sepanjang axon.

Slide 21: 

Perkembangan Oligodendroglia

Slide 22: 

Myelinisasi pada regio otak manusia Dimulai dari sistem saraf perifer Segera kelahiran, myelin tampak pada batang otak dan cerebelum Myelinisasi pada hemisfer cerebral, terutama pada regio yang mengatur fungsi luhur dan perbedaan sensoris, sering sudah siap segera setelah lahir dan berlanjut pada dekade berikutnya.4,5 Gambar 7. Perkembangan otak 7 minggu 14 minggu 5 bulan 9 bulan

Slide 23: 

Gizi yang terdiri dari berbagai komponen primer termasuk didalamnya protein dengan kandungan asam aminonya, baik yang esensial maupun non-esensial, sumber kalori berupa karbohidrat ataupun lemak, vitamin, dan mineral merupakan salah satu faktor utama yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak. Zat gizi yang dibutuhkan harus tersedia secara tepat baik kualitas maupun kuantitasnya. Kekurangan gizi pada masa tumbuh-kembang ini dapat menimbulkan kelainan yang bersifat ireversibel, artinya tidak dapat diperbaiki lagi setelah masa kritis tersebut teratasi. PERANAN GIZI UNTUK MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN OTAK BAYI

Slide 24: 

Lipida merupakan komponen utama penyusun otak yang terdiri dari kolesterol dan fosfolipid yang kaya asam lemak rantai panjang. Asam lemak rantai panjang yang paling banyak didapatkan dalam fosfolipid otak adalah Arachidonic Acid (AA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA). 60% struktur otak terdiri dari lipida. Pada periode tumbuh-kembang otak, kandungan AA dan DHA meningkat pada membran sel saraf. Dengan adanya fakta ini diduga AA dan DHA berperan penting dalam proses tumbuh-kembang otak, terutama pada saat otak tumbuh dengan cepat, yaitu pada trimester ketiga kehamilan hingga usia 2-3 tahun. a. Docosahexaenoic acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA)

Slide 25: 

Dalam jaringan otak, terutama dalam bagian kelabu mempunyai kandungan DHA yang tinggi dibandingan dengan bagian putih atau myelin. Dalam neuron, AA dan DHA berperan sebagai bagian struktural non-myelin dari membran neuron , yaitu : AA terdistribusi di fosfolipid membran sekeliling badan sel. DHA sangat banyak didapatkan di membranpresinaptik. Selama pertumbuhan otak, neuron berdiferensiasi membentuk akson dan dendrit yang akan diakhiri dengan pertumbuhan growth cones. Proses perpanjangan akson dan transformasi membutuhkan komposisi asam lemak, khususnya AA dan DHA Peran AA dan DHA

Slide 26: 

Uestad dan Innis (2000) menemukan bahwa : DHA berperan pada membran growth cones. Pada saat cadangan DHA sangat terbatas, membran sel neuron menjadi prioritas utama dalam perkembangan sel, diikuti perpanjangan akson dan growth cone, pada akhirnya sangat membantu dalam transfer impuls antar jaringan.. AA dalam membran neuron berperan sebagai modulator untuk mengontrol pelepasan dan penyerapan kembali neurotransmiter serta transmisi sinaptik. kesimpulan : AA dan DHA berperan penting dalam pengaturan neurotransmiter dalam sistem impuls saraf dan pertumbuhan neuron khususnya growth cone dan sinaptogenesis.16,18 Peran AA dan DHA

Slide 27: 

DHA Pada Mamalia Pada retina mamalia mempunyai DHA dalam konsentrasi tinggi. DHA terdapat pada bagian luar lapisan fosfolipid sel Rod. DHA diperlukan untuk fungsi normal retina. Fungsi DHA pada retina berhubungan dengan interaksi protein fotoaktif Rhodopsin dengan DHA. Juga ditemukan adanya lapisan ganda fosfolipid kaya akan DHA, mempunyai kadar cairan yang tinggi sehingga mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk berikatan dan meningkatkan permeabilitas, dimana merupakan karakteristik yang penting dalam fungsi normal sel fotoreseptor.

Slide 28: 

Suplementasi AA dan DHA AA dan DHA pada plasma ibu hamil mencapai 23% s/d 52% selama kehamilan. Semakin tua usia kehamilan semakin tinggi kadar AA dan DHA pada tali pusat, hal ini menunjukkan bahwa semakin tua usia janin dalam kandungan semakin tinggi kebutuhan AA dan DHA. Tingginya kebutuhan janin menuntut suplai dari plasma ibu melalui transfer tali pusat. Konsentrasi AA dan DHA ibu cenderung menetap sejak usia 26 minggu kehamilan. Tetapi pada ibu yang tidak mendapat nutrisi yang memadai akan menyebabkan turunnya kadar AA dan DHA dalam plasma dan dengan sendirinya jumlah yang ditransfer melalui tali pusat juga mengalami penurunan. Kadar AA dan DHA baru dapat kembali normal setelah 32 minggu pasca kelahiran. Diperkirakan transfer DHA dari ibu ke janin dapat mencapai 4 g/hari dengan laju aliran darah ke janin 110 ml/menit/kg berat badan.

Slide 29: 

Suplementasi AA dan DHA pada formula bayi lanjutan atau pada makanan perlu dipertimbangkan masak-masak. karena anak-anak sudah dapat mensintesa AA maupun DHA dari LC-PUFA sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan pemberian DHA yang berlebihan dapat menekan proses pembentukan AA, menekan aktifitas ensim siklooksigenase yang memfasilitasi pembentukan prostaglandin PGH2 dan PGH3 dari AA, sehingga dapat menghambat pembentukan prostaglandin berikut tromboksan dan leukotrin, dan menyebabkan terhambatnya respons terhadap proses keradangan khususnya pada pelepasan interleukin-1 dan TNF, memanjangnya masa perdarahan, menurunnya renin yang turut dalam pengontrolan fungsi ginjal Gambar 9. Proses perubahan DHA dan AA (Dikutip dari : Hornstra G. Essential Fatty Acids in Mothers and their Neonates. Am J Clin Nutr 2000; 71(Suppl):1262s-9s)

Slide 30: 

Zat Besi Pada Pembentukan Otak Transpor zat besi (Fe) dalam metabolis besi di otak dapat melalui dua jalur, yaitu: jalur transferin dan jalur non-transferin. Jalur Transferin merupakan jalur utama untuk transpor besi masuk ke membran luminal dari blood brain barrier. Transferin di sintesis di dalam oligodendrosit atau sel epitel dari pleksus koronoideus. Transferin-Fe ditangkap oleh sel endothelial melalui reseptor yang disebut apo-transferin. Kemudian Fe lepas dari transferin dan masuk ke cairan intraseluler, mekanisme pelepasan Fe dari transferin masih belum jelas. Non-transsferin binding iron merupakan mekanisme yang bertanggung jawab atas tingginya kadar Fe dalam otak ataupun cairan serebrospinal pada kadar transferin yang rendah. Divalent Metal Transporter (DMT1) didapatkan pada sel epitel koroid dan berperan didalam transpor Fe ke dalam otak melalui jalur non-transferin. Disamping DMT1, melanotransferin (p97) yang terdapat di endotel pembuluh darah otak dan sel mikroglia juga berperan.

SEKIAN…. : 

SEKIAN…. TERIMAKASIH… SELAMAT BELAJAR...

authorStream Live Help