mekanisme persalinan normal

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

materi kebidanan d3 semester 1

Comments

By: mia_hareem (30 month(s) ago)

mohon downlod dok

By: anang7 (42 month(s) ago)

Mohon download, dok.

By: pasande (44 month(s) ago)

mohon dodwlod dok.

Presentation Transcript

MEKANISME PERSALINAN NORMAL : 

MEKANISME PERSALINAN NORMAL

KELOMPOK 3 : 

KELOMPOK 3 FARADISA ISLAMI MYSITOWI DEWI APRIANI NIKITA AYU KINANTI FURRI PURNA CANDRI RISKA ISNAINI INA MAGHFIROH CAHYA NURHIKMAH LESTARI

MEKANISME PERSALINAN NORMAL : 

MEKANISME PERSALINAN NORMAL Memberitahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk memeran dan bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan ia pastikan merasa nyaman. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat. Memasang handuk bersih untuk mengeringkan janin pada perut ibu saat kepala janin terlihat. Mengambil kain bersih dan melekatkan dibawah bokong ibu. Membuka tutup partus set. Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan. Saat sub-occiput tampak dibawah simfisis, tangan kanan melindungi rerineum sedangkan tangan kiri menahan puncak kepala (meminta ibu untuk tidak meneran dengan bernapas pendek-pendek)

Lanjutan... : 

Lanjutan... 9. Membersihkan muka janin dari lendir dan darah dengan mengusap kain bersih 10. Memeriksa adanya lilitan tali pusat pada leher janin. 11. Menunggu kepala janin selesai melakukan putaran paksi secara spontan 12. Setelah kepala janin menghadap paha ibu tarik secara hati-hati ke arah bawah sampai bahu anterior dan tarik secara hati-hati ke atas bahu posterior 13. Setelah bayi lahir, taka menyangga kepala, leher dan bahu janin bagian posterior dengan posisi ibu jari pada leher dengan bagian bawah kepala dan ke 4 jari pada bahu dan dada/punggung janin dan taki memegang lengan dan bahu janin bagian anterior saat badan dan lengan lahir.

Lanjutan : 

Lanjutan 14. Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung ke arah bokong dan tungkai bawah janin untuk memegang tungkai bawah (selipkan jari telunjuk taki diantara kedua lutut janin) 15.Setelah bayi lahir pegang bayi bertumpu pada lengan kanan hingga bayi menghadap ke arah penolong. Nilai bayi, letakkan bayi di atas perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah dari badan. 16. Mengeringkan bayi, membungkus kepala dan badan bayi kecuali tali pusat 17. Menjepit tali pusat kira-kira 2cm menggunakan klem dari umbilikus bayi.

Lanjutan : 

Lanjutan 18. Memegang tali pusat diantara dua klem menggunakan taki dengan perlindungan jari-jari taki, memotong tali pusat diantara dua klem 19. Mengganti pembungkus bayi dengan kain kering dan bersi, membungkus bayi hingga kepala 20. Memberikan bayi kepada ibu untuk disusui bila ibu menghendaki.

LANJUT : 

LANJUT 1.Kala I : Pembukaan Sevik –> 10 cm (lengkap)2. Kala II : Pengeluaran janin3. Kala III : Pengeluaran & pelepasan plasenta4. Kala IV : dari lahirnya uri selama 1-2jam

Kala I ( Kala Pembukaan) : 

Kala I ( Kala Pembukaan) Ada 2 fase1. Fase Laten : pembukaan servik lambat 3 cm bisa 7 – 8 jam2. Fase Aktif : ± 6 jam dibagi 3 sub fase- periode Akselerasi : ± 2 jam ? 4 cm- periode Dilatasi Maksimal : ± 2 jam ? 9 cm- periode Deselerasi : ± 2 jam ? 10 cmTahap awal persalinan ini dimulai begitu sudah ada pembukaan leher rahim. His atau nyeri bersalin adalah kontraksi rahim yang teratur, muncul dalam bentuk rasa sakit yang perlahan-lahan makin nyeri dan sering, serta makin lama. Sejak pembukaan 0 cm hingga 3 cm, umumnya persalinan masih berjalan lambat (bisa sampai 8 jam), sehingga masa ini disebut juga dengan fase laten. Setelah itu hingga pembukaan lengkap biasanya berjalan lebih cepat. Keseluruhan tahap ini berlangsung hingga tercapai pembukaan lengkap (kurang lebih 10 cm), dan saat itu persalinan memasuki tahap 2. Tahap ini biasanya berjalan lebih lama pada kelahiran anak pertama (bisa sampai 20 jam) dibanding kelahiran anak selanjutnya.

Kala II (Pengeluaran Janin) : 

Kala II (Pengeluaran Janin) - His terkordinir, kuat, cepat dan lebih lama- Ada rasa mengedan seperti bab- Pada primi : 1 ½ – 2 jam , Multi : ½ – 1 jamSaat ini, his sudah terasa sangat kuat, lebih sering, dan lebih lama ketimbang sebelumnya. Ibu akan merasakan keinginan mengejan yang sangat kuat dan tidak lagi bisa ditahan. Dokter atau bidan akan mulai memimpin ibu meneran. Caranya, ibu dalam posisi berbaraing terlentang atau miring ke samping, kedua lengan merangkul kedua lipat lutut, kepala dan mata melihat ke arah perut. Seiring munculnya his, ibu meneran/mengedan sekuat-kuatnya, dan dihentikan/istirahat saat his berhenti. Dengan tenaga mengejan ini, janin perlahan-lahan didorong keluar dari rahim hingga kepalanya mulai tampak di mulut jalan lahir. Kadang-kadang, agar persalinan lebih lancar, dokter perlu melakukan episiotomi (memperlebar jalan lahir dengan cara digunting). Perlahan seiring tenaga mengejan ibu, kepala janin akan dilahirkan, yang segera disusul badan dan anggota badan. Setelah lahir seluruhnya, tali pusat akan dipotong. Setelah itu, bayi segera dikeringkan dan dihangatkan, serta diperiksa (pernafasan, warna kulit, detak jantung, tangisan dan gerakannya) untuk memastikan bayi dalam keadaan sehat.

Kala III(Pengeluaran Plasenta) : 

Kala III(Pengeluaran Plasenta) - Uterus teraba keras , TFU setinggi pusat- Proses 5 – 30 menit5-30 menit setelah bayi lahir, rahim akan berkontraksi (terasa sakit). Rasa sakit ini biasanya menandakan lepasnya plasenta dari perlekatannya di rahim. Pelepasan ini biasanya disertai perdarahan baru. Setelah itu, plasenta akan keluar (dilahirkan) lewat jalan lahir, baik secara otomatis maupun dengna bantuan dokter/bidan. Setelah itu plasenta akan diperiksa guna memastikan sudah lahir lengkap (jika masih ada jaringan plasenta yang tertinggal dalam rahim, bisa terjadi perdarahan).

Kala IV(1-2 jam setelah pengeluaran uri) : 

Kala IV(1-2 jam setelah pengeluaran uri) - Pengawasan 1 – 2 jam- Awas perdarahan post partum- Darah < 500 cc , jika > 500 cc disebut PPH ( Post Partum Haemorrhagic )Setelah persalinan selesai dan plasenta sudah dilahirkan, ibu biasanya masih beristirahat di ruang persalinan hingga 1-2 jam setelah melahirkan. Gunanya agar dokter/bidan bisa mengawasi kondisi ibu agar tidak timbul komplikasi seperti perdarahan pasca persalinan.

Slide 15: 

TERIMA KASIH